Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bertemu Karena Jodoh

Bertemu Karena Jodoh

Nasyira terbiasa menikmati kemewahan sebagai putri orang kaya, namun roda kehidupan berputar drastis saat hartanya ludes seketika. Nasib malang menimpa keluarganya ketika sang papa dinyatakan bangkrut total. Kehancuran finansial ini bukan tanpa alasan, melainkan akibat pengkhianatan keji yang dilakukan oleh adik kandung papanya sendiri. Kini, Nasyira harus menghadapi realita pahit setelah orang terdekat menghancurkan seluruh kejayaan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ma, aku berangkat dulu," teriak Nasyira yang masih berada di tangga untuk menuju lantai bawah. 

Mahasiswa semester lima itu sedang terburu-buru untuk menghadiri kelas, karena dia bangun sedikit siang karena kemarin malam terlalu lama menonton film. Nasyira masih sedikit repot dengan lipastiknya sambil terus menutuni setiap anak tangga.

Melly yang mendengar teriakan dari putri satu-satunya itu langsung muncul dari arah dapur, dia menatap Nasyira yang lagi-lagi seperti itu. Wanita setengah baya itu langsung melipat tangannya di dada.

"Kamu ini kebiasaan banget ya, makanya kalo tidur itu jangan malem-malem. Udah tau kalau hari ini ada kelas pagi, jadi nggak sarapan lagi," omel Melly.

"Aku bisa sarapan di kantin kampus nanti. Dadah, Mama." Nasyira langsung melenggang pergi begitu saja sambil melambaikan tangan kepada mamanya.

Saat di luar, Nasyira langsung menyalakan mesin mobil dan langsung meninggalkan pekarangan rumah. Untung saja jarak antara kampus dan rumahnya tidak terlalu jauh, hanya sekitar sepuluh menit dengan menggunakan mobil. Dalam perjalanan Nasyira terus mengingat apa ada tugas yang belum dibawa atau tidak, karena hari ini adalah mata kuliah dosen yang sedikit killer.

Sesampainya di kampus, Nasyira langsung berlari menuju lantai dua untuk masuk ke dalam kelasnya. Gadis itu sangat bersyukur karena kelas belum dimulai, dia langsung duduk di kursi.

"Buru-buru amat," tegur Shani, teman Nasyira.

"Takut telat. Tapi untung aja nggak," jawab Nasyira dengan napas yang memburu.

"Santai aja kali. Kelas jam pertama diundur setengah jam, kamu nggak lihat chat grup?"

Nasyira mengerutkan alisnya, dia langsung merogoh tasnya untuk melihat pinselnya dan ternyata benar kalau ada pemberitahuan kelas diundur setengah jam. "Hah? Tau gini tadi aku nggak buru-buru," ucap Nasyira kecewa.

Shani yang mendengar itu hanya bisa menertawakan temannya itu. 

Setelah itu, Nasyira melihat lagi tugas-tugas yang akan ia kumpulkan nantinya. Dia tidak ingin kalau sampai ada kesalahan karena itu akan mempengaruhi nilainya.

Setelah kelas selesai, Nasyira dan Shani langsung menuju kantin. Mereka berdua berjalan beriringan, Shani memang adalah teman baik Nasyira sejak dulu sampai sekarang. 

"Aku sangat lapar, tadi tidak sempat sarapan," gerutu Nasyira sambil menggandeng tangan Shani.

Gadis dengan rambut keriting itu hanya menggeleng pelan, ini sudah biasa dia dengar saat kelas pagi seperti ini. "Makan apa pun sepuasnya di kantin nanti, sekarang jangan menggerutu terus," balas Shani.

"Iya."

Sesampainya di kantin, Nasyira langsung memesan semua makanam yang dia inginkan. Dia juga tidak melupakan Shani, Nasyira menyuruh temannya itu memesan sesukanya. Dia selalu saja royal kepada siapa saja, itu sudah biasa bagi Nasyira karena anak orang kaya.

Tentu saja keberuntungan bagi Shani bisa berteman dengan Nasyira. Dia selalu dimanjakan oleh temannya, Nasyira juga tidak pernah memperhitungkan apa pun saat mengeluarkan uang kepada Shani.

"Pesan apa pun yang kamu inginkan. Seperti biasa kamu tidak perlu memasalahkan uang," ucap Nasyira sambil menyeruput kuah bakso pesanannya.

* * *

Saat ini Melly sedang sibuk di rumah, karena setelah ini ada teman-teman arisan yang akan berkumpul di rumahnya. Dia tidak mau melewatkan apa pun, jamuan yang disajikan juga terlihat sangat enak dan mahal. Melly tidak mau repot dengan memasak, dia memesan semua masakan itu di restoran mewah.

Saat ini, wanita setengah baya itu sedang menunggu kedatangan temannnya sambil terus memperbaiki riasannya agar terlihat tetap cantik. Melly sangat modis dengan dress brokat hitanm selutut yang ia kenakan, perhiasan yang di kenakan juga tidak terlalu berlebihan tapi harga setiap bijinya sangatlah mahal.

"Halo, Jeng," sapa seorang wanita dari balik pintu rumah Melly.

Melly yang mendengar hal itu langsung membalikkan badannya dan menyambut kedatangan semua temannya dengan senang hati. "Eh, kalian sudah datang semua. Mari silahkan masuk," ucap Melly.

Empat perempuan dengan perhiasan yang sangat mencolok itu langsung masuk, mata mereka liar mentap keseluruh rumah Melly. Mereka semua terlihat sangat terpukau degan semua interior yang ada di rumah besar itu.

"Sendirian aja, Jeng, di rumah?" tanya ibu dengan sanggul besar itu.

"Iya. Si Nasyira juga lagi ada kelas pagi, suami juga sudah berangkat kerja," jawab Melly sambil mendararkan bokongnya di sofa.

Tak lama setelah itu, seorang pelayan datang dengan membawakan minuman dan beberapa cemilan. Semuanya terlihat antusias untuk bisa mencicipi cemilan itu.

"Silahkan dinikmati dulu makanan ringannya. Setelah itu kita beralih ke makanan berat yang sudah aku siapkan di meja makan," ucap Melly mempersilahkan.

Sehari-harinya Melly memang dihabiskan untuk bertemu dengan para teman-temannya itu. Apalagi yang bisa dilakukan oleh Melly selain itu, menjadi seorang pemilik perusahaan besar membuat dirinya mampu malakukan apa pun tanpa memikirkan uang lagi.

Mereka berlima selalu berkumpul di tempat-tempat yang mewah biasanya, tapi untuk kali ini mereka memilih rumah Melly sebagi markas berkumpulnya mereka.

* * *

Disisi lain, Hendra, suami Melly, sedang berusaha untuk mempertahankan perusahaan peninggalan orang tuanya dari kakaknya yang selalu saja ingin merebutnya. Tapi, Hendra selama ini bisa mengendalikan hal itu. Dia menjaga amanah dari orang taunya dulu agar perusahaan tidak jatuh ke tangan kakaknya, karena mereka tahu kalau Revo tidak akan bisa membuat perusahaan itu maju. Sejak kecil Revo memang selalu malas dan iri dengan semua pencapaian Hendra.

Pria berkacamata itu menghembuskan napasnya jengah, hari ini sudah ada dua investor yang mundur dari proyeknya. Entah apa yang menyebabkan hal itu, padahal Hendra sendiri yang bernego dengan mereka saat itu dan investor itu juga terlihat sangat senang degan kerja sama ini, tapi tiba-tiba saja mereka mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas.

Hendra harus menggali masalah ini dengan jelas, jika terus seperti ini nama perusahannya akan diperbincangkan karena banyak investor yang mengundurkan diri. Hendra memijit kepalanya karena lelah memikirkan hal itu.

"Aku harus melakukan apa lagi sekarang ini," monolog Hendra sambil menyenderkan kepalanya ke punggung kursi. Pria itu menatap langit-langit ruang kerjanya, memikirkan cara apa yang harus ia tempuh untuk bisa menggait kembali para investor itu.

Dia sebenarnya ingin sekali melupakan hal ini dengan orang lain, kepada Melly misalnya, tapi dia takut membuat istrinya itu merasa khawatir kepadanya. Hendra tidak suka jika harus membuat orang rumah merasa khawatir, karena masalah pekerjaan itu adalah masalah yang harus ia selesaikan sendiri.

Sebenarnya Hedran sedikit mencurigai permasalahan ini adalah campur tangan dari kakaknya, Revo. Tapi dia tahu kalau saat ini kakanya itu sedang berada di luar kota, entah melakukan apa. Hal itu membuat dirinya tidak bisa menuduhkan hal ini secara langsung kepada Revo, karena tidak ada bukti apa pun untuk bisa membuktikan kalau Revo ada hubungannya dengan masalah ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Andika, putra konglomerat, rela melepas segalanya demi Lisna meski ditentang keras oleh orang tuanya. Pengorbanannya berujung getir saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu kembali dalam situasi yang menyakitkan: Lisna telah menjadi milik pria lain. Meski begitu, Andika tidak menyerah dan terus memperjuangkan cintanya. Akankah takdir menyatukan mereka dalam ikatan sejati, ataukah mereka memang tidak ditakdirkan bersama?
Sampul Novel ISTRIKU YANG MENGGAIRAHKAN(IYM)
9.2
Isabell Fernandez, model ternama sekaligus istri CEO Damian Devardo, jatuh miskin akibat kelicikan ibu mertuanya. Setelah dilecehkan dan dibuang ke jurang, ia terbangun di New York tanpa ingatan. Kini, Isabell bekerja sebagai penari erotis di bar kasino demi bertahan hidup. Di sisi lain, Damian yang frustrasi terus mencarinya hingga seorang bawahan menemukan sosok yang sangat mirip sang istri. Akankah cinta mereka bersatu kembali saat Isabell telah berubah status?
Sampul Novel Lelaki Asing Yang Menodaiku
9.1
Alana melarikan diri dari rencana pernikahan karena merasa ternoda oleh pria misterius yang tidak ia kenali. Tragedi masa lalu sebagai TKW itu meninggalkan trauma mendalam hingga ia menutup diri. Sementara itu, Lars adalah CEO sukses yang merasa hidupnya hampa setelah kehilangan sebagian ingatan akibat kecelakaan. Saat takdir mempertemukan mereka, Lars merasa terobsesi pada Alana. Rasa rindu dan perih yang muncul mulai mengusik rahasia masa lalu mereka yang kelam.
Sampul Novel Mendadak Kaya
8.4
Pasca kehilangan pekerjaan, seorang gadis berlesung pipi mendapat tawaran tak terduga yang mengubah nasibnya. Ia diminta berkencan satu malam di rumah seorang pria misterius dengan imbalan fantastis sebesar seratus juta rupiah. Sang pria menjamin bahwa agenda mereka hanyalah makan malam bersama tanpa ada tuntutan lainnya. Bak rezeki nomplok di tengah kesulitan, ia pun menyadari bahwa roda kehidupan memang berputar dengan sangat tidak terduga.
Sampul Novel Penyesalan Selalu Datang Terlambat
9.8
Mencintai Stevan Nicolas hanya membuahkan luka bagi sang protagonis. Di saat dia membutuhkan kehangatan di tengah malam yang dingin, Stevan justru mendekap wanita lain. Pria itu menuduhnya terlalu manja dan memutuskan untuk pergi, tanpa pernah tahu bahwa waktu sang protagonis di dunia ini tidak lama lagi. Di ambang kematiannya, sebuah rahasia besar tersimpan rapat, meninggalkan penyesalan yang terlambat bagi Stevan yang telah mengabaikannya demi cinta yang lain.
Sampul Novel Pernikahan Piutang Berujung Cinta
9.1
Dunia Acasha runtuh saat memergoki kekasihnya berselingkuh, tepat ketika ibunya terjerat utang miliaran rupiah. Demi melunasi beban itu, Aca terpaksa menjadi LC dan menghadapi realita kelam hingga berkali-kali menggugurkan kandungan. Harapan muncul saat Lucas menawarkan pelunasan utang dengan satu syarat berat. Di tengah perjuangan penuh rintangan itu, Deryl kembali hadir dan terkejut melihat perubahan drastis pada diri Aca yang kini tak lagi sama.