Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Power of Mita

The Power of Mita

Mita terjebak dalam situasi rumit saat harus berpura-pura menjadi paranormal gadungan. Tugasnya kian berat ketika ia diminta menggantikan seorang gadis untuk berkencan dengan pria yang sangat menawan. Namun, kejutan besar menantinya karena pria tersebut ternyata adalah mantan kekasihnya yang kini telah menjalani operasi wajah. Akankah Mita berhasil melarikan diri dari jeratan masa lalunya yang penuh rahasia ini? Simak kisah romansa misteri khusus dewasa.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mita menemui sahabatnya yang tengah nongkrong di pos ronda, dia memang tinggal sebatang kara, orangtuanya pergi ke kota dan sudah bertahun-tahun tidak pulang. Awalnya Mita tinggal bersama Ibunya, berhubung ibunya menikah lagi, Mita tinggal sendiri, cari uang sendiri, dan hidup sendiri. Ngeri ....

"Bro! Ada misi baru, nih!" seru Mita, pada Achsen, Bredy dan Yunita.

"Misi apa?" tanya Achsen, dengan gayanya yang somplak.

"Memutuskan hubungan orang," jawab Mita tanpa basa-basi.

"Eh! Gak baik itu ... memutuskan hubungan orang," protes Yunita, tidak suka.

"Ada uangnya tidak?" tanya Bredy, langsung pada intinya. Meski seorang Dokter, pikirannya hanya ada uang.

"Apa pernah seorang Mita menolong orang secara cuma-cuma?! Tentu saja ada. Sekarang! Aku tanya pada kalian, khususnya Bredy dan Achsen. Wanita cantik menurut kalian itu seperti apa?" tanya Mita menatap keduanya. Bredy dan Achsen tampak sibuk dengan pikirannya.

"Kalau menurutku, sih. Wanita cantik itu bisa dilihat dari kakinya, kalau kakinya bersih otomatis itunya bersih. Kalau itunya bersih lelaki jadi suka dan betah," jawab Bredy, membuat Ahcsen tertawa.

"Yakin?!" Achsen semakin gencar mengoloknya.

"Yakin-lah! Ingat! Aku seorang Dokter," sahut Bredy, menggerutu.

"Baiklah! Lihat bencong di sana! Dia kakinya bersih, loh. Godain gih!" perintah Achsen kali ini bukan hanya dia yang tertawa, melainkan Mita dan Yunita juga.

"Hai, Mas Bred ... godain ekke, ih ... ganteng deh," seru mbak setengah pria, genit menatap Bredy.

"Dasar, Kalian! Dia bukan wanita tahu! Tapi makhluk unik," Bredy semakin kesal dan memerah mukanya, kalau soal pendapat, dia memang kekeh dengan ucapannya.

"Eh! Ngomong-ngomong, kakimu buluk, Mit. Apa jangan-jangan punyamu bau?" tanya Achsen, kali ini ganti menggoda Mita, wanita yang biasanya tenang kini jadi kesal gara-gara sahabatnya.

"Enak aja, aku setiap hari membersihkannya dengan ramuan Manjamanuk, tak cukup dengan itu aku bilas dengan ramuan Manjamani, keren deh! Cobain gih!" balas Mita, geram menatap Achsen.

"Kalian ngomong apa, sih?! Sudah deh," Yunita berusaha melerai tapi gagal.

"Jadi tidak bau, dong?" timpal Bredy, ikutan ingin tahu.

"Sedikit bau, sih, mau cium?!" tantang Mita, kesal menatap Achsen dan Bredy.

"Jangan!! Nanti mereka pingsan!" seru Yunita, dan mereka semua tertawa di tengah kegelapan malam.

Maklum, Mita menutup ruangan ramalnya sekitar jam sembilan malam dan setelah pulang, langsung menemui sahabatnya atau team-nya.

"Sudah cukup, kembali pada masalahnya. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Yunita, menyudahi candaan mereka.

"Aku masih butuh informasi, selain kakinya bersih, terus apalagi?!" tanya Mita, pada Bredy dan Achsen.

"Wanita cantik itu menurutku rambutnya juga tidak berantakan, baunya wangi dan dandanannya sopan. Kalau seksi, mending langsung kutindih saja!" Achsen menjelaskan sambil membayangkan tubuh Monalisa, artis bokep yang sering ditontonnya. Mita pernah diberitahu oleh Achsen tapi langsung ditoyor oleh Bredy, katanya, biarkan Mita bersih dari pikiran kotornya.

"Baiklah, Achsen. Kau carilah bunga bangkai! Bawa padaku dan cepatlah! Rencananya dilakukan besok. Sementara kau Bredy, cari sesuatu yang bisa membuat kaki tampak kotor, aku ingin pria yang akan dijodohkan dengan Mexca membatalkan niatnya. Dan ... Yunita, Kita cari baju seksi," intruksi Mita pada semua temannya. Mereka langsung bergegas menyelesaikan tugasnya.

Esoknya, Mita kembali membuka ruangan ramalnya dan wanita bernama Mexca kembali menemuinya. Rupanya untuk berpisah dengan Samuel besar terlihat dari keseriusan niatnya, dengan tenang Mita menemuinya.

"Bagaimana?! Kau jadi membantuku?!" tanya Mexca harap-harap cemas menanti jawaban Mita.

"Tentu saja, semua sudah disiapkan. Tentukan saja harganya," perintah Mita, memang tidak bisa basa-basi orangnya.

"Ini ada lima juta. Kalau kau berhasil akan aku tambah lagi," ucap Mexca, membuat Mita membelalakkan kedua matanya tidak percaya.

"Ini banyak sekali! Apa dia begitu sulit?!" seru Mita, biasanya tamu dengan bayaran tinggi tidak main-main dengan urusannya.

"Sangat sulit! Samuel sangat kaya orangnya, dia juga selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, kalau kau berhasil, jangankan lima juta, aku rela membayarmu berkali-kali lipat," ucap Mexca, sungguh membuat Mita dilema. Apa dia harus membantunya?!

"Tapi ... jika gagal bagaimana?" lirih Mita, sedikit gemetar tangannya.

"Tidak masalah, aku tidak akan menuntutmu, dan uang ini akan tetap menjadi milikmu. Tapi Aku mohon, Mita. Kau harus berhasil, demi hubunganku dengan pria pilihanku," pinta Mexca, memelas.

"Aku tidak berani jamin. Tapi akan tetap berusaha, nanti malam temui, Aku. Kau harus menuruti apa perintahku. Aku akan menggoda Samuel tepat di depan matamu, Kau nanti harus pura-pura marah dan tidak mau dijodohkan dengannya, sementara teamku, mereka akan membantuku dari jarak jauh."

"Oh ya?! Siapa saja mereka?!" tanya Mexca, berantusias.

"Guys!! Keluarlah!" perintah Mita pada semua sahabatnya. Achsen, Bredy dan Yunita langsung menampakkan wajahnya.

"Hai," sapa Achsen pada Mexca, tingkah genitnya tidak hilang juga. "Aku Ahcsen, biasa dipanggil, Ach--" desah Achsen membuat Mita menutup muka, sangat malu punya teman seperti dia, tapi karenanya Mita tidak kesepian, andai tidak ada mereka, Mita pasti akan sengsara karna ditinggal orangtua, berhubung mereka ada, Mita sangat bahagia, itulah sebabnya Mita menjaga baik hubungannya dengan para sahabat. Ada rezeki dibagi-bagi, ada yang kesusahan dibantu, dan jika ada yang kesulitan ... dilawan bersama-sama.

"Achsen nanti akan merekam adegan saat Aku merayu Samuel di depanmu, sementara Kau, tetaplah dengan sikapmu, pura-pura merana dan kecewa. Dengan begitu, kau bisa menunjukkan video tidak senonohku itu ke ayahmu, biarkan ayahmu tahu," jelasku membuat Mexca menggangguk puas.

"Hai ... Aku, Mexca," ucap Mexca, tersenyum menatap Achsen.

"Aku, Bredy. Biasa dipanggil, Bred," ucap Bredy, memperkenalkan diri, tabiatnya masih sama, datar ....

"Dia yang akan memberitahu media jika Samuel macam-macam. Dengan begitu, Samuel akan menyerah dan tidak jadi menikah denganmu. Ingat, video saat bermesraan denganku ada di tangan Achsen. Sedikit rumit memang, tapi kami penuh pertimbangan," jelas Mita, menunjukkan rencananya. Mexca tampak puas dengan hasilnya.

"Aku, Yunita, semoga bisa berkawan baik," ucap Yunita, menjabat tangan Mexca. Yunita adalah orang kaya, dia melakukan semua ini demi menghibur hatinya sendiri, kalau mau, dia bisa foya-foya dan hidup enak dengan orang kalangan atas, berhubung dia suka kesederhanaan, dia membantu Mita dan All team.

"Senang berkenalan dengan kalian, kuharap kalian bisa membantu Mita untuk memutuskan hubungan perjodohanku dengan Samuel," ucap Mexca, setelah membahas tentang rencananya, dia pulang.

"Apa kau yakin dengan rencana kita, Mit?" tanya Yunita, dia selalu memikirkan dampak dari rencana sahabatnya.

"Sebenarnya beresiko, Yun. Tapi berhubung kita butuh uang, rasa takut harus kita lawan," tekan Mita, tidak mau diganggu-gugat.

"Kita?! Kamu aja kali, Mit. Aku seorang Dokter, Yunita seorang pengusaha, sementara Achsen ... meskipun pengangguran Aku yakin dia bisa dapat kerja lebih baik dari ini, sementara, Kau-- kenapa Kau tidak menerima pertolongann kami? Kerjalah sama kami, jangan menipu seperti ini," ucap Bredy, sifat pedulinya kembali datang. Kalau sudah cuek, sahabatnya sekarat pun dia tertawa, dasar!

"Kau tahu, kan? Aku tidak suka dikasihani, selama masih bisa mandiri, kenapa menyusahkan teman?" Mita kekeh pada keputusannya.

"Terus! Kau pikir ini tidak menyusahkan teman?!" tekan Yunita membuat Mita tertawa.

"Astagaaa! Dikit doang. Sabar ya," Mita mengakhiri ucapannya dan menyiapkan rencana buat besok.

Merayu calon Mexca, Samuel.

Apakah berhasil?!

Hem ....

***

TBC.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan pengkhianatan suaminya, Adrian Carter, yang berselingkuh di mobilnya sendiri. Bukannya menyesal, Adrian justru menghina pernikahan kontrak mereka. Grace pun membalas dengan tegas: membekukan bisnis miliaran dolarnya dan menceraikannya di depan publik. Meski Adrian berlutut memohon kesempatan kedua, Grace tetap pergi membawa putranya, Ethan. Ia melangkah maju dengan pria lain tanpa menoleh pada masa lalu yang telah tercemar.
Sampul Novel Anak Yang Terbuang
9.7
Farhan tumbuh besar tanpa mengenal orang tuanya dan hanya diasuh sang nenek. Setelah neneknya wafat, ia merantau ke Jakarta demi bertahan hidup sekaligus mencari keberadaan ayahnya yang misterius. Tak disangka, Farhan bekerja sebagai sopir bagi seorang wanita cantik yang merupakan ibu tirinya. Tanpa menyadari ikatan keluarga tersebut, sebuah insiden terjadi di antara mereka hingga memicu kehamilan. Kini, rahasia besar membayangi hubungan rumit mereka di masa depan.
Sampul Novel Bukan Wanita Biasa
8.6
Madina kembali bertemu Adnan, mantan suami yang mengusirnya akibat fitnah perselingkuhan. Setelah tiga tahun bertahan hidup sebagai buruh kasar karena ijazahnya dirusak, Madina kini ditawari rujuk. Adnan terobsesi mengambil kembali putra mereka demi warisan keluarga, meski dulu ia menelantarkannya. Di tengah trauma dan kehadiran pria lain yang tulus, Adnan berusaha membersihkan nama Madina. Akankah Madina luluh atau memilih bangkit dari luka masa lalu?
Sampul Novel MANTAN NARAPIDANA ITU SUAMIKU
8.5
Kehidupan Shara hancur saat ayahnya terlilit utang riba yang mustahil dilunasi. Tanpa diduga, seorang mantan narapidana misterius melunasi beban itu, namun ia menuntut Shara menjadi istrinya sebagai imbalan. Terjebak dalam pernikahan paksa dengan pria asing yang penuh rahasia dan kekuatan gelap, Shara merasa dunianya dijual. Kini ia harus memilih: tunduk pada takdir pahit ini atau mempertaruhkan segalanya demi melawan pria yang kini menjadi suaminya itu.
Sampul Novel Marrying With CEO
9.3
Syafa Sidqyah adalah sekretaris muslimah yang menyimpan banyak misteri di balik paras cantiknya. Kehidupan tenangnya di perusahaan Devan Putra Pramana mendadak berubah saat sosok penuh dendam muncul untuk menghancurkannya. Di tengah ancaman dan rahasia yang mulai terungkap, Syafa justru terjebak dalam pernikahan mendadak dengan bosnya sendiri. Bagaimana takdir menyeretnya ke dalam ikatan ini? Simak kisah pelik antara rahasia masa lalu dan ambisi sang CEO.
Sampul Novel Mendadak Kaya
8.4
Pasca kehilangan pekerjaan, seorang gadis berlesung pipi mendapat tawaran tak terduga yang mengubah nasibnya. Ia diminta berkencan satu malam di rumah seorang pria misterius dengan imbalan fantastis sebesar seratus juta rupiah. Sang pria menjamin bahwa agenda mereka hanyalah makan malam bersama tanpa ada tuntutan lainnya. Bak rezeki nomplok di tengah kesulitan, ia pun menyadari bahwa roda kehidupan memang berputar dengan sangat tidak terduga.