Sampul Novel Asal kalian puas

Asal kalian puas

9.3 / 10.0
Dalam novel Asal kalian puas, seorang pembantu terjebak dalam obsesi gelap majikan billionaire dan rekan-rekannya. Saat Pak Arga menyusun rencana rahasia untuk membawanya pergi, ia harus menghadapi konsekuensi dari hasrat terlarang. Baca romance novel ini di webnovel sekarang.
Ringkasan Asal kalian puas
Dalam kegelapan, seorang asisten rumah tangga terjebak dalam situasi mencekam saat Pak Karmin, Pak Darmaji, dan Pak Doyo mulai menjamah tubuhnya secara bergantian. Di tengah perlakuan liar yang membangkitkan gairah sekaligus rasa takut, sang majikan bernama Pak Arga justru merencanakan siasat jahat. Merasa tak puas dengan istrinya, ia berniat membawa pembantunya pergi ke tempat jauh untuk memuaskan nafsu pribadinya tanpa kecurigaan siapa pun. Akankah ia berhasil?
Baca Selengkapnya

Asal kalian puas Bab 1

Ini hari ke 10 aku tinggal dan bekerja di rumah ini.Rumah yang sangat mewah dan besar berada di kawasan perumahan elite.

Aku di ajak ke sini oleh mbok yem, tetanggaku yang akrab dengan ibuku.Kata mbok Yem majikannya butuh seorang pembantu lagi karena bila mbok Yem sendiri kewalahan mengurus pekerjaan rumah.

Tadinya sudah ada pembantu satu lagi, namun hanya kuat 1 bulan lalu dia meminta pulang kampung tapi tak kunjung datang kembali ke rumah ini.Menjadi pembantu sebenarnya aku terpaksa, karena keadaan ekonomi keluargaku sedang sulit.Di tambah ayahku yang tengah sakit butuh biaya besar untuk berobat jalan.

Sedangkan biaya dari hasil pekerjaanku ketika masih di kampung masih kurang.

Dan gaji dari pekerjaanku di sini lumayan agak besar.

Karena majikanku sanggup membayar kami 3x lipat dari gaji pembantu pada umumnya.

Makanya aku bersedia kerja di sini.

Hari pertama sampai ke sembilan aku bekerja di sini, semua terlihat baik baik dan wajar2 saja.Bos pria bertingkah seolah acuh tak acuh padaku.

Bila ada keperluan dia memanggil mbok Yem, mungkin dia masih agak canggung bila ingin menyuruhku tak seperti bos wanita yang dari hari pertama sampai sekarang tak sungkan menyuruhku.

Namun di hari ini ( hari kesepuluh) bos pria mulai berani menyuruhku bahkan sampai menasehatiku soal pekerjaan yang harus aku lakukan, tapiii dia berani bila bos wanita tidak ada di dekatnya.

Bos pria mulai memperlakukanku dengan perlakuan yang sangat baik. Bisa di bilang "perhatian". Perlakuan nya pada ku sangat berbeda dengan perlakuan terhadap mbok Yem.

"Nur... Nur.. bi nur tolong kesini"

Panggil bos pria dari ruang tengah.

Aku yang sedang mencuci piringbergegas ke ruang tengah menemuinya.

"Iya tuan ada apa?"

Tanyaku agak gugup sambil menundukkan kepala.

"Kamu kalau saya panggil atau saya suruh jangan takut kaya gitu ya, bersikap seperti biasa aja nur. Kaya kamu sama mbok Yem. Kalo sedang ngobrol atau dengar orang bicara jangan nunduk ya"

Ucapnya menasehatiku.

Aku tatap wajahnya sambil menjawab

"Ba...baik tuan"

"Hmmm, ya udah tolong beresin tumpahan kopi saya tadi ga sengaja kesenggol"

"Oh iya tuan"

Aku ke belakang mengambil pelan dan ember.

Ketika hendak membersihkan noda di lantai bos pria menepuk bokongku entah itu di sengaja atau refleksnya karena aku menurutnya hendak melakukan kesalahan.

"Plakk"

bunyi tangan nya menepak bokongku. Sontak saja aku kaget.

"Aw..."

Aku langsung menatap tajam wajah bosku.

Dia langsung beralasan dengan sedikit membentak.

"Nur.. kalo lantai nya kamu pel, nanti lantainya jadi lengket nyebar ke mana mana nodanya, mending kamu lap aja.

Alasannya masuk akal juga, aku tak jadi berburuk sangka padanya.

Lantas aku ganti pelannya dengan kain lap.

Ketika aku sedang mengelap, bos ku sedang duduk di atas sofa wajahnya menghadap ke layar laptopnya namun sesekali dia mengarahkan pandangannya padaku.

Aku arahkan pandangan ku padanya dia langsung fokus kembali pada laptopnya.

Begitu seterusnya dia seperti curi curi pandang.

Setelah selesai mengelap, aku hendak pergi ke kamarku karena ini sudah waktunya aku istirahat.

ketika aku beranjak pergi dia memanggilku lagi.

"Nur, tolong kamu sapu ruang depan terus kamu pel, mau ada tamu penting malam ini?"

"Sekarang tuan?" Keluhku.

"Taun depan nur,. Iyalah sekarang."

Jawab bosku sambil tersenyum jahat.

Aku hanya bisa ngedumel dalam hati, padahal ini sudah waktunya istirahat masih di suruh kerja.

Lagi pula ruang ini tadi kan sudah aku bersihkan, minta di bersihkan lagi.

Sepanjang waktu aku menyapu lantai terus saja ngedumel dalam hati sambil cemberut, tanpa aku sadari bosku sedang memperhatikanku.

Setiap inci tubuhku di perhatikannya, rambut panjangku yang di ikat oleh ikat rambut memperlihatkan gestur wajahku secara utuh, cantik mempesona kuning Langsat ala gadis desa yang jelita.

Badanku tinggi semampai, dengan dada agak besar membusung menonjolkan dua titiknya di balik baju kaos kuning belang putih yang ku kenakan.

Bokongku yang tadi sempat di tepuk olehnya, menjadi bagian favorit yang di liat oleh bosku .Karena mungkin tadi terasa sintal dan kenyal di tangan nya.

Aku mulai berkeringat dengan pekerjaan ini, ku usap kening nampak basah.

Kaos ku mulai tambah mengerat karena basah keringatku, sehingga tonjolan dua gunung kembar beserta titik titiknya makin jelas.

Bosku tiba tiba kebelakang entah apa yang akan di lakukannya, aku tetap fokus pada pekerjaanku karena sebentar lagi selesai.

Lalu entah datang dari mana bosku muncul membawa sirup rasa jeruk dua gelas.

Dia memberikannya padaku.

"Nih minum dulu, haus banget kayanya"

Ucap bos sambil menyodorkan minuman padaku.

"Tuan jangan repot-repot sampai bikin minuman buat saya"

"Ah.. udah jangan bawel udah minum aja" jawabnya santai.

Tanpa curiga dan pikir panjang lagi, aku langsung menenggak minuman itu, lagi pula aku memang kehausan kebetulan bos ku perhatian.

Bos ku tampak tersenyum ketika aku menghabiskan minuman yang ia berikan.

Aku kembali pada kerjaan ku yang sedikit lagi hampir selesai.

Dan akhirnya selesai juga.

Karena pekerjaanku telah selesaiAku hendak pergi ke kamarku, namun belum sempat sebentar lagi hanya beberapa langkah ke pintu kamar, kepalaku tiba-tiba pusing terasa berputar-putar.

Pandangan ku sampai kabur, pusing benar-benar pusing sekali rasanya. aku tak tahan dan tersungkur tak sadarkan diri.

Ketika aku mulai tersadar, aku berada di suatu kamar dengan kasur yang empuk.

Penglihatanku masih kurang jelas samar-samar, tubuhku terasa lemah dan letih sekali seperti kehilangan semua tenaga.

Dan begitu terkejutnya aku ketika mendapati tubuhku telanjang bulat, tangan dan kakiku di ikat di tiap ujung ranjang sehingga aku dalam keadaan telentang telanjang tanpa sehelai benangpun.

Batinku menangis dan ingin rasanya aku berteriak tapi aku tak bisa karena tak punya tenaga.

Hanya tetesan air mata yang tak bisa ku bendung lagi meratapi nasibku selanjutnya.

Siapa gerangan yang tega memperlakukanku seperti ini,Lalu pintu kamar itu terbuka, ada seseorang yang mendekati ku.

"Lama banget bangun nya"

Mendengar suara itu, air mata ini semakin deras mengalir.

Suara yang sangat ku kenal yaitu bosku.

Ada seseorang yang sangat ku kenal pula datang dengan membawa jarum suntik dan beberapa obat obatan.

"Ini tuan silahkan, selamat bersenang-senang" ucap wanita paruh baya itu yang tak lain adalah mbok Yem.

Ternyata mereka bersekongkol menjebakku demi memuaskan hasrat bejat bosku.

"Udah jangan sedih, kita hapi2 malam ini sayang, mumpung nyonya mu gada di rumah, hehe"

Dia mengambil suntikan yang di bawakan mbok Yem tadi.

Dia mengarahkan pada ketiakku yang putih mulus, menyuntikkannya di ketiak kiri dan kanan.Beberapa menit kemudian, tubuhku terasa hangat.

Tenggorokan kering rasa haus melanda.

Badanku mengejang, dada terasa kencang menyembul nampak sensual tanpa sehelai benang yang menutupinya.

Pahaku yang putih mulus, mulai memerah karena kepanasan efek dari obat yang di suntikkan pada ku.

Aku tak bisa menahan diri ku sendiri, ingin sesuatu yang dapat memuaskan hasrat yang tiba-tiba datang melanda.Melihat reaksiku bos ku langsung melancarkan aksinya,Dia melumat bibir ku dengan lidah nya, lalu ke dadaku dan setiap inci tubuhku di lumatnya.Setelah itu dia..

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Asal kalian puas

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Ayah Si Preman Sekolah
9.2
Seorang gadis mendapati dirinya terduduk di atas meja akibat ulah ayah dari preman sekolahnya. Pria berpenampilan terpelajar namun berjiwa berandal itu mengulum rokok di bibir sambil memerintahkannya dengan dingin. Ketegangan memuncak saat sang putra mendadak masuk ke ruangan. Demi menyembunyikan keberadaan gadis itu, sang ayah segera menekan kepalanya ke bawah meja. Di tengah situasi yang mendebarkan dan penuh rahasia tersebut, sang pria justru mulai melepaskan ikat pinggangnya.
Sampul Novel Dua Wajah Suami Romantisku
9.5
Vanessa Putri Ardian menjalin kasih dengan Eksa Susanto, mantan gurunya yang jauh lebih dewasa. Meski penuh lika-liku akibat perbedaan usia, kedewasaan Eksa membawa mereka hingga ke jenjang pernikahan. Namun, konflik rumah tangga mulai muncul saat masalah keturunan dan kehadiran Risang Aditya Sidharta, kembaran Eksa, menguji kesetiaan mereka. Saat wajah yang identik menyukai wanita yang sama, mampukah Eksa tetap menjadi satu-satunya suami bagi Vanessa?
Sampul Novel Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam
9.7
Divonis kanker otak dengan sisa hidup 72 jam, protagonis novel modern misteri Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam ini harus menyaksikan suaminya, Zafran, dan keluarganya merebut kesempatan hidupnya demi adik angkatnya, Halida. Di sisa waktunya, ia melepaskan naskah novelnya, menandatangani surat cerai, bahkan merelakan putrinya memanggil Halida ibu. Namun, saat kebohongan kejam Halida akhirnya terbongkar, mereka semua kembali bersujud memohon pengampunannya di saat semuanya sudah terlambat.
Sampul Novel Keluarga yang Mengkhianatiku Sendiri
8.8
Aluna adalah cucu kesayangan Hartawan, sang taipan besar yang mempersiapkannya menjadi pewaris utama. Tumbuh dalam kemewahan, ia memiliki sifat ceria dan bebas. Aluna bertekad mendapatkan apa pun, termasuk menaklukkan hati Reyhan, pria dewasa yang sangat disiplin dan dingin. Meski Reyhan selalu menjaga jarak dengan hidupnya yang kaku dan teratur, kehadiran Aluna yang penuh energi mulai mengusik ketenangan dunianya yang selama ini stabil dan tanpa celah.
Sampul Novel Masa Depan Kita
7.9
Dalam kisah romansa modern yang penuh pengabdian ini, seorang tokoh utama memilih jalan sunyi untuk menjaga perasaan mendalamnya. Ia bertekad untuk memendam seluruh rasa cintanya rapat-rapat tanpa membaginya kepada orang lain. Keputusan sulit ini diambil semata-mata demi melindungi dan menghargai sosok pujaan hati yang sangat ia sayangi. Sebuah pengorbanan perasaan yang tulus demi menjaga kebahagiaan orang yang paling berharga dalam hidupnya.
Sampul Novel MENGEJAR MIMPI KE NEGERI SAKURA
9.3
Aisyah Rana, gadis berdarah Jepang, tumbuh tanpa mengenal sosok ayahnya. Saat ia bertanya, Abah murka dan Ibu hanya menangis pilu. Luka hatinya kian dalam saat dicaci sebagai anak haram oleh teman sekolahnya. Dipicu amarah dan rasa penasaran, Rana bertekad kuliah di Jepang demi mencari kebenaran. Meski ditentang orang tuanya, ia tetap berjuang meraih haknya. Di sisi lain, seorang pemuda tulus diam-diam selalu melindungi dan menjaga hati Rana dalam diam.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan