Sampul Novel Tiga Gadis Bar-Bar ( Jatuh cinta)

Tiga Gadis Bar-Bar ( Jatuh cinta)

8.3 / 10.0
Dalam romance novel Tiga Gadis Bar-Bar ( Jatuh cinta), Ara, Kinan, dan Yasmin melarikan diri demi menghindari perjodohan. Menyamar dan bekerja keras di kota modern, mereka justru terjebak perasaan pada pria yang seharusnya mereka hindari. Baca kisah seru mereka di web novel ini.
Ringkasan Tiga Gadis Bar-Bar ( Jatuh cinta)
Ara, Kinan, dan Yasmin adalah kakak beradik dengan kepribadian unik yang terkejut saat dijodohkan orang tua mereka. Enggan menuruti kemauan tersebut, ketiganya nekat kabur dan menyamar demi memulai hidup baru secara mandiri. Namun, takdir justru mempertemukan mereka dengan pria-pria yang seharusnya menjadi calon suami mereka tanpa disadari. Akankah identitas asli mereka terbongkar, dan bagaimana nasib cinta mereka saat kebenaran akhirnya terungkap?
Baca Selengkapnya

Tiga Gadis Bar-Bar ( Jatuh cinta) Bab 1

Pagi itu di kediaman keluarga Pratama terlihat Mom Jia sedang membuat sarapan untuk suami dan ketiga putrinya.

Terlihat juga Daddy Heri dan Ara sedang mengobrol sambil minum kopi dan teh. Namun, tak lama terlihat Kinan yang baru saja tiba di ruang makan.

"Morning, gaes!" sapa Kinan.

"Morning to!" jawab semua orang secara bersamaan.

"Tumben sudah bangun," ucap Mom Jia.

"Tadi malam aku tidak bergadang Mom, lagian hari ini aku kan sudah masuk kerja lagi," ucap Kinan sambil duduk di samping Daddynya.

"Apa kamu sudah tidak demam lagi?" tanya Ara.

"Sudah tidak," ucap Kinan singkat.

"Kinan, adek bungsumu di mana. Apa belum bangun?" tanya Daddy.

"Entahlah, bukankah tadi malam Yasmin tidur di kamarnya sendiri," jawab Kinan kemudian menyeruput teh milik kakaknya Ara.

"Hei, kau meminum teh milikku," ucap Ara.

"Yaelah, aku cuma minum dikit aja," ucap Kinan sambil terkekeh.

"Sudah-sudah, Ara coba kamu bangunkan adik bungsumu itu," sela Daddy Heri.

"Yes, Dad," ucap Ara.

Ara meninggalkan meja makan menuju kamar adek bungsunya. Sudah menjadi kebiasaan Yasmin yang suka bangun terlambat dari anggota keluarga yang lainnya. Entah karena faktor suka begadang atau memang sulit bangun sendiri.

"Huft, adek satu ini emang suka banget minta diteror, ya! Lihat aja kalo nggak bangun-bangun, aku ceburin kolam renang baru tau rasa tuh," gerutu Ara Meski begitu, Ara sangat menyayangi adek bungsunya itu.

Sampailah di depan kamar si bungsu.

"Dek! Bangun!" Seru Ara.

"Yasmin! Bangun!" seraya mengetuk pintu kamar berulang kali, tetapi tak ada hasil.

Ara memutar hendel pintu, "aku kira dikunci, tau gitu tadi nggak perlu gedor-gedor. Buang-buang tenaga aja."

Ara berjalan masuk ke kamar adeknya, dan sesuai dugaannya. Si bungsu tak berkutik sedikitpun mendengar ketukan pintu tadi, malah terlihat sangat nyenyak di dalam gulungan selimut.

"Ya Salam, Kak Ara getok lama-lama nih. Tangan udah mau memar ketuk pintu, dia malah anteng. Awas ya, aku jahilin kau." Otak jahil tiba-tiba muncul dalam pikiran Ara. Dia mengambil spidol dan sedikit mengukir wajah cantik adeknya.

"Dududu, adeknya siapa sih, masih tidur aja kelihatan cantik! Oke beraksi," Ara tertawa dalam hati.

"Yasmin, bangun!" teriak Ara.

"Dek, Bangun ih. Jangan kebo dong." Ara berusaha membangunkan Yasmin, tetapi Yasmin tak mendengar teriakan sang Kakak.

"Yasmin, Bangun! Kita mau jajan," teriak Ara di telinga Yasmin.

"Yasmin, Jajan yok! Kalo nggak mau yaudah," Sontak saja Yasmin

membelalakkan matanya, dia tak mau ditinggal pergi jalan-jalan, apalagi soal makanan.

"Kak Ara, Yasmin ikut." Yasmin teriak seraya bangkit dari tempat tidur tanpa memikirkan keadaannya yang masih memakai piyama tidur dan berlari mengikuti sang Kakak menuju meja makan.

"Kak Araaa, kita mau jajan di mana?" tanya Yasmin yang nyawanya masih tertinggal di alam mimpi.

Semua orang sontak melihat ke arah Yasmin dan tertawa terbahak-bahak kecuali Mom Jia yang malah menghadiahi Yasmin dengan sapu terbang tepat di pantatnya.

"Mom, Dedek salah apa?" tanya Yasmin sambil mengelus pantat malangnya.

"Udah sadar belom anak panda?" tanya Mom Jia.

"Yasmin kangen Ibunya kali Mom," celetuk Kinan yang langsung dipelototi Mom Jia.

Ara yang sebagai pelaku utama langsung memberi Kinan kode untuk memberikan cermin kepada Yasmin yang masih kebingungan.

"Kak Ara!" teriak Yasmin setelah mendapati wajah seekor panda pada pantulan cermin.

Ara dan Kinan tertawa puas melihat wajah si bungsu yang begitu kesal namun tak berani berkutik karena ada Mom Jia dan sapu terbangnya.

"Sudah Kak, kasian Yasmin yang kalian tertawakan, Harusnya kalian buang sekalian ke kolam renang tadi." ucap Mom Jia.

"Daddy,, Mom membullyku," rengek Yasmin.

"Siapa yang membullymu, kamu yang meminta dibully wahai bayi dugong," jawab Mom Jia.

"Kami tidak menertawakan Yasmin, Dad. kamu cuma ketawa saja melihat anak dugong sedang merengek-rengek," sela Kinan lalu tertawa terbahak-bahak.

"Iya, kami cuma ketawa saja Dad. Lagian siapa suruh tidurnya kayak kebo, dipanggil dan digedor tidak bangun-bangun, giliran di teriakin jajan langsung melek," sahut Ara kemudian tertawa.

Yasmin memberengut karena sudah sekian kalinya dia dikerjain dengan kedua kakaknya yang tidak punya akhlak itu.

"Diam kalian! Ara, Kinan cepat lanjutkan sarapan dan kau anak dugong, cepat mandi Mom kasih waktu 20 menit dari sekarang," ucap Mom Jia yang sudah frustasi melihat tingkah ketiga putrinya.

Sedangkan Daddy Heri hanya terkekeh melihat istrinya yang kualahan menghadapi tingkah putrinya.

"Darling, kamu harus banyakin sabar. Mereka masih terlalu muda jadi jangan marahin mereka," ucap Daddy Heri sambil memeluk istrinya dari belakang.

Ara dan Kinan memutar bola mata malasnya, mereka sudah tidak kaget lagi melihat keromantisan kedua orang tuanya, jadi mereka bersikap biasa saja.

"Sudahlah, Kinan. Lanjutkan saja sarapanmu sebelum Mom melayangkan sapu terbang lagi," ucap Ara saat tak sengaja melihat Kinan masih melihat kemesraan kedua orang tuanya.

"Yes, Kak." Kinan melanjutkan makannya, sebab dia tak ingin kena amuk Momnya lagi.

Delapan belas menit kemudian, Yasmin tengah terburu-buru berjalan ke arah meja makan. Dengan tangannya yang terlihat susah membawa barang-barangnya. Mulai dari buku, tas, dan sepatunya. Dia takut terlambat, sebab Momnya tak pernah main-main dengan ucapannya. Bisa-bisa dipotong uang jajannya nanti kalau sampai lebih dari dua puluh menit.

Ara yang tengah meminum air pun tersedak melihat kelakuan adek bungsunya. Dia hanya geleng-geleng kepala.

"Astaga, Yasmin. Kau kenapa?" tanya Kinan seraya tertawa.

"Kak Kinan nggak usah ketawa," ketus Yasmin.

"Sayang kalo nggak diketawain. Iya, 'kan Kak Ara?" ucap Kinan, diangguki oleh Kak Ara.

Yasmin hanya mendengus, "heran punya Kakak dua-duanya seneng banget lihat adeknya yang unyu ini menderita," gerutu Yasmin.

"Mom,," rengek Yasmin ketika ditertawakan kedua kakaknya.

"Sudahlah, makan sarapanmu. Mau Mom potong uang jajanmu," ancam Mom Jia.

"Ishh, jangan Mom. Yaudah Dedek makan dulu," ucap Yasmin.

Kinan menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya.

" Yasmin, nanti kamu berangkat kuliah diantar sama Kak Kinan ya," ucap Mom Jia.

"Kok aku, Mom." ucap Kinan lalu menatap adiknya sedangkan Yasmin malah menjulurkan lidahnya dengan tatapan mengejek.

"Tentu sama kamu, tidak mungkin kan Mom nyuruh sammer untuk nganterin adik kamu," ucap Mom Jia.

"Tapi, Mom-" ucapan Kinan terhenti.

"Sudahlah, Kinan. Antarkan saja kalau kamu masih mau aman." sahut Ara sambil tersenyum bahagia.

Kinan mendengus kesal, lalu mereka pun pamit untuk berangkat kerja dan kuliah, tak lupa mereka mencium tangan kedua orang tuanya.

"Ara, kamu jangan lembur. Nanti malam Daddy ingin membicarakan sesuatu dengan kamu dan kedua adikmu," ucap Daddy Heri.

"Yes, Dad," ucap Ara lalu ia pun pamit untuk berangkat ke kantor.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tiga Gadis Bar-Bar ( Jatuh cinta)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dijebak Dipelaminan
8.2
Adeline Vyantara tak menyangka kehadirannya sebagai tamu justru berakhir di pelaminan. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Alaric Mahendra, pewaris yang merasa dijebak oleh intrik keluarganya sendiri. Meski awalnya ingin membatalkan pernikahan, Alaric tertahan oleh aksi berani Adeline demi menjaga martabat keluarga. Kini mereka terjebak dalam pernikahan dingin penuh aturan ketat. Di tengah kebencian dan rahasia masa lalu, benih cinta mulai tumbuh tanpa kendali.
Sampul Novel Hot Love - Gairah cinta sesama wanita
7.8
Kara, mantan karyuki yang kini kaya raya, menjadi incaran FBI setelah suaminya tewas dalam kecelakaan pesawat di New York. Pimpinan FBI, Carlos, mencurigai Kara sebagai dalang teror tersebut. Di tengah penyelidikan, Kara menjalin cinta terlarang dengan notarisnya, Rose, dan mengaku telah menyabotase pesawat itu karena dendam. Rose meminta bantuan pengacara hebat, Rebeca, yang justru turut jatuh hati pada Kara. Kini, mampukah Rebeca melindungi kekasihnya dari ancaman hukuman mati?
Sampul Novel Jatuh Padamu
8.2
Andreas Pramoedya menjadi sosok yang makin dingin dan tertutup sejak kematian tragis istrinya, Namira. Peristiwa memilukan itu memperkuat keyakinannya bahwa ia memang ditakdirkan untuk ditinggalkan. Namun, pertahanannya goyah saat Serena Amerta hadir dan menyusup ke hatinya. Meski gairah panas membara setiap kali mereka bersentuhan, Andreas bersikeras menutup diri. Ia takut kembali terkecoh oleh perasaan yang berujung pada luka abadi yang perlahan akan membunuhnya.
Sampul Novel Kudapatkan Yang Lebih Baik Darimu
8.3
Kebahagiaan rumah tangga Nadhira dan Alfahri mulai retak sejak kedatangan Ibu Sita. Sang mertua yang tidak menyukai latar belakang Nadhira yang miskin terus menghasut putranya agar mencari istri baru, terutama karena mereka belum memiliki anak. Tekanan tersebut akhirnya membuat Fahri goyah dan berkhianat. Di tengah badai konflik keluarga dan campur tangan mertua yang toksik, Nadhira harus menghadapi kenyataan pahit perceraian yang mengubah hidupnya selamanya.
Sampul Novel Sayang, Aku Minta Maaf
9.6
Saat sang suami sibuk bekerja lembur di luar, sang istri terpaksa harus tinggal berdua saja dengan adik iparnya di dalam rumah. Keadaan hunian yang sepi justru menjadi awal dari petaka yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Pada suatu malam, sang adik ipar datang membawakannya segelas susu. Tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun, ia meminumnya, hingga akhirnya sang adik ipar tega memanfaatkan situasi tersebut untuk menggagahinya.
Sampul Novel The Syndrome: Diperkosa Setan
9.0
Sintia yang gemar menikmati gemerlap dunia malam tidak pernah menyadari bahaya besar yang mengintai. Seorang iblis keji telah menargetkannya, lalu menculik Sintia ke pedalaman hutan yang terpencil. Di sana, ia harus mengalami penderitaan luar biasa akibat penyiksaan dan pemerkosaan yang merendahkan martabatnya. Siapakah sosok pria iblis tersebut sebenarnya? Mampukah Sintia meloloskan diri dari cengkeraman hutan belantara yang mencekam itu?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan