Sampul Novel Kecelakaan dan Penyesalan

Kecelakaan dan Penyesalan

9.7 / 10.0
Sebuah kecelakaan mobil tragis membuat jantungku robek hingga membutuhkan operasi darurat demi bertahan hidup. Namun, ibuku yang menjabat sebagai direktur rumah sakit malah mengerahkan seluruh tim medis hanya untuk memeriksa luka lecet ringan adikku. Saat aku memohon pertolongan, Ibu justru membentakku dan menuduhku mencari perhatian di saat adiknya hampir terluka parah. Tanpa ada yang peduli, aku pun mengembuskan napas terakhir di sudut rumah sakit yang sunyi dan terabaikan.

Kecelakaan dan Penyesalan Bab 1

Aku dan adikku mengalami kecelakaan mobil.

Jantungku robek, dan aku sangat membutuhkan operasi.

Namun ibuku yang merupakan direktur rumah sakit justru memanggil semua dokter ke ruang perawatan adikku, untuk melakukan pemeriksaan seluruh tubuh padanya yang hanya mengalami sedikit lecet.

Aku memohon pada Ibu untuk menyelamatkanku, tetapi dia malah dengan wajah tak sabar dan membentakku, "Kamu bisa nggak sih pilih waktu kalau mau cari perhatian? Kamu tahu nggak, adikmu hampir saja terluka kena tulang!"

Akhirnya, aku mati di sebuah sudut yang tak terlihat seorang pun.

Tiga menit terakhir sebelum mati, jiwaku melayang ke sisi ibuku.

Saat ini, Ibu sedang duduk di samping tempat tidur adikku dengan wajah penuh kekhawatiran. Dia berdoa, "Vira, jangan takuti Ibu, cepat bangun ya, boleh?"

Ayah tampak sangat marah. “Kalau saja sebagai kakak, Esmerina jaga adiknya baik-baik, mana mungkin Vira jadi begini! Nanti lihat saja, akan kuhajar dia sampai mati!”

Aku berdiri di samping melihat semuanya, hatiku terasa pahit.

'Ayah, kamu tak perlu turun tangan, aku sudah mati.'

'Mati dalam ketidakpedulian kalian.'

Saat ini, para dokter mengelilingi tempat tidur Lusvira.

Setelah memastikan dirinya hanya mengalami cedera tulang dan tidak apa-apa, salah satu dokter yang lebih tua baru berani menyebutku. Dengan hati-hati dia bertanya, "Bu Direktur, benar-benar nggak perlu pedulikan Rina? Sepertinya luka kecelakaannya sangat parah."

Wajah Ibu yang tadi penuh kepedulian segera berubah menjadi muak, dan dia berteriak keras, "Dia main sandiwara apa lagi? Mau pura-pura mati? Dia masih belum sadar kalau dia yang buat adiknya seperti ini?"

Aku terpaku menatap Ibu. Jantungku yang sudah mati seperti kembali merasa nyeri seketika.

Jelas aku juga anaknya, apa Ibu benar-benar sama sekali tidak peduli padaku?

Tiba-tiba, Ibu mengambil ponsel dan meneleponku.

Perawat baru saja menempelkan ponsel itu ke telingaku. Yang kudengar bukanlah kepedulian yang kuharapkan, melainkan hinaan seperti biasanya, "Esmerina, kapan kamu mau cepat datang dan minta maaf pada adikmu?"

Saat itu, hatiku benar-benar dingin, tak ada lagi harapan.

Sejak kecil Ibu selalu memihak adik, selalu menyuruhku mengalah padanya.

Hanya karena pada hari kelahiran adikku, aku tanpa sengaja menumpahkan air panas dan terseduh air itu, lalu saat Ibu buru-buru membawaku ke rumah sakit, dia terpeleset dan melahirkan prematur. Mereka semua menganggap itu salahku.

Adik yang hidup dalam inkubator membuat seluruh keluarga merasa sangat kasihan padanya.

Ayah bahkan menamparku sampai gendang telingaku pecah. "Benar-benar anak pembawa sial, adik baru lahir saja hampir kamu buat kehilangan nyawa."

Ibu yang terbaring di ranjang melirikku dengan lemah, di mata tersirat kekecewaan.

Belasan tahun telah berlalu, dan sikap mereka tetap sama.

'Sekarang aku sudah mati, aku tak akan lagi buat kalian kecewa. Kalian pasti senang, 'kan?'

Tiga puluh menit yang lalu, saat baru dibawa ke rumah sakit, aku memohon Ibu untuk menyelamatkan diriku, tetapi Ibu hanya berkata, "Kalau mau cari perhatian, bisa nggak lihat waktu? Kamu tahu nggak, adikmu hampir terluka kena tulangnya!" Lalu tanpa menoleh, Ibu membawa semua dokter untuk merawat adik.

Bagaimana mungkin dirinya ada waktu untuk mencintaiku?

Perawat yang tidak tega, mengambil ponsel dan berkata, "Bu Direktur, Rina benar-benar sudah kritis."

Namun Ibu yang yakin bahwa aku hanya cari perhatian malah tertawa sinis. "Apa? Anak jahat itu bayar kamu berapa sampai kamu mau ikut bermain sandiwaranya! Tak kusangka dia punya kemampuan seperti ini!"

Baru saja kata-kata itu keluar, Lusvira yang berpura-pura pingsan akhirnya "terbangun". Dengan suara lemah dia berkata, "Ayah, Ibu, bagaimana kondisi Kakak?"

Ibu melihat Lusvira yang tampak patuh dan manis di tempat tidur, wajahnya makin penuh rasa benci. "Esmerina, bisakah kamu sedikit dewasa seperti adikmu? Dia sudah kamu sakiti sampai begini masih memikirkanmu! Kalau dalam 3 menit kamu nggak minta maaf pada adikmu, jangan pernah menemuiku lagi!"

Ibu menutup telepon, dadanya naik-turun karena marah.

Ayah di sampingnya berkata dengan wajah tidak senang, "Untuk apa panggil dia? Apa kalian masih belum puas, setelah dia celakai Jervin sampai begitu parah?"

Lusvira tak bisa menyembunyikan rasa puasnya, lalu menundukkan kepala diam-diam, mengangkat wajahnya yang penuh rasa bersalah dan berkata pada Ayah dan Ibu, "Ayah, Ibu, jangan marah ya, Kakak hanya masih kesal karena aku ambil jatah kuliah luar negerinya. Dia marah padaku, itu wajar."

Aku merasa geli.

Tak kusangka aku sudah mati pun, adikku Lusvira masih berusaha mengadu domba diriku dengan Ayah dan Ibu.

Akan tetapi, Ayah dan Ibu tidak akan pernah menyadarinya.

Di mata mereka, Lusvira selamanya anak yang lebih patuh dan manis dibandingkan dengan diriku.

Mereka juga tak akan pernah terpikir bahwa kecelakaan mobil itu adalah perbuatan Lusvira sendiri, anak gadis kesayangan mereka yang mendorongku ke jalan raya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kecelakaan dan Penyesalan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.5
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica selalu percaya pada alasan pekerjaan suaminya, Rio Aditya, setiap hari ulang tahun pernikahan mereka. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap saat Jessica mendengar pengakuan Rio yang berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya karena kehilangan rasa cinta pasca-keguguran. Di hari yang sama, Jessica justru divonis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa dendam, ia pun memutuskan untuk pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Rheina, gadis lugu yang terjebak dalam lingkungan beracun, awalnya berniat membebaskan sahabatnya dari cengkeraman tuan tanah. Namun, situasi memburuk saat ayahnya justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat. Konflik keluarga yang kelam ini akhirnya menyeret Rheina ke dalam lembah kenistaan. Ikuti liku perjalanan hidup Rheina saat ia terjerat dalam cinta segitiga rumit bersama dua pria di tengah tekanan hidup yang penuh kata kasar dan adegan dewasa.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan