Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Berbagi Ranjang

Terpaksa Berbagi Ranjang

Kisah romansa dewasa ini diperuntukkan bagi pembaca yang sudah cukup umur dan memiliki kesiapan mental sebelum menyelami alurnya. Cerita ini mengeksplorasi dinamika hubungan yang intens dan intim dalam kehidupan modern. Dengan fokus pada perkembangan emosi yang mendalam, pembaca akan dibawa mengikuti perjalanan para karakter saat menghadapi situasi yang menantang. Pastikan Anda sudah siap secara dewasa untuk mengikuti setiap babak dalam narasi ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mbak Nania sedang telentang dalam keadaan telanjang bulat, sementara Mas Gufron menutup tubuhnya dengan selimut, walau masih sama-sama telentang dan belum pada tidur. Mataku yang dalam sehari-harinya hanya bisa membayangkan kemontokan dia di balik pakaiannya yang agak ketat dan seksi, kini benar-benar mendapatkan suguhan yang sangat sempurna dan menakjubkan.

Payudara Mbak Nania yang besar tampak begitu kencang dan bulat. Batang kejantanku mendadak beraksi mendapat suguhan yang sedemikian indahnya. Organ kewanitaan Mbak Nania, tampak terawat dengan sangat baik. Entah berapa lama aku terkesima dalam oleh pasangan suami istri yang sedang ngobrol itu.

Mas Gufron kembali mempermainkan payudara istrinya. “Mas, burung Mas nakal, dia bangun lagi tuh... hihihi,” ucap Mbak Nania manja.

”Ya, pasti bangun lah, dia kan mau masuk lagi ke sarangnya. Di luar kan dingin, tolong dimandiin dulu dong sebelum dimasukkan ke sangkarnya, Sayang,” balas Mas Gufron.

”Ah, aku gak mau kalau disuruh jilatin. Aku kan geli, pokoknya aku gak mau, Mas!” sergah Mbak Nania.

”Oke-oke kalau gak mau. Sini aku masukkan saja ke sangkarnya, aku mau kamu nungging, Sayang!” Mas Gufron mengalah.

Tak lama kemudian Nania merubah posisinya dengan menungging. Wow, sungguh luar biasa pantat wanita ini. Begitu bulat dan menantang. Sama sekali tidak terlihat guratan-guratan selulit di pantat dan pahanya. Melihat barang sedemikian indahnya, aku pun jadi tak tahan lagi. Batang kejantananku berontak minta keluar dari celana.

Pelan-pelan aku keluarkan kejantananku dan mulai mengocoknya, sembari terus memperhatikan adegan panas yang ada di bawah sana. Klimaksku tidak terbendung berbarengan dengan klimaks yang mereka dapatkan.

Sebelum aku kembali ke kamarku, lama aku pandangi wajah Nania yang begitu cantik saat tertidur pulas dalam keadaan telanjang. Sepertinya dia benar-benar sangat puas setelah mendapatkan dua serangan dari suaminya.

Aku segera turun kembali dan ketika berada di dalam kamar, aku termenung berpikir bagaimana caranya agar bisa menikmati tubuh Mbak Nania yang sangat aduhai itu. Aku yakin, ini akan menjadi awal yang baik untuk petualangan ranjangku menaklukkan istri-istri tetanggaku di tempat yang baru dua bulan kutempati ini.

Mengapa demikian?

Aku adalah lelaki yang sering mereka sebut sebagai lelaki terganteng di kompleks ini. Tak sedikit istri-istri tetangga sekitar memberikan kode keras agar aku menggoda mereka. Atau lebih kasarnya, mereka menginginkan aku menggoda mereka.

Selama ini aku masih berpura-pura polos karena statusku sebagai warga baru, tentu saja wajib jaga image. Sex appeal dan auraku brondong penggoda bini sekaligus penaklum bini orang tampaknya sudah mendarah daging dalam diriku dan tetap terpancar meski aku sudah berusaha menutupinya.

Untuk sebuah langkah awal aku rasa malam ini sudah sangat sukses. Yang penting malam ini sudah mulai bisa tidur dengan sangat nyenyak.

Pagi-pagi sekali aku sudah terbangun. Karena masih penasaran dengan kemolekan tubuh Nania, aku pun naik kembali ke langit-langit rumah untuk mencari letak kamar mandi mereka. Mungkin saja aku bisa mengintip Mbak Nania yang sedang mandi. Dan saat ini aku sudah berada tepat di atas kamar mandi mereka dan sudah mendapatkan celah untuk mengintipnya. Tapi sayangnya Mbak Nania sepertinya belum mandi.

Lama aku tunggu, ternyata dia tidak kelihatan juga. Aku mencoba beranjak ke atas kamar mereka, dan di sana kulihat Mbak Nania ternyata sudah mandi dan sedang berdiri berkaca di depan meja rias. Dia memakai handuk yang tidak terlalu besar, hanya menutupi payudara dan kemaluannya saja.

Dan saat dia membuka handuknya, payudaranya menggelantung indah dengan bongkahan pantat yang bulat terlihat begitu menantang. Aku pun kembali berkali-kali menelan ludah menyaksikan pemandangan yang sangat menggairahkan itu.

Tak lama kemudian, Mas Gufron masuk ke kamar dengan baju kerja yang sudah rapi, sepertinya dia sudah siap untuk berangkat kerja. Dari belakang, Mas Gufron berusaha memeluk dan meremas payudara Mbak Nania dan tak lama kemudian mereka pun berciuman dengan sangat mesra.

“Sudah dulu Mas, nanti malah gak kerja loh.”

“Sayang, nanti kamu mau pergi ke pasar?" tanya Mas Gufron pada Mbak Nania.

“Iya, ada yang mau aku beli Mas, bisa antar aku dulu gak?” pinta Mbak Nania.

“Waduh, sepertinya tidak bisa, Sayang. Mas mesti buru-buru berangkat, soalnya ada meeting sama jajaran direksi,” balas Mas Gufron.

“Oke deh. Sebenarnya aku juga malas sih pergi sendiri karena jarak pasar lumayan jauh, tapi ya sudah, tidak apa-apa. Nanti aku coba cari ojek aja. Sudah lah kamu pergi kerja sana, gak usah khawatir.” Mbak Nania melepaskan pelukan suaminya.

Mas Gufron pun segera bergegas pergi meninggalkan rumah. Aku terus mengintip sampai Mbak Nania menutupi payudaranya dengan beha hitam yang seksi lalu memakai tanktop putih. Dan mendengar apa yang mereka bicarakan, otak nakalku mulai bekerja dengan sangat baik.

Aku segera bersiap untuk turun dari langit-langit dan bergegas ke kamarku. Aku berniat untuk mulai mencoba melakukan pendekatan pada Mbak Nania dengan menawarkan jasa mengantar dia ke pasar. Namun ketika aku nyaris menurunkan tubuhku, samar-samar aku dengar suara gemericik air dari tetangga sebelah kiriku. Pikirku pun langsung teringat pada Mbak Nuning. Aku menduga dia sedang mandi di kamar mandinya.

Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Aku pun segera mendekat ke arah suara tersebut dan mencari celah untuk mengintipnya. Kembali iblis mendukung usahaku dengan sangat bagus. Sang iblis memberikan aku untuk mendapatkan celah yang aku ingingkan hingga bisa langsung mengintip ke dalam kamar mandi itu dengan tanpa ada hambatan apapun. Bahkan nyaris tidak butuh usaha yang terlalu sulit.

‘Wooow,’ seruku dalam hati. Ternyata benar! Di kamar mandi itu ada seorang wanita yang tengah melepaskan satu per satu pakaiannya. Aku kembali menelan ludah dan kejantananku pun kembali menegang. Pagi ini aku benar-benar merasa sangat beruntung telah mendapatkan pemandangan yang luar biasa dari tetangga kiri dan kananku. Tekadku semakin kuat untuk bisa menikmati mereka secara utuh, apapun alasannya dan dengan cara apapun mendapatkannya.

Pelan tapi pasti tubuh molek Mbak Nuning terbuka seluruhnya. Aku kagum dengan wanita ini, biar pun sudah memiliki anak, tapi kesintalan tubuhnya masih tetap terjaga. Aku menyapu semua lekuk tubuh Mbak Nuning dengan mata telanjangku. Payudaranya tampak besar dan masih kelihatan kencang. Rasanya ingin sekali kumeraih, meremas dan menghisap kedua gunung kembar yang benar-benar sangat menantang itu. Inilah kehebatan para wanita yang sudah bersuami apalagi sudah beranak, payudaranya selalu menjanjikan sesuatu yang amazing.

Kurang lebih sepuluh menitan memperhatikan Mbak Nuning mandi, aku pun segera menghentikannya karena tersadar untuk rencanaku pendekatan pada Mbak Nania terlebih dulu. Dia akan pergi ke pasar dan aku harus bisa mengantarnya. Maka aku pun segera turun dari langit-langit rumahku lalu bergegas ke kamara dan mandi dengan gaya cowboy, secepat kilat yang penting bersih, segar dan nantinya wangi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bidan
9.7
Menjadi bidan tak pernah ada dalam rencana hidupku, apalagi profesi ini sering dianggap judes. Namun, seiring waktu, aku justru jatuh cinta pada pekerjaan ini hingga usiaku menginjak 25 tahun. Kini, Mama mendesakku mencari jodoh, bahkan sampai meminta bantuan sahabatku sendiri. Kesibukan di Puskesmas membuatku sulit bertemu pria, sampai akhirnya sosok mempesona muncul dan membuatku bertingkah konyol. Hidupku kini mulai berwarna di luar ruang persalinan.
Sampul Novel Guruku tersayang
8.6
Hati Raina telah mati untuk Kevin. Ia tak sanggup melupakan pedihnya berjuang sendirian antara hidup dan mati saat melahirkan anak kembar mereka tanpa kehadiran suami. Di saat ia mempertaruhkan nyawa, Kevin justru asyik bersama Clara. Pengkhianatan itu menyisakan trauma mendalam hingga Raina enggan untuk rujuk. Rasa takut akan disakiti lagi membuatnya sadar bahwa mereka memang tidak berjodoh, meski Kevin kini memohon untuk kembali ke sisinya.
Sampul Novel His Darling Debtor
9.2
Dunia Clara runtuh saat ayahnya kabur membawa uang milik Tuan Blackwell. Tanpa pilihan lain untuk menebus utang tersebut, ia terpaksa menyerahkan kebebasannya dan menjadi wanita simpanan sang miliarder. Di balik perjanjian dingin ini, Clara terjebak dalam pusaran emosi terlarang dan rahasia masa lalu yang perlahan terkuak. Hubungan penuh konflik ini pun menjadi ujian berat yang akan mengungkap seberapa kuat ikatan sejati di antara mereka berdua.
Sampul Novel Suamiku Meminta Restu Untuk Menikahi Wanita Yang Menyakitiku
8.0
Citra dipaksa menikahi Bagas yang difabel setelah Maya, kakak tirinya, kabur di hari pernikahan. Empat tahun berlalu dengan penuh kasih hingga Maya kembali muncul. Sang ayah mendesak perceraian demi ambisi harta, dan Bagas secara mengejutkan meminta izin untuk berpoligami. Meski hancur, Citra setuju dan memilih pergi meninggalkan segalanya. Namun, di balik senyum getirnya, Citra telah menyiapkan sebuah kejutan besar yang akan membalikkan keadaan bagi mereka.
Sampul Novel Istri Dadakan CEO Tampan!
8.9
Aska Pradipta adalah CEO tampan yang menjadi incaran banyak wanita. Kehidupannya berubah drastis saat ia menemukan bayi hasil hubungan masa lalunya ditinggalkan di depan rumah. Di tengah kepanikan, ia meminta Naura, sekretarisnya, untuk membantu merawat sang anak. Namun, kesalahpahaman muncul saat ibu Aska memergoki mereka. Terpaksa demi menutupi situasi, Aska menawarkan pernikahan kontrak kepada Naura dengan imbalan fantastis. Akankah kesepakatan ini berakhir cinta?
Sampul Novel My Funiest Husband
8.6
Galih adalah penulis muda penuh humor yang terpaksa menjalani takdir unik saat dirinya 'dikutuk' untuk menikahi seorang dokter. Garis hidup membawanya bertemu dengan Galuh, dokter cantik yang berusia enam tahun lebih senior darinya. Di tengah luka hati Galuh yang baru saja kandas dalam asmara, Galih hadir dengan segala kekocakannya. Akankah perbedaan usia dan latar belakang mereka berujung pada kebahagiaan? Ikuti perjalanan cinta yang penuh tawa ini.