Sampul Novel Istriku, bukan Jodohku

Istriku, bukan Jodohku

9.3 / 10.0
Dalam romance novel Istriku, bukan Jodohku, Calvin terjebak skandal dengan kakak iparnya akibat kondisi medis mendesak. Kini ia harus menutupi kebohongan demi kesehatan jantung kakaknya. Simak drama modern novel ini di platform read novels online untuk mengungkap rahasia mereka.
Ringkasan Istriku, bukan Jodohku
Akibat pengaruh obat perangsang, Calvin terjebak dalam hubungan terlarang dengan kakak iparnya. Kondisi medis yang mengancamnya dengan impoten parsial memaksa interaksi ini terjadi berulang kali hingga benih cinta mulai tumbuh. Kini, Calvin terjepit dalam pusara kebohongan. Ia harus menyembunyikan kenyataan pahit ini dari kakaknya yang menderita sakit jantung kronis. Akankah sang kakak sanggup bertahan, atau justru pengkhianatan ini adalah rahasia yang ia harapkan?
Baca Selengkapnya

Istriku, bukan Jodohku Bab 1

Bug...

"Bagaimana rasanya? Kau menyukainya Calvin?" ucap Fernandes yang memukuli Calvin sampai Calvin duduk berlutut di hadapannya dengan darah yang sudah keluar dari mulutnya dan bercampur dengan air liurnya.

"Oh..ho... kau masih kuat berdiri ternyata. Pukulanku kurang keras rupanya."

Bug... bug...

"Apa masih kurang? Baiklah aku akan memberikanmu lebih dari ini. Sampai aku puas."

Bug...Bug...Bug...

"Hhahaha, aku puas sekali hari ini. Ini adalah malam paling indah untukku. Kau akhirnya berlutut di hadapanku Calvin Alcantara. Aku benar-benar menikmati malam ini. Jo, cepat berikan minuman itu padanya. Aku ingin dia menggila di sini. Kita akan menemaninya bersenang-senang. Setelah itu kita bisa membunuhnya dan Membuang mayatnya di depan Channing. Menyusull kedua orang tuanya yang sudah membusuk!"

"Baik tuan. Cepat bawakan obat itu padaku." ucap Jo kaki tangan Fernandes, yang sudah siap berdiri di samping Calvin.

Fernandes. Dia adalah musuh bebuyutan keluarga Alcantara. Keluarganya telah membunuh kedua orang tua Calvin dan Channing Alcantara. Saat itu mereka masih kecil. Sehingga, Calvin dan kakaknya Channing tak bisa membalaskan dendamnya.

"Cepat minum brengsek!!" Jo mencekoki Calvin dengan satu gelas minuman beralkohol dan ada beberapa obat yang telah di racik dan di campur dalam minuman itu.

Jo memegang mulut Calvin agar terbuka dan meminumkannya secara paksa. Meski airnya tak semuanya masuk, tetapi yang masuk juga banyak.

Bug... Bug... Bug...

"Kalian pikir akan dengan mudah mengalahkanku? Kalian bukan sedang bermain dengan anak kecil. Tapi aku, Calvin Alcantara. Jika kalian bisa membuatku seperti ini, aku juga bisa membuat kalian babak belur!"

Saat Jo memberikannya minuman, dia memukul keras wajah Jo dengan kepalanya, hingga hidungnya mengeluarkan darah dan gelas yang di pegang pecah. Setelah itu dia memukul Fernandes dengan cepat hingga membuat luka memar di wajahnya. Dan sebelum anak buah yang lain berhasil menembakkan pistolnya pada Calvin, Calvin langsung mengambil pistol Fernandes yang di letakkan di sofa sebelah dia duduk, dan dia todongkan di kepala Fernandes.

"Jika kalian tak ingin bos kalian mati, lebih baik buang pistol kalian semua. Cepat!"

"Boss.." mereka semua saling memandang dan juga melihat pada Fernandes.

"Aku bilang cepat!!" ucap Calvin yang semakin menekan pistolnya di kepala Fernandes.

"Cepat buang bodoh! Apa kalian ingin aku mati? Hah?" teriak Fernandes karena Calvin baru saja menarik pelatuknya dan siap kapan saja untuk menembak.

Mereka pun meletakkan semua pistolnya ke lantai dan mereka semua mengangkat tangan mereka ke atas. Sedangkan Calvin berjalan mundur sampai dekat pintu kamar vvip yang Fernandes sewa di dalam club itu.

Calvin juga masih membawa Fernandes dengannya, sampai tepat di depan pintu dia mendorong keras Fernandes hingga tersungkur dan menutup pintu itu serta menguncinya dari luar. Kemudian dia berlari ke arah mobilnya.

"Pintunya di kunci boss!"

"Brengsek!!" umpat Fernandes pada anak buahnya yang berusaha mendobrak pintu dari dalam dan berusaha memghubungi pihak club lewat panggilan intercom di sana.

Andai saja dia tadi bisa membunuh Fernandes akan jauh lebih baik. Sayangnya, pistol yang dia ambil tadi hanya tersisa dua peluru. Karena itu dia tak mungkin membuat dirinya dalam masalah. Yang penting dia keluar dulu dari mereka semua.

Dengan cepat dia menghidupkan mobilnya, tubuhnya perlahan mulai bereaksi. Panas dan pandangannya mulai kabur. Tapi dia masih berusaha untuk melajukan mobilnya.

Tapi karena tak kuat lagi, dia menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia mencoba mencari ponselnya dan ingin menghubungi Mario asistennya. Namun karena penglihatannya mulai kabur. Dia tak bisa menemukan ponselnya yang baru saja ternyata saat dia merabanya.

Kring... kring...

"Itu ponselku," Calvin mengambil ponselnya yang berbunyi, cahayanya yang terang dapat membuat Calvin mengambil ponselnya yang ternyata jatuh di bawah dekat kopling.

"Iya halo? Mario? Apa ini kau? Kau di mana?" tanya Clavin yang langsung mengangkat teleponnya.

"Calvin, kau kenapa? Kenapa belum pulang? Kakakmu mencarimu, tapi sekarang dia sudah tidur. Kau di mana sekarang Calvin?"

"Ellice? Apa di sana ada Mario? Jika ada Mario di sana, segera lacak ponselku. Cari aku cepat. Dan satu lagi jangan memberitahukan hal ini pada kakak!"

"Calvin, kau kenapa? Calvin? Halo? Ada apa dengannya? Tapi ponselnya masih terhubung." ucap Ellice yang bingung sambil menatap layar ponselnya yang masih terhubung dengan Calvin.

"Mario di mana? Aku harus mencarinya." Ellice segera menghubungi Mario.

Sementara Calvin sudah menjatuhkan ponselnya. Tubuhnya bereaksi berlebihan. Rasa panas itu sudah menjalar ke seluruh tubuhnya. Dan juga ada rasa membakar di dalam tubuhnya yang ingin cepat-cepat tersalurkan.

"Egh!! Sialan kau Fernandes! Aku akan membalasmu! Aarrggghh!!" Calvin menyetel joknya agar lebih nyaman untuknya tiduran dan sedikit memundurkannya agar lebih bebas dia bergerak di dalam sana.

Hingga, hampir satu jam berlalu, Calvin bahkan sudah menghabiskan dua botol air untuk minum dan menyiram tubuhnya. Pakaiannya juga sudah dia lepas semua, dia sudah polos di dalam mobilnya.

Karena tak kuat menahan itu, Calvin sampai bermain sendiri dengan tangannya pada keperkasaannya agar bisa terlampiaskan. Sumpah, Calvin sudah sangat tak sanggup menahan rasa di dalam tubuhnya ini.

Bahkan dia sudah membenturkan kepalanya di jendela hingga berdarah karena rasa membakar itu sudah menggerogoti tubuhnya.

Tok... tok...

"Mario?" Calvin langsung membuka kunci pintu mobil dan membuka  pintu di seberang dia duduk. Tanpa melihat siapa yang ada di balik pintu, hingga membiarkannya masuk begitu saja ke dalam.

"Calvin kau kenapa? Aaakkhhhkk!!"

Bukan Mario yang datang, tapi  Ellice. Saat Ellice masuk ke dalam mobil dia langsung menghidupkan lampu mobil karena Calvin sengaja tak menghidupkannya. Namun yang Ellice lihat, justru Calvin yang sudah polos dengan miliknya yang berdiri dan cairan di sekitar keperkasaan milik Calvin sudah tercecer di sana.

"Calvin kau kenapa? Apa yang kau lakukan di dalam mobil ini? Apa kau baru saja bermain dengan wanita?" Ellice bicara masih dengan menutup matanya dengan kedua tangannya. Dia juga tak lupa mematikan lampu mobil Calvin kembali.

"Egh! Kenapa kau yang datang kemari Ellice? Kemana Mario? Kau lebih baik keluar dan pulanglah Ellice. Aku mohon. Dan hubungi Mario. Cepat!" mohon Calvin yang sudah sangat menahan hasratnya, karena tubuhnya semakin bergejolak saat Calvin melihat tubuh Ellice.

"Tapi Mario sedang ada pekerjaan bersama Ethan. Karena itu dia tak bisa di hubungi. Aku juga menanyakan keberadaanmu pada Nelson. Tapi, ada apa denganmu? Kenapa kau sampai seperti ini?"

"Aku sudah di berikan obat oleh anak buah Fernandes. Dan sekarang aku hanya eggh..ehmm...!! Keluarlah Ellice. Kau hubungi saja Nelson kemari kalau Mario tidak ada. Atau hubungi Etan. Cepat keluarlah! Aku tak ingin ssshh..egghh.. kel-luarlah!"

Calvin semakin meracau. Tubuhnya semakin panas dan menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar sentuhan. Mendengar suara Ellice yang begitu lembut, justru membuat Calvin semakin berapi-api.

"Iya aku akan keluar. Aku akan...Akhhk! Calvin Iya aku akan keluar. Lepaskan dulu." ucap Ellice yang mulai gelisah karena Calvin sudah memegang tangannya kuat.

"Ellice, apa kau bisa membantuku? Aku sudah tak sanggup menahannya lebih lama lagi.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istriku, bukan Jodohku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Membenci Setiap Detik Bersamamu
9.8
Dunia Alira Evangeline Moore hancur saat Damian Crestfall, pewaris tunggal Crestfall Group, menolak menikahinya setelah tujuh tahun bersama. Alira yang sedang mengandung harus memilih antara tetap bersama pria yang dicintainya atau menyelamatkan janin di rahimnya. Merasa dikhianati oleh janji manis Damian, Alira memutuskan untuk pergi selamanya. Ia bertekad melindungi calon bayinya dan meninggalkan kehidupan Damian demi memulai awal baru yang mandiri.
Sampul Novel Aku Tak Ingin Menjadi yang Kedua.
8.2
Kehidupan Nisa hancur seketika saat melihat Damar, suaminya, bermesraan dengan wanita lain. Terungkap fakta pahit bahwa Damar telah memiliki istri pertama sebelum menikahinya. Alasan Damar enggan menyentuh Nisa karena statusnya yang masih mahasiswi hanyalah kebohongan belaka. Meski dikhianati secara keji, Damar tetap bersikeras menolak perceraian. Kini Nisa terjebak dalam dilema besar, haruskah ia bertahan dalam pernikahan yang penuh kepalsuan ini?
Sampul Novel Istri Memalukan
9.7
Bagi Yudha, istri hanyalah simbol status untuk menunjukkan kesuksesannya sebagai manajer. Namun, penampilan Yasmin saat acara pengukuhannya justru dianggap memalukan, hingga Yudha tega mengusirnya sebelum pesta dimulai. Di tengah keretakan hubungan mereka, muncul sosok wanita penggoda yang mulai mendekati Yudha. Akankah Yasmin tetap bertahan dalam pernikahan yang hambar ini, ataukah kehadiran orang ketiga akan mengakhiri segalanya selamanya?
Sampul Novel Mr. Devil
8.1
Kehidupan Ellena berubah menjadi mimpi buruk saat ayah kandungnya sendiri menjualnya demi ambisi bisnis gelap. Kini, ia terperangkap di sebuah mansion mewah milik Hogue, pria kejam dengan hasrat seksual menyimpang yang tidak segan menyiksa fisiknya. Di tengah kekejaman sang vampir yang menganggapnya tak lebih dari sekadar budak, Ellena harus menghadapi penderitaan tanpa henti. Sanggupkah ia bertahan hidup di bawah kendali pria sadis tersebut?
Sampul Novel Penyesalan Lebih Murah Dari Debu
9.5
Dr. Ethan Caldwell dikenal dingin dan menjauhi wanita. Sepuluh tahun mendampinginya, aku tak pernah diizinkan menyentuhnya. Puncaknya, ia malah menjebakku dengan pria lain demi kepuasan fisikku. Setelah aku nyaris mengakhiri hidup, Ethan sempat melunak. Namun, aku justru memergokinya bermesraan dengan wanita bernama Clara. Ia menghinaku kotor demi membela wanita itu. Akhirnya, aku memilih menyerah dan mengakhiri hubungan kami yang menyakitkan ini.
Sampul Novel Terlihat Miskin Padahal Sultan
9.4
Kisah ini menyoroti kehidupan seorang pemuda yang sebenarnya memiliki kekayaan luar biasa dan status finansial setingkat sultan. Alih-alih memamerkan kemewahannya, ia justru memilih untuk menjalani keseharian dengan penuh kesederhanaan dan sikap rendah hati yang jarang ditemukan. Meskipun mampu membeli apa pun, ia tetap menjaga profil rendah di mata publik, menyembunyikan identitas aslinya sebagai miliarder di balik penampilan yang terlihat sangat biasa.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan