Sampul Novel Tetap mencintaimu

Tetap mencintaimu

9.6 / 10.0
Dalam Tetap mencintaimu, Keyzia berjuang mempertahankan rasa di tengah ketidakpastian takdir. Novel modern ini mengisahkan komitmen pernikahan yang diuji badai kehidupan. Temukan kisah pengabdian tulus dalam romance novel ini, sebuah pilihan tepat bagi pembaca fiction books online.
Ringkasan Tetap mencintaimu
Keyzia Khanza mencintai Yahya Al-Zayyan dengan ketulusan yang menguras energi. Di tengah dukungan sahabat, ia sadar berharap pada manusia hanya membawa luka. Pernikahan bagi mereka adalah ikatan sakral yang melampaui sekadar pacaran, di mana takdir Tuhan menjadi penentu akhir segalanya. Meski badai mengancam dan perpisahan membayangi, Keyzia dan Yahya tetap memilih untuk saling mencintai dalam diam dan doa, berharap rasa ini abadi hingga ke jannah tanpa ada hati yang tersakiti.
Baca Selengkapnya

Tetap mencintaimu Bab 1

Adzan subuh berkumandang bersahutan dengan suara ayam juga suara keramaian di sebuah rumah yang sudah terbiasa bangun sebelum subuh untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim dan muslimah.

"Dek cepatlah kakak sudah tertinggal Abi ke masjid," ucap lelaki yang tak lain adalah kakak dari Keyzia yang bernama Ibrahim.

"Kakak pokoknya harus tunggu aku sampe selesai benerin jilbab," jawab Keyzia yang masih santai membenahi jilbab nya.

"Pokoknya kalau sampai kakak masbuk kakak nggak mau lagi nunggu adek," balasnya.

"Ih bawel banget kayak perempuan, sabar donk kak. Kan orang sabar di sayang Alloh tau," ungkap Keyzia yang berlalu mendahului kakaknya keluar rumah menuju masjid.

Tanpa menunggu lagi mereka berdua berangkat menuju masjid tempat dimana ada asrama putra dan putri yang sore dan malamnya mereka menuntut ilmu agama dan paginya mereka sekolah umum di SMA tempat dimana Keyzia sekolah. Walaupun Keyzia tidak tinggal di asrama tapi dia juga aktif belajar di sana, bahkan Hana dan Zalin pun salah satu dari para santri yang berasal dari luar pondok. Al-Mukhlis itulah nama pondok dan masjidnya tempat Keyzia menghabiskan waktu bersama teman-teman nya.

Selesei sholat subuh berjamaah sebagaimana biasa diisi dengan kajian siraman rohani yang di lanjutkan dengan tilawah Al-qur'an. Bagi para santri sudah ada yang mandi pukul 05.30 karena mereka harus antri dan tentunya datang ke sekolah tak boleh terlambat, sedangkan Keyzia dia terlihat masih santai membaca Al-Quran nya karena dia tidak perlu ngantri untuk mandi. Sebab, dia asli penduduk sekitar pondok.

"Assalamu'alaikum umi, abi." ucap Keyzia yang baru pulang dari masjid putri.

"Wa'alaikumussalam sayang baru pulang nih," balas orang tuanya.

"Umi kakak mana?" tanya Keyzia.

"Kakakmu ada di kamarnya katanya ngantuk, soalnya semalam kakakmu jadwal ronda," jawab umi.

"Ouh baiklah, hehehe... Otw kamar kakak," ucapnya lalu berlari meninggalkan orang tuanya menuju kamar sang kakak.

"Key jangan ganggu kakakmu, kasihan." teriak umi yang tidak di hiraukan Keyzia.

Karena kekhawatiran umi kelakuan Keyzia akan menggangu kakaknya, sebagaimana biasanya. Mereka sangat dekat walau usia mereka terpaut 5 tahun tapi Ibrahim selalu menjadi penghibur adiknya kalau sedih dan menjadi penyemangat nya di kala dia sedang terjatuh.

Hal itu sudah biasa Keyzia lakukan, mengganggu kakaknya yang sedang tidur dan sikap usilnya yang selalu membuat seisi rumah geger akan kelakuannya.

"Keyziaaaaaa...... " teriak Ibrahim yang mencari adiknya. Sedang Keyzia sedang aman di kamar mandi dan bersiap untuk sekolah.

Sungguh kelakuan nya sangat sangatlah jahil hingga kakaknya berteriak saat melihat mukanya yang sudah seperti banci penuh make up yang tebal dan tak beraturan.

"Adek cepat minta maaf sama kakakmu, itu nggak baik sayang." ucap umi.

"Iya, kakak... Kakak kan tampan dan penyabar Key minta maaf ya," ucap Keyzia dengan menyatukan dua tangannya.

"Hmm... Baiklah, kakak tidak bisa marah lama lama sama kamu Key." balas Ibrahim.

"Sudahlah cepat sarapan. Abi ada acara di pesantren pagi ini," ucap Abi yang di ngguki semuanya dan mulailah mereka makan dengan khidmat.

Setelah makan semuanya pergi, Keyzia pergi sekolah. Kakaknya pergi untuk bekerja. Abi pergi untuk mengisi ceramah di pesantren dan umi pergi untuk kegiatan biasanya yaitu sebagai ibu dapur di pondok Al-Mukhlis.

"Eh Han, kita minjem buku catatan pelajaran kemarin donk," ucap Yahya.

"Ouh... Butuh berapa buku yang mau di pinjem," tanya Hana yang sudah terbiasa interaksi dengan lelaki.

"Hmm... 2 aja deh buat saya juga," sambung Galih.

"Ok, Key kasih pinjam milikmu juga lah." ucap Hana.

"Baiklah ini," ucapku yang memberikannya pada Yahya.

"Makasih ya Han," ucapnya.

"Kan aku yang ngasih pinjem kok bisa ya sama kamu bilang makasihnya Han," lirih Key.

Dan itulah sikapnya Yahya ketika berhadapan dengan Keyzia. Padahal dengan wanita lain dia biasa saja, ketik ada keperluan dia tak segan untuk meminjam dan bicara pada lawannya tapi lain ketika dia butuh sesuatu tapi yang bersangkutan dengan Keyzia pastilah Galih yang menjadi jembatannya.

"Han kenapa sikapnya masih tetap begitu ya," ucap Keyzia pada Hana karena hanya Hana lah yang tau perasaan dirinya pada Yahya.

"Mungkin dia masih malu denganmu Key, dan kok aku curiga ya dia punya rasa yang sama denganmu." balas Hana.

"Ah kebiasaan kau Han selalu saja buat aku percaya diri dan terbang, hahahha" ucap Keyzia.

"Hai... Kalian lagi ngapain si?" tanya Zalin yang mengejutkan keduanya.

"Biasalah Lin kita lagi ngerumpi ae," balas Keyzia.

"Aku mau cerita, kalian dengerin deh." balas Zalin.

"Mau cerita apa cantik," balas Keyzia.

"Ehmm... Ternyata Yahya nggak secuek yang kamu bilang Key." ucapnya antusias.

"Hahaha... Masa sih?" tanya Hana.

"Iya Han, bahkan dia ngobrol sama aku dan aku ngerasa bahagia banget akhirnya cintaku terbalaskan," ucapnya sambil senyum senyum sendiri.

"Hah... Cinta?" kaget Key.

"Kamu kenapa sih Key? Kaget gitu? Harusnya seneng donk kalau sahabatmu seneng tu." balas Zalin.

"Eh Lin sapa tau dia itu cuma mau nge baperin anak orang aja, nggak usah ke GR an deh." ucap Hana.

"Kenapa sih kamu kayak nggak suka gitu kalau aku sama Yahya." balas Zalin.

"Bukan tak suka hanya saja kami sayang kamu dan takut kamu terluka jika sebenarnya rasa itu tidak terbalaskan dalam kenyataannya. Suka itu wajar tapi jangan berlebihan ya, aku takut kehilangan senyuman dan persahabatan ini," balas Keyzia dengan senyum tulusnya. "Kami dukung kamu kok, iya kan Han?" lanjutnya yang di angguki Hana sebagai jawaban.

Semenjak saat itu Zalin terlihat bahagia tanpa dia sadari ada sahabatnya yang merasakan sakit akan kedekatan mereka, tapi itu semua Keyzia anggap sebagai teguran akan rasa yang seharusnya belum boleh terjadi.

"Assalamu'alaikum Yahya," sapa Keyzia yang memiliki kepentingan tugas kelompok dari sekolah umumnya. "Hmm.. Baiklah Yahya bu Asma meminta kita menyelesaikan tugasnya minggu ini dan saya sebagai wakil anda mohon kerjasamanya." lanjut Keyzia.

Yang hanya di balas anggukan dan dia pergi berlalu tanpa melihat dulu siapa yang menyapa dan memberikan penjelasan tersebut, langkahnya makin menjauh membuat Keyzia meneteskan airmatanya dia bingung kenapa sikapnya begitu dingin padanya. Sedangkan, dengan yang lain bahkan ramah dan biasa saja.

"Hai.. Sudahlah tidak usah menangis, mungkin dia malu jika menatapmu Keyzia." ucap Hana.

"Aku punya salah apa Han sama dia, kenapa dia begitu benci padaku Han." balas Keyzia.

"Keyzia inget lho airmata mu itu sangat berharga tidak usah di tanggapi kan sudah biasa, ayolah Keyzia semangat dan positif thinking aja deh." ucap Hana yang tak ingin melihat sahabatnya terus menangis.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tetap mencintaimu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Derita Gadis Ternoda
8.2
Ana adalah gadis polos yang malang. Hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil, yang membuatnya diusir sang ayah. Di Jakarta, ia bertemu Lukman yang baik hati, namun Ana justru mengalami penyiksaan kejam dari Juju, istri Lukman. Di tengah penderitaan dan benih cinta yang mulai dirasakan Lukman padanya, takdir membawa Ana bertemu kembali dengan sosok pria yang dulu menghancurkan kehormatannya. Akankah luka lama itu membelenggu hidupnya?
Sampul Novel Ibuku Seorang Misoginis
9.4
Sejak lahir, tokoh utama dalam novel "Ibuku Seorang Misoginis" menghadapi kebencian ekstrem dari ibu kandungnya yang membenci sesama wanita. Mengenakan rok, memakai lipstik, hingga mendekati ayahnya selalu berujung kekerasan fisik. Menjelang ujian perguruan tinggi, sang ibu menyebarkan fitnah di sekolah bahwa putrinya merayu sang ayah sendiri. Akibat rumor keji ini, sang putri melompat dari lantai lima belas, sebuah akhir tragis yang justru memuaskan ibunya.
Sampul Novel Kisah Cinta Naomi
9.0
Hidup Naomi Clara hancur seketika saat suaminya, Adrian, tega menjualnya ke rekan bisnis hingga ia terjebak sindikat perdagangan manusia di Hongkong. Di tengah penderitaan itu, ia bertemu Zhou Tian, bos mafia dingin yang tak pernah mengenal cinta. Namun, situasi kian pelik saat seorang playboy kelas kakap justru turut jatuh hati padanya untuk pertama kali. Kini Naomi terjepit dalam pusaran cinta segitiga rumit yang mempertaruhkan hati dan nasibnya.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Dewasa
9.1
Hadirkan kumpulan narasi romansa dewasa yang dikhususkan bagi pembaca berusia dua puluh satu tahun ke atas. Serial ini mengeksplorasi dinamika hubungan modern yang penuh gairah melalui berbagai skenario emosional yang mendalam. Setiap bab menyajikan kisah unik yang menyoroti sisi intim dan kompleksitas interaksi antar manusia di era kontemporer. Nikmati jalinan cerita yang berfokus pada kedewasaan karakter dalam menghadapi cinta dan hasrat yang membara.
Sampul Novel Luka Terindah
9.7
Kehancuran rumah tangga akibat pengkhianatan mendalam memaksa seorang wanita memilih antara memberi kesempatan kedua atau pergi selamanya. Meski telah mengenal pasangan sejak kecil, kenyataan pahit membuktikan bahwa kedekatan lama tidak menjamin kebahagiaan. Pria yang seharusnya menjadi pelindung justru menjadi sumber luka paling besar. Kini, ia terjebak dalam keraguan mendalam tentang sosok pria mana lagi yang bisa dipercaya setelah dikhianati.
Sampul Novel Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal
9.6
Ketika sang anak menangis histeris mengabarkan bahwa ibunya terbujur kaku di ranjang, Michael justru mencaci istrinya sebagai wanita pemalas dan menutup telepon demi bermesraan dengan sekretarisnya. Dia tidak pernah menduga bahwa penolakan kasar itu menjadi komunikasi terakhir mereka. Sang istri telah tiada untuk selamanya. Kini, setelah kebenaran tragis itu terungkap, Michael hanya bisa mendekap bingkai foto mendiang istrinya dalam penyesalan yang terlambat, memohon agar ia kembali.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan