Sampul Novel The hidden truth

The hidden truth

8.5 / 10.0
Dalam The hidden truth, sebuah romance novel modern ini mengungkap perjalanan tokoh utama mencari jati diri. Di balik rahasia yang terkubur, ia harus memilih antara loyalitas atau kebenaran. Temukan kisah lengkapnya di webnovel ini bagi pencinta fiction books yang penuh intrik.
Ringkasan The hidden truth
Dalam balutan romansa modern yang penuh teka-teki, kisah ini berfokus pada perjalanan pribadiku dalam mengungkap realitas yang tersembunyi. Setiap langkah yang kuambil membawa diriku semakin dekat pada kebenaran yang selama ini terkubur di balik rutinitas sehari-hari. Konflik batin dan rahasia yang menyelimuti hubungan asmaraku perlahan mulai terkuak, memaksa diriku menghadapi kenyataan pahit yang mengubah segalanya dalam hidupku yang tampak tenang ini.
Baca Selengkapnya

The hidden truth Bab 1

Angin berembus menekan kulit membuatnya kembali merapatkan jaket. Lalu ia menolehkan kepala ke belakang kala mendengar suara langkah.

Alicia Middleton sudah merasa di ikuti sejak keluar dari kelap malam tapi, ia terus berpikir positif hingga sampai di rumah.

Namun kali ini, ia tak bisa berpikir positif lagi karena mendengar langkah di belakangnya semakin jelas. Maka dari itu, Alicia semakin mempercepat langkahnya bersamaan dengan langkah seseorang di belakangnya.

Alicia panik lalu, berlari tanpa menolehkan kepala untuk sekedar memastikan wajah seseorang yang mengikutinya. Tapi, ia sangat yakin kalau yang mengikutinya adalah salah satu pria mabuk di kelap.

“Tuhan, tolong aku.” Alicia bicara dengan terus berlari melewati toko demi toko yang sebagian sudah di tutup karena sudah lewat tengah malam.

“Agh!”

Alicia tersentak lalu, menghentikan langkah. Ia menolehkan kepala ke asal suara dan ia melihat pria itu sedang membersihkan celananya maka tanpa pikir panjang, Alicia memacu langkahnya dengan cepat.

“Ah, sial!”

“Tolong!” Alicia berteriak sambil terus memacu kakinya lebih cepat. Ia benar-benar takut dengan pria mengejar di belakangannya.

Banyak risiko bekerja di kelap malam salah satunya di ikuti oleh pria hidung belang yang sedang mabuk. Ada satu kejadian di mana seorang wanita hampir di perkosa oleh pria yang mengikutinya tapi, untung saja wanita itu selamat dengan cara melukainya.

“Hai, jangan berlari atau meninta pertolongan! Aku bukan orang jahat.”

Jangan pikir kalau Alicia akan percaya dengan kata-kata dari pria di belakangnya. Maling saja tidak mengaku sudah mengambil barang yang ada di tangannya, apa lagi orang di belakangnya. Jadi dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada, ia mempercepat larinya.

Kini ia sungguh menyesal karna menolak ajakan rekan kerjanya untuk tidur di kamar khusus pekerja. Meski pihak kelap dan rekannya sudah mengatakan keamanan tempat itu tapi, ia memilih pulang.

Jam sudah menunjukkan angka tiga menjelang pagi dan seperti biasa, ia bersama rekan kerjanya di bolehkan untuk pulang atau menempati kamar tak jauh dari kelap. Namun, Alicia berbeda. Ia lebih suka tidur di rumah alih-alih di tempat yang di sediakan.

Alicia masih ingat saat melangkahkan kaki pertama kali untuk melihat kamar di sediakan, ia langsung tidak suka dan memilih untuk pulang meski selalu di bayangi rasa takut.

Ia tinggal sudut kota Las Vegas sementara tempat kerjanya ada di pusat kota. Perjalanan hingga sampai di rumah memakan waktu cukup lama dan selama tidak ada yang pria mabuk yang mengikutinya, maka ia akan baik-baik saja.

Setiap selesai kerja, ia selalu memastikan semuanya aman, terutama membuka wig hitamnya.

“Dapat!”

“Aaa, lepaskan aku! A–aku ngga punya apa-apa untuk kau ambil!” jeritnya kala merasakan tangan pria itu menyentuh lengannya.

“Hai, aku mohon jangan berteriak! Aku bukan orang jahat!”

Alih-alih menurut, Alicia malah semakin berteriak membuat pria itu terpaksa menutup mulutnya dengan salah satu tangan. “Aku bilang jangan berteriak! Aku mengikutimu untuk memberikan ini.”

Alicia melotot melihat buku yang berisi semua rahasianya ada di depan wajahnya lalu, ia melirik pria yang menutup mulutnya. Siapa pria ini? Tanyanya dalam hati.

Ketika tangannya akan meraih buku itu tiba-tiba saja orang asing itu menjauhkannya. Alicia kembali memberontak, membuat si pria kewalahan menahannya.

“Aku akan melepaskanmu akan tetapi, kau harus berjanji untuk tidak berteriak?”

Alicia terus berontak, tidak peduli perkataan orang asing yang menutup mulutnya dengan menggunakan salah satu tangan.

“Astaga, kenapa kau keras kepala sekali? Aku mengikutimu hanya untuk memberikan buku diari ini dan kau harus percaya kalau aku bukan orang jahat!”

Bukan orang jahat? Alicia bicara dalam hati kemudian, menggigit tangan pria asing yang menutupi mulutnya.

Pria itu kesakitan membuat Alicia tersenyum puas lalu, dengan cepat mengambil diarinya dan berlari menjauh dari pria itu.

“Sial!”

Dengan masih berlari, Alicia menolehkan kepala untuk melihat pria asing itu. Lalu, ia mengalihkan pandangan saat mendapati pria itu malah memandanginya.

“Sial! Kenapa kau malah lari! Padahal, aku ingin minta maaf, karena sudah membaca semua isi bukunya.”

“Max, apa kau menungguku?” Alicia berjalan mendekati, Max, anjing peliharaannya dan mengelus kepala Max dengan sayang yang di balas dengan jilatan di tangannya.

“Apa ayah sudah memberikanmu makan?” lalu mengalihkan pandangan pada tempat makan Max dan tersenyum senang. “Tentu saja sudah, kalau ayah sampai lupa memberimu makan maka–“

“Kau masih bermain judi yang tidak pernah menghasilkan uang itu?”

“Aku yakin kau sudah tahu jawabannya.”

Alicia menghela nafas mendengar suara dari dalam rumah lalu, tersentak mendengar Max tiba-tiba menggonggong. Kemudian, dengan cepat ia meletakkan salah satu jari di depan bibirnya.

“Jangan mengeluarkan suara, Max!” perintahnya meski kadang di katakan orang gila tapi ia yakin, kalau Max mengerti karena anjingnya berhenti menggonggong.

“Ini waktunya orang tidur!” Lalu ia tersenyum, melihat Max menunduk. Lantas satu tangannya terulur untuk kembali mengelus kepala anjingnya dengan sayang.

“Anjing pintar.”

“Astaga! Uang dari mana lagi? Kemarin putriku baru gajian dan uangnya langsung di bayar untuk mengangsur hutangmu dan sekarang? Kau–“

“Dia juga putriku dan sudah sepantasnya untuk melunasi hutangku! Kau pikir aku banting tulang mencari uang dulu untuk siapa? Dia dan..”

Alicia menutup telinga agar tidak mendengar perkataan ayahnya lebih jauh lagi seolah-olah dirinya bukan anak kandung.

Memang ada seorang Ayah yang menjadikan perjuangan untuk membesarkan sebagai hutang budi untuk anaknya di masa depan? Tidak, mungkin hanya ayahnya yang melakukan itu.

Tapi, seburuk-buruknya pria itu, Alicia tidak bisa membencinya. Kecewa mungkin ada tapi, semua itu hilang saat mengingat bagaimana pria itu menyayanginya. Dulu, sebelum ayahnya mengenal meja perjudian dan menjadikannya candu.

Matanya tidak sengaja melirik Max seperti sedang mencari perhatian membuatnya tersenyum dan mengelus kepala anjing itu dengan sayang. “Aku tidak apa-apa.”

Tiba-tiba ia menguap dan kembali menatap Max. “Aku mengantuk sekali. Max, aku masuk dulu ya! Kau jangan berisik!”

Alicia mengelus kembali kepala anjing keturunan Doberman miliknya itu dengan sayang. Kemudian, memberikan ciuman selamat malam dan bangkit dari berjongkok untuk berjalan memasuki rumah.

“Jadi, semua hal yang kau lakukan pada kami selama ini tidak tulus? Astaga, aku tidak percaya sudah menikahi pria sepertimu!”

Saat membuka pintu, ayah dan ibunya langsung berhenti bertengkar. Kemudian, mereka meliriknya dengan wajah pucat basi apa lagi ibunya.

“Aku pulang, maaf, membuat ibu menunggu.” Tuturnya tanpa melihat kedua orangnya dan berjalan mendekati tempat sepatu dan meletakkan sepatunya di sana.

Kemudian ia berbalik hendak melanjutkan langkah tapi tidak di lakukanya karena mengingat sesuatu. “Kalau mau berdebat jangan keras-keras nanti, orang yang masih tidur terganggu.”

Setelahnya ia melanjutkan langkah menuju pintu kamar dan menutupnya. Alicia terdiam dengan duduk di ranjang sambil menatap dinding dengan tatapan kosong.

Hampir setiap hari orang tuanya bertengkar dengan masalah yang sama yaitu kebiasaan ayahnya. Di tambah lagi dengan pria itu pulang ke rumah saat menjelang pagi membuat ibunya semakin emosi.

Alicia menghela nafas kasar dan tiba-tiba saja, mengingat buku diarinya. Ia membuka tas dan mengeluarkan buku yang sudah hilang dari lima hari lalu.

“Pria asing yang tidak sopan.” Ucapnya ketika mengingat perkataan pria tadi lalu, ia berdiri dan berjalan menuju nakas. Setelah menyimpan bukunya, ia melangkahkan kaki menuju kamar mandi.

Saat lelah, ia tak ingin mengatakan apapun. Hanya ada dua hal yang ingin ia lakukan saat ini adalah membersihkan tubuh dengan air dan tidur.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi The hidden truth

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bukan Istri Idaman
9.3
Terus-menerus direndahkan oleh keluarga mertua membuat Karmila bertransformasi. Ia tak lagi pasrah menanti belas kasihan sang suami, melainkan bangkit demi masa depan anak-anaknya. Bertekad membuktikan kekuatannya, ia menyulap barang bekas menjadi kerajinan bernilai tinggi. Di tengah tekanan batin, Karmila memilih jalannya sendiri untuk meraih sukses dan kemandirian. Akankah kreativitas dan kerja kerasnya mampu membungkam semua hinaan yang selama ini ia terima?
Sampul Novel Delapan Tahun Menjadi Istri Rahasia
8.0
Clara berharap kehamilannya mengakhiri rahasia pernikahan delapan tahunnya dengan David. Namun, penolakan keras David justru memicu konflik fisik yang fatal hingga Clara kehilangan salah satu janinnya. Sadar hanya menjadi pengganti, Clara yang semula lembut berubah dingin dan menuntut cerai. Kini, David harus menghadapi kehancuran rumah tangganya dan rasa bersalah mendalam saat melihat istrinya tak lagi peduli pada hubungan mereka yang penuh kepalsuan.
Sampul Novel FINDING MOM
9.1
Demi menemukan ibu kandungnya, seorang gadis nekat merantau ke luar negeri sebagai buruh migran. Di sana, ia bertemu beberapa pria yang jatuh hati padanya, namun tak disangka salah satu dari mereka adalah kekasih sang ibu. Sementara itu, ibunya telah lama melupakan keluarga demi hidup bebas. Takdir mempertemukan mereka tepat saat sang gadis dilamar oleh pria masa lalu ibunya. Konflik batin pun memuncak dalam pencarian jati diri dan cinta ini.
Sampul Novel Istriku, bukan Jodohku
9.3
Akibat pengaruh obat perangsang, Calvin terjebak dalam hubungan terlarang dengan kakak iparnya. Kondisi medis yang mengancamnya dengan impoten parsial memaksa interaksi ini terjadi berulang kali hingga benih cinta mulai tumbuh. Kini, Calvin terjepit dalam pusara kebohongan. Ia harus menyembunyikan kenyataan pahit ini dari kakaknya yang menderita sakit jantung kronis. Akankah sang kakak sanggup bertahan, atau justru pengkhianatan ini adalah rahasia yang ia harapkan?
Sampul Novel Jebakan Bidadari Rumah Sakit
8.1
Suasana sunyi di dalam ruang perawatan mendadak berubah penuh ketegangan intim saat tatapan tajam seorang pasien terasa begitu nyata menyapu tubuhku. Terbawa oleh atmosfer yang ambigu, aku memutuskan untuk melepas kancing seragam perawatku, membiarkan diri ini hanyut dalam permainan terlarang yang berbahaya. Keadaan semakin tak terkendali ketika dia merobek stokingku, melangkah jauh melampaui batas, dan menyentuh bagian terdalam diriku dalam keheningan malam rumah sakit.
Sampul Novel Pindahnya Jiwa Permaisuri Ke Tubuh Siluman Rubah
9.3
Saat nyawanya terancam, jiwa Permaisuri Chou Zui Ran berpindah secara misterius ke tubuh siluman rubah di masa depan. Di sana, ia bertemu Kim Daehyung, pemuda yang sangat mirip dengan suaminya dahulu. Berharap mendapatkan kasih sayang yang tak pernah ia rasakan, Zui Ran pun menjalin hubungan bahagia bersamanya. Namun, takdir kembali menarik jiwanya pulang ke raga manusia. Mampukah cinta mereka bertahan meski terpisah dimensi dan waktu yang berbeda?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan