Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel X10

X10

Impian liburan X10 sirna saat tugas mendadak datang. Pemuda beridentitas ganda ini harus melindungi pewaris perusahaan IT besar di Korea. Meski awalnya terlihat mudah, rahasia berbahaya dan musuh tak terduga mulai bermunculan satu per satu. Di tengah ancaman Organisasi Black, X10 justru mulai menaruh hati pada gadis tersebut. Mampukah ia menuntaskan misi, mengungkap rencana tersembunyi atasan di A.O.K, dan melindungi nyawa sang gadis cantik?
Bab
Bagikan

Bab 2

Seseorang pelayan pada sebuah resto secara mendadak menghampiri seorang pemuda yang tengah santai menyesapi latte miliknya, sembari menyodorkan kertas kecil kepadanya.

"Ada pesan untuk mu Tuan," kata pelayan tersebut sambil menundukkan kepalanya sopan, dan setelah nya langsung meninggalkan sang pemuda.

Manik pemuda itu langsung tertarik pada kertas yang ditinggalkan oleh sang pelayan.

Sebuah helaan nafas pelan, dan senyum tipis pada kedua ujung bibirnya tampak jelas terlihat saat pemuda itu selesai membaca kertas kecil yang nyatanya sebuah pesan singkat terdapat disana.

Tak lama pemuda itu segera beranjak dari mejanya, bergegas menuju hotel yang ia tempati saat ini.

Jarak resto dan hotel tidak lah memakan waktu yang lama, untuk itu setelah sampai di hotel ia langsung berkemas memasukkan barang barang miliknya pada sebuah ransel yang ia bawa.

'Ck ... Oxford ..., tugas menyebalkan apa lagi ini yang mengganggu liburanku,' benak pemuda itu.

Hanya butuh waktu kurang lebih 1 jam pemuda tersebut sudah sampai di Oxford atau lebih tepatnya Railway Station Oxford, karena sebenarnya keberadaan pemuda itu sebelumnya telah berada di London tengah menikmati waktu liburannya yang sudah lama ia inginkan di tengah kesibukannya.

Dengan langkah santai namun pasti, pemuda itu melangkahkan kaki nya untuk keluar dari Railway Station Oxford, dan menyebrang ke arah Oxford Town Hall yang merupakan titik temu yang ditulis sesuai pesan yang tadi ia dapatkan.

Tidak berselang lama, seseorang pemuda menghampiri dirinya dengan setelan coat panjang berwarna cream di sertai dalaman turtle neck berwarna coklat muda.

"Lama tak berjumpa X10," ucap pemuda yang baru saja datang sambil berjabat tangan dengan pemuda yang tak lain adalah X10.

X10 pun mengganggukkan kepalanya pelan, dan tanpa basa basi langsung menanyakan tujuan dari pertemuan mereka.

"Ada apa kau mencariku disaat aku liburan X9?".

"Ada tugas untukmu, tidak sesulit misi sebelumnya, hanya menjaga seseorang, anggap saja kerja sampingan dalam liburan mu," seru Agent X9 sambil menyerahkan sebuah bolpoin recorder.

Dengan berat hati X10 mau tak mau menerima bolpoin recoder tersebut, dan berlalu meninggalkan Agent X9 yang masih setia berdiri di tempatnya.

X10 berjalan menuju Goerge Street Hotel yang tak jauh dari pusat kota tempatnya berada.

Sesampai nya dikamar X10 langsung menyetel bolpoin recorder yang diberikan oleh Agent X9.

Bolpoin recorder pun langsung mengeluarkan suara beserta gambar yang dikeluarkan dari sinar laser yang terdapat pada sisi bolpoin.

"Hai Agent X10, masih ingat perusahaan IT yang bekerja sama dengan pemerintahan Korea? Kali ini misi anda adalah menjaga putri dari CEO Park Corporation Company yang sedang berada di Oxford, saat ini putri Tuan Park masih berkuliah di Oxford jurusan bisnis. Berikut lampiran fotonya, diperkirakan organisasi yang akan dihadapi adalah organisasi "Black✔". Informasi ini akan hilang dalam hitungan ke-5,

'one'

'two'

'three'

'four'

'five'.”

Setelah mendengarkan penjelasan yang baru ia dengar, X10 langsung mencari data data lengkap mengenai putri Tuan Park, beserta keluarganya melalui tablet nya.

"Baiklah, tinggal mencari jadwal kuliah dan keberadaan nya saja," gumam X10 kecil, setelah mengumpulkan semua informasi yang ia dapatkan.

X10 bersandar sejenak di ranjang nya guna merilekskan tubuh nya, mengingat bahwa hari ini hingga dua minggu ke depan yang seharusnya adalah jadwal cuti nya, tetapi pada kenyataan nya justru ia tak dapat menggunakan waktu liburannya sesuai dengan harapannya, lantaran pekerjaan yang secara mendadak tetap menghantui nya di tengah liburannya itu. 

"Hah~~, kapan aku dapat beristirahat," keluhnya.

***

Korea

Hari ini suasana kantor Park Corporation Company tampak tidak seperti biasanya, mulai dari CEO Park yang tampak sedikit pucat, dengan raut wajah yang sedikit gelisah, dan belum lagi dengan semakin banyak nya bodyguard yang berlalu lalang di sekitar ruangan kantor, bahkan banyak karyawan kantor yang tampak heran dengan keadaan kantor saat ini, pasal nya tidak ada berita mengenai kantor Park Corporation Company sedang mengalami masalah atau pun berita buruk, seperti ancaman dari luar yang mereka dengar, tetapi yang terlihat saat ini adalah hal sebaliknya. 

Tuan Park yang tadi nya sedang fokus berkutat dengan berkas berkas dan laptop dihadapannya sedikit kaget ketika seseorang mengetuk pintu ruangan nya.

"Maaf mengganggu pekerjaanmu Dad," ucap pemuda dengan berbalut jas rapi sembari menundukkan kepalanya memberi hormat kepada ayah nya.

"Oh, kau Will, Dad kira siapa, ada apa ke ruanganku?" tanya Tuan Park yang masih sedikit kaget akan kedatangan putra sulungnya William Park, yang selaku wakil direktur di perusahaan Park Corporation Company.

"Mmm … sebenarnya apa yang sedang terjadi Dad? Mengapa keadaan kantor saat ini tidak seperti biasanya?" tanya balik William dengan raut wajah yang terlihat bingung.

"Untuk saat ini Dad tak dapat meberitahumu, jika semuanya sudah jelas Dad akan  memberitahumu, lebih baik kau lanjutkan saja pekerjaanmu, dan bisakah kau bantu Dad melihat lebih jauh mengenai program kerja sama kita dengan pemerintahan?" jawab Tuan Park dengan tenang, tanpa terlihat kegelisahan yang berusaha ia tutupi dari putranya.

"Baiklah, Aku akan mempelajari lebih jauh mengenai program kerjasama perusahaan dengan pemerintahan itu Dad," jawab William dengan tegas, sembari pamit meninggalkan ruangan Ayah nya untuk kembali ke ruang kerjanya.

William yang baru saja kembali ke ruang kerjanya langsung mendudukan tubuhnya pada bangku nya, lalu memanggil sekretaris kepercayaan nya untuk masuk keruangannya. 

Tak terlalu lama, seorang gadis yang tak lain adalah sekretaris William sudah berada di ruang kerjanya.

"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya sekretaris tersebut sembari menundukkan kepala memberi hormat kepada William.

"Tolong kamu kumpulkan semua berkas mengenai program kerjasama dengan pemerintahan,” ucap William sambil memegang keningnya berusaha mengingat informasi apa lagi yang belum ia sampaikan pada sekretarisnya.

Sekretaris nya pun menganggukkan kepalanya, dan setelahnya berjalan meninggalkan ruangan William.

Baru saja beberapa langkah sekretaris nya hendak meninggalkan ruangan, William dengan cepat kembali memanggil sekretaris nya itu.

"Oh iya, ingat berkas ini bersifat confidential, yang artinya hanya dapat dilihat oleh saya dan Direktur Park, mengerti?" ujar William tegas atas perkataannya itu, yang dibalas dengan anggukan kepala mengiyakan perkataan William oleh sekretarisnya.

Setelah nya sang sekretaris yang bernama Stela Kim meninggalkan ruangan William dan langsung mengumpulkan berkas berkas yang diperintahkan oleh William.

***

"Maaf mengganggu Direktur Park, saya ingin memberikan informasi terbaru mengenai Agent yang dikirim ke Oxford untuk menjaga putri anda, bahwa Agent tersebut sudah berada di Oxford dan telah ditugaskan oleh A.O.K untuk menjaga putri anda Direktur Park," ucap Kim Jeha selaku sekretaris dan kepercayaan Tuan Park.

"Baiklah kabari saya selalu mengenai perkembangan nya, lalu bagaimana kabar mengenai surat ancaman tersebut? Apakah benar datang dari organisasi 'Black ✔'?" tanya Tuan Park dengan tatapan antusias dan sedikit kekhawatiran di raut wajahya.

"Mengenai organisasi 'Black ✔' , sejauh ini masih belum mendapatkan informasi yang pasti, tetapi masih ditindak lanjuti lebih jauh pencariannya oleh NIS," sahut Jeha dengan tenang.

Tuan Park pun mengangguk dan memerintahkan kepada Jeha untuk selalu memberikan informasi informasi terbaru kepadanya. Tentunya tanpa adanya kebocoran informasi kepada orang orang di sekitar kantor, maupun anak nya sendiri!

‘Semoga saja masalah ini tak berlangsung lama dan sulit,' benak Tuan Park dalam hati.

——

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Dalam kondisi hamil tua, mobilku ditabrak truk secara sengaja. Saat sekarat, aku menghubungi suamiku, Kian, namun ia justru mengabaikanku demi keluhan sakit kepala Florence. Pengkhianatan itu berujung tragis: bayi kami tewas dan kakakku kehilangan karier pianisnya selamanya. Kini, duka berubah menjadi amarah yang membara. Kian menganggap kami sampah, namun ia tak sadar bahwa kami akan bangkit dari kehancuran ini untuk menuntut balas atas semua penderitaan kami.
Sampul Novel Buku Harian Seorang Pengacara Muda
8.3
Edward Cicero adalah pemuda ambisius yang sedang menempuh pendidikan demi menjadi pengacara profesional. Namun, langkahnya di sekolah hukum langsung diuji saat ia harus menangani kasus perdana melawan perusahaan asuransi raksasa. Edward kini terjebak dalam dilema moral yang berbahaya. Ia wajib memenangkan gugatan itu dengan segala cara, termasuk menempuh jalur kriminal, atau ia akan menghadapi konsekuensi pahit berupa pengusiran dari kampusnya.
Sampul Novel Calamity Of Love
9.4
Camilio Danielle Osvaldo adalah jenius ber-IQ 150 dengan prestasi militer gemilang. Namun, patah hati mendalam akibat ditinggal wanita tercinta mengubah hidupnya. Mike, petinggi Black Nostra, mengajaknya bergabung ke sindikat mafia global tersebut. Meski awalnya menolak karena nurani, Camilio akhirnya luluh setelah melihat solidaritas luar biasa di sana. Di balik aksi kriminal, ia menemukan kehangatan keluarga yang tak terduga dalam kelompok tersebut.
Sampul Novel Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
8.8
Setelah sekian lama pergi, sang jagoan tangguh bernama Xion akhirnya kembali dengan satu misi besar: menuntaskan segala dendam masa lalu dan membalas budi baik orang-orang yang pernah membantunya. Langkah pertamanya membawanya menjadi sosok pelindung di balik bayang-bayang seorang CEO wanita yang sangat cantik. Xion rela mengabdikan dirinya sebagai pengawal pribadi demi menjaga sang wanita, menghadapi rintangan berbahaya dalam dunia modern yang penuh intrik dan perebutan kekuasaan demi menegakkan keadilan pribadinya.
Sampul Novel Dimanja Suami Psikopat
8.8
Menikah dengan pria penderita sindrom XYY membuat hidupku penuh obsesi. Setelah dipaksa menikah melalui ancaman, suamiku yang miliarder memasang cip pelacak di tubuhku, namun ia juga sangat memanjakanku tanpa ragu menyingkirkan siapa pun yang menggangguku, termasuk keluarganya sendiri. Demi mendapatkan bayi yang sehat, ia bahkan mendanai teknologi medis khusus. Namun, saat kehamilanku terwujud, ibu mertuaku memfitnahku berselingkuh dan menyiksaku hingga sekarat tepat sebelum suamiku tiba.
Sampul Novel Mantan Istriku yang Penurut Adalah Seorang Bos Rahasia?!
9.4
Tiga tahun Emilia mengabdi sebagai istri penurut Brandon berakhir sia-sia demi wanita lain. Namun, setelah bercerai, ia muncul kembali sebagai sosok tangguh yang jauh berbeda. Brandon terkejut saat mengetahui identitas rahasia Emilia sebagai peretas, dokter, hingga pembalap. Saat pria itu berusaha mengejarnya kembali, Emilia justru menikmati kebebasan dan menunjukkan keahliannya yang tak terbatas. Kini, Brandon harus menghadapi kenyataan bahwa mantan istrinya adalah bos rahasia.