Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Power of Mita

The Power of Mita

Mita terjebak dalam situasi rumit saat harus berpura-pura menjadi paranormal gadungan. Tugasnya kian berat ketika ia diminta menggantikan seorang gadis untuk berkencan dengan pria yang sangat menawan. Namun, kejutan besar menantinya karena pria tersebut ternyata adalah mantan kekasihnya yang kini telah menjalani operasi wajah. Akankah Mita berhasil melarikan diri dari jeratan masa lalunya yang penuh rahasia ini? Simak kisah romansa misteri khusus dewasa.
Bab
Bagikan

Bab 3

Mexca datang tepat jam tujuh malam, Mita sudah siap dengan peralatannya, termasuk teamnya, mereka semua sudah kumpul. "Bagaimana? Apa yang harus aku lakukan?" tanya Mexca, kebingungan.

"Ganti bajumu," perintah Mita, membuat Mexca semakin kebingungan menatapnya.

"Kenapa harus ganti baju? Ini bagus," protes Mexca, menyentuh gaun yang dipakainya.

"Ini terlalu sopan, pria sangat suka wanita dengan pakaian sopan. Hanya pria yang matanya jelalatan saja suka dengan pakaian terbuka. Pakailah! Aku juga akan pakai, cuma punyaku warna merah agar kelihatan lebih berani dan nakal. Aaaarrrr," Mita berusaha menjelaskan.

"Baiklah, aku menuruti semua perintahmu, yang pasti, buat Samuel benci padaku," pinta Mexca, menaruh harapan besar pada Mita.

"Tentu saja," Mita dengan percaya diri menganggukkan kepalanya.

Setelah ganti baju, Mexca tampak kelihatan seksi daripada yang tadi, bagian atas dadanya terlihat, pahanya yang mulus juga lebih banyak terekpos, dengan cepat Mita mengoleskan krim yang diberikan oleh Bredy agar kaki Mexca terlihat tampak dekil dan kotor.

"Kenapa harus pakai ini?" tanya Mexca lagi, tidak mengerti.

"Kata Bredy, cowok kalau lihat kaki cewek kotor itu mengganggap anunya tidak bersih. Jadi kau harus pakai ini, mengerti?!" Mita menjawab pertanyaan Mexca.

"Oh, ok. Baiklah," ucap Mexca, diam saja diapakan oleh Mita.

"Achsen!" seru Mita, memanggil sahabatnya.

"Iya," Achsen langsung menjawab panggilannya.

"Apa bunga bangkainya sudah dapat?" tanya Mita, setelah Achsen masuk ke ruangan ramalnya. Sejak tadi Bredy, Achsen dan Yunita menunggu di luar ruangan ramal.

"Tidak! Kau lupa, ya?! Bunga bangkai dilindungi pemerintah, tahu!!" jawab Achsen, melirik nakal ke arah Mexca.

"Yah ... terus bagaimana dong?" tanya Mita, kecewa menatap sahabatnya.

"Tenang saja, aku sudah menemukan gantinya," ucap Achsen, tersenyum menatap Mita.

"Oh ya?! Apa?! Bawa masuk saja, aku ingin melihatnya!" perintah Mita yang langsung ditolak oleh Achsen.

"Tidak, Mit. Ini sangat bau."

"Tidak apa-apa, burungmu lebih bau, Chen," jawab Mita, sengaja menggoda sahabatnya.

"Apa maksudmu?!" marah Achsen, tidak suka.

"Maksudku ... bawa masuk saja barangnya! Aku ingin melihatnya, nanti Mexca akan membawanya," intruksi Mita membuat Mexca diam saja menuruti perintahnya.

"Apa kau yakin?" Achsen masih ragu-ragu ingin membawa barang bau itu masuk.

"Sangat yakin, Achsen! Kita membutuhkannya! Mana?! Cepat!!" perintah Mita, tidak mau diganggu-gugat.

Karna Mita terus memaksa, Achsen menurutinya, dia keluar dan langsung menunjukkan barangnya setelah sampai lagi ke dalam ruang ramal milik Mita.

"Ini," ucap Achsen, sambil menunjukkan kaos kaki.

"Apa?! Bau banget!! Kau gila, ya?! Ini milik siapa?! Bau banget ya, Tuhaaan!" seru Mita, menutup hidungnya, Mexca juga melakukannya.

"Ini--"

"Milik siapa, Achsen?! Milikmu ya?! Jorok banget!! Sudah aku ingatkan berapa kali?! Cuci kaos kaki agar tidak bau seperti ini!" sahut Mita, memotong ucapan Achsen karna tidak tahan dengan baunya.

"Ini--"

"Apalagi?! Mau membantah?!" bentak Mita, lagi-lagi memotong ucapan Achsen.

"Ini punyamu, Mita," jelas Achsen, setelah Mita memarahinya. Wanita itu membulatkan kedua mata tidak percaya.

"Apa?! Ini milikku?!" seru Mita lagi, salah tingkah.

"Iya!! Ini punyamu!! Makanya lain kali dicuci agar tidak bau seperti ini!! Mengerti?! Dasar nenek-nenek!" maki Achsen, ganti memarahi Mita.

"Diam, kau!! Seharusnya kau bangga tahu! Kaos kaki ini bisa membantumu, kalau tidak ada kaos kaki ini! Rencana kita bisa gagal," ucap Mita, membuat Achsen kesal.

"Terserah kau, saja! Cepatlah!" seru Achsen, mengabaikan ucapan Mita.

"Ba-baiklah. Ingat, Mexca! Barang itu akan aku masukkan dalam tasmu, kalau Samuel tanya, kau jawab tidak tahu! Biarkan dia mengira itu bau badanmu. Satu lagi! Kakimu sudah kotor, pakaianmu terbuka, dan rambutmu sebentar lagi akan aku acak-acak. Sesekali garuklah ketiakmu, kepalamu, dan ... yang terpenting area sensitifmu, dengan begitu Samuel akan jijik melihatmu, dan kalau dia jijik--"

"Dia tidak mau dijodohkan denganku!" sahut Mexca, puas dengan rencana Mita.

"Bagus! Kau pintar sekali, saat aku merayu dia nanti, kau harus marah dan sedih, setelah itu lari sambil menangis, papa-mu pasti akan murka melihat anaknya terluka, dan bayaranku ... bakal jatuh ke tanganku, iya, kan?!" Mita bersemangat hingga tanpa sengaja Mexca meneteskan airmata. "Eh! Kenapa?! Kalau menyesal tidak usah saja," ucap Mita, panik menatap Mexca.

"Tidak, Mit. Aku tidak menyesal, justru malah berterima kasih karna Kau sudah membantuku untuk memperbaiki hubunganku dengan kekasihku, karenamu, Samuel pasti akan meninggalkanku," ucap Mexca berharap banyak. Mita hanya menganggukkan kepala meski dalam hatinya gelisah, dia takut rencananya akan gagal. Ditambah lagi ... nama orang yang akan dijodohkan dengan Mexca mirip dengan nama mantan kekasih Mita, semakin membuat Mita terluka. Baginya, dua sejoli saling jatuh cinta harus bisa bersama. Kalau tidak, Mita akan menyesal dalam hidupnya.

Setelah Mexca keluar, Achsen mendekati Mita dan bertanya. "Kenapa kau tampak murung, Mit? Apa kau cemas dan takut tidak akan berhasil?" tanya Achsen, cemas melihat Mita diam saja.

"Apakah dia tidak akan kembali, Chen?" tanya Mita, pada Achsen yang selama ini tahu semua masalahnya.

"Lupakan saja, dia sudah tiada."

"Belum, Chen, dia masih hidup," bantah Mita, tidak terima mantan kekasihnya dibilang tiada.

"Kau yakin darimana?! Jelas-jelas mobilnya terbakar, Samuel atau Sammy-mu itu pasti ikutan terbakar."

"Cukup!! Keluar kamu!!" bentak Mita, menutup kedua telinganya. Dia tidak suka, mantan kekasihnya dibilang tiada. Baginya, Sammy atau Samuel selalu ada, andai Mita tidak bertengkar dengannya, mungkin saat ini mereka sudah menikah. Tanpa terasa Mita meneteskan airmata.

"Ya sudah. Maafkan, Aku. Ganti bajumu dan mari kita jalankan rencanamu, Aku hanya tidak ingin kau terluka, Mita," lirih Achsen, mengalah pada sahabatnya, dia menyesal telah membuat Mita menderita.

Setelah Achsen keluar, hanya tinggal Mita seorang berada di dalam ruangan ramal. Dia keluarkan benda berharga milik mantan kekasihnya dari dalam tas, setelah keluar, Mita menciuminya dan sesekali menghirup aromanya.

"Setelah sekian lama, aroma cangcutmu masih ada, Sayang. Baunya sangat enak, asem-asem sedap. Andai kau ada, bukan hanya cangcutmu yang aku cium, tapi sesuatu yang sering kau bungkus dengan cangcut ini bakalan aku cium," isak Mita, menciumi cangcut mantan kekasihnya. Meskipun buluk dan dekil, Mita sangat suka. Dia selalu membawanya kemana-mana.

"Apa kau tahu, Sayang? Aku masih ingat rayuanmu. Kala itu kau bilang, apa bedanya aku sama bangkai? Terus karna aku tidak tahu, maka kau menjelaskan, kalau aku kamu sayang, sementara bangkai kamu buang. Dan saat itupun aku tertawa karna kau sangat romantis. Dan satu lagi! Aku juga ingat kau pernah bilang, apa persamaan aku dengan tai? Dan karna tidak tahu juga, kau pun menjawab, kalau tai bau sementara aku wangi. Astagaaaa! Itu romantis sekali ... adegan pelukan dalam film Titanic pun kalah, kalau mereka berpelukan di atas kapal, sementara kita berpelukan di atas mobil orang, uumm ... mesra sekali ... apalagi pas yang punya mobil tahu, dia memarahi kita dan kitapun berlari sambil bergandengan tangan masuk ke got. Setelah dia pergi baru kita keluar, sungguh mesra, bukan?!" ucap Mita, tersenyum menatap cangcut mantan kekasihnya.

Tiga tahun lalu sebelum kecelakaan, Mita dan Samuel bertengkar, dan karna pertengkaran itu, Samuel mengejar Mita di jalanan hingga karna tidak fokus, mobil Samuel menabrak pepohonan dan langsung terbakar, sayangnya ... Mita tidak tahu apakah dalam mobil itu jasad Samuel atau bukan?! Yang pasti, setelah kecelakaan yang menimpa dirinya, Samuel menghilang. Orangtua Samuel marah pada Mita dan mengancam akan menghabisinya jika berani mendatangi rumah mereka.

Mita hanya berharap, semoga mantan kekasihnya baik-baik saja. Selain orang kaya, Samuel tidak sombong dan mau mencintai Mita apa adanya.

***

TBC.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KMS" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KMS
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Teman Tapi Sekamar?
8.4
Amanda, sosialita kaya raya yang sombong, terjebak dalam masalah besar setelah menyetujui syarat ayahnya. Ia terbangun di pulau terpencil bersama Senja, pria dingin yang tak ia kenal. Keduanya terpaksa tinggal serumah demi misi reality show televisi dengan tujuan berbeda. Amanda yang manja membuat Senja kewalahan, sementara ketus pelayan itu membuat Amanda frustrasi. Di tengah konflik kepribadian yang kontras, mampukah mereka bertahan di lingkungan yang asing?
Sampul Novel Bunga Gugur, Rindu Pun Usai
7.9
Setelah 999 kali gagal menggoda Nathan yang dingin, sang protagonis mengira tunangannya itu hanya menjaga kesucian hingga pernikahan. Harapan itu hancur saat ia menyaksikan Nathan berciuman mesra dengan teman masa kecilnya di sebuah kamar hotel VIP. Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, ia membatalkan pernikahan dan memutuskan untuk menikahi Darius Russell. Meskipun sang ayah memperingatkan bahwa Darius lumpuh akibat kecelakaan masa lalu, ia tidak lagi peduli pada masa depan rumah tangganya.
Sampul Novel Cintamu Bohong, Ya?
9.2
Menghadapi keguguran berulang sebanyak lima kali membuat Kirana terpukul. Saat hendak berkonsultasi medis, ia justru tidak sengaja mendengar rencana keji Raka, suaminya sendiri. Raka sengaja meracuninya dengan obat aborsi demi mencegah Kirana melahirkan, sementara ia sangat menantikan anak dari selingkuhannya, Maya. Mengetahui kebenaran bahwa suaminya ingin rahimnya diangkat demi menutupi pengkhianatan ini, cinta tulus yang selama ini Kirana pertahankan seketika hancur tak bersisa.
Sampul Novel Dia, Yang Mudah Dihibur
8.7
Setelah hidangan Iduladha yang disiapkannya diabaikan, sang protagonis menemukan bukti pengkhianatan Brian lewat unggahan media sosial milik cinta sejati pria itu. Melihat keintiman mereka, ia memilih menyukai postingan tersebut dan meminta putus dengan tenang. Brian meremehkan keputusan ini dan menganggapnya sebagai aksi merajuk biasa yang mudah dibujuk kembali. Namun, ia tidak menyadari bahwa pengampunan mudah di masa lalu kini telah berakhir seiring hilangnya rasa cinta.
Sampul Novel Janur Kuning di Rumah Tanteku
9.5
Ningsih tak menyangka wanita yang mengasuhnya adalah selingkuhan sang ayah. Di hari pernikahannya, Ningsih tiba-tiba raib hingga posisinya digantikan oleh Febi, putri kandung tantenya. Setahun berlalu, Ningsih kembali dan mendapati sepupunya telah menjadi istri Rey. Meski sudah beristri, Rey yang masih mencintai Ningsih berniat menjalin kasih kembali. Kini, Febi harus menghadapi dilema besar saat orang ketiga hadir di tengah rumah tangga paksa mereka.
Sampul Novel Kembalilah Cintaku
8.2
Pernikahan Intan dan Baskoro terjadi saat sang ayah sedang koma. Begitu tersadar, pria itu langsung menentang hubungan mereka hingga keduanya terpisah. Meski didera rasa lelah dan kecewa dalam pencarian panjang, Intan tetap bertahan menghadapi kebencian Baskoro. Rahasia besar akhirnya terungkap saat Baskoro menyadari kehadiran seorang anak yang sangat mirip dengannya. Ternyata, bocah tersebut adalah darah dagingnya sendiri yang selama ini tidak ia ketahui.