Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Menantu, Bukan Pembantu

Aku Menantu, Bukan Pembantu

Fera berhasil dipersunting Reza, pria dari keluarga terpandang, karena kekuatan cinta mereka yang begitu besar. Namun, kebahagiaan pernikahan itu segera sirna saat realitas pahit mulai menghantam Fera. Kehidupannya berubah total dan ia harus menghadapi tekanan berat dari keluarga sang suami. Mampukah Fera bertahan menjalani perannya sebagai menantu di tengah cobaan yang terus menguji ketabahannya, ataukah ia akan menyerah pada nasib barunya tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Fera," ucap seseorang lelaki berkulit putih dan bertubuh tinggi semampai serta, berwajah rupawan kala netranya berhasil menemukan wajah gadis yang tengah di sapanya itu.

"Ar ..."

Ucapan Fera tidak berlanjut karena suaminya tiba-tiba saja datang ke sana dan langsung membantu mengambil pakaian yang sempat jatuh ke lantai waktu tadi. Reza memberikannya pakaian itu pada sang pemilik.

"Makasih," ucap lelaki itu.

Reza mengangguk pelan, lalu membawa istrinya pergi dari sana yang membuat lelaki terus memperhatikan sampai mereka berdua tidak terlihat lagi.

"Maaf, Mas. Gara-gara aku kamu harus ngambil pakaian orang," ucap Fera yang selalu merasa bersalah jika apapun terjadi.

"Aku tahu kalau kamu pasti gak sengaja jatuhin pakaian orang itu," timpal Reza sambil mengelus kepala istrinya.

Beberapa menit kemudian, setelah selesai berbelanja dari sana kedua insan itu membawa cukup banyak sekali barang-barang. Irene melihat itu sehingga ia memandang heran.

Ia merasa kalau lama-lama menantunya berada di sana sudah pasti uang anaknya akan cepat habis. Apalagi, Fera adalah orang biasa yang Irene pikir akan senang jika berada di rumah orang kaya.

Itu akan menjadi kesempatan untuk Fera mengambil dan menguasai segalanya. Tentu saja Irene tidak mau hal itu terjadi. Irene mulai berpikir bahwa dirinya harus bisa mengendalikan Fera, sebelum dirinya yang justru akan dikendalikan oleh gadis itu.

"Oh ya, Ma. Kita juga beli sesuatu buat Mama," ucap Reza sambil melirik ke arah istri dan ibunya secara bergantian.

"Apa itu?" tanya Irene mencoba memasang ekspresi wajahnya yang baik-baik saja agar Reza tidak curiga padanya.

Reza memberikan paper bag berwarna cokelat dengan motif bunga-bunga, Irene menerima pemberian dari anaknya itu. Ia mengeluarkan barang dari dalam sana, isinya adalah sandal dengan model kesukaan Irene, model yang sederhana, tetapi tidak jelek.

"Gimana, Ma. Mama suka, kan?" tanya Reza sambil tersenyum memperhatikannya.

Irene merasa kesal, ia tidak senang dengan pemberian tersebut karena melihat banyaknya barang yang Reza belikan untuk istrinya, tetapi untuk sang Ibu hanya satu barang saja.

Irene merasa tidak adik dengan sikap Reza yang kini justru malah berubah ketika sudah memiliki istri. Segalanya pasti yang diutamakan adalah Fera, bukan ibunya lagi seperti dahulu.

Ya tentu saja dalam satu istana tidak akan mungkin dihuni oleh dua ratu, sehingga salah satu di antara mereka pasti ada yang merasa keberatan jika ada yang dibedakan.

"Barangnya sangat bagus, Mama suka banget." Irene menjawab pertanyaan dari anaknya.

Reza tersenyum senang mendengar ucapan sang Ibu, lalu lelaki itu memutuskan untuk pergi ke kamarnya karena ingin membersihkan tubuhnya, ditambah cuaca yang cukup panas membuat lelaki itu tidak bisa bertahan dalam keadaan belum mandi setelah keluar dari rumah.

Setelah kepergian Reza yang tidak nampak lagi, Irene menarik paksa belanjaan yang masih dipegang oleh menantunya. Fera terkaget-kaget dengan sikap Irene kali ini.

"Kamu tidak berhak untuk memakai semua barang-barang ini," ucap Irene yang membuat Fera mengerutkan alisnya.

"Kenapa, Ma?"

"Barang-barang ini adalah milik saya karena anak saya yang membelinya," ucap Irene sambil membawa beberapa paper bag.

Fera berusaha menghentikan langkah wanita itu sambil meminta barang itu untuk dikembalikan karena ditakutkan suaminya akan menanyakan kemana hilangnya barang yang dibeli untuknya.

"Itu urusan kamu, kamu atur aja sendiri. Oh ya, jangan bawa-bawa saya dalam hal ini atau hidup kamu akan saya persulit."

Wanita itu menghembuskan nafasnya, lalu ia kembali mengambil beberapa barang yang masih tersisa di atas sofa. Fera melangkah dengan pelan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya, ia berpikir bagaimana jika suaminya mengetahui kalau barang itu tidak ada.

Tidak beberapa lama setelah Fera berada di tempat itu, sang suami pun baru saja keluar dari kamar mandi. Ia tersenyum ketika mendapati istrinya yang sudah adadi sana.

"Kenapa kamu membiarkan semua barang ini tetap dalam wadahnya?"

Fera sedikit tersenyum, lalu ia mengambil satu-persatu benda itu dan dikeluarkan. Reza sengaja membelikan beberapa sepatu, sandal, baju, dan pernak-pernik wanita khusus istrinya.

"Kenapa cuma segini? Di mana sepatu dan baju yang aku beli buat kamu?"

Wanita itu terdiam sejenak, ia tahu kalau barang itu dibawa oleh mertuanya. Fera tidak mau menceritakan kejadian yang sesungguhnya, tetap jika tidak berkata jujur pada suaminya tentu saja itu adalah hal yang tidaklah baik.

"Fera?"

"Tadi diambil sama Mama, mungkin dia akan menyimpannya untuk dipakai olehku nanti."

"Kenapa begitu? Kamu ada di sini, dan kamu bisa memakainya kapan pun."

Fera menggelengkan kepalanya, Reza pergi untuk menemui ibunya. Istirnya sempat melarang dan mengatakan agar tidak berkata buruk pada Irene. Namun, Reza tidak menggubris ucapannya istrinya, ia tetap pergi.

"Ma ..." Berulang kali Reza memanggil ibunya.

Irene pun keluar dari kamarnya, "Ada apa?"

Reza pun protes pada ibunya karena memang belanjaan untuk istrinya tanpa sepengetahuan Irene. Irene menjelaskan bahwa dirinya sengaja mengambil beberapa barang itu untuk disimpan yang kemudian akan diberikan kembali pada Fera, ia hanya tidak mau kalau Fera terlalu dimanja sehingga nanti ia akan terus meminta banyak belanjaan, jika sampai minta belanja atau baju baru maka Irene akan memberikan barang tadi padanya.

"Tapi, Ma. Reza bisa beli lagi jika memang Fera mau barang baru lagi," protes Reza.

"Kamu jangan terlalu memanjakan dia, kamu tahu kehidupan dia sebelumnya seperti apa? Mama harap kamu jangan terlalu berlebihan sama Fera, Mama gak ada maksud apa-apa cuma Mama sekedar ngasih tahu aja sama kamu."

Reza hanya mengangguk saja, ia tidak bisa menyangkal ucapan ibunya.

"Mama sayang sama kamu dan Fera, jadi tolong percaya pada setiap apa yang dilakukan Mama buat kebaikan kamu sama dia juga. Jadi Mama harap kamu jangan salah paham sama Mama, Mama udah anggap Fera seperti anak Mama sendiri."

"Iya, Ma. Makasih udah sayang saka Fera," ucap Reza yang diangguki oleh Irene.

"Kalau gitu Reza ke atas dulu," pamit lelaki itu sambil melangkah pergi.

Irene masih berdiri di hadapan pintu kamarnya sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Reza-Reza, kamu bisa saja dibohongi, Mama jadi takut kalau kamu akan mudah terpengaruh oleh Fera yang pura-pura baik jadis istri kamu. Baru nikah saja dia udah menghabiskan banyak uang untuk belanja, apalagi jika sudah lama dengan Reza pasti uangnya lama-lama akan cepat habis sama tu perempuan."

Irene hanya berpikir buruk saja pada Fera, padahal itu terlalu jauh uny Fera pikirkan. Ia tidak bisa berpikir sejauh itu, ia hanyalah seorang gadis kampung yang lugu dan tidak tahu apa-apa apalagi perihal menguasai harta orang lain. Irene tidak bisa mengenal Fera secara baik-baik.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Untuk Farisa
8.1
Farisa, seorang gadis desa, memberanikan diri merantau ke kota demi menjalankan wasiat terakhir ibunya untuk mencari sang ayah. Di tengah perjalanan, ia bertemu sosok pria baik hati yang menolongnya. Meski berhasil menemukan ayahnya, Farisa terkejut karena posisinya telah direbut oleh orang lain yang mengaku sebagai anak kandung pria itu. Kini, Farisa harus memilih antara menyerah atau tetap berjuang demi mendapatkan kembali hak dan pengakuan yang seharusnya ia miliki.
Sampul Novel Gairah Terkutuk
8.5
Liana memaksa Hart masuk ke dunianya dan menjadikannya budak tanpa menyadari bahwa pria itu berasal dari masa lalunya. Hart sengaja menyembunyikan identitas aslinya demi sebuah rencana besar. Pertemuan mereka yang tampak kebetulan di hidup Veronica ternyata telah diatur rapi oleh Hart sejak awal. Di balik kepatuhannya, Hart menyimpan rahasia gelap dan ambisi tersembunyi yang menjadi tujuan utamanya mendekati Liana dalam jeratan gairah penuh misteri.
Sampul Novel Ibu untuk Yana
8.8
Sibuk menikmati status duda dan memiliki satu anak yang begitu cantik, enggak ada angin serta badai, Mama tercinta justru menjodohkan dirinya dengan seorang gadis polos berumur delapan belas tahun. Akankah ia terima, atau menolaknya??
Sampul Novel JUST WANNA BE WITH YOU
8.5
Helena Davies adalah pelukis muda berbakat dengan paras rupawan yang sukses mengelola galeri pribadinya. Namun, kehidupannya berubah rumit saat ia menerima pertunangan yang ditentang oleh Steve. Selain penolakan Steve, Helena juga harus menghadapi Dave, sepupu Steve yang penuh kejutan. Meski tertekan, kebaikan Steve serta perhatian Dave justru membuatnya bimbang. Kini, Helena terjebak dalam dilema perasaan yang sulit di antara dua pria yang memikat tersebut.
Sampul Novel Madu Ku Sahabat Ku
9.1
Demi persahabatan, Juli nekat menampung Vira di rumahnya meski Hardi sang suami sempat menolak keras. Namun, kesibukan Juli justru memberi celah bagi Hardi dan Vira untuk menjalin kedekatan hingga benih cinta pun tumbuh. Juli hancur saat mengetahui sahabat yang dianggapnya saudara sendiri itu tengah mengandung anak suaminya. Di tengah pengkhianatan ini, Juli harus memilih: mempertahankan rumah tangga atau merelakan Hardi menikahi madu yang merupakan sahabatnya sendiri.
Sampul Novel Pernikahan Dingin yang Membara
8.7
Hidup Aria, wanita karier yang gemilang, berubah drastis setelah malam penuh gairah dengan Raka. Ia merasa dikhianati saat menyadari pria itu adalah CEO di kantornya. Hubungan mereka kian retak akibat manipulasi licik Mira yang memicu kesalahpahaman besar. Terbakar api cemburu karena dugaan perselingkuhan Raka, Aria menyusun rencana balas dendam yang sangat berisiko. Kini, ambisi dan luka hati Aria mengancam untuk menghancurkan seluruh karier Raka.