Sampul Novel Dilahirkan Sebagai Ancaman

Dilahirkan Sebagai Ancaman

9.3 / 10.0
Dalam novel modern Dilahirkan Sebagai Ancaman, Zaira menghadapi penolakan ibunya karena misteri weton kelahirannya. Saat rahasia keluarga terkuak, ia berhenti patuh dan mulai melawan takdir. Baca mystery story ini sebagai pilihan fiction books menarik tentang keberanian dan kebenaran.
Ringkasan Dilahirkan Sebagai Ancaman
Zaira Callista Ramadhani tumbuh dalam kebencian ibunya sendiri. Meski sang kakek memberi nama 'Kliwon' sebagai pelindung, Zee tetap menjadi sasaran amarah dan hukuman tanpa alasan di rumahnya. Kontras dengan kakaknya, Ayla, yang dimanja, Zee justru dianggap aib masa lalu. Kelelahan batin mengubah Zee menjadi gadis dingin yang mulai memberontak. Saat sebuah rahasia besar tentang kelahirannya terungkap, ia akhirnya berani melawan takdir yang selama ini menindasnya.
Baca Selengkapnya

Dilahirkan Sebagai Ancaman Bab 1

Di sebuah rumah tua yang terletak di pinggiran kota, Zaira Callista Ramadhani melangkah perlahan menyusuri koridor yang remang. Suara langkahnya nyaris tenggelam oleh riuh rendah suara televisi yang menyala di ruang tengah. Matanya menatap kosong ke arah langit-langit, menyembunyikan rasa sakit yang sudah menjadi teman akrab sejak lama.

Panggilan dari ibunya datang lagi, terdengar kasar dan penuh kemarahan.

"Zaira! Jangan cuma diem di situ! Bantuin Ayla di dapur!"

Zaira menghela napas dalam-dalam. Bukan kali pertama dia dipanggil seperti itu dengan nada yang membuatnya merasa seperti beban. Tapi kali ini, dia tidak menjawab. Perlahan, ia mengalihkan pandangannya ke jendela, melihat hujan yang mulai turun tipis di luar.

Dia tahu, menolak mematuhi perintah ibunya adalah hal berbahaya. Tapi hatinya sudah terlalu lelah untuk terus menangis dalam diam.

Kakaknya, Ayla, sudah berada di dapur sejak tadi, terlihat ceria dan tanpa beban. Sementara Zaira? Dia hanyalah bayang-bayang yang tak pernah dianggap ada.

Sejak kecil, Zaira sudah terbiasa dengan perbedaan perlakuan ini. Ketika Ayla mendapat pelukan hangat dan pujian dari kedua orang tuanya, Zaira hanya menerima bisikan dingin dan tatapan penuh kecewa. Kadang, ia bertanya-tanya apa kesalahannya sampai harus hidup seperti ini.

"Zaira, jangan buat aku marah!" suara ibu memecah lamunannya.

Dengan langkah berat, Zaira melangkah ke dapur. Aroma masakan yang harum tidak mampu mengubah suasana hatinya. Ayla tersenyum padanya, tapi senyum itu terasa jauh dan tak tulus, seolah ia tahu sesuatu yang tidak boleh Zaira ketahui.

"Bantuin aku angkat piring, ya?" pinta Ayla.

Zaira mengangguk pelan. Tangan-tangannya bergerak tanpa semangat, membayangkan jika saja dia bisa hilang dari rumah itu. Tapi ia tak punya keberanian untuk pergi, apalagi menghadapi dunia luar yang tak ramah.

Di ruang tamu, sang ayah duduk dengan wajah serius, sibuk menatap layar ponselnya. Ia jarang berkata banyak, tapi kehadirannya seperti menambah tekanan di udara. Ibunya? Ia lebih sering menatap Zaira dengan tatapan dingin penuh penyesalan, seolah melihat sebuah kegagalan yang hidup.

Zaira tahu, bukan tanpa alasan nama "Kliwon" dan "Zaira" diberikan oleh kakeknya dengan penuh harapan. Tapi, sayangnya, harapan itu terasa tenggelam oleh dinginnya keluarga inti yang seharusnya menjadi pelindungnya.

Setelah makan malam yang sunyi, Zaira berlari keluar rumah menuju taman kecil di belakang. Hujan yang mulai turun membuatnya basah, tapi dia tak peduli. Di sana, di bawah pohon rindang, kakeknya sudah menunggu dengan jaket tebal yang membungkus tubuhnya.

"Zee, kamu datang juga," ucap kakeknya dengan suara lembut.

Zaira tersenyum tipis, sebuah senyum yang hanya untuk kakeknya.

"Kenapa kamu selalu di sini, Kakek?" tanya Zaira.

"Karena aku tahu kamu butuh tempat untuk bernapas, tempat yang bisa menerima kamu apa adanya," jawab kakeknya.

Kakek Sedano, seorang pria paruh baya dengan mata penuh kasih, adalah satu-satunya orang yang memahami Zaira tanpa syarat. Dia mengulurkan tangan dan menggenggam tangan kecil Zaira erat-erat.

"Aku tahu hidupmu sulit, tapi ingatlah, Zee. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira. Kakek percaya kamu akan jadi wanita hebat, seperti karakter yang dikatakan oleh hari kelahiranmu."

Zaira menatap kakeknya, merasakan hangat yang jarang ia dapatkan dari orang lain. Namun, hatinya tetap terasa berat. Ada rahasia yang belum pernah terungkap, sesuatu yang membuatnya merasa terasing bahkan dari keluarganya sendiri.

Keesokan harinya, sekolah menjadi pelarian lain untuk Zaira. Ia berjalan di koridor yang penuh dengan suara tawa dan canda teman-temannya. Tapi baginya, dunia itu terasa asing. Teman yang benar-benar mengerti dirinya sangat jarang.

Guru-gurunya menganggapnya pintar tapi pendiam. Mereka tidak tahu, di balik sikap dinginnya ada luka yang mendalam. Setiap kali pulang, ia harus menghadapi wajah dingin ibu dan tatapan penuh kebanggaan kakaknya.

Suatu siang, saat Zaira sedang duduk di perpustakaan sekolah, seorang teman baru mendekatinya. Namanya Arga, anak baru yang tenang dan ramah.

"Kamu sendiri saja, Zee?" tanya Arga dengan senyum ramah.

Zaira mengangguk pelan.

"Aku juga nggak banyak teman. Mau duduk bareng aku?" ajak Arga.

Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, Zaira merasa ada seseorang yang tidak menghakiminya. Mereka berbicara tentang buku, musik, dan mimpi-mimpi kecil yang tak pernah ia bagi dengan orang lain.

Namun, bahagia itu tak berlangsung lama. Saat pulang sekolah, Zaira melihat ibu dan Ayla berbicara dengan nada serius. Tatapan ibu berubah menjadi dingin saat melihat Zaira.

"Ayo pulang, Zee. Jangan bikin masalah," kata ibu dengan suara rendah tapi mengancam.

Zaira mengerti. Ia bukan bagian dari keluarga yang sebenarnya. Ia hanyalah beban yang harus disembunyikan.

Malam itu, Zaira kembali ke taman, menemui kakeknya. Ia menangis dalam pelukan pria tua itu, membiarkan semua luka yang tertahan keluar.

"Aku ingin hidup lain, Kakek. Aku lelah," bisiknya.

Kakek Sedano mengusap rambut cucunya dengan lembut.

"Kesulitan ini hanya sementara, Zee. Kamu punya kekuatan yang lebih besar dari yang kamu tahu. Jangan pernah menyerah."

Zaira mengangguk, mencoba menyerap kata-kata itu sebagai obat untuk hatinya yang terluka.

Namun, di balik ketenangan kakek Sedano, tersimpan rahasia besar yang belum pernah diungkap. Rahasia yang jika terbongkar, bisa mengubah seluruh hidup Zaira selamanya.

Dan babak baru dalam kehidupan Zaira-yang penuh dengan misteri, pengkhianatan, dan perjuangan-baru saja dimulai.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dilahirkan Sebagai Ancaman

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
8.4
Evalia terjebak dalam kehamilan tak terduga setelah menolak cinta Hanson Dirgantara. Meski Hans bersikeras ingin bertanggung jawab demi calon bayinya, Eva yang membenci kelicikan pria itu tetap menolak menikah. Di tengah ambisi Hans yang menggunakan kekayaan keluarganya untuk menaklukkan Eva, gadis yatim piatu ini justru berusaha menggugurkan kandungannya. Mampukah Eva lepas dari obsesi Hans dan meraih mimpinya menjadi dokter, atau ia akan selamanya terkendali?
Sampul Novel Cinta Terhalang Ukuran
9.4
Dhipta Wisnu Pratama tampak memiliki segalanya sebagai pewaris kaya raya dengan wajah tampan. Namun, di balik kemewahannya, ia menyimpan kekurangan fisik yang membuatnya ragu akan ketulusan cinta. Tantangan terbesarnya muncul saat ia jatuh hati pada Anandhila Prameswary, seorang aktris dan model papan atas yang mempesona. Mampukah Dhipta memenangkan hati Dhila dan meyakinkannya untuk menikah meski ia tidak sempurna? Inilah perjuangan Dhipta mengejar cinta sejati.
Sampul Novel Dimanjakan suami kontrak
9.1
Terikat trauma pengkhianatan yang sama, aku dan seorang duda kaya sepakat menjalani pernikahan kontrak tanpa cinta. Rencanaku sederhana: melahirkan, menerima bayaran, lalu pergi demi masa depan adikku. Namun, takdir menyeretku ke pusaran konflik para penguasa. Saat aku bersikeras bahwa aku bukan siapa-siapa baginya, dia justru mengikatku dalam pernikahan sungguhan. Kini, di tengah ancaman yang mengincar, sang suami kontrak justru menjadi pelindung utamaku.
Sampul Novel Jangan Mencintaiku, Paman!
9.7
Demi menghindari mertua yang kejam, Ayu mencari perlindungan di rumah pamannya, Hideki. Namun, sebuah insiden fatal di bawah selimut yang sama menghancurkan segalanya. Kini pernikahan mereka hancur, dan Ayu diusir tanpa sempat menemui suaminya. Meski merasa hina, Ayu terpaksa tinggal bersama Hideki yang kini bersikap dingin, tak lagi lembut seperti saat merawatnya sejak kecil. Rahasia apa yang Hideki sembunyikan? Akankah Ayu memilih kembali atau terjebak cinta terlarang?
Sampul Novel LOVE FROM LA
9.7
Berawal dari interaksi di media sosial, Kim dan Diki membangun hubungan yang tak terduga. Kim adalah sersan satu tentara Amerika keturunan Indonesia-Cina yang hidup mandiri sejak kehilangan orang tuanya di usia delapan tahun. Meski terpisah jarak dan bahasa, kenyamanan membuat Diki nekat menyatakan perasaan. Tak disangka, Kim menerimanya. Akankah cinta lintas negara yang lahir di dunia maya ini mampu bertahan dan berlanjut menjadi pertemuan nyata di masa depan?
Sampul Novel Panen Buah Cinta
9.1
Ken hanyalah pria biasa yang tidak pernah membayangkan bisa masuk ke dalam lingkaran kehidupan wanita-wanita luar biasa. Namun, keberuntungan besar justru memihaknya saat ia tanpa sadar memikat hati dua perempuan cantik sekaligus populer. Meski sebelumnya mereka terasa sangat mustahil untuk digapai, kini Ken terlibat dalam dinamika asmara yang tak terduga. Ikuti perjalanan Ken saat ia menghadapi pilihan sulit di antara dua sosok yang memuja dirinya tersebut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan