Sampul Novel Semalam Penuh Gairah

Semalam Penuh Gairah

7.9 / 10.0
Dalam romance novel Semalam Penuh Gairah, Allura terjebak dengan pria asing di kelab malam. Di tengah rencana perjodohan oleh sahabatnya, ia harus menghadapi konsekuensi masa lalu orang tuanya. Ikuti kisah modern novel ini untuk melihat pilihan Allura demi menuntut pertanggungjawaban.
Ringkasan Semalam Penuh Gairah
Allura terjebak dalam malam panas bersama pria asing di sebuah kelab. Tak disangka, seminggu kemudian dia justru menghadapi rencana perjodohan oleh sahabat yang sangat dicintainya. Di tengah kebimbangan antara menuntut tanggung jawab atau menerima perjodohan, rahasia kelam terungkap. Kejadian malam itu ternyata adalah bentuk pembalasan dendam atas kesalahan orang tua Allura di masa lalu terhadap ibu dari pria misterius tersebut. Kisah dewasa ini penuh drama.
Baca Selengkapnya

Semalam Penuh Gairah Bab 1

Membuka lemari dan mengambil salah satu gaun paling seksi. Gaun warna merah jambu yang berada di antara gaun-gaun selutut lengan panjang dan sopan yang menemaninya malam ini.

Sudah lama dia ingin memakai gaun seksi itu, tepatnya ketika dia berulang tahun yang ke dua puluh. Akan tetapi, baru bisa dipakai di saat usianya hampir menginjak dua puluh dua tahun, tahun ini. Buru-buru mengenakan gaun pink nan seksi itu.

Allura yang sudah tampil memukau, segera menghubungi temannya. Menaiki mobil hitamnya, menjalankan kendaraan roda empat itu ke rumah Devi. “Dev! Aku lagi di perjalanan mau ke rumahmu. Malam ini kita bisa ke kelab malam! Aku jemput sekarang!”

“Ka-kamu serius? Malam ini, Ra?! Gimana caranya kamu bisa lepas dari kawalan adik sama papamu?”

“Aku ceritain nanti, sekarang kamu siap-siap! Ganti pakaianmu, Dev!”

“A-aku gak bisa, Ra. Sekarang ini aku lagi gak ada di rumah ... ash! Pelan-pelan, Sayang ...! Ya, di situh ... ah ....”

“Sepertinya aku nelpon kamu di saat yang enggak tepat.”

“Emh ... so-sorry, Ra.”

Panggilan dimatikan oleh Allura. Tidak peduli jika sang sahabat tak bisa menemaninya, gadis yang belum pernah memasuki dunia malam itu tetap bertekad untuk mendatangi kelab malam.

“Kesempatan hanya datang satu kali seumur hidup, Ra. Ingat, ya, Ra ... kamu mau ke tempat biasa buat seneng-seneng aja. Kamu pasti aman dan baik-baik aja, Allura ....,” bisiknya pada diri sendiri.

Perjalanan yang ditempuh tidak sampai empat puluh menit. Mobil hitam Allura kini terparkir rapi di tempat yang seharusnya. Dengan perasaan yang sedikit gugup, sepasang kaki Allura memijak tanah begitu pintu mobil terbuka.

Sepasang mata kini terarah pada pintu masuk. Sedikit tidak yakin, tapi keinginan dan rasa penasarannya terlalu kuat. Sehingga Allura memilih nekat memasuki kelab tersebut.

Dengan punggung tegap dan berusaha percaya diri, gadis itu mempercepat langkahnya. Ia menarik sudut bibir ke atas.

“Akhirnya aku bisa lihat dan ngerasain langsung kelab malam!”Allura tampak kegirangan setelah diperiksa oleh salah satu petugas keamanan yang setia berdiri di depan pintu masuk. “Mantap, Allura! Selamat datang di dunia malam, Ra,” hembusnya dengan langkah kaki yang makin cepat, tapi tetap elegan nan anggun.

Gadis polos itu tak tahu jika sejak kakinya masuk ke area kelab malam, ada seseorang yang sudah terpesona oleh kecantikannya, terutama bagian lekuk tubuh. Pria itu berada cukup dekat dari Allura, karena memastikan jarak agar tidak jauh maupun terlalu dekat dengannya. Lelaki itu senantiasa mengikuti ke mana langkah Allura pergi. Bahkan di saat Allura duduk di depan bar, ia pun mencari kursi kosong yang jaraknya lagi-lagi agak dekat dengan Allura.“Aku mau minuman yang enak dong, Kak.”

“Aku belum pernah lihat kamu sebelumnya. Baru pertama datang ke sini?"

"Lebih tepatnya aku belum pernah ke kelab malam."

"Oh, begitu ... jadi, kamu mau coba minuman yang rendah alkohol aja?”

“Paling enak, Kak. Aku gak peduli berapa persen kadar alkoholnya, yang penting pernah nyobain minuman itu.”

Bartender itu terkekeh. “Oke, sesuai permintaanmu, Cantik.”

Sang bartender tampan itu pun meracik minuman yang biasanya menjadi favorit para wanita. Alkohol yang tidak terlalu pahit, dan cenderung manis dan beraroma harum. Bartender itu sangat yakin bahwa Allura pasti menyukai minuman racikannya.

“Silakan dinikmati, Cantik,” katanya menaruh segelas cairan beralkohol warna merah itu di depan Allura.

“Makasih, Kak.”

Baru mencicipnya satu teguk, raut wajah Allura terlihat sangat tak bersahabat dengan minuman itu. Ia belum bisa menerima.

Namun, dua teguk, ia yang masih mencecap rasanya mulai tersenyum tipis. Beberapa teguk setelah itu barulah lidah Allura mulai beradaptasi dengan rasa sedikit pahit dan manis yang makin lama makin enak di mulutnya.

“Mau tambah lagi dong, Kak,” pinta Allura mulai ketagihan.

Begitu diberi, Allura hanya beberapa detik saja menghabiskannya. Hingga ketika gelasnya sudah kosong, ia minta diisi kembali.

Entah sudah berapa kali dia meneguk minuman beralkohol manis itu. Allura pun meminta tambah lagi sebelum berdiri. Meskipun kantong kemihnya penuh, Allura tetap minta tambah. Sampai akhirnya ia berkata, “Aku mau ke toilet, kebelet pipis.”

“Hati-hati, Cantik. Perhatikan langkahmu, jangan lupa pegangan.”

Allura mengangguk asal. Meninggalkan beberapa lembar uang warna merah di meja bar. Mengayunkan kaki, Allura memegangi perut yang sudah tidak tahan hendak buang air. Rasa pusing di kepalanya kian terasa nyata. Gadis yang tadinya fokus itu, sekarang sudah memejamkan mata.

“Hei! Kamu baik-baik aja? Bisa jalan sendiri?”

Allura hanya bergumam dalam rengkuhan pria itu. Merasa tidak nyaman, Allura berusaha menyingkirkan tangan yang tengah membelit pinggangnya tanpa izin. Akan tetapi, usaha Allura sia-sia. Tangan itu tidak sudi beranjak dari pinggang ramping Allura.

“Kamu mau ke mana? Aku bisa bantu kamu.”

“Ke toilet.”

“Oke, ayo aku antar.” Allura yang sempoyongan itu pun tidak keberatan. Hingga ketika berada di depan toilet, pria itu berujar, “Aku tunggu di sini, ya.”

Allura yang tidak bisa berjalan tegak pun berpegangan pada dinding sambil masuk ke toilet pelan-pelan. Lebih dari sepuluh menit untuk Allura buang air kecil dan kembali berhadapan dengan pria yang membantunya tadi. Berkat kesadaran yang makin tipis, Allura tidak mampu melihat wajah sang pria dengan jelas. Bahkan sampai sepasang matanya menyipit, Allura tak tahu jelas wajah pria itu.

“Mau aku antar ke tempatmu tadi atau kamu mau pulang?”

“Aku masih mau bersenang-senang di sini.”

Mendengar jawaban Allura yang sesuai dengan harapannya, senyum iblis tersungging di wajah pria tersebut. Dengan senang, ia menuntun Allura hati-hati ke tempat duduknya.

Akibat mengamati Allura dari Allura masuk ke kelab malam, ia pun tahu di mana tempat Allura duduk sambil menikmati minuman favorit para wanita di sini. Ia pun menempatkan diri di samping Allura dan meminta dituangkan alkohol lagi.

Diam-diam, ia mencampurkan obat perangsang ke dalam minuman yang diteguk Allura. Senyum puas kian melebar di wajahnya ketika gadis incarannya yang sudah mabuk itu menenggak cairan merah manis bercampur obat favoritnya tanpa ragu.

“Mau ke ruangan yang aku sewa buat istirahat?”

Allura sudah tidak menjawab lagi. Dia memejamkan mata dan ambruk dalam dekapan pria di sampingnya. Tanpa berlama-lama didekaplah tubuh Allura. Tubuh molek Allura diangkat dalam gendongan lengan kencangnya.

“Malam ini waktunya kita berpesta, Sayang ...,” bisiknya tepat di telinga Allura.

Sedangkan dari kejauhan, ada pria yang sibuk mencari saudara kandungnya. Ia pun mengepalkan tangan sambil celingak-celinguk dan fokus memeriksa postur tubuh pria di dalam kelab malam ini.

Hingga satu waktu netranya berhasil menangkap sosok adik kandungnya, setelah mendatangi kelab malam satu-persatu sejak pukul delapan malam. Namun, ada hal yang membuatnya tampak sangat marah. Kelakuan sang adik yang sudah keterlaluan itu membuat rahangnya mengetat.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Semalam Penuh Gairah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun
8.2
Ryn Laverna harus menghadapi kenyataan pahit saat calon suaminya direbut oleh sahabatnya sendiri. Di tengah rasa dikhianati dan patah hati yang mendalam, takdir membawanya ke arah yang tak terduga. Ryn justru terjebak dalam sebuah kesepakatan pernikahan kontrak selama dua tahun dengan bosnya sendiri. Kini, ia dihadapkan pada ketidakpastian besar: apakah pernikahan kontrak ini akan menjadi kesalahan terburuk dalam hidupnya, atau justru menjadi jalan penyelamat yang ia butuhkan?
Sampul Novel Istri Terlahir Kembali: Sekali Digigit, Dua Kali Pemalu
9.0
Rylie mengira pengabdian tulusnya akan meluluhkan Mathias, namun lima tahun pernikahan hanya berbuah pengabaian hingga ia wafat dalam kesedihan. Saat terbangun di masa lalu, Rylie bertekad menggugat cerai sebelum suaminya bertemu wanita lain. Mathias awalnya menganggap ini taktik belaka, tapi keputusasaan Rylie justru membuatnya panik dan memohon kesempatan kedua. Kini, Rylie terjebak di antara trauma masa lalu dan cinta yang masih tersisa untuk Mathias.
Sampul Novel Merelakan Suamiku Untuk Adik Tiriku
9.8
Mayra mencintai Gavin selama 15 tahun, namun hati pria itu hanya milik adik tirinya, June. Sebelum pernikahan resmi mereka, Gavin justru menggelar upacara adat untuk menikahi June yang sakit kanker, bahkan menyebut Mayra hanya selir rendahan. Tanpa keributan, Mayra memilih melakukan aborsi dan menandatangani surat cerai. Ia lalu pergi jauh bergabung dengan tim riset geologi di Antartika yang terisolasi. Kepergian Mayra meninggalkan penyesalan hebat hingga membuat rambut Gavin memutih dalam semalam.
Sampul Novel PENDEKAR TAPAK DEWA
8.5
Kelompok La Kala pimpinan La Afi Sangia menghancurkan Desa Tanaru tanpa sisa. Di tengah puing dan mayat, Jenderal Hongli menemukan keajaiban: seorang bayi yang selamat dari api. Sang mantan jenderal bergelar Wu Ying Jianke bersumpah di bawah petir untuk melatih bayi bernama La Mudu tersebut. Sebagai titisan dewa, La Mudu dipersiapkan menjadi pendekar besar guna menuntut balas atas pembantaian keluarganya dan membasmi segala kejahatan di muka bumi.
Sampul Novel Satu Malam, Dua Anak
8.8
Pasca kebangkrutan keluarganya lima tahun lalu, Melita memisahkan putra kembarnya. Satu dibawa pergi, satu lagi ditinggalkan pada sang ayah. Kini, ia kembali sebagai sosok berpengaruh di internet, namun masa lalunya mengejar. Sang mantan kekasih menyambutnya dengan dingin dan penuh provokasi. Saat Melita bertemu anak di rumah pria itu yang sangat mirip putranya, ia justru mendapat teguran ketus. Ia pun bertekad menyelamatkan anaknya dari pengaruh kaku sang mantan.
Sampul Novel Setelah 17 Tahun Pernikahan
8.6
Amira terkejut mendengar rekaman pembicaraan antara ibu mertuanya dan Bu Sarah. Setelah menderita kelumpuhan akibat stroke ringan selama sebulan, ia justru dikhianati. Bu Nur menganggap Amira takkan sembuh dan berencana meminta Habib menikahi Laila. Sang mertua mengaku sudah mendapat persetujuan Habib dengan alasan kasihan melihat putranya harus mengurus diri sendiri. Amira kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya setuju untuk berpoligami.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan