Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Thankyou My Angel

Thankyou My Angel

Pricillia Amerta, wanita sukses berusia 25 tahun, harus menghadapi takdir perjodohan dengan Adrian Askara Biru, seorang CEO konglomerat. Meski sempat menolak, benih cinta tumbuh saat rahasia masa lalu mereka terungkap. Namun, rintangan muncul melalui sosok wanita dari masa lalu Adrian dan konflik warisan yang memicu percobaan pembunuhan. Di tengah tekanan kolega dan ancaman nyawa, mampukah cinta mereka bertahan hingga menuju pelaminan yang suci?
Bab
Bagikan

Bab 2

Hari yang ditentukanpun tiba. Hari dimana keluarga Hartono akan bertemu dengan keluarga Sutanto Bahagia. Setelah perdebatan panjang dengan orang tuanya akhirnya Cilla dengan berat hati bersedia untuk bertemu dengan pria yang rencananya akan dijodohkan dengannya. Dengan sedikit menyipitkan mata dia menangkap wajah seorang pria yang ia kenal.

Ya, dia melihat Pak Adrian ada dalam rombongan keluarga Hartono dan dia begitu syok melihat baju yang ia kenakan sama warna dan coraknya dengan Pak Adrian. Beberapa hari sebelum pertemuan itu, Bu Melisa yaitu Mama Cilla memberikan baju yang katanya harus dipakai saat pertemuan dengan keluarga Hartono.

Mati, dia langsung dapat menyimpulkan bahwa yang akan dijodohkan dengan dia adalah Pak Adrian. Wahh bisa diledek habis-habisan ini sama Dewa, pikirnya menerawang jauh ke masa depan. Sementara Dewa kaget juga melihat pemandangan yang ada didepannya sambil menebak 1000% bahwa Cilla pasti akan mencari seribu satu alasan untuk menolak perjodohan itu. Bagaiman tidak, pertemuan pertama dengan Adrian, dia sudah tahu jika Cilla tidak menyukai orang kaku seperti itu. Hanya karena kebutuhan bisnis saja Cilla masih mampu bersikap sopan didepan Adrian.

"Ini Pricillia Amerta Bahagia, Mas. Foundernya MDA yang dia banggakan," ucap Pak Sutanto pada Pak Hartono dengan bangga.

"Wahh, memang Pricillia ini selain cantik juga hebat ya. Saya ngikuti lho perkembangannya MDA itu. Sebagai sesama perusahan yang bergerak di bidang media saya juga tertarik dengan MDA. Denger-denger sudah taken kontrak juga ya dengan Biru," komentar panjang lebar dari Pak Hartono Mandala.

"Udah kok, Pa. Kemarin aku sudah taken sama Bu Pricillia dan Pak Dewa," jawab Adrian.

Cilla masih saja diam. Muak rasanya mengingat pertemuan kemarin dengan Adrian. Gaya kerjanya dengan Dewa yang sedikit santai rasanya berontak jika berhadapan dengan orang semacam Adrian.

"Jadi kalian sudah saling bertemu rupanya, wah .. bagus kalau begitu." Kali ini Bu Melisa Bahagia ikut menimpali, seolah-olah Cilla dan Adrian sudah setuju untuk dijodohkan.

"Iya, Ma. Kemarin aku dan Dewa sudah ketemu Pak Adrian."

"Ihh jangan Pak Adrian dong panggilnya. Kalian kan tidak sedang di kantor. Panggil saja dia Biru, Cil. Anak Tante ini namanya Adrian Askara Biru," sahut Bu Roslina Mandala.

"Bodo amat, mau Biru kek, hijau kek, merah mudah atau putih sekalipun. Gue nggak peduli. Pokoknya ogahlah dijohin sama orang sekaku kanebo kering kayak dia. Bisa stroke gue." Lagi-lagi Cilla mengumpat dalam hati.

Cilla berjalan menjauhi kerumunan 2 keluarga itu. Ingin rasanya ia kabur ke kamar dan menggulung tubuhnya dengan selimut. Ahh nikmat sekali sepertinya bermalas-malasan di kasur seperti bayangannya. Tiba-tiba sebuah derap langkah mengejutkan Cilla.

"Hai Pricillia." Suara berat itu, Cilla yakin adalah suara berat yang sama sekali tidak ingin ia dengar.

"Ngapain lo kesini? Ngikutin gue?" selidik Cilla.

"Ya bisa dibilang begitu," jawab Adrian santai.

"Terus, mau apa?"

"What do you think?"

"Apa?"

"Soal perjodohan kita."

"Gue nggak mau. Gue akan cari cara untuk menggagalkan perjodohan kita."

"Emang saya kurang apa sih? Saya kaya, ganteng, terus apa lagi?"

"Wah, gue baru tahu selain arogan, lo narsis juga ya."

"Maksud saya, setidaknya kamu harus mengenal saya baru kamu boleh ambil keputusan."

"Cieh, baru dikenalin udah mojok aja kalian," ucap Dewa yang tiba-tiba muncul.

Cilla memijat pelipisnya tanpa tertarik untuk menjawab ledekan Dewa sedikitpun. Cilla terlalu lelah malam ini untuk meladeni Dewa, ditambah Adrian. Kembali ia merindukan kasur kamarnya.

"I'm sorry. Gue masuk kamar dulu."

"Acaranya belum kelar, Cil. Nih Adrian juga masih disini."

"Lo aja ngobrol sama Adrian. Biar lebih dekat. Gue ngantuk."

Cilla melangkah menuju kamarnya. Namun sialnya dia terpeleset dan jatuh ke dalam kolam renang. Semua orang yang berada disana berteriak panik. Melihat hal itu, Adrian segera masuk ke kolam dan menyelamatkan Cilla. Sementara Dewa membantu Adrian mengangkat tubuh Cilla ke bibir kolam. Dengan penuh keraguan Adrian mencoba untuk memberikan nafas buatan pada Cilla. Tak lama akhirnya Cilla sadar.

"Woe ngapain lo cium gue," teriak Cilla panik.

"Cilla, ngomong apa kamu?" tanya Pak Tanto.

"Papa, masak Adrian cium aku sih."

"Kamu tahu bedanya dicium sama kasih nafas buatan nggak sih?" tanya Bu Melisa.

"Maaf Om, Tante. Sebaiknya Cilla dibawa ke kamar aja. Kasian kedinginan."

Cilla sedikit berteriak saat Adrian menggendong tubuhnya. Ingin rasanya dia memaki Adrian tapi dia masih sadar banyak orang saat ini. Tepat didepan kamarnya, Cilla berusaha turun dari gendongan Adrian. Sungguh dia merasa sangat sial. Pertemuan pertamanya dengan Adrian bisa dikategorikan pertemuan yang tidak baik. Sekarang, pertemuan keduanya kembali tidak baik. Tidak bisa dia banyangkan akan ada apa lagi setelah ini jika ia masih saja bertemu dengan Adrian. Apalagi menjadi istrinya.

"Kamu itu bandel banget sih. Gerak-gerak terus dari tadi," omel Adrian.

"Ehh, lo pikir gue bahagia gitu digendong elo. Heran kenapa tiap ketemu lo suasana itu nggak enak. Nggak bikin happy."

Cilla masuk ke kamarnya dan menutup pintu dengan keras. Adrian tersenyum mendapat perlakuan itu dari Cilla. Sesungguhnya dia belum terlalu yakin dengan perjodohan ini, tetapi dia sedikit tertarik untuk mengenal Cilla dan menaklukan gadis itu.

***

Siang itu Pak Hartono mendatangi kantor PT. Mega Media Mandala khusus untuk menanyakan tanggapan Adrian tentang pertemuannya dengan Cilla. Pak Hartono sangat berharap jika Adrian dan Cilla setuju untuk dijodohkan.

"Jadi gimana, Bi? Kamu suka sama Cilla?"

"Nggak semudah itu, Pa. Semua butuh waktu dan proses."

"Papa tahu. Setidaknya beri tahu Papa, kamu bersedia mencoba berkenalan atau tidak?"

"Bersedia, Pa. Cilla perempuan hebat."

"I think so, Boy. Papa senang kamu mau buka hati kamu. Kalau gitu Papa pergi dulu ya."

"Kesini cuma mau tanya itu aja, Pa? Repot banget nggak telpon aja."

"Hahaha, Papa mau lihat ekspresi kamu." Pak Hartono beranjak dari kursi dan melangkah pergi.

Adrian kembali tenggelam dalam pekerjaannya. Sesekali ia melihat ponselnya. Beberapa menit yang lalu Pak Hartono mengirim nomor ponsel Cilla dan meminta ia untuk menghubungi Cilla. Tetapi Adrian masih ragu tentang apa yang hendak ia katakan pada Cilla nantinya karena dia bukan tipe lelaki yang mudah berbasa-basi. Terlebih terakhir kali ia dekat dengan wanita adalah setahun yang lalu dengan Miranda. Setelah itu ia sama sekali tidak tertarik untuk berpacaran. Tapi jika tidak dimulai bagaimana perjodohan ini akan berjalan, meskipun belum jelas pada akhirnya akan menikah atau tidak.

Adrian kemudian membuka laman Google untuk mencari tahu apa yang harus ia lakukan. Adrian tersenyum geli menyadari apa yang ia perbuat. Sungguh jika ada orang lain yang mengetahui perbuatannya, ia pasti akan sangat malu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta Dan Obsesi
7.8
Melanjutkan kisah Ikhlasku dengan takdirku, Laras harus menjalani hidup sebagai anak angkat di keluarga kaya setelah kehilangan orang tuanya. Sosok yang merawatnya sebenarnya adalah penyebab kematian sang ibu yang ingin bertanggung jawab. Namun, kemewahan itu tidak membawa kebahagiaan. Laras justru terjebak dalam obsesi gelap kakak angkatnya sendiri. Di tengah berbagai rintangan pelik, mampukah obsesi tersebut berubah menjadi cinta yang tulus?
Sampul Novel Diary Istri CEO
9.5
Aisyah, lulusan Manajemen Pendidikan Islam, merantau ke Jakarta demi berdakwah. Namun, ia justru dihina saat melamar kerja di perusahaan milik Rahman. Rahman adalah CEO sukses yang berubah nakal setelah batal menikah dengan Cindy akibat masalah kesuburan. Takdir membawa Aisyah mendengar rahasia Rahman hingga ia bersedia menikah demi kehormatan. Meski ragu akan kondisinya, Rahman mencoba menerima syarat Aisyah untuk berikhtiar bersama demi masa depan mereka.
Sampul Novel Kei's Three Children
8.8
Keina diusir setelah dituduh mengkhianati kekasih saudara tirinya. Di titik terendah, ia mengalami tragedi hingga hamil. Meski berjuang dalam kemiskinan, Keina bangga membesarkan tiga anak jenius: Anna sang pelukis, Alice si penulis, dan Andre sang aktor cilik. Takdir mempertemukannya dengan Jeremy, CEO industri film yang ternyata ayah biologis mereka, saat Andre memulai syuting perdana. Kehidupan Keina pun berubah drastis sejak pertemuan tak terduga itu.
Sampul Novel Ketika Rencana Jahatmu Kembali Kepadamu
8.7
Maura Laksmi, gadis polos berumur 21 tahun, bekerja sebagai pelayan di kediaman mewah keluarga Santoso. Namun, hidupnya hancur saat Ravel Santoso melampiaskan rasa sakit hatinya akibat dikhianati tunangan kepadanya dalam sebuah insiden kelam. Trauma mendalam membuat Maura melarikan diri ke rumah kakeknya. Keadaan kian pelik saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Kini, Maura terjebak dilema besar antara menuntut pertanggungjawaban Ravel atau menanggung beban itu sendiri.
Sampul Novel Menguncimu di Hatiku
8.0
Pertemuan takdir menyatukan Lyla dan Yosua dalam pernikahan singkat yang berakhir dingin. Tiga tahun berlalu, Lyla kembali sebagai sosok mandiri dari keluarga terpandang bersama anak kembarnya. Saat Yosua mencoba mengejarnya kembali, ia justru mendapati mantan istrinya tak lagi mudah ditaklukkan. Dalam sebuah pertemuan tak terduga, Yosua yang angkuh mencoba memaksakan kehendak, namun Lyla dengan tegas mengingatkannya bahwa hubungan mereka telah lama berakhir.
Sampul Novel My Husband Is My CEO
7.9
Aghata tidak bisa menerima keputusan pasangannya untuk bertunangan dengan seorang karyawan biasa. Dengan penuh obsesi, ia mendekat dan menegaskan bahwa cintanya tak boleh dimiliki orang lain. Meski ditolak mentah-mentah, Aghata justru menangis tersedu, merasa sakit hati karena telah dibuang demi wanita yang dianggapnya rendah. Ketegangan memuncak saat ia berusaha menggoda kembali pria yang dicintainya di tengah penolakan yang sangat keras.