Sampul Novel Dicambuk atau Diceraikan?

Dicambuk atau Diceraikan?

9.4 / 10.0
Menjalani hukuman cambuk di Diusz menjadi momen paling memalukan bagi sang protagonis wanita. Di hadapan beberapa pria kekar yang menyingkap roknya secara paksa, ia harus pasrah menerima cambukan. Namun, tindakan kejam ini justru memicu reaksi tak terduga dari suaminya sendiri yang mendadak bergairah melihat penyiksaan tersebut. Kejadian intim malam itu akhirnya mengembalikan kebahagiaan rumah tangga mereka yang telah lama hilang dalam novel romantis modern yang penuh ketegangan ini.

Dicambuk atau Diceraikan? Bab 1

Seberapa memalukan hukuman cambuk di Diusz? Di bawah tatapan beberapa pria kekar, rokku disingkap ke atas dengan kasar dan aku langsung dicambuk. Akan tetapi, suamiku malah bersemangat, sampai-sampai tubuh bagian bawah miliknya bereaksi. Malam itu, akhirnya aku bisa merasakan kembali kebahagiaanku yang telah lama hilang ….

Seberapa memalukan hukuman cambuk di Diusz? Di bawah tatapan beberapa pria kekar, rokku disingkap ke atas dengan kasar dan aku langsung dicambuk. Akan tetapi, suamiku malah bersemangat, sampai-sampai tubuh bagian bawah miliknya bereaksi. Malam itu, akhirnya aku bisa merasakan kembali kebahagiaanku yang telah lama hilang ….

Namaku Vanessa Irlendy, aku berusia 28 tahun, seorang wanita yang sudah menikah dan memiliki seorang anak.

Tahun lalu setelah melahirkan, mungkin karena pengaruh hormon, kebutuhan biologisku menjadi makin kuat. Akan tetapi, suamiku, Ryan Cottorn, tidak mau menyentuhku lagi. Kami pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, tetapi tidak ada yang salah pada suamiku.

Setelah melahirkan, aku selalu menjaga tubuhku dengan baik. Bentuk tubuhku masih sangat montok, bahkan ukuran dadaku juga menjadi lebih besar dari pada saat sebelum melahirkan …. Dokter menduga masalahnya terletak pada dua hal.

Pertama, melahirkan secara alami pasti akan memengaruhi pengalaman seksual yang dirasakan Ryan.

Kedua, kehadiran Ryan selama proses persalinan, mungkin membuatnya mengalami tekanan dan menderita trauma secara psikologis.

Untuk mendapatkan kembali sensasi kebahagiaan saat melakukan hubungan seksual, kami memutuskan untuk pergi berbulan madu lagi. Perjalanan wisata ke Diusz selama sebulan pun dimulai.

Ketika kami tiba di tempat tujuan dan baru saja turun dari pesawat, suamiku tiba-tiba mengedipkan mata padaku dan menyerahkan sebuah kotak kecil padaku.

"Pergi ke kamar kecil dan kenakan ini!"

Aku penasaran dan bertanya, "Apa ini?"

Dia buru-buru menghentikanku saat aku ingin membuka kotak itu dan membisikkan sesuatu di telingaku.

Aku ragu-ragu dan pergi ke kamar kecil untuk membukanya. Sekilas, aku melihat mainan berwarna merah muda yang tampak berbentuk seperti sebuah terong.

Suamiku bilang benda ini punya efek memperbaiki daerah kewanitaan dan bisa membuatku lebih kencang bagaikan gadis yang masih perawan.

Raut wajahku tampak keberatan, tetapi diam-diam aku merasa senang.

Tampaknya suamiku juga sedikit tidak sabaran!

Demi kebahagiaan masa depanku dan agar penyakit suamiku dapat sembuh secepatnya, aku mengertakkan gigi dan menuruti permintaannya.

Aku menahan rasa tidak nyaman itu dan keluar dari kamar kecil dengan canggung. Suamiku tampak penuh berharap.

"Apakah kamu sudah memakainya?"

Aku menggigit bibir dan mengangguk.

Suamiku makin bersemangat dan menarikku ke tengah kerumunan.

Aku tak dapat menahan diri dan merasa tegang. Aku berusaha keras mempertahankan sikap tenangku, karena takut ketahuan orang lain.

Namun, makin gugup, makin membuatku curiga. Aku selalu merasa dikelilingi oleh tatapan yang agresif dan mimik mesum lawan jenis, seolah-olah tatapan mereka dapat menembus sampai ke dalam pakaianku.

Tiba-tiba, terjadi getaran yang kuat.

"Hm …."

Kakiku lemas dan aku hampir terjatuh ke tanah.

Reaksiku menarik makin banyak perhatian dan tanda tanya orang-orang di sekitarku. Aku dengan cemas meraih lengan suamiku, tiba-tiba aku menyadari kalau dia sedang memegang sebuah remote control kecil di tangannya dan menekannya dengan kuat. Dia mencondongkan tubuhnya ke telingaku. Napasnya langsung menuju ke daun telinga dan leherku, membuatku merasa gatal.

"Bagaimana? Enak tidak?"

Aku merasa malu dan jengkel, lalu aku mencubit pinggangnya dengan keras.

Kalau bukan karena ada banyak orang di depan, aku pasti sudah memarahinya!

Namun, suamiku memelukku dan bernapas dengan kencang.

"Aku … aku mulai merasakannya!"

Usai mengatakan itu, dia dengan kasar menarikku dan kami bergegas ke hotel. Tanpa mandi, dia langsung mendorongku ke tempat tidur.

Jantungku berdetak kencang dan aku sangat menantikannya.

Kalau cara ini bisa berhasil, aku juga pasti bersedia melakukannya.

Namun, begitu dia berbaring di atasku dan menggigitku kurang dari semenit, wajahnya langsung pucat.

Suamiku pergi ke kamar mandi dengan wajah pucat. Dia mengganti pakaian dalamnya, lalu merokok. Nada bicaranya penuh dengan rasa bersalah dan menyalahkan dirinya sendiri.

"Maafkan aku, aku …."

Aku memeluknya erat dan menenangkannya dengan lembut.

"Tidak apa-apa, pelan-pelan saja! Sekarang kita sudah menemukan caranya, cepat atau lambat kamu pasti bisa pulih!"

Usai mengatakan itu, aku merasa hampa dan sangat kecewa.

Ketika dia tertidur lelap, aku merasa sangat gelisah dan kepanasan merayap di sekujur tubuhku.

Malam itu, aku tidak bisa tidur sama sekali.

Keesokan paginya, suamiku bertingkah aneh lagi. Dia mengeluarkan gaun putih dan mendesakku untuk mengenakannya.

Gaun itu tampak indah. Potongan kain pada bagian dada dan pinggangnya sangat pendek, benar-benar mampu menonjolkan lekukan tubuhku.

Namun, bahannya terlalu tipis, warna serta motif pakaian dalamku dapat terlihat dengan jelas. Aku terlalu malu untuk memakainya di luar.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dicambuk atau Diceraikan?

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.5
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica selalu percaya pada alasan pekerjaan suaminya, Rio Aditya, setiap hari ulang tahun pernikahan mereka. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap saat Jessica mendengar pengakuan Rio yang berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya karena kehilangan rasa cinta pasca-keguguran. Di hari yang sama, Jessica justru divonis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa dendam, ia pun memutuskan untuk pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara memaksaku mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya, Rania. Meski tumbuh bersama, dia kini membenciku. Rania menjebakku hingga Baskara menyiksaku dengan kejam, bahkan menculik orang tuaku akibat fitnah video asusila. Aku dipaksa menonton mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah sakit parah yang kurahasiakan, Baskara justru menyuruhku mengakhiri hidup. Tanpa ragu, aku menyanggupi permintaannya dan melompat menuju kehampaan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan