Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Thankyou My Angel

Thankyou My Angel

Pricillia Amerta, wanita sukses berusia 25 tahun, harus menghadapi takdir perjodohan dengan Adrian Askara Biru, seorang CEO konglomerat. Meski sempat menolak, benih cinta tumbuh saat rahasia masa lalu mereka terungkap. Namun, rintangan muncul melalui sosok wanita dari masa lalu Adrian dan konflik warisan yang memicu percobaan pembunuhan. Di tengah tekanan kolega dan ancaman nyawa, mampukah cinta mereka bertahan hingga menuju pelaminan yang suci?
Bab
Bagikan

Bab 1

Setelah mengucapkan salam, Biru segera melangkah menuju ruang makan dimana keluarganya sedang berkumpul. Siang tadi dia menerima telpon dari papanya agar datang ke rumah untuk makan malam.

"Hai Bi," sapa Fira seraya mengembangkan kedua tangannya dan memeluk Biru. Tak lama Biru mengurai pelukan kakak perempuannya itu lalu mencium ujung kepala kakaknya yang sejajar dengan dagunya. Biru lalu bergantian memeluk dan mencium papa dan mamanya.

Ya, sejak dipercaya untuk mengelola bisnis papanya, Biru memang memilih untuk tinggal terpisah dengan keluarganya. Alasannya karena dia workaholic, pulang kerja sesuka hatinya. Jadi dia merasa lebih bebas jika tinggal sendiri.

Usai makan malam, Pak Hartono mengumpulkan seluruh keluarganya di ruang keluarga. Jika melihat situasinya sepertinya memang ada hal penting yang akan dibicarakan.

"Hmm, sudah kuduga kalau Biru sampai dipanggil, pasti ada apa-apa," ucap Fira setelah semuanya berkumpul.

"Ya iyalah," jawab Pak Hartono santai.

"Bi, apa kamu punya pacar?" tanya Pak Hartono lembut pada anak lelaki satu-satunya itu.

"Memang kenapa, Pah?"

"Kemarin Papa bertemu Om Sutanto Bahagia, dan kami sepakat untuk menjodohkan kamu dengan putrinya. Ya, Papa nggak maksa sih, pengennya kamu kenalan dulu. Kalau cocok ya lanjut, kalau enggak ya sudah."

"Anaknya yang mana sih, Pah?" Fira yang bertanya, dia penasaran kok bisa Papanya tiba-tiba punya pikiran untuk menjodohkan Biru.

"Namanya Pricillia Bahagia, dia salah satu founder dari PT. Media Dewa Amerta."

"Ohh, kirain kerja di PT. Sutanto Bersaudara juga?"

Biru tak bergeming atas pernyataan papanya. Dia memang masih sendiri. Sejak dia ditinggal menikah oleh Miranda setahun yang lalu, dia rasanya masih enggan membuka hatinya untuk wanita lain. Entahlah, sejauh ini yang dia cintai masih bisnis yang diwariskan papanya.

Dan yang dia tahu saat ini, dia hanya mencintai 2 wanita sebagai orang special di hatinya. Yang pertama adalah malaikat penolongnya ketika dia berada di panti asuhan belasan tahun yang lalu. Dan yang kedua adalah El Stefany Miranda, perempuan yang dia pacari 8 tahun lamanya namun kini telah berstatus istri Edo Radhea, sahabat baiknya. Saat itu hatinya hancur, tapi melihat Miranda lebih bahagia bersama Edo, dia tak mampu berbuat apa-apa.

"Bi, nggak papa?" Bu Roslina menepuk bahu putranya setelah lama putranya hanya terdiam mendengar pernyataan suaminya.

"Nggak papa kok, Mah. Ya kalau menurut Papa dia baik, nggak ada salahnya dicoba untuk berkenalan sama anaknya Om Tanto."

"Baik kalau gitu Biru, nanti Papa aturkan untuk bertemu keluarga mereka ya. Sekarang kita istirahat saja. Kamu nginep sini ya malam ini, Bi."

"Iya, Pah."

***

Pagi ini Cilla tiba di kantor dengan muka kusut. Dia hanya tersenyum sekenanya saat disapa satpam dan beberapa karyawan kantornya. Cilla membuka pintu ruangannya dengan kasar dan segera melempar tas hermesnya di atas meja kerjanya.

Moodnya benar-benar buruk pagi ini. Selang beberapa menit datanglah Dewa, rekan bisnis sekaligus sahabat yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri. Dewa dan Cilla bersahabat sejak mereka sekolah SMA, berlanjut kuliah, hingga kini mereka mendirikan perusaan bersama yang mereka beri nama PT. Media Dewa Amerta. Meskipun papanya memiliki perusahaan raksasa tapi Pricillia Amerta Bahagia memilih untuk merintis bisnisnya sendiri bersama Dewa, sahabatnya itu.

"Elah, pagi-pagi udah nggak enak aja tu muka." Jika sedang tidak didepan client atau karyawannya, Dewa dan Cilla memang lebih suka mengobrol dengan bahasa santai.

"Diem deh lo, kalo nggak punya solusi nggak usah komentar. Makin sebel gue."

"Dijodohin kan nggak ada salahnya, Cil. Lagian gue yakin 100% kalo Om Tanto cari laki buat lo itu nggak kaleng-kaleng."

"Enak aja, emang gue nggak bisa gitu nyari laki impian gue sendiri?"

"Ya lo nyari laki dalem mimpi. Lagian mana buktinya? Sejauh ini laki yang deket ama elo itu cuma gue. Atau jangan – jangan lo suka lagi sama gue?" tanya Dewa yang semakin tidak masuk akal.

"Gini ya, sebelum makin jauh gue tegasin sama lo, gue itu naksirnya sama Lulu. Luna Amerta Bahagia, adik lo yang manisnya melebihi gula itu."

Cilla hanya mendengus sebal mendengar ocehan sahabatnya itu tanpa memberi komentar apapun. Dewa hanya cengar-cengir melihat ekspresi Cilla. Lucu sekali memang melihat kondisi Cilla saat ini dan Dewa suka mengejek Cilla.

Setelah briefing pagi selesai, Dewa dan Cilla meninggalkan kantor untuk bertemu dengan client mereka.

"Selamat pagi, dengan Pak Adrian," sapa Dewa pada client yang ternyata sudah lebih dahulu hadir di tempat meeting.

"Selamat pagi, iya saya Adrian. Kalian telat 5 menit ya dari janji temu kita," jawab sang client setelah melihat jam di pergelangan tangan kirinya.

"Buset deh ini orang yak, 5 menit doang mukanya udah kayak gitu. Hmm, namaste. Tenang Cilla, tenang," batin Cilla.

"Maaf Pak Adrian, tadi kami ada sedikit masalah di kantor," jawab Dewa dengan tenang.

"5 menit itu bisa ngasilin uang buat saya!"

"Iya, mohon maaf sekali lagi ya, Pak Adrian. Bisa kita mulai meetingnya sekarang?"

Belum sempat meeting itu dimulai, tiba-tiba ponsel Pak Adrian berdering.

"Sebentar saya terima telpon dulu," ucap Pak Adrian sambil berlalu meninggalkan Dewa dan Cilla.

"Eh sumpah ya, Wa. Demi apapun gue males urusan sama orang model begini. Duh amit-amit, Ya Tuhan," bisik Cilla pada Dewa.

"Hus! Jangan ngomong gitu lo. Kita butuh banget ini kerjasama sama perusahaan segede gaban punya doi."

"Ya Allah, semoga aku diberi kesabaran seluas lautan buat ngadepin manusia itu."

"Ya Allah, semoga Cilla ntar jodohnya kayak Adrian gitu."

"Sumpah lo resek, Wa. Amit-amit 7 turunan." Cilla beberapa kali mengetuk meja dan menjitak kepalanya sendiri.

Rupanya benar berita yang muncul diluar sana mengenai Adrian. CEO dari PT. Mega Media Mandala itu memang sangat perfeksionis dalam menjalankan bisnisnya. Dewa dan Cilla sempat terkejut dengan banyaknya permintaan yang Adrian ajukan demi bisa menerima tawaran yang Dewa dan Cilla berikan.

Meski di awali dengan ketidaknyamanan akhirnya meeting itu selesai dengan kesepakatan kerjasama antara PT. Media Dewa Amerta dengan PT. Mega Media Mandala.

"Ide lo agak buruk, Wa." Saat ini Dewa dan Cilla sedang dalam perjalanan menuju kantor.

"Udahlah. Kita butuh, Cuy."

"Ini baru awal. Gue nggak tahu bisa bertahan sampai akhir atau enggak ini."

"Bisa yok bisa. Pasti bisalah, Cil." Cilla hanya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Kemudian membuka kembali dan menghirup udara sebanyak mungkin untuk mengurangi beban pikirannya.

"Eh, Adrian itu manusia. Bisalah diajak ngomong."

"Ya udah lo aja yang ngomong ama dia terus ya. Gue bagian acc aja, nego elo."

"Siap, Ibu Pricillia Amerta Bahagia yang terhormat."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta Dan Obsesi
7.8
Melanjutkan kisah Ikhlasku dengan takdirku, Laras harus menjalani hidup sebagai anak angkat di keluarga kaya setelah kehilangan orang tuanya. Sosok yang merawatnya sebenarnya adalah penyebab kematian sang ibu yang ingin bertanggung jawab. Namun, kemewahan itu tidak membawa kebahagiaan. Laras justru terjebak dalam obsesi gelap kakak angkatnya sendiri. Di tengah berbagai rintangan pelik, mampukah obsesi tersebut berubah menjadi cinta yang tulus?
Sampul Novel Diary Istri CEO
9.5
Aisyah, lulusan Manajemen Pendidikan Islam, merantau ke Jakarta demi berdakwah. Namun, ia justru dihina saat melamar kerja di perusahaan milik Rahman. Rahman adalah CEO sukses yang berubah nakal setelah batal menikah dengan Cindy akibat masalah kesuburan. Takdir membawa Aisyah mendengar rahasia Rahman hingga ia bersedia menikah demi kehormatan. Meski ragu akan kondisinya, Rahman mencoba menerima syarat Aisyah untuk berikhtiar bersama demi masa depan mereka.
Sampul Novel Kei's Three Children
8.8
Keina diusir setelah dituduh mengkhianati kekasih saudara tirinya. Di titik terendah, ia mengalami tragedi hingga hamil. Meski berjuang dalam kemiskinan, Keina bangga membesarkan tiga anak jenius: Anna sang pelukis, Alice si penulis, dan Andre sang aktor cilik. Takdir mempertemukannya dengan Jeremy, CEO industri film yang ternyata ayah biologis mereka, saat Andre memulai syuting perdana. Kehidupan Keina pun berubah drastis sejak pertemuan tak terduga itu.
Sampul Novel Ketika Rencana Jahatmu Kembali Kepadamu
8.7
Maura Laksmi, gadis polos berumur 21 tahun, bekerja sebagai pelayan di kediaman mewah keluarga Santoso. Namun, hidupnya hancur saat Ravel Santoso melampiaskan rasa sakit hatinya akibat dikhianati tunangan kepadanya dalam sebuah insiden kelam. Trauma mendalam membuat Maura melarikan diri ke rumah kakeknya. Keadaan kian pelik saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Kini, Maura terjebak dilema besar antara menuntut pertanggungjawaban Ravel atau menanggung beban itu sendiri.
Sampul Novel Menguncimu di Hatiku
8.0
Pertemuan takdir menyatukan Lyla dan Yosua dalam pernikahan singkat yang berakhir dingin. Tiga tahun berlalu, Lyla kembali sebagai sosok mandiri dari keluarga terpandang bersama anak kembarnya. Saat Yosua mencoba mengejarnya kembali, ia justru mendapati mantan istrinya tak lagi mudah ditaklukkan. Dalam sebuah pertemuan tak terduga, Yosua yang angkuh mencoba memaksakan kehendak, namun Lyla dengan tegas mengingatkannya bahwa hubungan mereka telah lama berakhir.
Sampul Novel My Husband Is My CEO
7.9
Aghata tidak bisa menerima keputusan pasangannya untuk bertunangan dengan seorang karyawan biasa. Dengan penuh obsesi, ia mendekat dan menegaskan bahwa cintanya tak boleh dimiliki orang lain. Meski ditolak mentah-mentah, Aghata justru menangis tersedu, merasa sakit hati karena telah dibuang demi wanita yang dianggapnya rendah. Ketegangan memuncak saat ia berusaha menggoda kembali pria yang dicintainya di tengah penolakan yang sangat keras.