Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel THE LADIES

THE LADIES

Arlyn, Zemi, dan Agnes adalah tiga wanita cerdas lulusan terbaik yang sukses berkarier di Jakarta. Sayangnya, keberhasilan profesional mereka berbanding terbalik dengan kehidupan asmara yang penuh pengkhianatan dan penipuan. Lelah disakiti, mereka menyepakati perjanjian 'No Man, No Cry' untuk menutup hati dan fokus pada masa depan. Namun, mampukah mereka tetap teguh pada komitmen tersebut, atau justru ada yang akhirnya melanggar janji demi cinta yang baru?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Gilingan banget Lo, Bro! Cewek jenius sekelas Agnes bisa Lo kibulin! Salut! Salut, gue! Sumpah dah!" tukas, teman Jameso, yang juga seorang pria sepertinya.

"Iya, dong. Gue gitu, lho! Jameso, dilawan! Yang lain mah, lewat!" ucapnya, sambil mengibas-ngibaskan sejumlah rupiah berwarna merah yang baru saja Agnes berikan kepadanya.

"Ha-ha-ha." Keduanya pun tertawa terbahak-bahak. Menertawakan Agnes yang menurut keduanya, pintar tapi bodoh.

Jameso terus saja membeberkan sikap Agnes kepadanya selama ini. Yang menurutnya sangat naif. Sampai tidak sadar jika telah ditipu olehnya.

Namun tanpa keduanya sadari, Agnes mendengar semua perkataan Jameso yang dari tadi terus saja menghinanya.

Agnes seketika merasa syok. Seolah-olah tak percaya jika Jameso yang nota bene adalah pria yang sangat dirinya cintai, ternyata telah membohongi dirinya selama tiga tahun, kebersamaan mereka.

"Hei, Bro! Jangan bilang Lo, tidak mencintai Agnes!" celutuk, temannya ingin tahu.

"Memang tidak!" jawab Jameso, penuh dengan kelicikan.

"Apa? Wah ... parah Lo, Bro! Berani banget, Lo! Gila dah, Lo!" Temannya tak habis pikir, dengan jawaban Jameso.

"Gue hanya mencintai duitnya saja. Gue akui, Agnes sangat cantik. Tapi untuk apa? Jika gue tidak bisa menikmati tubuhnya? Jadi gue menikmati uangnya saja!" Jameso sangat bangga, dengan dirinya sendiri saat ini.

"Jadi Lo, memanipulasi Agnes dengan rasa cinta Lo, ke dia?"

"Tepat sekali! Ha-ha-ha. Gue membuainya dengan cinta palsu dan harapan kosong. Tapi semuanya, hanyalah akal-akalan gue saja! Asalkan gue bisa menikmati uangnya!" Jameso kembali membanggakan dirinya, karena telah menipu sang kekasih.

"Kejam Lo, Bro!" tukas, sahabatnya.

Selama ini, Jameso menghabiskan uang Agnes di meja judi, dan dibeberapa aplikasi judi online.Bermain judi sudah menjadi kebiasaan Jameso sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah. Permainan kotor itu telah mendarah daging baginya, sejak dulu.

"Itu belum seberapa. Gue punya maksud lain dengannya." ucap Jameso, lagi.

"Maksud, lain?" Temannya, semakin penasaran.

Lalu Jameso pun bercerita jika dia akan menjual Agnes kepada seorang germo yang sedang mencari wanita yang masih suci.

"Wah, gila Lo, Bro! Keterlaluan banget, jika Lo berani menjual Agnes!"

"Kenapa gue nggak berani? Agnes kan sangat polos. Selama ini, dia sangat patuh ke gue. Gue sangat yakin kali ini, Agnes juga akan menuruti semua, apa yang gue mau." Keduanya pun kembali tertawa dengan penuh kemenangan.

Agnes yang mendengar semua itu, hanya bisa menangis. Hatinya sangat hancur. Dia tidak menyangka Jameso setega itu kepadanya.

Setelah menenangkan dirinya sebentar. Agnes pun keluar dari tempat persembunyiannya dan mulai berjalan menghampiri pria itu.

Jameso yang terlalu asyik bercerita dengan temannya. Tidak menyadari jika saat ini, Agnes sedang berjalan ke arahnya. Bahkan telah beberapa kali temannya memberi kode kepada Jameso untuk berhenti menjelek-jelekkan Agnes. Namun pria itu seakan tak peduli. Dia terus saja berbicara tanpa henti. Bagai mobil yang sedang melaju kencang di jalan tol dengan posisi rem blong, bebas tanpa hambatan.

Namun, satu kalimat dari mulut Agnes. Menghentikan semua bualannya.

"Jameso ...." ucap Agnes, sambil menatap pria itu, dengan perasaan terluka.

"Hah? A ... Agnes!" ujarnya, merasa sangat kaget saat melihat sang kekasih sedang berdiri di depannya, saat ini. 

"Ka ... kamu belum pulang, Sayang?" Jameso mencoba meraih tangan Agnes dan mulai merayunya, seperti yang selama ini dirinya lakukan.

Namun dengan cepat Agnes menepis tangan Jameso.

"Sudah cukup sandiwaramu, Jameso! Kita putus!" ucap Agnes, dari kesungguhan hatinya.

"Apa?" Jameso sangat kaget dengan perkataan Agnes itu.Apalagi di tempat itu, juga ada temannya yang ikut mendengarkan Agnes memutuskan hubungan dengannya.

Jameso seketika mengepalkan tangannya. Lalu berkata,

"Hei, Agnes Amora! Lo pikir selama ini gue cinta sama Lo?" ketusnya, sambil menatap tajam ke arah gadis itu.

"Aku sama sekali tidak mencintaimu! Aku hanya mau uangmu! Ha-ha-ha!" Jameso tertawa penuh kemenangan.

"Aku akan laporkan kamu kepada polisi sebagai kasus penipuan dan penggelapan uang!" ancam, Agnes.

"Ha-ha-ha. Silakan laporkan! Memangnya kamu ada bukti?" Jameso yang seorang mahasiswa jurusan hukum pidana. Tahu betul seluk beluk pasal-pasal pidana. Tentu saja dia juga mengetahui sanksi yang akan diterimanya karena telah menipu Agnes, yang tidak memiliki bukti apa pun.

Agnes seakan tersadar jika selama ini Jameso sangat lihai merayunya. Sehingga tak ada satu pun bukti jika lelaki itu telah menghabiskan banyak uangnya.

"Ha-ha-ha. Kamu kok diam saja, Sayang? Kamu kurang bukti, ya?" sindir, Jameso.

Agnes menatap Jameso tak kalah tajam sambil terus meneteskan air matanya.

"Terima saja nasibmu! Baiklah, kita putus! Kamu yang lebih dulu memutuskan hubungan ini." ketus Jameso, lalu mengajak temannya menjauh dari are parkiran itu.Meninggalkan Agnes yang terus saja menangis.

"Apa yang harus kulakukan? Semua tabunganku telah lenyap diambil oleh Jameso." sedihnya, dalam hati.

Agnes pun kemudian berjalan meninggalkan area parkiran itu. Dia melangkah dengan gontai. Tak tentu arah hendak ke mana. Uang di dompetnya tidak lebih dari seratus ribu rupiah, dan beberapa uang logam lima ratusan.

Kepala Agnes tiba-tiba terasa berat. Dia pun hendak menyeberang jalan, dan mencoba untuk duduk di halte sambil menunggu bis yang akan membawanya pulang. 

Lalu tanpa disadari olehnya. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan kencang. Tepat di depannya. Untung saja pengemudi mobil itu, mengerem mobilnya tepat waktu. Sehingga tidak sempat terjadi tabrakan.

Akan tetapi, Agnes yang sangat kaget, tiba-tiba saja jatuh pingsan. Tubuh rampingnya seketika jatuh di jalanan aspal yang keras itu.

"Bagaimana, Mark?" tanya seorang pemuda gagah dan tampan. Berwajah blasteran dengan bola mata coklat terang. Sedang menanyakan kepada sang sopir, keadaan perempuan yang tiba-tiba muncul di depan mobil nya.

"Saya tidak sempat menabrak gadis itu, Tuan Muda. Tapi entah kenapa, dia tiba-tiba menghilang." jawab, sang sopir.

"Hilang bagaimana maksud kamu?" Edward yang khawatir, segera keluar dari dalam mobil dan memeriksanya langsung.

"Sial!" umpatnya. Saat melihat gadis itu telah jatuh pingsan tepat di depan mobilnya.

Mata Agnes terbuka sedikit dan memperhatikan jika tubuhnya sedang direngkuh oleh pria berperawakan tinggi dan berbadan tegap. Sejenak tatapan mereka beradu. Agnes dapat melihat mata coklat milik pemuda itu yang sangat teduh. Sedang menunjukkan mimik wajah khawatir. Setelah itu, matanya tertutup dengan sempurna dan dia  tidak ingat apa-apa lagi.

"Mark, Tolong buka pintu mobilnya!" perintah Edward, sesaat setelah tubuh gadis itu dirinya gendong.

Mendengar perkataan sang tuan muda. Mark segera membuka pintu mobil untuk Edward.

Setelah tubuhnya dan tubuh gadis itu telah masuk dengan sempurna di dalam mobil. Edward pun kembali memerintahkan sopirnya, untuk melajukan mobil menuju ke sebuah rumah sakit.

"Mark, lebih cepat sedikit!" ucapnya, panik.

"Siap, Tuan Muda." Sang sopir pun melajukan mobil lebih kencang, sesuai perintah atasannya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkit Dari Kematian
8.3
Keharmonisan rumah tangga Rianti dan Randi kini terancam oleh kemunculan kembali Monica. Membawa dendam masa lalu, Monica merasa pengorbanannya tak dihargai setelah Randi lebih memilih menikahi Rianti. Ia datang menagih janji pernikahan yang diklaim pernah diucapkan Randi, meski Randi keras membantah komitmen tersebut. Di tengah konflik dan misteri janji masa lalu ini, sanggupkah Rianti berjuang mempertahankan keutuhan pernikahannya dari gangguan sang mantan?
Sampul Novel Dendam Cinta dan wanita
8.3
Zheyya hanyalah gadis sederhana, sementara Kanha dikenal sebagai pemuda playboy. Meski berasal dari latar belakang kontras, kebencian di antara mereka perlahan berubah menjadi benih cinta. Di tengah dinamika obsesi dan keikhlasan, mereka belajar tentang arti mempertahankan serta melepaskan perasaan. Kisah ini mengeksplorasi emosi mendalam layaknya hujan di gurun pasir yang gersang. Akankah cinta mereka berhasil berlabuh di muara yang sama pada akhirnya?
Sampul Novel Dokter, Aku Cinta Kamu
8.0
Kehidupan tenang Raka, seorang dokter spesialis penyakit dalam, mendadak terusik sejak menangani operasi usus buntu Dea. Gadis itu terobsesi mengejarnya, bahkan berani mengaku sebagai kekasihnya di depan orang tua. Meski awalnya Raka merasa terganggu oleh perhatian Dea, segalanya berubah saat Dea bertunangan dengan pria lain bernama Rafa. Merasa kehilangan, Raka baru menyadari perasaannya. Begitu tahu pertunangan itu batal, ia kini berbalik mengejar cinta Dea.
Sampul Novel Gadis Pengantar Tidur
8.5
Richard tersenyum puas setelah berhasil menjual seorang wanita demi uang. Maria, wanita malang yang menjadi korban penipuannya, kini terjebak dalam situasi pelik di kamar dua kosong satu. Ia terpaksa mengemban peran sebagai gadis pengantar tidur bagi seorang pria bernama Mark. Di balik kemewahan yang ada, Mark ternyata menderita gangguan insomnia parah. Maria kini harus menghadapi takdir baru melayani pria tersebut akibat pengkhianatan Richard.
Sampul Novel Gairah Sang Bodyguard
8.7
Venus Harristian, penyanyi pop ternama, terancam bahaya setelah menyaksikan kejahatan besar. Demi melindunginya hingga hari kesaksian di pengadilan, Dion Elang Juliandra, seorang polisi, direkrut menjadi pengawal pribadinya. Namun, kedekatan intens menumbuhkan perasaan terlarang di antara mereka. Padahal, baik Venus maupun Dion telah memiliki pasangan dan terikat janji pernikahan masing-masing. Di tengah teror, mereka terjebak antara kesetiaan dan gairah cinta yang sulit tertahan.
Sampul Novel Keluarga Sewaan
8.0
Prima Jayashree, CEO muda Jayashree Company, menghadapi tekanan besar untuk segera menikah demi kelangsungan takhta perusahaan. Dalam keputusasaan, ia berlibur ke Tokyo dan menemukan jasa sewa keluarga. Prima memutuskan menyewa seorang istri serta anak untuk menemaninya. Namun, saat masa sewa berakhir, muncul ide nekat untuk membawa mereka ke Indonesia. Mampukah Prima mengubah sandiwara ini menjadi kenyataan tanpa terbongkar oleh sang ayah?