Sampul Novel Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Penyesalan Selalu Datang Terlambat

9.8 / 10.0
Mencintai Stevan Nicolas hanya membuahkan luka bagi sang protagonis. Di saat dia membutuhkan kehangatan di tengah malam yang dingin, Stevan justru mendekap wanita lain. Pria itu menuduhnya terlalu manja dan memutuskan untuk pergi, tanpa pernah tahu bahwa waktu sang protagonis di dunia ini tidak lama lagi. Di ambang kematiannya, sebuah rahasia besar tersimpan rapat, meninggalkan penyesalan yang terlambat bagi Stevan yang telah mengabaikannya demi cinta yang lain.

Penyesalan Selalu Datang Terlambat Bab 1

Saat aku paling mencintai Stevan Nicolas, dia mencintai wanita lain. Hujan turun sangat deras dan aku menggigil kedinginan di bawah selimut semalaman, sedangkan dia memeluk wanita lain dan memberikan wanita itu kehangatan. Katanya, aku sangat manja, jadi dia tidak ingin melihatku lagi. Namun, dia tidak tahu bahwa aku akan segera meninggal dan dia tidak akan bisa melihatku lagi.

Stevan Nicolas sudah tidak pulang selama tiga hari, tanpa meninggalkan pesan apa pun padaku.

Cuaca malam ini sangat dingin, dengan tetesan air hujan di luar terus membasahi jendela. Aku meringkuk di bawah selimut sambil menggigil kedinginan.

Aku sedang demam. Tangan dan kakiku seperti membeku, tetapi wajahku panas membara.

Aku memegang ponselku sambil membaca ulang semua pesan yang aku kirimkan padanya.

"Stevan, hari ini kamu pulang, nggak?"

"Stevan, kamu ke mana?"

"Stevan, kenapa nggak dibalas?"

"Aku benar-benar mengkhawatirkanmu."

...

Aku membaca kembali riwayat obrolan kami sebelumnya. Dia sama sekali tidak pernah mengabaikan pesanku seperti ini.

Mataku sudah lelah, kepalaku juga sangat pusing. Pada saat ini, ponselku tiba-tiba bergetar. Aku bergegas membuka mataku, tetapi itu bukan Stevan.

Ada sebuah notifikasi baru.

Aku membukanya dan melihat seseorang dengan foto profil seorang wanita menambahkanku sebagai temannya. Dengan perasaan aneh, aku membukanya.

Wanita itu meninggalkan pesan berisi: "Stevan lagi di sini."

Aku seketika tercengang. Rasa panik juga tiba-tiba menyelimuti diriku. Aku tidak ingin menambahkan seorang orang asing sebagai temanku, aku juga ingin memercayai Stevan. Namun, tanpa disadari, aku sudah menerima pesan wanita itu.

Baru saja aku ingin menanyakan identitas wanita itu, dia malah langsung mengirimkan sebuah pesan padaku.

Pesan itu berisi selembar foto.

Aku pun melihat sosok Stevan yang sudah menghilang selama tiga hari. Pada saat ini, dia sedang berbaring di ranjang yang jelas-jelas milik seorang wanita dengan matanya yang terpejam dan dalam keadaan telanjang dada.

Aku menatap foto itu dengan tidak percaya dan terus memperbesar foto itu untuk mencari bukti bahwa orang di foto itu bukan Stevan.

Namun, aku tidak bisa menemukannya.

Layaknya menggila, aku mengirimkan pesan pada wanita itu, menanyakan siapa dia dan mengapa Stevan bisa berada di tempatnya.

Namun, tidak ada yang membalas pesanku.

Malam ini, aku hanya bisa duduk bengong di atas ranjang selama semalaman.

Saat fajar menyingsing, aku baru terlelap. Kepalaku benar-benar sakit, bibirku kering dan pecah-pecah, sehingga aku tidur dengan sangat tidak nyaman.

Dalam tidurku, aku mimpi buruk. Aku melihat Stevan memeluk wanita lain. Wanita itu bersandar dalam pelukan Stevan dengan genit, sedangkan Stevan menunduk sambil tersenyum pada wanita itu, dengan tatapan yang sangat lembut. Aku berdiri di hadapan mereka dan berlari menghampiri mereka, seperti orang yang sudah menggila. Aku ingin memisahkan mereka, tetapi Stevan malah mendorongku dengan kejam.

Dia membuatku terjatuh di lantai dan menatapku dengan tatapan jijik.

"Dasar nggak tahu malu!" katanya.

Aku seketika terbangun. Rasa sedih itu masih berbekas dalam hatiku. Aku menyentuh wajahku dan menyadari bahwa wajahku basah.

Aku menangis, tetapi Stevan tidak akan datang untuk menghiburku lagi.

Pada saat ini, aku menerima sebuah pesan lagi dari wanita itu.

Dia lagi-lagi mengirimkan foto, bukan hanya selembar.

Aku membuka foto-foto itu selembar demi selembar, seakan-akan aku ingin menyakiti diriku sendiri.

Aku pun melihat Stevan yang mengenakan kemeja yang berantakan sedang bersandar pada wanita itu. Wanita itu sangat cantik, dia menatap ke arah kamera sambil tersenyum lebar.

Aku melihat foto lainnya di mana Stevan berdiri di sisi wanita itu sambil merangkul pinggang wanita itu.

Aku juga melihat foto Stevan yang memakai celemek sambil mencuci sayuran di tangannya dengan ekspresi serius.

Dia hendak memasak untuk wanita itu, padahal sebelumnya, dia pernah berjanji padaku bahwa dia hanya akan memasak untukku.

Aku langsung mengetikkan pesan untuk wanita itu, layaknya menggila. Aku melampiaskan kebencian yang tidak bisa aku kendalikan padanya.

"Siapa kamu sebenarnya?"

"Dia suamiku, tahukah kamu kalau kamu hanya wanita simpanan?"

"Kalian lagi di mana? Kenapa dia nggak pulang?"

"Dasar wanita jalang! Kamu merebut suami orang lain!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan emosional antara David dan Arina saat mereka menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah mekarnya bunga musim semi yang sangat berharga, keduanya belajar untuk saling memahami dan mengisi kekosongan hati satu sama lain. Hubungan mereka berkembang dengan indah seiring berjalannya waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam ikatan cinta yang tulus dan sangat mendalam bagi mereka.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca 21 tahun ke atas ini mengeksplorasi sisi tersembunyi kehidupan yang jarang terungkap. Di balik topeng kesucian, tersimpan luka, dilema, dan kerinduan yang kompleks. Melalui narasi yang realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan jati diri di tengah kegelapan demi menemukan titik cahaya. Sebuah hiburan penuh makna tentang pencarian makna hidup dan cinta yang tidak selamanya berjalan lurus, memberikan perspektif baru bagi pembacanya.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan