Sampul Novel The Power of Mita

The Power of Mita

8.0 / 10.0
Dalam novel modern The Power of Mita, seorang paranormal palsu harus menyamar dalam kencan buta. Mita terjebak saat menyadari pria tampan tersebut adalah mantan kekasihnya yang telah berganti rupa. Simak mystery story penuh intrik ini dalam romance novel yang memikat.
Ringkasan The Power of Mita
Mita terjebak dalam situasi rumit saat harus berpura-pura menjadi paranormal gadungan. Tugasnya kian berat ketika ia diminta menggantikan seorang gadis untuk berkencan dengan pria yang sangat menawan. Namun, kejutan besar menantinya karena pria tersebut ternyata adalah mantan kekasihnya yang kini telah menjalani operasi wajah. Akankah Mita berhasil melarikan diri dari jeratan masa lalunya yang penuh rahasia ini? Simak kisah romansa misteri khusus dewasa.
Baca Selengkapnya

The Power of Mita Bab 1

Seorang gadis bernama Mita tengah serius menghadapi pria yang saat ini duduk di depannya, Mita adalah seorang wanita yang kerjanya dibayar buat melakukan sesuatu. Misalnya mengawasi pacar orang, menyelidiki suami orang dan pura-pura jadi pacar orang.

Apapun akan Mita lakukan demi uang. Termasuk, pura-pura jadi peramal. Haduh ....

"Namanya siapa, Mas?" tanya Mita, pada pria gemuk yang saat ini ada di depannya.

"Tirto, Mbak," jawab pria bernama Tirto, pada Mita yang saat ini akan membantunya.

"Baiklah, katakan masalahnya!" perintah, Mita, langsung pada intinya.

"Saya mau menikah, Mbak. Tapi apakah Mbak bisa melihat? Kalau gadis itu sehat atau tidak?" tanya sang pria, cemas menatap Mita.

"Maksudnya?" dengan bingung Mita menatapnya.

"Aku hanya ingin tanya, gadis sehat itu terlihat dari apanya? Apakah fisiknya? Kadang yang bugar belum tentu sehat, Mbak. Bisa saja mandul."

"Oooo ... kalau mau tanya sehat kenapa tidak ke Dokter saja, Mas?" Mita memberi solusi tapi bukannya senang pria itu malah kesal.

"Tapi Mbak kan peramal, jadi ingin tanya Mbak aja."

"Oh! Ngomong dong. Aku kan lupa kalau aku peramal," tanpa rasa bersalah Mita tersenyum mendengar pria di depannya. Mita dengan sengaja memalingkan muka agar tidak terlihat oleh tamunya, tertawa di hadapan tamu sungguh tidak sopan menurutnya.

"Hahaha, Mbak lucu sekali," gerutu pria tadi, kesal.

"Pokoknya, Mas. Cari wanita itu yang dadanya montok, pantatnya kencang, dan yang pasti ... masih hidup. Kalau tidak, jangan dinikahi, cari yang lain lagi!"

"Maksudnya, Mbak?!"

"Ingat, dalam dada yang montok terdapat asi yang sehat, dan dalam pantat yang kencang, terdapat kentut yang kuat. Kalau kentutnya kuat, itu berarti dia sehat," jelas Mita membuat pria itu menggelengkan kepala tidak percaya.

"Apa benar begitu, Mbak?"

"Tentu saja! Aku dapat sumbernya dari google," batin Mita, berusaha menahan tawa.

"Benar, Mas. Jadi tugas Mas, habis ini pergi lihat dadanya. Montok atau tidak?! Setelah itu pantatnya! Ciumlah! Dan dengarkan baik-baik apa kentutnya bisa kuat, kalau kuat, silahkan dinikahi."

"Oh, saran yang bagus, makasih, Mbak. Ngomong-ngomong ... berapa biayanya, Mbak?" tanya Tirto mengeluarkan dompetnya.

"Ehem! Ahahahaha seikhlasnya saja, Mas. Toh ini hanya ucapan, kalau kejadian benar, itu murni takdir Tuhan. Kalau tidak benar itu ujian, jadi sabar, ehehehehe," Mita cengar-cengir tidak jelas.

"Ya sudah, ini ada lima ratus ribu, Mbak. Bawa dulu, kalau memang benar, nanti saya kesini lagi."

"Oh! Tidak usah! Ini kebanyakan, Mas. Saya jadi tidak enak," ucap Mita, salah tingkah.

"Em ... ya sudah, tiga ratus aja, Mbak."

"Jangan!! Lima ratus aja, terima kasih," Mita mempersilahkan pria itu pergi, tentunya setelah menerima uangnya, kalau tidak, bulan bisa turun ke bumi, mustahil terjadi.

Setelah pria itu meninggalkan ruangan ramal Mita. Mita berniat tutup dan menuju jendela buat menutup gordennya, tapi pemandangan di depan menarik perhatiannya.

"Kau ini apa-apaan sih, Tir?! Masak menyuruhku nungging di sepeda?! Jangan keterlaluan, ya?!" bentaknya pada pria yang ternyata adalah tamu Mita.

"Busyet!! Kenapa melakukannya di tempat umum?!" seru Mita, memegangi dahinya. "Gawat!" serunya lagi, gelisah. Dengan cepat Mita menghampiri mereka, kalau ada apa-apa, Mita bisa dalam bahaya, uang pemberian dari sang pria taruhannya.

"Aku hanya ingin mendengar kentutmu, Sayang," ucap sang Pria pada Wanita yang saat ini tengah nungging di pinggir sepeda.

"Waaaah! Mesra sekaliiii! Aku jadi iri!" seru Mita, pura-pura kagum melihat mereka.

"Eh! Mbak?! Mesra darimana?! Ini pria mau melihat pantat saya!! Setelah itu juga ingin mendengar kentut saya!! Apakah waras?!" seru wanita, yang ternyata adalah kekasihnya Tirto. Dengan cepat Mita harus membantu tamunya, tentunya memeriksa pantat calon istrinya, astaga ... Mita takut kehilangan uangnya.

"Itu mesra sekali, Mbak. Mbak bayangin deh! Hari gini ada pria rela mencium kentut kekasihnya itu karna saking cintanya, kalau cowok lain buru-buru mencium, dengar suaranya saja sudah kabur," jelas Mita berusaha meyakinkan kekasih Tirto.

"Oh, begitu?" lirih kekasih Tirto, menggaruk tengkuknya sendiri.

"Iya, Sabrina, kau harus mendengarkannya," ucap Tirto, membenarkan ucapan Mita.

"Apakah benar begitu, Mbak?" Sabrina ganti menatap Mita.

"Iya!" Mita semangat menyahuti ucapannya.

"Baiklah, apa maumu, Sayang?" tanya Sabrina, pada kekasihnya.

"Kentutlah, Sayang!" Tirto mendekatkan mukanya ke pantat Sabrina.

"Baiklah, sebentar. Em ... uh ...."

"Belum bisa, ya? Aku bantu, ya!" seru Mita, menggosok-gosok perut Sabrina. Dalam hati Mita berkata- "Tuhan ... kalau bukan karna uang, tidak mungkin aku mau melakukannya."

"Sedikit lagi, Mbak. Gosok terus!" Sabrina semakin erat memejamkan matanya sementara Mita terus semangat menggosok perutnya hingga tak lama kemudian ....

Duuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutttt ....

Tirto menciumnya, matanya terpejam penuh rasa bangga, sementara Mita berusaha menahan bau yang sangat menusuk hidungnya.

"Haaaaaah ... legaaaa," Sabrina terharu menatap Tirto kekasihnya, rupanya benar apa kata Mita. Kalau pria lain pasti akan kabur mencium baunya, beda dengan Tirto. Entahlah, yang gila Mita atau mereka? Mungkin daki di pantat Sabrina saja juga tidak tahu.

"Gimana, Mas? Kencang! Kuat! Dan menyengat, bukan?!" Mita tersenyum menatap Tirto.

"Iya, Kau benar, Mbak!" seru Tirto, berbinar matanya. "Aku akan segera menikah dengan Sabrina!" serunya lagi bukan hanya membuat Mita bahagia tapi Sabrina juga semakin cinta pada kekasihnya.

"Aaaaawwww!! Makasih, Sayang. Kita akan menikah!!" Sabrina menciumi pipi Tirto, sementara Mita salah tingkah melihat kebahagiaan mereka, andai dia punya kekasih, pasti juga akan bahagia seperti Sabrina.

"Ya sudah, selamat tinggal, Mbak."

"Selamat tinggal," jawab Mita yang saat ini melambaikan tangan menatap kepergian mereka berdua. Hatinya lega.

Saat akan menutup ruangan ramalnya, tamu kembali datang dengan mata berkaca-kaca, dia seorang wanita. "Maaf, ramalnya sudah mau tutup, Mbak. Kalau ada masalah besok saja," ucap Mita, ramah menatap gadis di depannya, dia sangat cantik.

"Aku mohon, Mbak Mita, bantu, Aku. Aku mau dijodohkan oleh papa-ku! Aku tidak mau, aku sudah jatuh cinta pada pria lain," isaknya membuat Mita merasa iba.

"Tapi, Mbak ... melawan orangtua itu tidak baik, kalau orangtua sudah memilih, biasanya pilihannya baik."

"Dia tidak baik, Mbak. Banyak selingkuhannya, dia mau menikah denganku demi memperluas bisnisnya, aku sudah menyelidikinya," ucapnya membuat Mita garuk-garuk kepala.

"Aku mohon ... bantu Aku ya, Mbak," paksanya membuat Mita tidak sanggup mengatakan tidak.

"Apakah pria itu tahu, Mbak?" tanya Mita memastikannya.

"Tidak, Mbak."

"Apakah sama sekali belum pernah bertemu?!" Mita memastikan lagi.

"Belum," dengan tegas gadis itu menjawabnya.

"Baiklah, nama kamu siapa?" tanya Mita sambil berdiri menatapnya.

"Mexca."

"Oh, ok. Terus nama pria yang akan dijodohkan dengan kamu, siapa?" Mita terus mencari tahu calon sasarannya.

"Samuel, nanti aku kasih tahu foto beserta alamatnya," ucap Mexca, sedikit ceria.

"Tapi ... tidak murah loh, ya. Ini sedikit lama. Perlu bantuan beberapa team juga," ucap Mita, berharap gadis itu membatalkan niatnya.

"Berapapun akan saya bayar, mbak Mita."

"Baiklah! Besok temui saya. Aku perlu memikirkan cara untuk menghadapinya."

"Tentu saja, terima kasih, Mbak Mita."

"Panggil Mita saja," perintah Mita, tidak enak.

"Baik, Mita. Terimakasih," ulang Mexca, tersenyum ceria.

"Sama-sama," lirih Mita langsung menutup ruangan ramalnya, seharian ini beberapa tamu membuatnya lelah.

***

TBC.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi The Power of Mita

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.6
Hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk. Secara sepihak, orang tua dan tunanganku memutuskan untuk mengganti posisi mempelai wanita dengan kakak kandungku yang sedang sakit keras. Karena aku menolak mentah-mentah keputusan tidak adil ini, mereka tega mengikatku di dalam rumah agar pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, kemalangan tidak berhenti di situ. Saat mereka pergi merayakan pesta, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawaku dengan kejam. Ketika keluargaku akhirnya kembali untuk melepaskanku, mereka hanya mendapati jasadku yang telah membusuk.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjalani hidup sebagai istri kedua dari pengusaha sukses bernama Raga Dirgantara. Terjebak oleh beban hutang budi di masa lalu, Kayla tidak memiliki pilihan selain menerima nasibnya yang pahit. Kehadirannya dalam pernikahan itu hanyalah demi memberikan keturunan bagi sang miliarder. Ia harus berjuang menghadapi kenyataan bahwa dirinya cuma dianggap sebagai alat tanpa memiliki posisi yang sesungguhnya.
Sampul Novel Perceraian Aku dan Kakak Kembarku
9.0
Menikah dengan saudara kembar terpandang, Leo sang hakim dan Sam sang dokter bedah, tidak membawa kebahagiaan bagi sepasang kakak beradik kembar ini. Saat diculik perampok hingga kehilangan bayinya, sang istri diabaikan oleh Sam yang sibuk menemani wanita lain bernama Annie. Ketika sang kakak datang menyelamatkannya dari maut, suaminya, Leo, juga menolak membantu dengan alasan serupa. Setelah bertahan hidup dari badai salju yang ekstrem, kedua saudara ini sepakat untuk menggugat cerai suami mereka.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Keharmonisan rumah tangga Dewi mendadak hancur saat ia menemukan barang milik wanita lain tersimpan di dalam koper suaminya. Penemuan mengejutkan ini membawa Dewi pada serangkaian rahasia gelap dan tabiat buruk sang suami yang selama ini tersembunyi rapat. Di tengah rasa sakit hati yang mendalam, Dewi kini berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan dalam penderitaan, atau justru bangkit untuk membalas pengkhianatan tersebut?
Sampul Novel SCANDAL WITH PRIVATE DOCTOR
8.3
Eliza terjebak dalam pernikahan toksik dengan Karan, pria yang hanya memanfaatkannya demi pemuasan nafsu. Malam pertama yang seharusnya indah berubah menjadi trauma mendalam hingga mengganggu kesehatan mentalnya. Keadaan kian memburuk saat Karan berselingkuh dengan banyak wanita lain. Di tengah penderitaan itu, Eliza bertemu Sean, dokter tampan sekaligus teman baiknya. Kehadiran Sean tidak hanya memulihkan luka batinnya, tapi juga menjadi sosok sandaran hati yang baru.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan