
Tetap mencintaimu
Bab 2
Bukan hanya satu atau dua kali sikapnya begitu terhadap Keyzia. Seringkali bahkan mungkin setiap Keyzia ada kepentingan tak pernah ada jawaban dari dirinya hanya mendengarkan dan membelakangi kemudian berlalu pergi tanpa meninggalkan apapun, mungkin akan banyak yang biasa saja tapi tidak bagi Keyzia, dia sangat terluka akan sikapnya karena dia mencintainya.
Walau begitu Keyzia tak pernah menampakkan perasaannya pada Yahya dan hanya Hana yang faham akan perasaannya, di saat Keyzia semakin ingin melupakan namanya semakin sering mereka bertemu dan menyangkut pekerjaan dan tugas bersama. Semakin ingin di lupakan semakin sulit, semakin menghindar semakin sakit.
Keyzia sudah bertekad untuk mengundurkan diri dari asisten ketua kelas di sekolahnya, walaupun dia sudah nyaman mengembangkan prestasi nya dengan adanya bagian organisasi di sekolah, tapi apalah daya.
"Assalamu'alaikum bu." ucap Keyzia.
"Wa'alaikumussalam duduk nak, ada yang bisa ibu bantu?" tanyanya.
"Iya bu, langsung saja saya mau mengundurkan diri dari organisasi yang sekarang saya jalani dan jabatan saya sebagai sekretaris karena saya tidak bisa bertanggungjawab jawab dengan baik," ucap Keyzia.
"Sangat di sayangkan sekali ya, kamu itu berprestasi di sini dan harusnya itu menjadi ladang untuk belajar menuju kesuksesan kedepannya." balas nya. "Baiklah silahkan kamu tulis surat pengunduran diri secara resmi ya dan nanti mungkin akan di gantikan dengan pilihan ulang." lanjut nya.
Setelah selesai mengungkapkan keinginannya Keyzia segera pamit mengundurkan diri untuk segera pulang, ada air mata yang mengalir di pipinya karena berat melepas jabatannya. Namun ini lah yang terbaik bagi hati dan dirinya supaya tidak sering bertemu dan hatinya terluka.
"Dor... Yuk barengan," ucap Zalin.
Mereka berjalan hingga sampai di area pondok Zalin segera memasuki asramanya sedangkan Keyzia masuk ke rumahnya.
"Assalamu'alaikum Umi, Abi, Kakak Key pulang..." ucapnya seperti biasa.
"Wa'alaikumussalam sayang kenpa teriak teriak," jawab Abi. "Di rumah hanya ada Abi. Umi sama kakakmu belum pulang." lanjutnya yang faham akan gerak gerik putrinya.
"Baiklah Key mau istirahat dulu capek hehe, nanti sore mau kajian lagi." ucapnya masih tersenyum yang di angguki Abi.
"Huff... Ya Alloh semoga ini keputusan terbaik untuk hambamu," lirihnya yang masih meninggalkan sesak di dadanya.
Selesai mandi Keyzia segera mengambil laptopnya dan menulis surat resmi untuk pengunduran diri dari jabatannya. Selesainya mengetik laporannya Keyzia segera mengambil Al-Qur'an dan mulai menghafalkannya, ia sadar bahwa dengan keadaan yang sederhana sulit untuk dirinya mondok full karena biaya nya mahal. Keyzia sangat bersyukur hidup dalam lingkungan pondok yang membuat dia semangat dalam menuntut ilmu agama dan menghafalkan kalamnya mandiri, setiap sabtu sore dia akan menyetorkan nya pada Ustadzah yang mengajar.
Tak terasa Keyzia menghafal sudah hampir 2 jam, lalu ia bersiap untuk berangkat ke mushola putri membawa alat tempur nya untuk mengaji dan menyetorkan hafalannya.
"Assalamu'alaikum Key," sapa ke dua sahabatnya.
"Wa'alaikumussalam sahabat," balas Keyzia.
"Ciee yang udah mau selesai 10 juz," ucap Zalin. Yang di sambut ketawa dari Keyzia untuk meramaikan suasana lalu berkata "kamu tu mau 30 juz," yang di sambut muka cemberut Zalin.
Begitulah mereka sangat dekat baik di sekolah, di pengajian bahkan di asrama pun mereka dekat dan welcome terhadap Keyzia yang bukan anak pondok.
Selesai dengan acara menyetorkan hafalan dan tadabur Al-Qur'an bersama Ummu Yasmin mereka lalu di berikan brosur tentang beasiswa tahfidz full 100℅ gratis dengan syarat dan ketentuan berlaku, Keyzia sangat tertarik dan membawanya pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Keyzia segera masuk kamar dan membaca dengan teliti brosur tersebut. Masih dengan pikiran nya sendiri, tiba-tiba pintu di ketuk.
Tok... Tok... Tok...
"Dek makan dulu kata Umi," ucap Ibrahim.
"Iya kak," balas Keyzia dengan teriakan nya.
Lalu bergegas turun dan menikmati makanan dengan khidmat, tanpa banyak bicara Keyzia segera mencuci piring membantu Umi membereskan bekas makan tadi. Lalu mereka berkumpul di ruang tengah dengan menonton televisi, tiba-tiba Keyzia angkat bicara.
"Umi, Abi kalau Key mau sekolah tahfidz apakah boleh?" tanyanya ragu.
"Kenapa bicara begitu nak?" tanya Umi.
"Sekolah tahfidz itu nggak murah nak, Abi bahagia jika kamu mau berinteraksi dengan Al-Qur'an. Tapi Abi sedih tidak bisa mengabulkan keinginanmu untuk itu karena kita sama sama tau kan bagaimana kondisi keuangan di sini." balas Abi.
"Sudahlah dek bersyukur aja di sini dekat dengan pondok kamu bisa ikut ngaji, menghafal Al-Qur'an dan bertemu teman banyak dan pentingnya itu gratis." balas kakaknya.
"Maafin Key Mi, Bi, kak... Tapi key ingin ikutan seleksi tahfidz beasiswa 100℅ bukan Key tak bersyukur tapi... Key ingin memberikan mahkota untuk Umi dan Abi kelak." jawab Keyzia.
"Baiklah semoga kamu berhasil," ucap Ibrahim.
"Abi akan mendukung cita-cita mu itu," ucap Abi.
"Tapi nak... Kamu akan putus sekolah di tengah jalan?" tanya Umi sedikit ragu.
"Tak apa Umi Keyzia mau mondok tahfidz aja nggak papa nggak punya ijazah SMA juga asalkan Key dapat menyelesaikan hafalan dengan baik." balas Keyzia.
"Baiklah jika keputusan Key sudah bulat, kan beberapa bulan lagi naik kelas, jadi nggak tanggung kan. Semoga Alloh memberikan kemudahan jalan untukmu nak," balas Umi.
"Baiklah Key mohon do'a dan dukungannya ya," balasnya lalu mencium pipi sangat ibunda.
Bergegas menuju kamarnya dan segera mengisi biodata serta menyertakan rekaman surah AlFatihah sesuai dengan persyaratan lalu mengirimkan nya ke email yang tertera. Tak lupa Keyzia menyerahkan fhoto dirinya berlatar merah dan juga mengisi beberapa tes yang akan menjadi penentu di Terima atau tidaknya.
Untuk hasilnya hanya tinggal menunggu 2/3 bulan dan bertepatan dengan kenaikan kelas Keyzia menjadi kelas 3 SMA, mungkin sangat menggantung ya hanya tinggal setahun lagi lulus tapi bagi Keyzia mengulang dari kelas satu itu lebih baik baginya.
Seperti biasa pagi ini Keyzia sudah cantik dengan balutan jilbab putih dan seragam sekolahnya.
"Eh... Nggak nyangka ya Zalin sama Yahya makin deket aja setelah di lantik jadi asisten pengganti Keyzia." ucapan temen-temen Keyzia di sekolah.
"Iya mesra kadang ya mereka, kompak banget jadi pemimpin kelas," balas yang lain.
Dan masih banyak hal semisalnya yang menggambarkan kedekatan mereka, perlahan tapi pasti Keyzia sudah menata hatinya untuk belajar menerima semuanya. Demi kebahagiaan sahabatnya dan orang yang di cintainya Keyzia akan menutup semua akses tentang Yahya di hatinya, cukup dirinya dan Alloh yang mengetahui semua ini.
Hari terus berlalu hingga sampai pada waktu anak anak ujian akhir untuk kenaikan kelas selanjutnya, tentu saja banyak para siswa dan siswi yang mempersiapkan semuanya dengan baik demi meraih prestasi atau hanya lulus saja sudah alhamdulillah.
Kabar tentang Yahya dan Zalin semakin ramai di perbincangan sekolah dan tentu itu sangat membuat Zalin bahagia ntah bagi Yahya.
"Ehmm... Kayaknya Yahya suka sama aku Han, Key." ucap Zalin.
"Ya Alloh Lin belajar lah dulu untuk ujian jangan pikirin dia dulu," balas Hana.
"Iya semoga aja Zalin sama Yahya berjodoh nanti do'ain aja. Jangan sampe ganggu konsentrasi kamu saat menghadapi ujian nanti Lin," balas Keyzia.
"Heran deh sama kamu Key, kamu tu kapan si naksir sama cowok jangan jangan kamu nggak normal ya? Selalu saja sama buku. Hadeuh... " ucap Zalin yang di jawab senyuman dari Keyzia.
Anda Mungkin Juga Suka





