Sampul Novel Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur

Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur

8.7 / 10.0
Akibat unggahan media sosial suaminya, seorang wanita dituduh sebagai pelakor oleh selingkuhan sang suami. Tuduhan sepihak ini memicu aksi pengeroyokan brutal yang membuatnya babak belur, gegar otak, hingga patah tulang. Enggan tinggal diam, korban segera melaporkan para pelaku ke polisi dan menuntut mereka secara hukum. Di saat yang sama, ia menyiapkan surat cerai untuk suaminya yang tidak tahu diri, siap merebut kembali semua kekayaannya dan mendepak pria itu kembali menjadi pengemis.

Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur Bab 1

Suamiku mengunggah fotoku di media sosialnya, sehingga aku dianggap sebagai pelakor oleh selingkuhannya. Selingkuhannya membawa semua kerabat dan teman-temannya untuk melabrakku.

"Wanita murahan nggak tahu malu. Berani-beraninya kamu goda suamiku!"

"Kupukul kamu sampai mati, dasar pelakor!"

Sekumpulan orang itu menghujaniku dengan pukulan, merusak mobilku, dan merobek pakaianku. Aku dipukul hingga babak belur, gegar otak, dan mengalami patah tulang.

Pada akhirnya, aku melapor polisi dan mengajukan tuntutan pada mereka semua. Pada saat bersamaan, aku menyuruh sekretarisku untuk mempersiapkan surat cerai kepada suami berengsekku itu.

"Kalau bukan berkat aku, kamu masih jadi pengemis di jalanan sekarang. Berani-beraninya kamu berselingkuh dan diam-diam punya anak di belakangku? Pergi sana, jangan harap bisa dapat sepeser pun uangku!"

Saat baru turun dari mobil dan bersiap untuk masuk ke dalam mal untuk berbelanja, aku melihat sekelompok orang berwajah garang yang mendekatiku dari seberang jalan. Mereka membawa ponsel dan pengeras suara, tampaknya sedang melakukan siaran langsung. Pengeras suara itu terus-menerus mengatakan bahwa mereka akan memberikan pelajaran pada seorang pelakor.

Aku menggelengkan kepala. Sekarang ini siaran langsung benar-benar tidak ada batasnya, tak heran jika penontonnya banyak. Tiba-tiba, aku memfokuskan pandangan dan melihat wanita yang sedang menggendong bayi di tengah kerumunan. Aku mengenalnya.

Imelda, dia adalah mahasiswi yang disponsori oleh suamiku. Kondisi ekonomi keluarga suamiku tidak terlalu baik. Beberapa tahun yang lalu dia mengatakan padaku bahwa dia ingin mensponsori beberapa mahasiswa untuk berkuliah. Aku mengira bahwa dia mau membantu orang lain karena dia sendiri juga pernah mengalami kesulitan, sehingga aku pun mendukung keputusannya ini.

Imelda adalah salah satu mahasiswa tersebut. Aku pernah melihat foto dan data pribadinya. Keluarganya sangat miskin, kedua orang tuanya sudah tiada, dan kakek-neneknya yang merawatnya dengan penuh perjuangan. Waktu itu, aku merasa dia sangat malang dan meminta suamiku untuk membantunya sebisa mungkin, sekalian berbuat amal.

Mereka berjalan ke arahku. Baru saja aku hendak menyingkir, seseorang telah mendorongku hingga aku hampir terjatuh. Imelda menatapku dengan sinis.

"Mau kabur? Jangan harap!" Dia kemudian berbicara ke arah kamera ponselnya, "Semuanya, lihatlah, inilah pelakor yang merebut suamiku!"

Dengan ekspresi datar aku berkata, "Kalian salah orang, aku bukan pelakor!"

Imelda segera menjawab, "Nggak salah! Orang yang mau kami beri pelajaran adalah kamu, Yuliana."

"Kalian nggak tahu seberapa parahnya wanita licik ini. Bukan cuma mau menghancurkan keluargaku, dia juga berusaha memindahkan semua aset suamiku atas namanya! Suamiku adalah presdir dari perusahaan besar dan sangat tampan. Pelacur ini langsung tergoda dan mulai merayunya!"

Dia mendekatkan bayi yang digendongnya ke arah kamera. "Ini adalah putri kami, sudah lebih dari enam bulan. Saat aku sedang hamil, pelacur ini sudah mulai menggoda suamiku. Dasar wanita nggak tahu malu!"

Melihat tuduhannya semakin tidak masuk akal, aku mulai kehilangan kesabaran untuk menjelaskan. "Imelda, ya? Aku peringatkan, jangan asal bicara dan mencemarkan nama baikku ...."

Namun, belum selesai aku berbicara, seorang wanita di sampingku telah menampar wajahku. Seketika, kepalaku berdengung dan aku hampir saja tidak bisa berdiri tegak. Sepanjang hidupku, tidak ada seorang pun yang berani memukulku, tapi kali ini kesabaranku sudah habis.

Aku mengambil ponsel dari dalam tas untuk menelepon polisi, tetapi tas LV di tanganku langsung dirampas dan dibuang ke tanah, lalu diinjak-injak.

"Dasar pelakor sialan! Masih nggak mau ngaku? Sepertinya kamu nggak akan jera sebelum diberi pelajaran!"

"Ibumu nggak pernah ngajarin kamu nggak boleh jadi pelakor dan menghancurkan hubungan orang lain? Dasar murahan, lebih hina dari pelacur!"

Mereka mencengkeram rambutku, menariknya dengan kasar, membuatku kesakitan sampai berkeringat dingin. "Lepaskan aku! Aku bukan orang yang bisa kalian perlakukan seenaknya!"

Namun, seolah-olah tidak mendengarnya, mereka malah semakin mendekatkan ponsel ke wajahku. Ada juga yang terus-menerus memotret dan merekam video. Penonton di ruang siaran langsung semakin banyak dan berbagai komentar memenuhi layar.

[ Pelakor memang harus diberi pelajaran! Biar jera dan jangan sembarangan merusak rumah tangga orang! ]

[ Memang pantas dihukum! Moral wanita ini sudah hancur, mengganggu keluarga orang lain. ]

[ Kelihatan polos, ternyata pelakor juga. ]

Imelda melihat komentar terakhir dan menimpali, "Kalian tahu nggak, wanita yang terlihat polos begini biasanya paling liar. Semua pria mau digodanya!"

Teman Imelda menambahkan, "Lihat saja tampangnya yang genit, pasti pelakor ini sudah sering melakukannya!"

Kemudian, mereka melihat mobilku.

"Ini mobil Ferrari, harganya pasti miliaran. Jadi pelakor ternyata memang menguntungkan!"

Imelda menyerahkan bayinya kepada seorang wanita paruh baya di sampingnya lalu berkata, "Mobil ini dibeli dari hasil jual tubuh. Ayo kita rusak mobilnya!"

Mereka mengambil tongkat besi dan mulai merusak mobilku. Aku tidak pernah melihat orang segila dan tidak berpendidikan seperti ini.

Imelda bahkan merebut kunciku untuk membuka mobil, lalu mengeluarkan barang-barangku dan melemparkannya ke tanah dan menginjak-injaknya. Tak lama kemudian, dia mengeluarkan sebuah kotak hadiah besar dari bagasi.

Aku berujar dengan tegas, "Kuperingatkan kamu, itu adalah guci antik bernilai lebih dari ratusan miliar."

Aku membeli guci itu dari sebuah pelelangan untuk ayahku karena dia sangat menyukainya. Imelda tertawa sinis. "Kamu pikir aku bodoh? Hanya guci usang begini harganya ratusan miliar? Jangan bercanda!"

Setelah itu, dia membanting guci tersebut ke tanah sambil tertawa keras. Melihatnya dan semua barang yang dia hancurkan, aku tersenyum sinis, "Kita lihat saja apa kamu masih bisa ketawa waktu harus membayar ganti rugi."

Imelda menampar wajahku sekali lagi, "Masih mau nipu? Tutup mulutmu!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki tak mampu menyembunyikan kekesalannya setelah ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan pria itu sangat klise, ia merasa tidak mengenal Yuki sama sekali. Sambil mengumpat dalam hati, Yuki menjuluki calon suaminya itu sebagai pria tua yang menyebalkan. Namun, rasa dongkol itu segera berubah menjadi sebuah rencana licik. Sebuah seringai muncul di wajahnya saat sebuah ide brilian terlintas untuk memberi pelajaran bagi pria itu.
Sampul Novel Perceraian Aku dan Kakak Kembarku
9.0
Menikah dengan saudara kembar terpandang, Leo sang hakim dan Sam sang dokter bedah, tidak membawa kebahagiaan bagi sepasang kakak beradik kembar ini. Saat diculik perampok hingga kehilangan bayinya, sang istri diabaikan oleh Sam yang sibuk menemani wanita lain bernama Annie. Ketika sang kakak datang menyelamatkannya dari maut, suaminya, Leo, juga menolak membantu dengan alasan serupa. Setelah bertahan hidup dari badai salju yang ekstrem, kedua saudara ini sepakat untuk menggugat cerai suami mereka.
Sampul Novel PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
8.2
Ken terobsesi menikahi Eleanore, putri perdana menteri yang dingin, hingga nekat memakai cara licik. Namun, setelah resmi menikah, Ken mengungkap rahasia kelam masa lalu istrinya yang memicu kebencian mendalam. Eleanore yang awalnya merasa bahagia karena cinta keponakan raja itu, kini harus menderita akibat perubahan sikap Ken yang drastis. Meski hatinya hancur disakiti sang suami, Eleanore tetap bertahan dalam cinta di tengah konflik masa lalu yang sulit dimaafkan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan