Sampul Novel Kesemptan Kedua Juna

Kesemptan Kedua Juna

8.9 / 10.0
Dalam novel modern Kesemptan Kedua Juna, Juna menghadapi kenyataan pahit pasca perceraian saat Dara menyelamatkannya dari maut. Tragedi ini mengungkap identitas misterius D'SecretAdmirer. Simak kisah penuh rahasia ini di webnovel kami sebagai pilihan romance novel terbaik Anda.
Ringkasan Kesemptan Kedua Juna
Penyesalan mendalam menghantui Juna tepat setelah sidang perceraiannya selesai. Dalam sebuah insiden tragis, Dara justru mengorbankan diri demi menyelamatkan nyawa Juna dari maut. Peristiwa memilukan ini menjadi awal terungkapnya berbagai rahasia besar yang selama ini tersembunyi rapat. Juna akhirnya mengetahui identitas asli di balik nama pena D'SecretAdmirer, sosok misterius yang selalu mengiriminya puisi cinta selama ini. Kini, kebenaran mulai terkuak.
Baca Selengkapnya

Kesemptan Kedua Juna Bab 1

Bugh

Dara berhenti melangkah, ia memejamkan mata saat satu buah kotak tisu melayang ke kepalanya. Ia menghela nafas, meletakkan belanjaannya sejenak di atas lantai dan meraih kotak tisu yang tadi dilempar oleh Juna.

“Bukannya sudah kukatakan untuk tak menyentuh barang-barangku, kau tuli? Apa kau tak mengerti maksud dari perkataanku?“ Juna berucap kesal. Ia mengusap wajahnya dengan kasar.

“Maaf, Mas, tadi barang-barang kamu di meja kerja berantakan jadi—”

“Maaf lagi, maaf lagi. Sudah kukatakan kita punya batas, Dara. Berkali-kali juga aku minta kau untuk tak melewatinya barang seinci pun. Tapi, sudah berapa kali aku melihat kau melanggar. Kau melewatinya dan seharusnya kau sadar diri. Aku tak butuh kau membereskan barang-barangku atau bertingkah selayaknya istriku. Kita menikah di atas kontrak asal kau tahu itu!"

Juna menunjuk wajah Dara dengan beringas. Giginya bergemerutukan sembari menahan kesal, urat-urat di lehernya menegang saat ia mengatakan hal itu. Wajahnya memerah dengan pupil mata melebar. Kekesalannya sudah mencapai puncak, tapi dalam kontrak pernikahannya ia sudah berjanji untuk tidak melakukan kekerasan.

Dan itu membuat Juna semakin marah.

Dara hanya menunduk diam tanpa membalas perkataan Juna. Laki-laki itu sangat marah, Dara tahu. Padahal ini hanya masalah sepele. Kebencian Juna padanya membuat setiap hal yang dilakukan Dara adalah sebuah kesalahan.

Tadi pagi Dara menemukan ruang kerja Juna sangat berantakan dan laki-laki itu tidur di sana. Ia hanya ingin membantu, namun Juna tak menerima hal itu padahal Dara tak punya maksud lain.

Ia hanya bisa mengeratkan genggaman pada kaus yang ia pakai. Mendengar semua ucapan Juna dan caci makinya mentah-mentah tanpa berniat membalas.

Dara … sudah terbiasa.

“Sekali lagi aku peringati dirimu Dara! Ini yang terakhir kali, apa kau mengerti?“

“Iya, Mas,” ucap Dara lirih. Setelah itu Juna berjalan melewatinya dan menutup pintu dengan hentakan keras.

Ini hari minggu, seharusnya laki-laki itu libur. Tapi, tanpa bertanya Dara juga tahu ke mana Juna akan pergi. Pasti ke tempat Diandra, kekasih Juna.

Dari awal hubungan ini sudah berlangsung rumit. Ia dan Juna terlibat perjodohan. Laki-laki itu sama sekali tak mencintai Dara. Bahkan mengajukan kontrak pernikahan untuk mengakhirinya dalam dua tahun.

Pernikahan mereka sudah berlangsung selama satu tahun sebelas bulan tiga minggu. Hanya satu minggu lagi waktunya. Awalnya Dara berpikir ia bisa mengambil hati Juna, karena ia menyukai laki-laki itu. Sejak pertama kali bertemu. Tapi, tak semudah itu untuk menaklukan hati batu Juna yang sudah terpaut pada Diandra.

Kini, Dara pikir ia hanya bisa menyerah. Ia tak bisa lagi bertahan untuk cinta yang tak bersambut ini. Lagipula untuk apa? Dari awal ia juga sudah menduga ini akan terjadi.

Segala upaya ia lakukan untuk membuat Juna melihatnya sebagai istri hancur sudah. Juna sama sekali tak mau meliriknya. Bahkan hanya berdekatan dalam jarak satu meter, laki-laki itu langsung memasang wajah tak suka.

Selama dua tahun juga, keduanya tak pernah makan di meja yang sama, atau berada dalam ruangan yang sama dalam waktu yang lama kecuali acara keluarga yang mengharuskan keduanya datang bersamaan.

Salah Dara sedari awal, seharusnya ia tak menerima perjodohan ini.

Dara mengangkat kantung belanjaannya kembali dan berjalan menuju dapur sembari mendongak. Mengahalau air matanya agar tak menetes.

Ini sudah biasa, tak seharusnya ia sesensitif ini.

Dara sudah kehilangan selera untuk memasak. Padahal tadi ia berencana memasak sarapan untuk lelaki itu karena ini hari minggu. Biarlah Bi Dasim saja yang masak nanti. Wanita yang menjadi asisten rumah tangganya itu akan datang jam delapan.

Dara kembali menuju kamar. Duduk di ranjang seraya membuka laci nakas di samping ranjang. Masih tersimpan rapi surat perjanjian pernikahan yang dua tahun lalu ia tanda tangani dengan Juna.

Ada banyak syarat dan peraturan yang laki-laki itu berlakukan untuknya. Salah satunya adalah alasan kenapa Juna marah besar padanya tadi.

***

2 tahun lalu.

Kamar pengantin yang dihiasi banyak kelopak mawar merah itu membuat senyum Dara melebar saat memasukinya. Ia menyentuh ranjang yang terasa lembut di kulit lantas duduk di sana.

Ceklek.

Pintu kamar itu terbuka, Juna muncul dari sana dengan pakaian pengantin dengan warna sama seperti pakaian yang Dara pakai. Melihat Juna mendekat sontak membuat Dara menunduk malu. Ia merasakan ranjang sedikit berderit saat laki-laki itu duduk di sampingnya.

“A—aku ….“

“Tanda tangani ini!“

Perkataan Dara yang belum selesai dipotong cepat oleh Juna. Wanita itu mendongak untuk melihat apa yang Juna inginkan untuk Dara tanda tangani.

Sebuah kertas dengan materai dan tulisan-tulisan tebal di atasnya. Seketika membuat dahi Dara berkerut, menatap Juna tak mengerti. Namun tangannya terulur meraih kertas tersebut.

“Apa ini?“ tanyanya dengan suara pelan.

“Perjanjian pernikahan,” jawab Juna membuat Dara menatap laki-laki itu. “Kau tahu, kan, kita dijodohkan dan aku sama sekali tidak mencintaimu.“ Juna berucap tegas namun terasa menusuk di hati Dara.

Wanita itu membaca satu persatu isi dari surat tersebut yang mampu membuatnya tak habis pikir.

Jangan ikut campur dengan urusan masing-masing.

Jangan jatuh cinta.

Jangan menyentuh barang-barang satu sama lain.

Tidak boleh melanggar batas.

Dara tak bisa meneruskan bacaannya, ia menatap Juna dengan beberapa pertanyaan yang mulai timbul dalam kepalanya.

“Apa maksudmu? Bukankah kita menikah untuk ….“

“Aku punya kekasih bahkan sebelum bertemu denganmu Dara, dan aku sangat mencintainya. Andai Papa tak memaksaku untuk menikah denganmu sudah pasti aku akan menikah dengan kekasihku, kau mengerti?“

Perkataan Juna membuat Dara seperti tersambar petir. Ia terpaku dengan lidah kelu. Menyadari kalau ia tengah berada dalam ambang kehancuran. Lelaki seperti apa yang ada di hadapannya saat ini? Kenapa bisa dengan tega mengucapkan hal-hal yang menyakitkan bahkan di malam pertama pernikahan mereka.

“Kenapa dari awal kau tak mengatakannya? Aku bisa menolak kalau tahu kau sudah punya kekasih,” ucap Dara dengan suara lirih. Mati-matian menahan air matanya agak tidak tumpah.

“Aku menghargai keputusan orang tuaku karena ini hanya pernikahan bisnis. Keluargamu bisa menyelamatkan perusahaan Ayahku.“

“Kau memanfaatkanku?“

“Aku tidak bilang begitu, keluarga kita sama-sama diuntungkan. Ingat! Selain status pernikahan aku tak mengambil apa-apa darimu. Aku tak akan menyentuhmu dan kau bisa hidup dengan bebas tanpa memikirkan status pernikahanmu begitu juga denganku. Hanya dua tahun dan kita akan cerai setelah itu.“

“Juna! Kau …. " Dara memejam, menahan perih di dada. "Kau tahu kata-katamu ini sungguh menyakitkan?“

“Terserah, lagipula semuanya sudah terjadi. Kau mau mengelak? Mau berpisah denganku sekarang? Orang tuamu pasti akan sangat terpukul saat tahu anaknya yang baru saja menikah telah bercerai hanya dalam waktu beberapa jam.“

Dara terbelalak, tak disangkanya dengan wajah manis itu Juna berhasil membuatnya kehabisan kata-kata.

“Sadarlah Juna, kau sedang mempermainkan pernikahan. Apa kau tidak takut?“ Mata Dara memerah dengan bulir bening menghiasi sudut mata.

“Dari awal aku tak pernah menganggap ini pernikahan. Apa kau menganggapnya begitu? Kita hanya dua orang asing yang bersatu dengan satu tujuan. Kuharap kau mengerti apa yang kumaksud.“

Setelah mengatakan hal itu Juna bangkit dari sisi Dara dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar.

Sementara Dara lagi-lagi terpekur menatap isi perjanjian yang memakan waktu selama dua tahun itu dengan hati terluka.

Wanita mana yang tidak sedih saat hal yang ia damba-dambakan akan bersanding dengan pria yang ia cintai ujungnya malah berakhir dengan fakta menyakitkan seperti ini?

Apalagi Juna mengakui kalau ia sudah punya kekasih sebelum menikah dengan Dara. Bukankah laki-laki itu sangat brengsek. Dia hanya memanfaatkan Dara saja.

Padahal … padahal Juna tak pernah tahu kalau Dara begitu menyukainya.

Sekarang keputusan ada di tangan Dara. Bertahan dengan luka menganga ini atau mengakhiri dengan perpisahan yang berujung membuat malu keluarga.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kesemptan Kedua Juna

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku
9.4
Setelah bertahun-tahun mengorbankan seluruh hidupnya demi Ricardo dan putri mereka sebagai ibu rumah tangga, wanita ini harus menghadapi kenyataan pahit. Kembalinya mantan kekasih sang suami yang baru bercerai mengubah segalanya secara drastis. Sikap Ricardo mendingin, sementara sang anak justru memperlakukannya layaknya pelayan. Dengan hati yang hancur, ia memilih menandatangani surat cerai, melepas haknya, dan pergi jauh. Namun kini, setelah ia menghilang, penyesalan mendalam justru datang menghampiri mereka.
Sampul Novel Gadis Ternoda
8.1
Diana terjerumus dalam jebakan sahabatnya hingga dijual kepada pria asing. Insiden satu malam itu berakhir dengan kehamilan tak terduga. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukannya kembali dengan ayah biologis anaknya. Namun, situasi menjadi rumit saat ia menyadari pria itu adalah kekasih sepupunya sendiri. Akankah Diana berani mengungkap rahasia tentang buah hati mereka, atau memilih bungkam demi menjaga perasaan keluarganya?
Sampul Novel Gairah Suamiku (Jangan Salahkan Aku Selingkuh)
8.4
Ayana tidak habis pikir mengapa Dindar, suaminya, kerap bersikap kasar dan ringan tangan hanya karena masalah sepele. Setiap kali Ayana tidak sengaja mendesah saat mereka berhubungan intim, Dindar akan langsung naik pitam dan menyakitinya secara fisik. Ayana merasa perlakuan tersebut sangat tidak wajar bagi pasangan suami istri. Namun, di balik keanehan gairah dan sikap temperamental suaminya itu, ternyata Dindar menyimpan sebuah rahasia besar yang tersembunyi.
Sampul Novel Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
9.7
Sepuluh tahun pernikahan dengan Pradipa hanya menyisakan luka pedih karena ia masih terobsesi pada cinta pertamanya. Puncaknya, Pradipa tega memaksaku mendonorkan darah demi wanita itu. Di ambang maut, sebuah penglihatan masa lalu mengungkap dosa besarku yang telah menghancurkan Adam, pria tulus yang mencintaiku. Kini aku terbangun dengan kesempatan kedua. Aku bertekad melepaskan Pradipa dan menebus kesalahan demi menemukan kedamaian sejati.
Sampul Novel SUAMI TIGA RANJANG
8.5
Sebastian Narendra Gunawan, pengusaha mebel dan pecinta balap mobil, sudah memiliki dua istri cantik yang mempesona. Namun, pertemuan tak sengaja dengan seorang umbrella girl saat menemani klien bisnis mengubah segalanya. Sebastian terobsesi dan ingin menikah lagi untuk ketiga kalinya. Akankah kedua istrinya menerima kehadiran madu baru dalam rumah tangga mereka, atau justru bersatu melakukan pemberontakan demi menggagalkan ambisi sang suami?
Sampul Novel THE MAFIA: MARIJUANA
8.4
Daphne Madison haus akan balas dendam setelah Edgar David Ruthen membunuh kembarannya. Demi menghancurkan Edgar, ia nekat mendatangi Casillas Rodriguez dan menawarkan diri menjadi agen ganda. Meski awalnya ditodong pistol, Casillas luluh saat Daphne menyerahkan segalanya, termasuk tubuhnya, demi perlindungan. Rencana cerdik pun dimulai, namun keduanya justru terjebak dalam obsesi berbahaya. Casillas tak ingin melepaskan Daphne, meski cinta itu terasa salah bagi mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan