Sampul Novel Bangkit Dari Kematian

Bangkit Dari Kematian

8.3 / 10.0
Keharmonisan rumah tangga Rianti dan Randi kini terancam oleh kemunculan kembali Monica. Membawa dendam masa lalu, Monica merasa pengorbanannya tak dihargai setelah Randi lebih memilih menikahi Rianti. Ia datang menagih janji pernikahan yang diklaim pernah diucapkan Randi, meski Randi keras membantah komitmen tersebut. Di tengah konflik dan misteri janji masa lalu ini, sanggupkah Rianti berjuang mempertahankan keutuhan pernikahannya dari gangguan sang mantan?

Bangkit Dari Kematian Bab 1

Malam semakin larut,

Alam semesta diselubungi kesunyian,

suara hewan malam menjadi hiasannya,

rembulan di cakrawala menggantung pucat,

       Sesekali bersembunyi di balik mega,

       Angin malam menusuk hingga kedalam ke tulang, 

       Kehidupan terus berjalan,

       Nasib anak manusia telah pun digariskan.

Di siang hari sang mentari begitu angkuh memancarkan sinar,

panas seakan ingin mem bakar.

Seorang gadis manis dengan rambut sebahu, tengah berjalan tergesa - gesa dibawah teriknya matahari. Sesekali di dalam hatinya menggerutu, karena menahan panas yang seakan membakar.

Kota M, siang ini memang cuacanya begitu panas. Mungkin karena musim kemarau telah tiba.

“Maya, tunggu jangan terlalu cepat langkahmu!” teriak gadis itu pada temannya yang terus berjalan tanpa menoleh ke arah suara yang seakan ingin mencegah langkahnya.

“Huft, bukan main panasnya hari ini!” kesahnya gadis itu setelah berada di dekat temannya yang lebih dahulu sampai di halte bis.

“Lambat amat sih jalan kamu Ris, kayak siput tau!” tegur Maya pada Risa yang terus menggerutu.

“ Hei, jangan asal ngomong ya, kamu tuh yang terlalu cepat langkahmu!” ketusnya pada Maya

“Hari ini panas banget, kerongkongan jadi kering nih, mana penjual minuman gak ada lagi nongkrong!” 

“Iya, kok tumben nih Pak Wahyu gak ada berjualan!” ucap Risa membenarkan Maya.

“Ris, sore kamu ada gak acara?” tanya Maya

“ Gak ada, emang kenapa May, mau ngajak aku makan ya!” jawab Risa pada Maya yang memperhatikan orang yang berlalu lalang di hadapan mereka.

“ Kamu tuh ya, soal makan saja yang dipikirkan, tapi badan gitu - gitu aja, gak pernah gemuk!”

“ Ini namanya langsing, May!” bela Risa.

“Gak, kebetulan entar sore tante Tati, teman mama,  tuh adain acara syukuran kecil, karena anaknya lulus dan  diterima di Perguruan Tinggi Negeri!” jelas Maya.

“ Wah,  ini namanya makan - makan tau, hehehe!” tawa kecil Risa.

“ Dasar kamu ya, tukang makan tapi tubuh gak pernah gemuk!” tukas Maya

“Mau gak ikutan sebentar sore!” tanya Maya dengan nada agak keras.

“Mau dong, May !’ balas Risa.

Sore hari pun tiba, Risa dan Maya bersama Ibu Maya, Nora menuju ke rumah tante Tati. Tidak terlalu banyak yang datang. Menurut tante Tati dia tidak mengundang hanya memanggil beberapa teman saja.

“Assalamualaikum!”

“Waalaikumsalam!” orang - orang yang ada didalam rumah Tante Tati hampir bersamaan menjawab salam mereka.

“Yuk, masuk sini, !” Tante Tati mempersilahkan tamunya masuk.

“Terima kasih ya, sudah mau datang!” kata tante Tati dengan senyum manis menyambut tamunya itu.

“O iya Tante, ini teman May, yang selalu saya bicarakan itu!” jelas May pada Tante Tati sambil memperkenalkan Risa.

“Hmm, ya ya, gimana kabar kamu Risa, perkenalkan, aku Tati. Panggil aja Tante Tati!” sambil menyodorkan tangan berkenalan dengan Risa.

“Silahkan, langsung saja di cicipi hidangan ala kadarnya, maklum cuma acara kecil - kecil!” lanjut Tante Tati pada tamunya.

“ Anggap seperti di rumah sendiri!” lanjutnya

Sepeninggalan Tante Tati, Risa menarik tangan Maya.

“ Kamu tuh ya, omongin apa aja soal aku sama Tante Tati?” tanya Risa ingin tahu.

“Gak ada yang serius cuma bilangin, aku tuh punya sahabat bernama Risa, sudah seperti saudara!”

“ Anaknya baik !” ucap Maya singkat

“ Gak, percaya aku. pasti ada apa - apa nih !” ujarnya merasa ada sesuatu yang disembunyikan sahabatnya ini.

Pertanyaan - pertanyan bermunculan dibenaknya. Tidak mungkin Maya cerita soal ke Tante Tati kalau tidak ada sesuatu. Dan Risa pun baru kenal Tante Tati hari ini. Di acara syukurannya.

Berbagai macam pertanyaan terus bermunculan seakan ingin mendapatkan jawaban.

Dan kenapa pula Maya, mengajaknya ke acara syukuran ini.

Nafsu makannya nyaris hilang, namun  karena Risa memang orangnya suka makan. Maka pertanyaan - pertanyaan yang bermunculan itu ditepis dan mencoba menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah. Mubazir kalau tidak dimakan.

Satu persatu para tamu pulang, sekarang tinggal Risa, Maya dan mamanya.

“Aduh, terima kasih banyak ya kalian sudah mau datang!” kata Tante Tati yang duduk didepan mereka.

“Makasih juga tante!” ucap Risa sambil tersenyum.

“Risa nih satu kuliah ya dengan Maya?”

“Iya Tante, satu fakultas malah dengan Maya!” kata Risa

“ Tante mau tanya sesuatu sama kamu Ris, itupun kalau kamu gak keberatan jawab!” kata Tante Tati pada Risa.

“ Boleh, apa tuh tante!’ ucap Risa.

“ Gini, kamu kenal gak cewek bernama Mira, Mirna atau Vira?’” tanya tante Tati

“ Gak, Tante. Mang mereka kenapa?” balik bertanya pada tante Tati yang memandangnya.

“Ah, papa, kirain Risa kenal sama mereka!” lanjut Tante Tati. 

“ Kalian duduk dulu ya, aku masuk sebentar ada sesuatu yang ingin aku berikan pada Maya!” kata tante Tati sambil berlalu.

Risa merasa ada yang ganjil dengan pertanyaan - pertanyaan Tante Tati padanya. Seperti ada makna dan maksud dibalik pertanyaan itu. Siapa ketiga nama yang disebut oleh Tante Tati. Baginya nama itu asing dan ketiga gadis itu tidak pernah dikenalnya.

Kembali muncul pertanyaan - pertanyaan di benak Risa. Hingga matanya tertuju pada sebuah foto yang terpajang di atas lemari hias.

“Merasa penasaran saat dia melihat foto itu, dari kejauhan dia melihat dirinya pada potret itu. Hanya pada orang yang ada dipotret itu sedikit agak gemuk darinya.

Risa pun mendekati potret itu dan memandangnya. 

“ Astaga, siapa dia, kenapa Risa seolah melihat potretnya sendiri.Lalu apakah yang tiga itu gadis yang disebut oleh Tante Tati?” pertanyaan berkecamuk didalam hatinya.

Maya yang melihat sahabatnya seperti kaget dan termenung memandangi potret itu, mendekati Risa.

“Kamu lihat Risa, gadis yang ada di potret itu?” tanya Maya padanya.

“Dialah Bunga, sahabat Vira anak Tante Tati!” ungkap Maya padanya.

“ Gadis itu sangat mirip denganmu, bahkan nyaris tak ada perbedaan kan?” tanya Maya pada sahabatnya itu yang seakan tak percaya dengan apa yang dilihat.

Apa mungkin diatas dunia ini ada orang lahir dikeluarga yang berbeda namun punya wajah yang sama. Bahkan seperti anak kembar nyaris tidak perbedaan.

Sekarang Risa tahu mengapa Maya mengajaknya ke rumah Tante Tati. Karena Foto itu.

Gadis yang ada di dalam foto itulah yang menyebabkan Maya mengajaknya.

Dari dalam Tante Tati datang dan mendapati Risa dan Maya sedang memandangi foto yang ada diatas lemari hiasnya.

“ Kamu sudah lihat ya Risa!” Tante Tati membuka suara.

“ Tadinya tante juga tidak percaya saat Maya cerita tentang kamu, sampai dia memperlihatkan foto kamu ke tante!”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bangkit Dari Kematian

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Gadis terpaksa menjadi pengantin pengganti demi menjaga martabat ibu angkatnya. Namun, kesalahpahaman besar membuat Alex membencinya hingga bersikap kasar. Gadis tidak tinggal diam menghadapi perlakuan tersebut, sambil tetap menyembunyikan rahasia besar mengenai jati diri aslinya. Akankah Alex berhasil mengungkap misteri yang tersimpan rapat itu? Ikuti kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka yang kini tersedia secara lengkap di Bakisah.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.
Sampul Novel Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin
7.9
Clayden Ardhanesa, yang dahulu dikenal sebagai Bradford, pernah menguasai dunia sebelum melepaskan kejayaannya demi cinta. Dia memilih hidup sederhana demi melindungi sang istri secara rahasia. Sialnya, setelah sukses, wanita itu justru menganggap Clayden tidak berguna lalu menceraikannya. Namun, roda nasib berputar saat reputasi Clayden kembali mengguncang dunia, menyisakan penyesalan mendalam bagi mantan istrinya yang kini hanya bisa bersimpuh dan menangis tanpa henti.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan