Sampul Novel Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

8.2 / 10.0
Dalam novel misteri Menghadapi Kematian di Depan Mata, seorang wanita kembali ke masa lalu saat menghadapi ancaman pria mabuk. Kali ini, ia melapor polisi alih-alih memanggil kedua kakaknya demi menghindari pengkhianatan kejam. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti kisah aksi menegangkan ini.
Ringkasan Menghadapi Kematian di Depan Mata
Terjebak situasi berbahaya saat memesan obat, seorang wanita mendapati pria mabuk mengetuk pintunya. Di kehidupan lalu, keputusannya memanggil kedua kakaknya berujung petaka karena mereka melewatkan pentas adik angkat mereka, Hilda, yang berakhir melukai diri sendiri. Akibatnya, ia disalahkan, diikat, dan diserahkan ke pria mabuk. Setelah kembali ke masa lalu, ia memilih melapor polisi dan membiarkan kakak-kakaknya menonton drama Hilda hingga mereka menyesal.
Baca Selengkapnya

Menghadapi Kematian di Depan Mata Bab 1

Aku mengalami kram menstruasi dan memesan obat pereda nyeri. Di aplikasi, pengantarnya tertulis seorang pengendara wanita, tapi yang datang ternyata seorang pria mabuk.

Kali ini, aku tidak menelepon dua kakakku untuk meminta bantuan. Langsung saja aku melapor ke polisi.

Di kehidupan sebelumnya, kedua kakakku bukan hanya memanggil semua pengawal pribadi yang ada, tetapi mereka sendiri juga buru-buru kembali.

Akibatnya, mereka melewatkan drama panggung yang dimainkan oleh adik angkat mereka.

Adik angkat mereka begitu sedih hingga dia menusukkan tombak mainan ke dirinya sendiri di atas panggung dan membuat dirinya terluka parah.

Kedua kakakku mencoba menghiburku, "Jangan merasa bersalah. Setidaknya kamu tetap selamat."

Namun, di balik itu, mereka mengikatku dan menyerahkanku kepada sekelompok pria mabuk.

"Cuma pria mabuk, 'kan? Kamu bisa mengusirnya sendiri. Kenapa harus manggil kami? Sekarang lihat akibatnya. Kalau Hilda meninggal, kamu juga jangan berharap bisa hidup!"

Ketika aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana pria mabuk itu mengetuk pintuku.

Kali ini, aku tidak menelepon mereka. Mereka akhirnya bisa menyaksikan drama panggung adik angkat mereka, memberi dukungan dan semangat. Namun, setelah drama itu selesai, mereka malah menyesal.

Tengah malam, pria mabuk di luar pintu mengetuk dengan suara yang menggema dan meruntuhkan suasana sepi malam itu.

Aku segera mendorong sofa, meja, dan semua furnitur ke depan pintu untuk memblokirnya. Namun, bibiku mulai memindahkan satu per satu benda itu dengan ekspresi tak sabar. Dia melirikku dengan kesal. "Kamu ini berlebihan sekali!"

"Kakakmu sudah janji mau nonton drama panggung Hilda. Sekarang mereka pasti sibuk, mana mungkin ganggu mereka! Kita buka saja pintunya dan usir dia langsung, selesai perkara!"

Melihat adegan ini, aku tiba-tiba menyadari satu hal. Aku telah mengalami hal ini sebelumnya. Aku telah kembali ke masa lalu. Di kehidupan sebelumnya, kejadiannya persis seperti ini.

Saat itu, aku baru saja pindah dari rumah setelah bertengkar dengan kedua kakakku. Tidak lama setelahnya, seorang pria mabuk yang menyamar sebagai kurir datang mengetuk pintu.

Kebetulan, kedua kakakku sedang menonton drama panggung adik angkat mereka, Hilda. Aku juga bertengkar dengan bibiku saat itu. Aku mati-matian menjaga pintu agar pria itu tidak masuk, tetapi bibiku tetap ingin membukakan pintu.

Di kehidupan sebelumnya, aku menelepon kakakku untuk meminta bantuan. Namun kali ini, aku memutuskan untuk mengandalkan diriku sendiri.

Saat aku mengambil ponsel dan hendak menelepon polisi, bibiku berlari ke arahku dengan ekspresi panik. Dia merampas ponselku. "Sudah kubilang, nggak perlu seribet itu!"

Aku tahu dia akan mencoba menghentikanku, jadi saat dia sibuk menyembunyikan ponselku, aku berlari ke ruang tamu. Aku mengambil telepon rumah dan mulai memutar nomor polisi.

Namun, sebelum aku sempat menyelesaikan panggilan, bibiku menekan telepon itu dengan kasar, memutus sambungan. "Ternyata kamu mau nelepon polisi?"

"Kamu sengaja mau memaksa kakakmu untuk pulang, 'kan? Tapi kalau kakakmu pulang, Hilda mau gimana?"

Dengan amarah yang membara, bibiku mengangkat telepon rumah itu dan membantingnya ke lantai. Dia bahkan menginjak-injaknya dengan keras hingga hancur. Lalu, dia meraih lenganku dan menyeretku ke arah pintu.

"Masalah kecil begini! Kalau kamu nggak tenang, kita buka saja pintunya dan lihat siapa dia!"

Tangannya sangat kuat. Aku tidak bisa melepaskan diri. Meskipun kakiku berusaha mengerem di lantai, dia menyeret tubuhku perlahan ke depan.

Pria mabuk di luar pintu yang mulai tidak sabar, mengetuk pintu semakin keras. Suara ketukan yang tajam itu seperti palu yang menghantam langsung ke jantungku.

Aku berkeringat dingin, tubuhku bergetar setiap kali mendengar bunyi itu. Namun, bibiku tidak peduli. Dengan keras kepala, dia terus menyeretku ke pintu.

"Jangan pikir aku nggak tahu apa rencana busukmu! Kamu cuma nggak suka melihat kedua kakakmu memperhatikan Hilda, 'kan?"

"Tapi Hilda itu yatim piatu! Dia nggak punya siapa-siapa. Kalau kamu nggak mau peduli, ya sudahlah. Tapi kenapa kamu selalu iri dan nggak bisa nerima dia!"

Aku telah mengenal bibiku hampir 20 tahun. Dia selalu sombong dan memandang rendah siapa pun. Namun entah kenapa, dia sangat peduli pada Hilda.

Setiap kali Hilda tampil, bibiku selalu muncul untuk merebut apa pun yang menjadi milikku dan memberikannya pada Hilda. Namun, aku tidak pernah menyangka bahwa dia bahkan tidak peduli pada nyawaku.

Di luar, suara pria mabuk semakin liar. Kata-kata kotor mulai terdengar jelas menembus pintu. Aku tahu, begitu pintu itu terbuka, aku pasti mati!

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Menghadapi Kematian di Depan Mata

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta dari Pria yang Tak Terduga
9.1
Kehidupan Emily yang tenang hancur seketika setelah menerima panggilan polisi yang mengubah segalanya. Ia mendapati Jaka Guntur, kekasihnya, berkhianat dengan sahabatnya sendiri. Di tengah kekacauan itu, Emily justru terlibat hubungan satu malam yang tak terduga dengan paman Jaka, Jacob. Kini, Emily terjebak dalam pusaran konflik rumit dan tarik ulur perasaan antara mantan kekasihnya dan sosok pria berkuasa yang merupakan paman dari mantannya tersebut.
Sampul Novel Luka Seorang Istri
8.2
Selama ini aku memilih untuk terus mengalah demi menutupi segala kehancuran yang terjadi, mencoba berpura-pura bahwa segalanya masih baik-baik saja. Namun, kini batas kesabaranku telah habis dan aku memutuskan untuk menyerah pada keadaan ini. Egoku bangkit dengan kuat, menolak untuk terus tertindas. Izinkan aku pergi dan menjalani takdir dengan caraku sendiri, demi merasakan kembali kebebasan sejati sebagai manusia yang benar-benar hidup.
Sampul Novel Maafkan Aku Mam
9.5
Andre memamerkan tubuh atletisnya, memicu gairah sang tante yang tak tertahan. Rasa penasaran yang muncul sejak pertemuan mereka di toko Albert kini memuncak saat ia menyentuh Andre dengan penuh damba. Andre pun membiarkan dirinya menjadi milik sang tante sepenuhnya malam itu. Dengan penuh godaan, Andre perlahan membuka pakaiannya, sementara sang tante yang sudah tidak sabar segera membantu demi menuntaskan rasa penasaran yang telah menghantuinya sepanjang hari.
Sampul Novel NODA DALAM RUMAH TANGGA
9.2
Alka menyerahkan kartu berisi saldo yang akan terus bertambah setiap hari kepada Mira. Setelah memberikan kode akses 222222, ia menginstruksikan istrinya untuk menggunakan uang tersebut sesuka hati. Meski sempat ragu saat memegang gagang pintu, Alka hanya mengucapkan selamat malam dengan kaku sebelum akhirnya melangkah pergi. Mira pun terpaksa menghabiskan malam pertama mereka dalam kesendirian setelah sang suami memilih untuk meninggalkannya.
Sampul Novel Terjebak Nafsu Dua CEO
8.9
Karine, duta perusahaan ternama, terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada dua CEO, Bilang dan Arum. Langkah pahit ini ia ambil demi mengamankan kelangsungan bisnis sang ayah dan kerja sama antarperusahaan. Selama dua tahun, ia terjebak menjadi simpanan mereka meski tahu keduanya telah berkeluarga. Karine tetap bertahan demi tuntutan profesional dan ambisi bisnis. Namun, akankah rahasia gelap ini hancur saat para istri mencium pengkhianatan mereka?
Sampul Novel The Guardian Devil
9.6
Cindy baru menyadari bahwa hidupnya yang tenang selama ini adalah berkat perlindungan rahasia Mr. Auredo. Namun, segalanya berubah drastis saat posisi pelindung beralih ke tangan putranya, Chris. Meski Chris menjalankan tugasnya, sifat egois dan dominasinya membuat Cindy merasa tertekan. Bagi Cindy, Chris lebih menyerupai iblis daripada malaikat penjaga. Di tengah jeratan kuasa sang miliarder, mampukah Cindy bertahan menghadapi cara perlindungan Chris yang kejam?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan