Sampul Novel Keluarga Sewaan

Keluarga Sewaan

8.0 / 10.0
Dalam novel Keluarga Sewaan, Prima, seorang CEO billionaire, terdesak mencari pewaris. Saat di Jepang, ia mencoba jasa sewa keluarga. Namun, sebuah rencana nekat muncul untuk membawa mereka ke Indonesia. Simak kisah romance modern ini di web novel kami sekarang.
Ringkasan Keluarga Sewaan
Prima Jayashree, CEO muda Jayashree Company, menghadapi tekanan besar untuk segera menikah demi kelangsungan takhta perusahaan. Dalam keputusasaan, ia berlibur ke Tokyo dan menemukan jasa sewa keluarga. Prima memutuskan menyewa seorang istri serta anak untuk menemaninya. Namun, saat masa sewa berakhir, muncul ide nekat untuk membawa mereka ke Indonesia. Mampukah Prima mengubah sandiwara ini menjadi kenyataan tanpa terbongkar oleh sang ayah?
Baca Selengkapnya

Keluarga Sewaan Bab 1

Gedung pencakar langit yang berdiri kokoh di tengah kota perindustrian dengan papan nama Jayashree Company itu secara bergantian dimasuki oleh para karyawannya. Di antara orang-orang itu, salah satu pria berwajah tirus, berhidung mancung khas Hindustan tampak gagah dengan setelan jas warna navy dengan dasi double windsor knot. Rambut potongan pomade tersisir rapi kebelakang dengan tambahan minyak rambut membuatnya tampil klimis. Senyum yang mampu meluluhkan hati para pekerja wanita setiap pagi itu mulai memasuki lobi dan melambaikan tangan kepada siapa saja yang berpapasan dengannya.

Prima Jayashree, itulah nama yang diberikan oleh ayahnya saat lahir kedunia. Tumbuh dengan penuh kasih sayang dan dimanja Sang Ayah. Ibunya, sudah meninggal lima belas tahun lalu karena kanker hati. Sebagai satu-satunya pewaris Jayashree Company, apapun yang diminta selalu dituruti oleh ayahnya.

Akan tetapi, kekayaan ayah dan pemenuhan kebutuhan lahir sama sekali belum membuat Prima puas akan hal itu. Terang saja, meski dekat dengan beberapa gadis, tidak ada satu pun yang bisa membuat hatinya bergetar.

"Pagi, Papa!" Prima masuk ke ruangan ayahnya tanpa mengetuk.

"Pagi, Nak! Seperti biasa kamu selalu tampil keren. Sudah cocok gantiin ayah beberapa tahun lagi, nih!" ujar ayahnya.

Prima melebarkan tangan, memperlihatkan penampilan dirinya dengan jas semi formal dengan dalaman kaus turtle neck warna putih.

"Aku setiap hari selalu sekeren Papa."

"Tapi, kamu tidak keren kalau masih jomblo. Papa bisa memperkenalkanmu kepada beberapa putri rekan bisnis Papa. Nanti malam ikutlah dalam acara perayaan kontrak. Ada banyak gadis di sana!" ajak Pak Dev Jayashree. Pria berbadan tambun itu mengulurkan kopi kaleng yang baru saja dia keluarkan dari mesin pendingin mini di atas nakas dekat mejanya.

"Papa gak usah repot-repot. Kalau ada jodoh juga pasti datang sendirinya." Alasan klasik Prima setiap kali diminta ayahnya untuk menikah atau mengajak Sang Putera ke acara-acara formal perusahaan.

"Selalu saja alasanmu begitu!" Pak Dev menepuk pundak puteranya yang tegap nan datar. Pundak itulah yang dia harapkan nantinya untuk meneruskan perusahaan. Pundak yang harus siap menanggung beban kekayaan yang dirasa tidak akan ada habis hingga tujuh keturunan nanti.

Prima melempar pantat di sofa mewah di ruangan ayahnya. Dia memutar tutup kaleng kopi kemudian menenggak sedikit. Tangan yang kekar meraih sebuah katalog furniture rumah di atas meja. Menopang buku tebal itu di atas kaki jenjang yang disilangkan.

"Permisi!" Suara lembut seorang wanita membuat mata Prima teralihkan dari katalog. Wanita dengan rok pendek lima senti di atas lutut dengan atasan berwarna senada itu mengedip nakal ke arah Prima. Rambutnya yang cokelat lurus melewati bahu dibiarkan tergerai dan ujungnya menjuntai melewati bahu. Polesan lipstik warna merah hati menghiasi bibirnya yang tipis. Make up yang natural tidak membuatnya kalah dengan artis Korea. Pokoknya, siapapun lelaki yang berpapasan dengan wanita seakan mampu terhipnotis oleh pesona kecantikannya.

"Pagi, Sayang!" Pak Dev memeluk mesra pinggang wanita yang ramping. Lalu mengecup mesra pipi wanita itu.

Prima tertegun melihat tingkah Sang Ayah langsung di depan mata. Kelopak mata dengan bulu lentik itu mengerjap beberapa kali.

"Ada yang perlu kutandatangi?" tanya Pak Dev pada wanita itu sembari melepaskan tangan yang melingkar di pinggan wanita itu.

"Tentu saja, Tuan!" ucapnya mesra sembari meletakkan map warna biru pudar di atas meja kerja mewah Pak Dev.

Pak Dev mengeluarkan kacamata dari balik saku jasnya kemudian menarik pulpen mewah dari kantong jas di dadanya. Pria itu mengambil tempat di kursi direktur. Memeriksa sebentar dokumen yang diberikan wanita tadi lalu membubuhkan tanda tangan setelah semua dirasa benar.

Selagi Pak Dev lengah, wanita itu menoleh ke arah Prima dan kembali melemparkan kedipan nakal. Bukannya terpesona, Prima malah bergidik geli.

"Sudah!" ucap Pak Dev sembari menutup map kemudian menyerahkannya kembali kepada si wanita.

Wanita itu mendekatkan wajah, menggoda dengan menunjukkan belahan tombol kebanggaan.

"Makasih!" ucap wanita itu genit. Dia menarik map kemudian melambai. Meninggalkan Pak Dev dan puteranya di ruangan itu.

"Apa itu tadi, Pa?" Prima masih terheran dengan wanita itu.

"Calon mama baru!"

"Hah?" Prima menelengkan kepala. Berharap ayahnya hanya bercanda.

Tingkah ayahnya semakin aneh saja beberapa tahun belakangan.

"Mana mungkin calon mamaku sepantaran denganku!" protes Prima pada ayahnya yang sedang tersenyum menyeringai.

"Hahaha, Prima ... Prima! Gak apa kalau Papa bersenang-senang saja sedikit menikmati masa tua. Kamu jangan kalah sama Papa, ya!"

"Pa!"

"Ya sudah, Papa tinggal dulu. Pokoknya kamu harus dapat pacar akhir tahun ini!"

Pak Dev melepas kacamatanya, mengedip nakal ke arah putra semata wayang yang duduk santai di sofa mewah ruang kerja. Sepeninggal ayahnya dari ruangan itu, Prima melengos asal-asalan, menegadahkan kepalanya ke langit-langit sambil bersandar pada daun sofa.

Prima memijat kepalanya yang tidak sakit. Pikirannya mulai melayang jauh tentang bagaiman jika wanita yang barusan itu benar-benar menjadi ibu sambungnya. Bisa-bisa dia ikut campur segala urusan batin Prima. Terlebih lagi, wanita itu ebih cocok menjadi saudara perempuan dibandingkan menjadi ibu karena sepantaran. Prima bergidik geli, dia berdecak, bibirnya kemudian bergetar.

"Sudah mulai jadi sugar daddy!"

Tingkah ayahnya di kantor sama sekali tidak pernah dia bayangkan akan seperti itu. Dibalik wibawa Sang Ayah yang selalu dia kagumi sebagai seorang pemimpin, kecerdasan dalam mengkoordinir tim dan ketegasan tanpa pandang bulu, Prima baru menyadari tingkah ayahnya itu sekarang. Seakan menyindir dirinya yang sampai saat ini masih menikmati masa lajang.

Terang saja, Pak Dev masih terlihat awet muda meski usianya sudah nyaris memasuki usia lima puluh dua tahun. Jika mereka berjalan berdua dalam sebuah kesempatan, Prima dan Pak Dev bahkan terlihat seperti kakak beradik. Kesalahpahaman di mata orang-orang yang sering terjadi. Tidak hanya itu, tubuh Pak Dev masih tampak bugar karena sering menyempatkan diri untuk berolahraga di waktu senggang.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Keluarga Sewaan

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Forced Marriage
9.2
Joan Arkan Rivenno, CEO sukses yang jatuh hati pada pandangan pertama, dijodohkan dengan aktris jelita Liza Nathalia Hope. Sayangnya, Liza menolak karena menganggap Joan hanya kakak dan ia sudah memiliki kekasih. Meski Liza terang-terangan menentang, obsesi Joan justru makin menguat. Suatu malam, Joan melakukan tindakan nekat yang merenggut kesucian Liza hingga ia hamil. Pernikahan paksa pun terjadi, meski hati Liza penuh dengan penolakan dan rasa benci.
Sampul Novel Gairah Terlarang Sang CEO!
9.0
Jordan Freemantle menyimpan dendam membara pada Lawrence Brickman yang kabur setelah menggelapkan dana proyek besar mereka. Saat Chantal Brickman, putri Lawrence yang cantik, datang ke rumah ayahnya di Malibu, Jordan langsung menjadikannya target pelampiasan. Pria arogan ini memaksa Chantal mematuhi segala hasrat gilanya sebagai bentuk penebusan utang sang ayah. Terjebak dalam cengkeraman Jordan, Chantal tak punya pilihan selain menuruti semua kemauan pria itu.
Sampul Novel Kehamilanku Adalah Harapanku
7.9
Lae adalah yatim piatu yang berjuang hidup dengan bekerja di butik Miralis setelah orang tuanya tewas kecelakaan. Di sana, ia menjalin cinta dengan Reza, putra pemilik butik. Namun, restu keluarga Reza tidak kunjung datang hingga hubungan mereka kandas. Di tengah kepedihan, Lae menyadari dirinya hamil. Bukannya membela, Reza justru menyuruhnya menggugurkan kandungan itu. Kini, Lae harus memilih antara menuruti Reza atau mempertahankan darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Pernikahan Mereka Hanyalah Mimpi
9.1
Dulu Dawn Norris yakin akan menikahi cinta masa mudanya. Namun saat menginjak usia dua puluh lima, Blaine justru menghinanya sebagai penjual ikan yang berbau amis. Penderitaan Dawn memuncak ketika pria itu menguras darah ibu angkatnya demi pacar barunya, lalu membuang abu jenazah sang ibu tanpa perasaan. Pengkhianatan keji ini mematikan seluruh harapan Dawn. Tiga tahun kemudian, takdir membawanya ke pelukan musuh bebuyutan Blaine untuk memulai sisa hidupnya.
Sampul Novel TAKDIR
9.6
Amel, gadis introvert dengan trauma keluarga, sempat menemukan harapan saat bertemu Alex di usia 17 tahun. Namun, Alex mendadak pergi tanpa alasan, meninggalkan luka mendalam hingga Amel tak lagi percaya cinta. Bertahun-tahun mencari, Amel akhirnya menemukan Alex yang telah berubah total. Di tengah rencana pernikahan dengan pria asing, Amel mengungkap rahasia perpisahan mereka yang menyakitkan. Saat kehilangan kian beruntun, mampukah Amel bertahan menghadapi takdir yang kejam?
Sampul Novel Yours
8.3
Azka, putra pengusaha kaya, memilih membangun bisnis musik sendiri. Di tengah tekanan orang tua untuk segera menikah, ia menyimpan rahasia tentang disfungsi seksualnya. Tak sengaja, ia bertemu Rena, karyawannya sendiri, dalam sebuah jamuan makan malam kantor. Hanya dalam hitungan hari setelah perjumpaan itu, Azka nekat melamar Rena demi memenuhi tuntutan keluarga. Akankah ia melepas kekasihnya demi Rena? Bagaimana nasib pernikahan tanpa cinta ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan