The Alchemists: Cinta Abadi Novel Cover

The Alchemists: Cinta Abadi

9.1 / 10.0
In the modern romance novel The Alchemists: Cinta Abadi, guarded orphan Finland struggles alone in Singapore. Her world collides with Caspar, an immortal billionaire alchemist. Used to easy conquests, he is stunned by the one woman who refuses to be swayed by his immense wealth.
The Alchemists: Cinta Abadi Summary
Having survived a harsh childhood of poverty and bullying in Jakarta, Finland has built impenetrable walls around her heart as she starts anew in Singapore. But her solitary life is disrupted by Caspar, an immortal alchemist who has amassed unimaginable wealth over his 438-year existence. Known for his fleeting monthly romances, Caspar has never truly loved. That is, until he meets Finland—the only woman completely unimpressed by his riches, making him fall deeply and helplessly in love.
Read More

The Alchemists: Cinta Abadi Chapter 1

Dari Penulis

Dari Penulis:

Terima kasih teman-teman sudah mau memberi kesempatan membaca novel ini. Kalian akan suka membacanya, sama seperti para pembaca novel ini yang telah mengikutinya dari awal novel ini ditulis pada 18 Februari 2019.

Sampai sekarang, 10 Desember 2019, rating novel The Alchemists masih 4.9 dari 2500 review. Wow!!

Rating yang hampir sempurna ini membuat saya sangat bangga dan terharu, tetapi tentunya sadar bahwa masih ada kekurangan di sana sini. Mohon bersabar kalau masih ada hal-hal yang dianggap kurang, dan silakan berikan masukan kepada saya dengan kata-kata yang membangun. Kalau suka dengan novel ini, silakan juga beri tahu teman-teman dan keluarga agar mereka juga bisa menikmatinya.

Sebelum melangkah ke bab pertama, ada beberapa hal yang harus diketahui:

1. Lokasi novel ini sebagian besar di Singapura, tetapi nanti juga bergerak ke seluruh dunia, dari Amerika, Eropa, Brasil, dll. Saya senang mengajak pembaca jalan-jalan ke tempat-tempat favorit saya, dan lewat novel ini semoga kalian bisa menikmati keindahan dan keunikan tempat-tempat mengagumkan di dunia.

2. Di awal novel ada beberapa kalimat atau percakapan dalam bahasa Inggris, tapi jangan kuatir, karena rata-rata saya sertakan terjemahannnya di samping atau di bawah kalimat tersebut, sehingga kalian tidak akan kesulitan memahami jalan ceritanya.

3. Visual novel ini bisa dilihat di Instagram @casparthealchemist atau follow Halaman Facebook saya "Missrealitybites" untuk melihat wajah para tokoh dan referensi lainnya.

4. Novel ini sudah premium sejak tanggal 1 Oktober, artinya ada bab yang dikunci dan harus dibuka dengan menggunakan spirit stone yang dapat diperoleh setiap hari dengan melakukan tugas-tugas harian, atau bisa juga dibeli (baik dengan pulsa, Google Pay, atau kartu kredit, dll).

5. Penulis yang ceritanya premium akan mendapatkan penghasilan dari setiap bab novel terkunci yang dibuka dengan spirit stone yang DIBELI, jadi kalau babnya dibuka dengan spirit stone gratis, author tidak mendapatkan penghasilan. Jadi jangan berasumsi author ini pasti dapat duitnya banyak kan makanya wajiiiib dan haruuuussss update bab yang buanyaaak juga mentang-mentang udah dapat SS banyak... hehehe. Sekali lagi SS gratis, walaupun dapatnya banyak tidak akan menjadi income untuk author lho...

Kalau pembaca mau mendukung author untuk berkarya, alangkah bahagianya kalau pembaca bersedia membuka bab yang berkunci dengan Spirit Stone yang dibeli. Sebulan sekali beli spirit Stone 20 ribu rupiah saja sudah sangat membuat kami bahagia... hahaha.

6. Dari Webnovel sistem penguncian bab adalah sebagai berikut: 1 SS untuk membuka 200 kata. Jadi kalau babnya panjang sekitar 1000 kata, maka akan memerlukan 5 SS untuk membukanya. Semakin panjang babnya maka akan perlu SS semakin banyak.

Jadi jangan kaget dulu kalau beberapa bab novel ini perlu SS agak banyak seperti 10 SS -12 SS karena babnya memang 2000-2400 kata.

Saya usahakan agar bab-bab selanjutnya tidak terlalu panjang biar pembaca ga capek bacanya dan SS-nya juga tidak langsung keluar banyak. 

7. Kalau kalian suka novel ini, saya akan sangat bahagia membaca komentar, review (ulasan) dan dukungan PS (batu kuasa) dari pembaca. Setiap komentar dan review yang kami terima membuat semua author menjadi semakin bersemangat untuk menulis. Author semangat menulis, pembaca semangat membaca. Iya, nggak?

Terakhir, terima kasih sekali lagi sudah memilih membaca novel ini. Selamat menikmati :)

Terlambat Naik MRT*

"Aku tidak boleh terlambat… Aku tidak boleh terlambat… Aku tidak boleh terlambat…" Finland terus menyemangati dirinya sambil berlari mendorong troli kopernya menuju stasiun MRT bandara. Ia mengambil penerbangan tengah malam yang paling murah dan sesudah lewat imigrasi dan pengambilan bagasi seharusnya ia masih punya waktu satu jam sebelum MRT tutup.

Brengseknya, pesawat dari Jakarta memang sering terlambat sehingga akhirnya gadis itu baru bisa boarding 45 menit lewat dari jadwal, yang artinya sekarang dia harus berlari sekuat tenaga.

"Aduh... ya ampun... Aku tidak punya uang untuk naik taksi di jam segini. Biaya surcharge-nya tinggi sekali.."

Fokus pandangannya hanya pada tanda panah menuju MRT dan Finland berlari sekuat tenaga tanpa mempedulikan sekelilingnya.

Ia terlambat melihat seorang pemuda yang berjalan melintas santai di depannya sambil mendorong sebuah koper kecil.

Hantaman akibat kecepatan lari Finland dan berat dari kedua koper di troli menabrak pemuda itu dengan sangat keras. Keduanya jatuh bertimpaan dengan koper-kopernya.

"Ya Tuhan... ya ampuunn... Maafkan aku.. aku tidak memperhatikan jalan…" Finland buru-buru berdiri dan membereskan koper dan trolinya lalu berulang kali membungkuk untuk minta maaf. Pemuda itu masih tergeletak di lantai saat Finland sudah berdiri meminta maaf, dan perlahan ia bangun sambil mengurut kepalanya yang terasa sakit..

"Ugh... kelakuan manusia zaman sekarang parah banget sih... Semuanya selalu buru-buru sampai membahayakan orang lain ..." Ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Mungkin yang ini aku harus kasih pelajaran."

Ia mengebas-kebaskan debu dan kotoran dari pakaiannya. Pemuda itu mengenakan kemeja lengan panjang biru dan jeans yang modis dengan sneaker putih.

Pandangannya terhenti pada siku kirinya yang sedikit berdarah, lalu ia mengangkat wajah dan menatap Finland dengan mata marah besar.

Anehnya, tiba-tiba saja sepasang mata biru yang galak itu berubah menjadi dingin ketika melihat Finland. Ia mendeham lalu mengeluarkan handphone-nya.

"Hei, yang kau lakukan itu membahayakan orang lain, tahu! Minta nama, nomor telepon dan alamatmu, biar aku bisa minta ganti rugi atau mengirimkan surat panggilan pengadilan".

Finland tertegun. ... Wow ... apa yang baru saja terjadi..?? Dari mana dia bisa mendapat uang untuk membayar ganti rugi? Saat ini ia hanya punya 50 dolar di rekeningnya sampai ia bisa melakukan kerja sambilan menyebar brosur di mal akhir pekan ini.

"Aku.. err..." Saat inilah Finland sadar bahwa ia sudah kehilangan kesempatan untuk naik MRT, karena MRT sudah tutup dan ia hanya bisa pulang dengan menggunakan bus atau menunggu hingga pagi di bandara untuk naik MRT. "Aku… namaku Finland. Ini nomor telepon dan alamatku..."

Finland mengambil ponsel dari tangan pemuda itu dan menuliskan nomor telepon dan alamatnya di Singapura. Ah, sebenarnya itu bukan alamatnya, melainkan alamat Jean, sahabatnya sejak kuliah di NTU.

Jean adalah seorang supermodel dan sering bepergian keliling dunia untuk pekerjaannya. Apartemennya di Robertson Road hanya dipakai untuk menyimpan barang-barangnya dan kalau Jean sedang datang ke Asia. Jean bilang apartemennya hanya berisi debu karena jarang sekali ditinggali manusia.

Setelah Finland lulus kuliah dan harus keluar dari asrama, ia menjadi kuatir karena ia harus mencari pekerjaan dan tempat tinggal di Singapura.

Kuliahnya kemarin dibiayai oleh beasiswa pemerintah Singapura dengan syarat setelah lulus ia harus mengabdikan dirinya dengan bekerja selama tiga tahun di perusahaan mana pun di Singapura.

Sekarang mencari pekerjaan di negeri Singa ini semakin sulit karena tingginya persaingan, sementara biaya hidup luar biasa mahal.

Setelah sebulanan mencoba mencari kamar sewaan murah, Finland hampir putus asa karena kamar termurah yang ia temukan adalah 600 dolar, sementara saat ini ia hanya memperoleh 50 dolar per hari dari kerja sambilan menyebarkan brosur setiap akhir pekan sampai ia mendapatkan pekerjaan permanen, dan itu sama sekali tidak cukup untuk bertahan hidup.

Untungnya, Jean, sahabatnya yang baik hati seperti malaikat, menyelamatkan Finland dari situasi malang itu dan menyuruh Finland untuk tinggal di apartemennya sampai Finland mampu menyewa apartemen sendiri.

"Ini kan daerah pemukiman mewah," komentar pemuda itu saat melihat alamat yang dituliskan Finland di ponselnya. "Dasar anak kaya manja. Kau tidak peduli pada orang lain dan sekelilingmu. Bagaimana kalau aku ini nenek tua yang sakit-sakitan? Ditubruk seperti tadi itu bisa bikin orang mati, tahu!"

Tiba-tiba emosi Finland memuncak dan ia pun menjawab kesal, "Aku kan sudah berulang kali meminta maaf, apa itu belum cukup? Aku tidak sengaja... Aku buru-buru mengejar MRT karena aku tidak punya uang untuk naik taksi. Tolong dong... aku ini sudah merasa sangat bersalah dan tidak enak terhadapmu... Kenapa kau seolah sengaja membuatku merasa tambah bersalah?"

Finland mencoba sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak tumpah dan bicara dengan gigi terkatup. Hari ini sungguh panjang dan melelahkan dan ia tidak tahan lagi. Pemuda itu memandang wajahnya baik-baik seolah mencoba menilai apakah gadis itu berbohong.

Memang, bagi orang luar, beralamat di Robertson Road yang mahal dan mengaku tidak punya uang untuk taksi rasanya tidak masuk akal. Namun Finland tidak akan menjelaskan tentang keadaannya kepada siapa saja.

"Apakah Finland itu memang benar namamu?" Pemuda itu mengangkat tangannya dan memberi tanda agar Finland menyerahkan paspornya, "Mana paspormu?."

Finland mendengus namun menyerahkan paspornya dengan enggan.

Namanya memang sangat menyebalkan, karena ia sering sekali mendapat pertanyaan seperti itu. Finland* hanya punya satu nama, bahkan juga tidak ada nama belakang, sehingga setiap kali ia membeli tiket, ia harus menulis nama "Finland Finland" seolah satu kali saja belum cukup memalukan.

Pandangan pemuda itu terlihat melunak setelah mempelajari dan memfoto paspor Finland, dan ia berkata, "Nama yang bagus. Sudah pernah ke Finlandia?"

"Aku capek. Kau sudah dapatkan alamat dan nomor teleponku? Tolong pergi..."

Pemuda itu mengembalikan paspornya dan mengangguk. Finland kemudian berjalan lesu ke bangku terdekat dan duduk dengan wajah muram. Ia terpaksa harus menunggu pagi di bandara agar bisa pulang naik MRT ke apartemen Jean, padahal tubuhnya sangat lelah dan ingin tidur, dan besok pagi ia tidak boleh terlambat untuk wawancara pekerjaan di Suntec.

.

.

*MRT = Mass Rapid Transit (sarana transportasi kereta di Singapura)

*Finland = Finlandia (dalam bahasa Inggris) nama sebuah negara di Eropa - Skandinavia.

.

@@@@@@@@@@@@@@

Dari Penulis:

Setting novel ini sebagian besar berlokasi di Singapura. Mengapa? Karena dulu Singapura adalah rumah kedua bagi saya. Sepuluh tahun yang lalu, saya tinggal dan bekerja di sana. Jadi, saya terinspirasi oleh banyak hal yang saya saksikan selama saya tinggal di Negeri Singa itu.

Seiring berjalannya cerita, kita juga akan melakukan perjalanan keliling dunia dari San Francisco ke Rumania, Brasil ke Paris, dll.

Sedikit cerita tentang Singapura yaa..

Singapura adalah negara yang sangat kecil, hanya seukuran kota dengan jumlah penduduk sangat sedikit, sekitar 5 juta orang saja. Kira-kira sama banyaknya dengan penduduk Denpasar, Bandung, atau Semarang. Kecil ya? Sebanyak 20% dari populasi di Singapura itu terdiri dari orang asing/ekspat.

Meskipun hanya memiliki sumber daya yang sangat terbatas, Singapura berhasil membangun negerinya menjadi salah satu negara paling maju di dunia. Paspor mereka adalah paspor terkuat di dunia saat ini. Warga negara Singapura bahkan tidak perlu visa untuk pergi ke negara mana pun di seluruh dunia. Beda jauh dengan kita nih, yang kemana-mana harus apply visa.

Kalau kamu belum pernah Singapura, masukkan negeri ini ke dalam daftar negara yang wajib kamu kunjungi suatu hari nanti, karena negara ini sangat menarik dan kamu akan merasa seperti masuk ke masa depan. Mereka terus berinovasi dan berkembang dan merupakan salah satu tempat paling menarik yang pernah saya kunjungi, walaupun ada orang yang mungkin menganggap Singapura membosankan karena terlalu bersih dan terlalu aman ... ha ha.

Tokoh utama perempuan adalah keturunan campuran Indonesia dan Finlandia (dan kebetulan dia diberi nama "Finland" oleh ibunya - yang berarti Finlandia). Finlandia adalah negara Skandinavia, di Eropa yang sangat maju dan progresif. Saat ini Indonesia belum benar-benar disajikan dalam buku ini, mungkin di Volume 3? Kita lihat saja nanti.

PS: Nama sahabat Finland adalah Jean-Pierre Wang, dia seorang laki-laki, tapi senang dipanggil dengan satu nama saja "Jean".

Ini Bukan Grab Car!

Finland adalah anak yatim piatu. Ia dibesarkan oleh neneknya di pinggiran Jakarta hingga empat tahun lalu. Ibunya meninggal ketika ia berusia 10 tahun dan ia tidak pernah mengenal ayahnya.

Penampilannya yang cantik dan terlihat berdarah campuran justru membuatnya di-bully habis-habisan di sekolah, selain namanya yang aneh, juga karena Finland berasal dari keluarga tidak mampu. Seolah bertampang indo dan miskin adalah suatu kejahatan, ditambah lagi ia tidak punya orangtua.

Ketika Finland diterima kuliah di NTU (sebuah universitas negeri di Singapura) empat tahun lalu dengan beasiswa, ia pun pindah ke Singapura dan tinggal di asrama. Ia berusaha melupakan kehidupannya di Indonesia dan memulai lembaran baru. Ia hanya pulang beberapa kali untuk menjenguk nenek.

Minggu lalu neneknya meninggal dan Finland pun pulang untuk terakhir kalinya. Kini ia tidak memiliki siapa pun di dunia ini. Sungguh ia mengalami sepanjang minggu yang sangat berat dan Finland pulang malam ini masih dengan hati berduka. Ia membawa seluruh harta miliknya yang tersisa dari tempat tinggal nenek di kedua kopernya sekarang. Ia tidak tahu kapan ia akan kembali ke Indonesia.

Kalau tadi ia tidak terbang dengan membawa bagasi, mungkin ia sekarang sudah di MRT dan tidak perlu terlibat insiden malam ini.

Mengingat nasibnya yang malang, tak terasa air mata mengalir semakin deras dari sepasang mata Finland dan ia pun menangis tersedu-sedu.

Tiba-tiba bahunya disentuh pelan oleh tangan seseorang. Dari balik matanya yang basah, samar-samar ia melihat tangan itu menyodorkan sapu tangan.

"Aku tidak percaya dengan alamat yang kau tulis. Ayo, kau harus ikut aku ke Robertson untuk membuktikan kau memang tinggal di situ. Kalau tidak, aku akan menganggapmu sebagai pembohong."

Oh, pemuda itu lagi!

Finland menolak sapu tangannya, tetapi ketika mendengar bahwa pemuda itu tidak percaya alamat yang diberikannya dan menuntut agar Finland mengikutinya ke Robertson agar memastikan bahwa alamat itu tidak palsu - tiba-tiba terbetik harapan di kepala gadis itu. Ia tidak peduli jika pemuda itu tidak percaya alamatnya, asalkan Finland bisa pulang.

"OK, tapi aku tidak mau membayar taksinya. Bukan salahku kalau kau yang tidak percaya itu memang alamatku."

"OK."

Finland perlahan bangkit dan mengikuti laki-laki itu, mendorong trolinya keluar dari pintu bandara. Lelaki itu berhenti di depan Mercedes Maybach hitam dan menyerahkan kopernya kepada supir yang bergegas keluar dari mobil.

Oh, ternyata dia sudah memesan Grab car.

Finland sering mendengar bahwa penumpang yang beruntung di Singapura memang bisa mendapatkan mobil mewah ketika mereka memesan Grab car atau Gocar, tetapi seumur-umur menggunakan aplikasi ini, ia tidak pernah mendapat mobil mewah seperti itu.

"Dia ikut kita," kata pemuda itu kepada pengemudi sambil menunjuk ke Finland.

Supir itu menatap dengan pandangan heran, tetapi dia menurut dan membantu memasukkan koper-koper Finland ke bagasi.

Setelah mereka duduk dan siap untuk pergi, Finland baru menyadari bahwa mobil ini sebenarnya bukan mobil Grab.

"Tuan, kita mampir ke tempat biasa?" tanya supir sebelum menyalakan mobil.

Astaga!

Mana mungkin ini mobil Grab!

"Tidak sekarang. Kita mampir ke Robertson Road untuk mengantar dia pulang," jawab pemuda itu tanpa menoleh. Dia sibuk membersihkan luka di sikunya.

Oh ... rupanya dia ini adalah pemilik mobil dan itu supir pribadinya!

Kendaraan yang mereka naiki mewah sekali. Sayang Finland tidak mengerti tentang mobil, dia bisa sakit jantung kalau mendengar harganya. Singapura sangat ketat tentang kepemilikan mobil dan biaya untuk punya mobil biasa saja di sini sudah sangat mahal.

Finland tidak dapat membayangkan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk memiliki mobil semewah ini di Singapura. Orang ini pasti berasal dari keluarga yang sangat kaya.

Memikirkan itu tiba-tiba membuat hatinya tertekan. Ternyata ia baru saja menabrak dan melukai seorang pemuda dari keluarga kaya ... Rasanya nasib buruknya dalam hidup tidak pernah berakhir ..

Mereka tidak berbicara di sepanjang jalan. Finland baru mulai memperhatikan laki-laki yang duduk di sebelahnya ini. Karena frustrasinya barusan, tadi dia tidak memperhatikan sama sekali. Yang diingatnya hanyalah sepasang mata biru cemerlang. Dia tidak bisa mengingat apa pun dari wajahnya.

Ya, situasinya sudah demikian buruk, tidak mungkin menjadi lebih parah lagi kan? Akhirnya, Finland melirik ke samping dan sekarang mencoba memperhatikan wajah pemuda itu baik-baik.

Wajahnya terlihat internasional, mungkin dari Eropa, tetapi sulit dipastikan kebangsaannya. Rambutnya hitam legam membingkai wajahnya yang tampan dengan sempurna dan memberi kesan dingin dan misterius. Tingginya mungkin 180 cm dengan tubuh ramping dan berpakaian sangat modis.

Sebenarnya penampilannya mengingatkan Finland kepada Jean, sahabatnya. Jika dia tidak sekaya ini, mungkin Finland akan menebak bahwa dia juga seorang model.

Continue Reading

The Alchemists: Cinta Abadi of Contents

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

You may also like

New Release Novels

After My Boyfriend Went Blind Saving Me, I Cheated on Him Novel Cover
8.9
She thought her boyfriend lost his sight saving her life, until she overheard his shocking confession: his blindness and illness are complete fabrications designed to guilt-trip her into staying. Devastated by his cruel deception, she decides to play along with his game. When his friend Ethan comes over for dinner, she sneaks into the shadows to share a passionate kiss with him. Now, her desperate boyfriend is willing to agree to a shocking three-way arrangement just to keep her from leaving.
DENNYJAY: TO TOUCH AN OMEGA Novel Cover
7.9
Denny parades as the Alpha bully...strong, untouchable, feared by all. But beneath the fists and fury, he's hiding a dangerous secret: he is an Omega. A lonely, horny one. When Jay, heir to a rival clan, the true definition of a ruthless Alpha, crashes into his life and challenges his dominance, Denny's carefully built facade begins to crack. Now, it's war...between a real Alpha and a pretender. Except Jay soon saw through Denny...and wanted more than sovereignty. Wanted his muscles and strength in his bed.
His Cruel and Twisted Atonement Novel Cover
8.4
Two years into her marriage with Griffin Lockwood, Cora Hayes endures the ultimate humiliation when her billionaire husband brings a model into their home for an intimate photoshoot. Mocked and urged to enjoy life just as he does, Cora decides to take his cruel advice to heart. But when Griffin spots a custom silver bracelet—handcrafted by Cora herself—adorning another man's wrist, his cold indifference instantly shatters into a jealous fury. Now, he must face the reality of his actions.
My Sexy Sassy Boss Novel Cover
8.4
May Boston is a sassy, powerful woman who owns the biggest fashion agency in the city. Her perfectly controlled world is thrown into chaos when she crosses paths with Luca, a homeless man suffering from amnesia. Out of pity, and curiosity, she lets him live with her. What she does not expect is to be bossed around in her own house, treated like a subordinate, and willingly doing everything he asks. Slowly, without realizing it, May falls deeply in love with him. That turns out to be her greatest mistake. Because before Luca lost his memory, he was the ruthless king of the largest Mafia group in Italy, Oliver de Luca
My Step Father, My Desire. Novel Cover
7.3
I shouldn't get wet at the thought of my step father, but I do. It all started the day we had a business meeting. I work as an intern at his company and I couldn't help but imagine his long slender fingers f*cking me. My name is Emma and no, I am not a pretty model queen. I am what you call a geek, a nerd and a wallflower. But this wallflower wants to get bent over on his table and will do anything to be his slut. Even if it means getting my mother out of the way.
Playing The Toxic Wife To Attract Billionaires Novel Cover
9.1
June woke up transmigrated into the body of a ruthless billionaire's toxic, disposable wife. Before she could even process the massive Beverly Hills mansion, a cold system voice announced she had exactly five minutes of lifespan remaining. To survive, she was forced to bind with the system and strictly maintain the original owner's "brainless, abusive drama queen" persona to earn hours to live. She was forced to violently slap hot coffee out of a terrified maid's hands and physically spank her manipulative five-year-old stepson. When she tried to escape this nightmare by throwing divorce papers at her terrifying husband, Isaac Walton, he simply ripped them to shreds. Every time she tried to be reasonable or show a hint of kindness, the system tortured her with agonizing cardiac pain, cementing her status as the most hated monster in the family. The most absurd part happened when she threw a hysterical, system-mandated tantrum over a gossip magazine, and Isaac's icy demeanor suddenly melted. He gently touched her hair, offering the one thing she desperately needed. "Stop crying. I'll handle it." Just as a spark of hope ignited in her chest, the system's critical death warning exploded in her skull: accepting his sympathy would instantly deduct thirty days of her life. To stay alive, June had no choice but to violently slap away the only hand reaching out to save her, forcing herself to play the greedy villain while her husband's gaze turned dangerously dark.
Chapters
Read now
Share