
Tetap mencintaimu
Bab 3
"Karena bagiku buku teman terbaik lho," balas Keyzia.
"Heleh... Gaya mu aja," balas Zalin. "Eh tau nggak si katanya yang kemarin daftar beasiswa tahfidz itu udah keluar hasil keterima atau nggak nya." lanjutnya.
"Iya kah? Apa ada namaku?" tanya Key.
"Mungkin ada kamu kan pintar pasti masuk lah," balas Zalin.
"Kalau aku jadi kamu ya Key, aku nggak mau ngelakuin hal bodoh kayak gt pertama kamu ngelepas jabatan sekertaris, ke dua kamu ngelepas masa SMA kamu dan mengulangnya dari kelas 1 di sebuah pondok karena beasiswa. Apa si Key yng kamu cari itu?" balas Hana yang di angguki oleh Zalin tanda persetujuan.
"Yang ku cari hanyalah ketenangan," balas Keyzia yang di barengi tawa canda yang di balas cubitan dari ke dua sahabatnya. "Sudahlah cepat kita ngafal lagi biar juara hehe," candaan Keyzia.
_POV KEYZIA_
Hari ini terakhir ujian banyak siswa-siswi yang mulai bahagia akan menyambut hasilnya dan lusa adalah hari kelulusan, ku lihat ke dua sahabatku mulai sibuk dengan incaran masing-masing ya Hana menyukai Galih dan begitupun sebaliknya. Sedangkan Zalin masih sama menunggu harapan yang tak pasti dari seorang Yahya.
Seperti biasa setiap tahun kenaikan kelas akan ada acara pentas seni sekaligus tugas kelompok dan yang bertugas mendekorasi panggung dan ruangan sekolah adalah tugas ku yang di pimpin Yahya dan Galih juga 6 orang lain teman kami lelaki dan perempuan. Sedangkan Zalin dan beberapa temn yang lain bertugas tentang penyambutan tamu dan Hana beserta teman lainnya sebagai konsumsi.
"Key lu cekikikan mulu ma Arfan," tegur Galih.
"Ya Alloh Galih gimana gue nggak ngakak liat si Arfan mukanya penuh chat," jawab ku yang masih ketawa melihat kesialan Arfan.
"Vina lu sumpel noh mulut si Key," balas Arfan yang hanya di balas gurauan lain dari teman teman yang lain.
Tak berhenti di sana aku dan Arfan masih setia membetulkan dekorasi yng terlihat miring dan sebagainya hingga keusilan Arfan kumat dia memberi polesan spidol di jilbab ku, yng berakhir dengan balas membalas dan coret mencoret di jilbab dan baju masing-masing. Hingga tiba-tiba.."Keyzia Diem!" Suaranya mengejutkan ku.
Deg... Deg... Deg...
Apa mungkin dia marah karena kebisingan yang aku ciptakan bareng Arfan.
"Maaf," lirihku yang masih bergetar karena merasa terkejut dan takut karena ini pertama kalinya dia nyebut namaku dan membentak.
"Centil banget jadi perempuan," ucap Yahya lagi dan berlalu keluar ruangan.
Sakit banget denger perkataan nya tapi memang aku begitu akrab dengan teman lelakiku yang lain, sudahlah benar aku nggak boleh cengeng cuma karena lelaki itu. Pikiran ku kembali lagi setelah Galih mengajakku membereskan sisa sisa barang yang blm rapi, lalu kami pulang.
Belum pernah ada yang membentak ku dengan begitu keras dan tekanan marah, sesampainya di rumah aku masih memikirkan ucapannya yang mengatakan aku itu perempuan centil hahaha... Lucu memang ketika di bentak orang yang kita sayangi airmata ini tak mampu tertahan.
Segera ku ambil air wudhu dan sholat dzuhur lalu membuka emailku karena teringat akan ucapan Zalin tadi di sekolah.
"Alhamdulillah ya robbi." lirihku menangis karena bahagia "Umi... Abi... " teriak ku.
"Ada apa nak?" balas Umi yang baru keluar dari dapur bersama abi.
"Zah lulus beasiswa full," balas ku yang memeluk Umi.
"Alhamdulillah Abi senang nak," balas Abi yang memeluk ku dan mengusap kepalaku terlihat raut wajah mereka bahagia dan ada airmata haru di sana setelah beberapa bulan mereka cemas akan hasilnya.
Aku segera memasuki kamar dan menghubungi ke dua sahabatku, hingga mereka memutuskan besok selesai acara kita akan bertemu dulu sebagai tanda perpisahan.
_POV OFF_
Hari kelulusan pun tiba di mana semua sudah berkumpul dengan baik dan menanti hasil akhir mereka. Yah seperti tahun sebelumnya Keyzia tetap berada di urutan pertama juara umum semua bersorak gembira akan keberhasilan yang di raih olehnya.
"Selamat ya Key," ucap Arfan "punya hadiah donk buat kenang-kenangan di jaga ya," lanjut Arfan.
"Hehe... Makasih dan repot banget dah," balas Keyzia.
"Key selamat ya, nih gua ada hadiah tapi jangan lu buka sampe lu di kamar oke." ucap Galih.
"Tumben, tapi makasih deh." balas Keyzia.
"Kita jadi kan Key buat perpisahan di cafe nanti?" tanya Zalin yang di angguki Keyzia sebagai jawaban. "Kalian juga mau ikut nih bertiga?" kata Zalin.
"Nggak mungkin lah Lin," balas Yahya yang di angguki oleh Zalin.
Setiba nya mereka bertiga di cafe depan sekolahnya Hana langsung memesan makanan sedangkan Zalin dan Keyzia sibuk ngobrol tentang kehidupan masing-masing, saat Hana datang dia memperlihatkan vidio tentang kebersamaan mereka selama 2 tahun ini. Tak terasa airmata mengalir di wajah mereka.
"Key kita pernah janji kan untuk bisa selama lamanya bersahabat tak terhalang waktu dan jarak," ucap Hana.
"Yeah tentu biidznillah kita bisa bertemu kembali suatu saat nanti, kalian dengerin deh aku punya lagu untuk kita semua." balas Keyzia.
Nasyid : sahabat
Munsyid : Syababuddeen ( Keluaga Nasyid Fathoni )
Lagu : Farn Farhan
Walau lama kita bersama Terasa sesingkat masa
cuma Kerna tiada rasa jemu Tika bersama
di alam persekolahan kita
Sekalung rasa cinta
Segunung kemesraan
Selaut kerinduan kian melanda
Pabila perpisahan kian hampir tiba
Duhai sahabat ..
Duhai temanku
Kau lah segalanya Pahit
manis sama rasai Suka duka
sama alami Kan ku kenang sepanjang masa
ku akan kutip itu semua Ke dalam memori hidupku
Agar persahabatan kita kan terjalin
Selamanya di dunia dan akhirat sana.
Selesainya menyenandungkan nasyid tersebut mereka berpelukan, "kalian do'ain Key ya biar bisa sukses dan meraih impian Key di kota orang. Key harap kita bertemu di masa yang akan datang Key sayang kalian," lirih Keyzia.
"Tak ada pertemuan dan perpisahan tanpa izin dari Alloh dan inilah hal yang akan ada hikmah di dalamnya, Keyziaku semoga mimpinu terakhir dn kau kembali menjadi orang sukses wanita kuat, cerdas dan sholihah." balas Zalin. Sedangkan Hana tak bisa berkata karena terus menangis dan memeluk sahabatnya seakan sulit untuk melepaskan kepergiannya.
Kini tiba waktunya Keyzia untuk menempuh pendidikan di kota orang jauh dari sanak saudara demi sebuah mimpi, ke dua sahabatnya sudah pulang ke kampung halaman masing-masing karena libur di pondok dan sekolah secara bersamaan.
"Maaf kak Key ini ada titipan," kata seorang anak kecil namanya Maya adik Galih teman sekampung Keyzia yang ikutan mondok makanya mereka terlihat selalu akrab, karena dari kecil mereka bareng-bareng.
Anda Mungkin Juga Suka





