Sampul Novel Balas Dendam Dalam Cinta

Balas Dendam Dalam Cinta

9.5 / 10.0
Dalam Balas Dendam Dalam Cinta, Alexander terjebak antara misi pribadi dan perasaan pada Kimbeerly. Setelah menghilang bertahun-tahun, pertemuan kembali mengungkap rahasia besar. Baca romance novel penuh dilema ini di platform online novel kami untuk kisah modern yang emosional.
Ringkasan Balas Dendam Dalam Cinta
Alexander menjadikan Kimbeerly Libason sebagai alat balas dendam, namun ia justru jatuh cinta. Demi menyembuhkan luka batin, Alexander pergi meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi. Kimbeerly hancur melihat Alexander bersama wanita dan anak lain, sementara buah hati mereka terus menanyakan sang ayah. Akankah mereka bersatu kembali atau tetap berpisah demi mengakhiri rasa sakit yang mendalam?
Baca Selengkapnya

Balas Dendam Dalam Cinta Bab 1

Alexander memerhatikan Kimbeerly yang terus menampakkan senyum manisnya dengan sorakan semua orang yang hadir. Ya … mereka melangsungkan pernikahan hari ini. Semua orang turut bahagia dan sekarang waktunya membuktikan bahwa mereka saling mencintai lewat sebuah ciuman. Alexander menarik pelan tengkuk Kimbeerly dan melayangkan ciumannya yang lantas dibalas oleh Kimbeerly.

Suara teriakan dan sorakan penuh kebahagian memenuhi aula pernikahan dengan Alexander yang lantas melepaskan diri. Mereka saling bertatapan sebelum akhirnya menyunggingkan senyuman. Alexander menggenggam jemari Kimbeerly dengan erat dan gadis itu yang terus menampakkan senyum menawan.

“Aku akan selalu mencintaimu.”

Alexander menoleh melihat Kimbeerly yang kembali tersenyum setelah mengatakan perasaannya kepada Alexander. Alexander hanya tersenyum tipis menanggapi hal itu. Ia segera membawa Kimbeerly berjalan ke depan untuk menjamu para tamu mereka yang sudah datang.

Alexander menyorot pada dua orang yang tampak terharu di depan sana. Itu kedua orang tua Kimbeerly yang kini menampakkan senyum bahagia karena putri dan menantu mereka datang menemui setelah perubahan status yang baru saja terjadi. Alexander menampakkan senyum tipisnya setelah berada di hadapan kedua orang tua Kimbeerly.

“Selamat atas pernikahan kalian, Kimbeerly dan Alexander. Aku bahagia sekali melihat kalian telah resmi menjadi sepasang suami istri.” Victoria bicara sembari memeluk putrinya dengan penuh kasih dengan sorot mata yang juga menatap Alexander di samping putrinya.

Jeremy tidak bicara. Ia terus memerhatikan putrinya yang terus menampakkan senyum lebar hari ini. Ia tidak menyangka bahwa putri satu-satunya dalam keluarga mereka telah memiliki pasangan sekarang. Apalagi dengan sosok Alexander yang mengenal mereka dengan singkat. Jeremy bukannya tidak menyukai perubahan status anaknya, hanya saja ia merasa ini terlalu cepat. Jeremy masih ingin melihat Kimbeerly bersamanya dan menjadi anaknya yang tidak pernah jauh dari mereka. Sayangnya, ini sudah jalannya.

“Ayah.”

Jeremy menampakkan senyumnya dengan anggukan sederhana. Ia menyambut putrinya dalam dekap hangat sembari merasakan hatinya yang sedikit tidak rela melepaskan Kimbeerly untuk diserahkan kepada Alexander. “Selamat atas pernikahanmu, Putriku yang cantik.”

Kimbeerly mengangguk menanggapi ucapan selamat dari ayahnya. Ia melepaskan diri dan menatap ayahnya yang baru saja mengusap air mata yang hampir keluar. “Kau jangan menangis, Ayah. Selamanya aku akan menjadi putrimu dan tak akan kemana-mana.”

Jeremy menggeleng. Ia kembali memeluk Kimbeerly. “Ayah hanya sedikit tidak rela putri satu-satunya dalam keluarga Libason sudah memiliki pasangan sekarang apalagi akan meninggalkan rumah.”

Alexander tersenyum miring mendengar penuturan Jeremy. Wajahnya begitu tenang tetapi tidak dengan sorot mata elang itu. Tidak ada orang yang akan memperhatikan bagaimana dirinya sebenarnya. Alexander pandai memasang wajah dan menempatkan diri.

“Ehem!”

Deheman Alexander lantas membuat pelukan Jeremy dan Kimbeerly terlepas. Kedua orang itu menatap Alexander sebentar sebelum akhirnya tertawa kecil. Menyadari bahwa orang baru tengah tersinggung dengan percakapan mereka.

“Jangan katakan kau cemburu dengan ayah dan putrinya itu, Alexander.” Victoria mengomentari ekspresi dan cara bertingkah Alexander dengan tertawa.

Alexander tersenyum tipis. “Seharusnya memang tidak, tetapi siapa yang tahu tentang perasaan manusia? Aku bahkan tidak bisa mengendalikannya untuk tidak cemburu meskipun aku tahu mereka adalah seorang ayah dan anak.”

Ketiga orang itu tertawa menananggapi ucapan Alexander. Pria itu benar-benar tahu caranya membuat suasana hangat. Jeremy juga selalu memandang Alexander sebagai orang yang cerdas. Pria itu tidak pernah terlihat berpikir tetapi ucapannya selalu sesuai dengan hal apa yang terjadi. Wajar saja jika putrinya terpikat dengan pria seperti ini. Alexander pandai melakukan apapun.

“Baiklah, baiklah. Maafkan ayah mertuamu ini yang tidak mengerti dengan perasaanmu. Aku akan menyerahkan putriku untukmu,” ucap Jeremy seraya menjauhkan diri dari Kimbeerly dan mendorong pelan putrinya untuk mendekat kepada Alexander.

“Itu bukan salahmu, Tuan Libason. Itu salahku karena tidak memahami bahwa kalian sedarah yang malah membuatku terlihat konyol dengan ungkapanku yang tadi. Maafkan aku membuatmu tersinggung.” Alexander berujar sembari membungkukkan sedikit tubuhnya.

“Orang tuamu tidak datang, Alexander? Aku tak melihat mereka sejak acara dimulai.”

Alexander menaikkan satu alisnya dengan wajah lesu. Merasa bersalah lalu berujar, “Mereka meminta maaf padaku sebelumnya karena harus menunggu nenek yang sedang sakit parah di rumah sakit. Sebelumnya aku datang bersama Ayah tetapi dia dengan sangat menyesal tidak bisa menghadiri pernikahan putranya sendiri karena harus pergi ke luar kota. Aku akan meneleponnya nanti dan mereka juga menitipkan salam kepada kalian.”

Victoria dan Jeremy saling pandang. Merasa aneh dengan ungkapan Alexander. Hampir tidak ada orang tua yang ingin mengabaikan hari bersejarah anak mereka, apalagi untuk anak semata wayang dan ungkapan Alexander membuat mereka tidak yakin dengan kebenaran yang ada.

“Alexander berkata yang sebenarnya, Ayah and Ibu. Mereka mengatakan permintaan maafnya padaku tepat sebelum kita menikah dan memperlihatkan keadaan nenek Alexander yang begitu kritis. Ayahnya juga sedang dalam perjalanan bisnis penting hingga tidak bisa ikut serta dalam acara pernikahan kita. Meskipun ada rasa kecewa tetapi aku memaklumi keadaan mereka.” Kimbeerly berujar karena melihat raut tidak percaya dari kedua orang tuanya.

Alexander. Pria itu mengangguk menyetujui ucapan Kimbeerly sembari menampakkan wajah bersalahnya. Sorot mata itu terus meneliti raut wajah Jeremy juga Victoria. Jelas sekali mereka masih merasa belum percaya dengan apa yang Kimbeerly katakan, tetapi mencoba menutupinya dengan senyuman tipis. Alexander tersenyum sinis lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Sedangkan Kimbeerly yang melihat Alexander mengalihkan pandangan, merasa bahwa pria itu sedang menutupi rasa sedihnya. Ia mengelus lengan Alexander, bermaksud menenangkan lelaki itu dari rasa tidak nyaman dan suasana canggung saat ini. Alexander kembali menoleh dan menampakkan senyuman tipis kepada Kimbeerly.

“Baiklah, Ibu … Ayah … aku harus menyambut beberapa teman dan tamu yang hadir. Sebelumnya terimakasih telah memberiku selamat dan merestui hubungan kami. Kalian begitu berarti bagiku sampai kapanpun dan dimanapun. Ku pikir aku memang harus hidup dengan kedua orang tuaku yang hebat ini, tetapi justru aku malah beralih kepada Alexander untuk menuju masa depan. Putri kalian ini memang kurang ajar.”

Jeremy dan Victoria saling menatap sebelum akhirnya tertawa. Mereka mengangguk menyetujui Kimbeerly dan setelahnya, Kimbeerly membawa Alexander pada salah satu meja, dimana teman-temannya berkumpul dan menikmati hidangan yang tersedia.

“Selamat atas pernikahanmu, Kimbeerly. Aku tidak percaya kau akhirnya menyusul jejakku.”

Kimbeerly menanggapi dengan senyuman atas ucapan salah satu temannya.

“Apalagi lelakimu sangat tampan dan terlihat … berwibawa,” sahut yang lain.

“Kimbeerly yang polos tidak akan lagi ada setelah malam pertama mereka.”

Semua orang yang ada disekitar tertawa mendengar celotehan salah satu orang. Sebaliknya, Kimbeerly mengalihkan pandangan dengan wajah memerahnya juga Alexander yang tampak biasa saja. Seolah tidak peduli dengan apa yang teman-teman Kimbeerly katakan dan sibuk dengan pikirannya sendiri.

Getar ponsel membuat Alexander tersadar. Ia melihat sebentar ponselnya lalu membisikkan sesuatu pada Kimbeerly. Gadis itu terlihat murung sebentar sebelum akhirnya mengangguk menyetujui.

“Aku tidak akan lama, Baby.” Alexander berujar kembali dalam sebuah bisikan untuk menenangkan Kimbeerly.

Alexander segera beranjak pergi. Meninggalkan Kimbeerly bersama dengan teman-temannya yang juga terlihat penasaran dengan apa yang akan dilakukan pria itu hingga membiarkan istrinya sendirian. Kimbeerly hanya mampu melihat kepergian Alexander dan mencoba mengalihkan rasa sedihnya dengan bercanda bersama teman-temannya.

“Ku rasa suamimu bukan pria yang memiliki waktu panjang.”

Kimbeerly merasa tersinggung dengan ungkapan salah satu temannya namun ia membalas dengan gelengan pelan. “Dia memiliki banyak waktu, hanya saja mungkin itu lebih penting.”

Teman-teman Kimbeerly saling menatap dengan rasa penasaran yang tidak mampu mereka lontarkan. Biarkan itu menjadi rahasia bagi mereka sendiri lalu hilang begitu saja.

“Kau sedang dimana, bodoh? Aku menunggumu sejak satu jam tadi.”

Alexander sedikit menjauhkan ponselnya begitu suara teriakan nan melengking menerpa pendengarannya. Ia berdehem sebentar lalu mulai bicara. “Kenapa malah menungguku? Aku tidak berjanji menjemputmu jika kau lupa. Dasar!”

“Apa?! Kau melupakan perkataanmu sendiri? Dasar pria suka mengingkari janji. Katakan saja jika kau enggan menemuiku dan lebih memilih pekerjaan barumu itu.”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Balas Dendam Dalam Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Aliansi, Cinta Transaksional
8.6
Pernikahan aliansi di kalangan elite memiliki aturan unik: suami boleh memiliki kekasih asal memberi kompensasi setara kepada istri sah. Dean Ramosh memegang teguh prinsip ini dengan memberi Calista Syahrina nafkah seratus kali lipat dari selingkuhannya, bahkan setelah keluarga Calista bangkrut. Saat sang kekasih mendapat rumah murah, Calista dihadiahi Vila Northcoast No. 1 yang mewah. Di tengah desakan sosial agar ia bersyukur, Calista justru meminta cerai karena merasa bosan.
Sampul Novel Derita Gadis Ternoda
8.2
Ana adalah gadis polos yang malang. Hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil, yang membuatnya diusir sang ayah. Di Jakarta, ia bertemu Lukman yang baik hati, namun Ana justru mengalami penyiksaan kejam dari Juju, istri Lukman. Di tengah penderitaan dan benih cinta yang mulai dirasakan Lukman padanya, takdir membawa Ana bertemu kembali dengan sosok pria yang dulu menghancurkan kehormatannya. Akankah luka lama itu membelenggu hidupnya?
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Lisnawati, janda muda usia 16 tahun, kehilangan suaminya, Komar, akibat pembegalan tragis. Sebagai biduan dangdut keliling, pesona dan kecantikan Lisna memikat banyak pria hingga ia direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Di sana, ia menjadi primadona dan terlibat hubungan benci tapi cinta dengan Budi Hendrajit, pengusaha kaya yang kerap menghinanya. Meski Budi sangat terobsesi pada Lisna, rencana pernikahan mereka terhalang restu sang ibu yang menentang latar belakang Lisna.
Sampul Novel Mimpi Yang Retak
7.9
Kehidupan harmonis keluarga Johnson hanyalah topeng belaka. Di balik kemegahan rumah mereka, Alice menyembunyikan duka di balik senyum rapuh, sementara Daniel terobsesi menjaga citra kesuksesan. Saat rahasia kelam mulai terkuak dan kepercayaan hancur, mereka harus memilih antara memperbaiki mimpi yang retak atau tenggelam dalam kebohongan. Sebuah drama emosional penuh pengkhianatan yang menguji apakah kebahagiaan sejati masih bisa ditemukan di tengah kehancuran.
Sampul Novel Random Wife
9.7
Fabian Gabrilio, seorang atasan sukses yang dikenal sangat kikir, akhirnya merasa jenuh dengan kesendiriannya. Ia mendesak sekretaris pribadinya untuk segera mencarikan calon istri yang tepat bagi dirinya. Ancaman serius pun diberikan; jika sang sekretaris gagal menemukan pendamping hidup untuknya, maka Fabian tidak akan ragu untuk menikahi bawahannya tersebut. Kini, sang sekretaris terjebak dalam tuntutan konyol bosnya yang penuh tekanan.
Sampul Novel THE MAFIA: MARIJUANA
8.4
Daphne Madison haus akan balas dendam setelah Edgar David Ruthen membunuh kembarannya. Demi menghancurkan Edgar, ia nekat mendatangi Casillas Rodriguez dan menawarkan diri menjadi agen ganda. Meski awalnya ditodong pistol, Casillas luluh saat Daphne menyerahkan segalanya, termasuk tubuhnya, demi perlindungan. Rencana cerdik pun dimulai, namun keduanya justru terjebak dalam obsesi berbahaya. Casillas tak ingin melepaskan Daphne, meski cinta itu terasa salah bagi mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan