Sampul Novel Terpaksa Menikah dengan Tuan Keenan

Terpaksa Menikah dengan Tuan Keenan

8.8 / 10.0
Dalam novel Terpaksa Menikah dengan Tuan Keenan, Emily harus menghadapi pernikahan kontrak dengan billionaire Keenan demi menutupi rumor. Di tengah tuntutan keluarga dan pengabdian sebagai ibu tunggal, masa lalunya kembali. Baca romance novel ini untuk melihat pilihan sulit Emily.
Ringkasan Terpaksa Menikah dengan Tuan Keenan
Emily harus menelan pil pahit menjadi ibu tunggal setelah dikhianati kekasihnya. Demi meredam aib dan hinaan, orang tuanya menjodohkan Emily dengan Keenan Derrel Ferano, pengusaha yang butuh istri untuk menepis rumor miring tentang orientasi seksualnya. Meski sempat menolak, kedekatan putranya dengan Keenan membuat Emily menyerah pada pernikahan kontrak ini. Namun, saat statusnya telah sah menjadi istri orang, sosok masa lalu yang dinantinya muncul kembali.
Baca Selengkapnya

Terpaksa Menikah dengan Tuan Keenan Bab 1

"Kenapa kaumau menikah denganku? Aku sudah mempunyai anak dan aku bukan wanita baik-baik. Tidak ada untungnya bagimu menikahiku."

Emily menatap lelaki di depannya dengan ekspresi datar. Dia menahan amarah karena merasa tertekan oleh keinginan orang tuanya, yang memintanya untuk segera menikah. Hingga dia berakhir di sini. Di sebuah restoran bersama seorang lelaki asing. Mereka baru bertemu pertama kali di sini. Meski ibunya bilang, kalau lelaki di depannya adalah anak dari mantan atasannya dulu. Tapi, siapa peduli?

"Tidak ada alasan lain. Ini perintah orang tuaku."

Jawaban singkat, padat dan jelas itu, berhasil membuat Emily mengernyitkan dahi. Bibir merahnya ikut berkedut. Menyorot aneh lelaki di depannya. Perintah orang tua? Semudah itu orang di depannya ini bicara. "Apa kau Tuan Muda yang manja? Siapa namamu tadi?"

"Keenan Derrel Fellano. Tolong ingat terus nama itu dan jangan sembarangan menilaiku, Emily."

Kalimat bernada penuh penekanan dan tatapan tajam Keenan seakan menembusnya. Emily merasa tidak nyaman saat lelaki asing itu mengintimidasinya. Sambil mengalihkan pandangan sesaat, Emily berusaha tak mengindahkannya. Dia menyandarkan tubuhnya di kursi sembari meminum juice di depannya. Meredakan rasa haus yang sejak tadi mengganggu.

"Bagaimana aku tidak menilaimu begitu? Kau sangat penurut pada orang tuamu. Hidupmu sepertinya sangat monoton, Tuan Muda," ucapnya dengan nada mencemooh.

Emily menyunggingkan salah satu sudut bibirnya ke atas. Menatap remeh lelaki yang ada di depannya. Dia ingin lelaki itu kesal dan menolak menikahinya. Emily juga ingin cepat pulang dan membawa anaknya. Dia mengkhawatirkan Javier di tangan orang tuanya.

"Setidaknya aku bukan anak pembangkang yang sering bergaul bebas, sampai menghamili anak orang, lalu tidak menikahinya."

"Apa? Beraninya kau—"

Kedua bola mata Emily melotot sempurna. Dia menatap tidak terima ke arah Keenan. Apa lelaki itu sedang menyindirnya? Tapi, bagaimana mungkin Keenan tahu masa lalunya? Emily menggeleng. Dia berusaha untuk tidak peduli dan meyakinkan semuanya baik-baik saja. Keenan mungkin hanya asal bicara dan tidak bermaksud apa-apa. Meski segala hal tentang pernikahan dan pergaulan bebas, selalu membuatnya sensitif. Masa lalunya yang dilalui oleh banyak kesalahan, membuat dia sering kali menjadi bahan cemoohan orang-orang.

"Kenapa kau marah? Aku harap, perkataanku tidak menyinggungmu." Keenan tersenyum sangat amat tipis dan sama sekali tidak sadari oleh Emily. Mata elangnya memerhatikan ibu muda satu anak itu. Kesan pertama yang cukup buruk. "Aku tidak mau berbasa-basi lagi, menikahlah denganku. Aku akan menjamin hidupmu dan anakmu."

Emily mendengkus melihat kegigihan Keenan. Ada banyak wanita, kenapa harus dia?

"Aku tidak bisa menikah dengan alasan perintah orang tua. Cari saja wanita lain yang mau menikah denganmu dan batalkan semua ini," ujar Emily dengan setengah frustrasi. Dia memegangi kepalanya yang berdenyut sakit. Urat sarafnya ikut tegang saat berbicara dengan Keenan. Pernikahan bukan prioritasnya saat ini. Dia hanya ingin memerhatikan buah hatinya. Itu saja. Emily merasa dia sudah cukup mampu berperan sebagai orang tua ganda untuk Javier.

"Tidak ada waktu lagi. Aku tidak tahu wanita mana yang mau denganku."

"Huh?"

Emily tidak bisa menahan keningnya untuk tidak berkerut. Sesaat, pikirannya terasa buntu ketika harus mencerna kalimat yang keluar dari mulut lelaki di depannya. Apa telinganya bermasalah? Atau memang, Keenan yang bermasalah?

Manik matanya refleks mengamati penampilan Keenan dengan detail. Penampilan Keenan jelas tidak buruk. Sangat tidak buruk atau malah bisa dikatakan sempurna. Rambut sehitam arang dan kemeja hitam lengan panjang, membentuk tubuh proporsionalnya. Sekali lirik, Emily tahu tubuh seperti apa yang ada di baliknya. Belum lagi aroma parfum yang begitu menusuk, tapi memberi kesan menyenangkan.

Wajahnya tampan dan sorot matanya terlihat tegas. Emily bisa merasakan aura dominan di sekitar Keenan yang mengintimidasinya. Keenan mungkin lebih tua beberapa tahun darinya, tapi jelas lelaki di depannya menarik secara fisik. Namun apa yang baru saja dia dengar? Tidak ada wanita? Apa lelaki ini sedang bercanda atau membodohinya? Siapa yang akan percaya dengan perkataan itu?

"Aku sudah sering bertemu dengan lelaki berengsek. Jangan main-main denganku."

"Apa menurutmu aku terlihat seperti salah satu dari mereka?" Keenan menunjuk wajahnya sendiri dengan masih mempertahankan ekspresi tanpa senyumnya.

"Terserah apa katamu, tapi aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak bisa menikah denganmu. Aku tidak puas jika harus tidur dengan satu laki-laki." Emily sedikit memajukan tubuhnya saat menyebut kalimat terakhir. Dia menyunggingkan senyum sinis, sembari memerhatikan reaksi jijik yang akan ditampilkan Keenan. Namun beberapa menit mengamati, lelaki itu tampak masih dengan ekspresi yang sama. Alhasil, Emily menjauhkan dirinya kembali.

"Lakukan saja, aku tidak akan melarangmu untuk tidur dengan lelaki lain. Tapi aku tidak akan bertanggung jawab jika orang tuamu tahu tentang ini."

Emily refleks menggebrak meja saat Keenan membahas kedua orang tuanya. Senyumnya langsung surut dan berganti dengan penuh kejengkelan. Dia benci diancam seperti anak kecil. "Kalau begitu, lupakan pembicaraan kita malam ini dan jangan pernah menemuiku lagi. Aku paling tidak suka dengan orang yang suka mengadu."

Tak peduli dirinya telah menjadi pusat perhatian beberapa orang, Emily dengan tak acuh segera bangkit dari duduknya sembari mengambil tas. Dia merasa pertemuan kali ini mencapai titik buntu dan tidak ada pembicaraan yang bermutu. Emily benar-benar tidak suka orang seperti Keenan. Dengan berapi-api, dia melangkah cepat meninggalkan lelaki itu. Namun ketika dia akan mencapai pintu, langkahnya tiba-tiba tertahan saat tangannya tertarik ke belakang dan membentur sebuah tubuh dengan cukup keras. "Hei!"

"Aku juga paling tidak suka dengan orang yang pergi begitu saja di tengah pembicaraan, Emily," bisik Keenan tepat di telinga Emily. Menyentak wanita itu karena tindakannya. Akan tetapi, seakan tidak puas membuat Emily terkejut, dia dengan cepat menarik wanita itu agar menghadapnya. Memegang erat pinggul ibu muda tersebut di hadapan semua orang.

"Pembicaraan kita sudah selesai dan aku juga tidak menyukaimu. Jadi lepaskan aku dan batalkan pernikahan itu," tekan Emily sembari mendorong kasar kedua bahu Keenan. Dadanya bergemuruh menahan jengkel karena sikap lelaki itu yang sangat keras kepala. Belum pernah dia bertemu dengan orang pemaksa seperti ini.

Sayangnya, sepertinya itu bukan akhir dari kesengsaraannya. Tangannya sama sekali tidak dilepaskan oleh Keenan. Lelaki itu malah dengan santainya menarik dia pergi, tanpa melepaskan genggaman paksa di tangannya. Emily berusaha memberontak, tapi nyatanya itu sia-sia. Cengkeraman Keenan sangat kuat dan lelaki itu membawanya masuk ke dalam mobil. "Lepas, sialan! Kau melakukan kekerasan. Aku bisa melaporkanmu!"

"Aku tidak melakukan apa pun." Keenan dengan cepat melepaskan tangan Emily setelah mendorongnya cukup masuk ke dalam mobil. Wanita itu terjerembab dan dia memanfaatkan itu untuk segera masuk melalui pintu kemudi. Mengunci pintu mobil dengan cepat. Tak membiarkan Emily pergi begitu saja.

"Keenan! Turunkan aku! Aku mau pulang."

"Kita akan pulang," jawab Keenan sambil melajukan kendaraannya dengan cepat.

Sementara Emily melirik tajam lelaki yang baru saja memaksanya masuk ke dalam mobil. Ini baru pertemuan pertama mereka, tapi lelaki tidak tahu diri itu sudah berani bertindak seenaknya. Kenapa ada orang yang tidak tahu malu seperti ini? Keenan bersikap seolah mereka sudah lama dekat. "Ini bukan jalan menuju rumahku. Berhenti di depan."

"Siapa yang bilang kita akan ke rumahmu?"

"Apa? Lalu kita akan ke mana?"

Keenan melirik Emily yang terkejut melalui ujung matanya. "Ke rumahku. Malam ini, kau akan menginap di sana."

"Kau gila!" pekik Emily.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terpaksa Menikah dengan Tuan Keenan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia gagal meluluhkan hati dingin Kenzo dan memilih pergi saat mengandung. Ia menghilang tanpa jejak, membuat Kenzo yang putus asa memperluas bisnisnya ke kancah global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuat Kenzo gila hingga ia mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai sosok wanita berkuasa dan kaya raya. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang belum berhenti mengejarnya.
Sampul Novel Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
9.2
Kania berjuang sendirian menyelamatkan Arka, putranya yang kritis di ICU, setelah diceraikan suaminya karena dianggap melahirkan anak penyakitan. Cobaan kian berat saat mantan mertuanya terus menghalangi setiap upaya pengobatan bagi sang buah hati. Meski merasa terpojok oleh dunia yang kejam, sebuah peristiwa tak terduga akhirnya memaksa Bagas menghadapi kenyataan pahit yang selama ini ia hindari. Kania membuktikan ia tidak butuh belas kasihan siapa pun.
Sampul Novel Perjuangan Dua Sahabat
8.2
Ikatan persahabatan yang semula sangat solid kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran seorang wanita menawan. Sandi telah berupaya keras memperingatkan sahabatnya tentang risiko keretakan hubungan mereka, namun teguran itu justru diabaikan sepenuhnya. Di tengah ego dan perasaan cinta yang membara, mampukah keduanya mempertahankan loyalitas mereka? Ikuti kisah dilema moral dan emosional dalam ujian kesetiaan yang mengancam persaudaraan sejati mereka.
Sampul Novel Prahara
9.1
Pernikahan Beri Pratama dan Monica Sari yang telah berjalan tiga dekade terancam runtuh saat Soraya Maharani muncul kembali. Soraya ingin menagih janji masa lalu setelah Beri menghilang pasca malam perpisahan SMA mereka. Kini, Beri terjebak antara cinta pertamanya atau kesetiaan pada istri dan kedua anaknya, Eka serta Dwi. Monica pun harus berjuang menghadapi rahasia sang suami sambil menjaga keutuhan keluarga besar di tengah kemelut emosi yang dewasa.
Sampul Novel Rahasia Gelap Istriku
9.7
Terus didesak sang ibu untuk menikah, Satria akhirnya jatuh hati pada Kinanti, janda cantik mendiang Pak Lurah yang wafat secara misterius. Namun, sebuah syarat aneh diajukan Kinanti: ia harus tidur sendirian di kamar belakang setiap malam Jumat Kliwon. Didorong rasa cinta, Satria menyetujui tanpa bertanya. Namun, rasa penasaran mulai menghantui benaknya. Rahasia mengerikan apa yang sebenarnya disembunyikan sang istri di balik pintu kamar tersebut?
Sampul Novel TEROR GADIS RAMBAI
9.7
Soni merasa curiga saat melihat objek aneh yang dikerumuni lalat di danau, meski Rudi menganggapnya hanya sepotong kayu biasa. Karena rasa penasaran yang tak terbendung, Soni mengabaikan peringatan temannya dan mendekati benda misterius tersebut. Rudi akhirnya ikut menyelidiki setelah melihat kegigihan Soni. Namun, saat mereka mencoba menarik objek itu ke tepian, sesosok kepala wanita muncul dari air dan menyeringai mengerikan ke arah mereka berdua.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan