Sampul Novel Terjerat Pesona Dokter Tampan

Terjerat Pesona Dokter Tampan

8.4 / 10.0
Dalam novel romance Terjerat Pesona Dokter Tampan, Bimo Aryo Sadewo berjuang memenangkan hati Azkia Khairani Alfarizi melalui perjodohan. Meski Kia bersikap dingin akibat pengkhianatan masa lalu, Bimo bertekad meluluhkan hatinya. Baca romance stories ini di web novel modern terbaik.
Ringkasan Terjerat Pesona Dokter Tampan
Bimo Aryo Sadewo, pria sederhana berumur 29 tahun, sangat bahagia saat sahabatnya menawarkan perjodohan dengan Azkia Khairani Alfarizi. Sejak pandangan pertama di Yogyakarta, Bimo telah jatuh hati pada Kia. Meski Kia bersikap dingin dan acuh akibat luka pengkhianatan masa lalu yang membekukan hatinya, Bimo tetap berjuang. Mampukah ketulusan Bimo meluluhkan Kia, ataukah ia akan menyerah karena cintanya terus bertepuk sebelah tangan?
Baca Selengkapnya

Terjerat Pesona Dokter Tampan Bab 1

Bimo hanya mampu mengulas senyuman tipis seraya menikmati ekspresi kesal pengantin perempuannya yang saat ini tengah membersihkan sisa make up di wajahnya. Bimo sengaja berdiam diri di atas ranjang sambil memainkan ponsel miliknya. Sesekali ia membenarkan posisi bantal yang saat ini menahan beban tubuhnya. Sudah setengah jam yang lalu Bimo berada di kamar pengantinnya. Tapi tak sepatah kata pun yang terlontar dari bibirnya. Memperhatikan gadis yang baru beberapa jam lalu sah menjadi istrinya jauh lebih menarik daripada melakukan hal lain.

Tanpa disadari gadis itu Bimo beberapa kali mengambil gambar dari berbagai ekspresi yang menyemai di wajah ayu itu dengan kamera ponselnya. Sungguh kegiatan yang paling menyenangkan baginya saat ini. Tak masalah jika gadis itu terus saja mendiamkan dirinya. Yang pasti mulai malam ini dirinya bisa memandang wajah gadis itu sepanjang malam sudah lebih dari cukup. Biarlah cinta datang dengan sendirinya, dirinya cukup bersabar dan berusaha memenangkan hati gadis yang telah terlanjur terluka karena cinta masa lalunya tersebut.

"Udah deh Mas Bimo nggak usah senyum-senyum terus. Puas kan sekarang ngerjain Kia!" Kesal gadis bernama lengkap Azkia Khairani Alfarizi tersebut kepada laki-laki yang beberapa jam lalu telah resmi menyandang status sebagai suaminya.

"Siapa sih yang ngerjain kamu Sayang?" Bimo balik melayangkan pertanyaan yang sukses membuat Kia menatapnya dengan tajam. Dan Bimo sangat menyukai netra berwarna madu yang berkilat emas diterpa oleh sinar lampu tersebut.

"Nggak usah panggil-panggil sayang. Kia risih dengerinnya," protes Kia yang justru semakin melebarkan senyuman di bibir Bimo.

"Ya udah, klo gitu Kia mau dipanggil apa selain sayang?" Bimo menyeringai lalu kembali berkata-kata, "Neng gelis, honey, baby, sweetie, sweetheart, atau my love?."

Kia menatap tajam ke arah Bimo dengan mendengus kesal. Kia tak pernah menyangka jika akhirnya ia bisa terjebak dalam pernikahan bersama laki-laki penebar pesona dan perayu ulung seperti Bimo, sahabat Abangnya. Kia tak bisa menolak permintaan ayahnya untuk segera menikah. Dan bodohnya Kia mengapa pasrah saja saat menerima perjodohan itu tanpa menanyakan terlebih dahulu siapa laki-laki itu. Andai ia tahu jika laki-laki itu adalah Bimo sudah pasti Kia menolaknya secara mentah-mentah. Kia tidak menyukai laki-laki penebar pesona seperti laki-laki yang saat ini menatapnya dengan seringai aneh.

"Panggil Kia aja klo gitu." Tegas Kia. "Nggak usah embel-embel yang lain!" Kia kembali memperjelas keinginannya.

"Terserah Kia aja. Asalkan Kia bahagia," jawab Bimo dengan santai.

Kia kembali melanjutkan kegiatannya, menatap pantulan dirinya di hadapan cermin. Kia mulai melepaskan sanggul di kepala lalu mengurai rambut panjang kecokelatan miliknya. Kia mulai menyisir lalu mengikatnya dengan asal. Kini Kia berdiri hendak melepaskan gaun pengantin yang melekat begitu pas di tubuhnya. Namun tak semudah bayangan Kia. Resleting panjang di bagian punggungnya ternyata sulit dijangkau oleh kedua tangannya. Seperti tadi, Bimo masih terus memperhatikan Kia, menunggu hingga gadis itu meminta bantuannya.

Helaan napas kasar lolos dari bibir Kia saat usahanya tak membuahkan hasil. Gaun indah itu tetap melekat sempurna di tubuhnya. Dengan terpaksa Kia melayangkan tatapan ke arah Bimo yang saat ini tengah menatapnya dengan seringai jahil. Logika dan hati Kia kini tengah berperang hebat, antara ke luar dari kamar dan meminta bantuan untuk melepaskan gaun pengantinnya kepada Bundanya atau pasrah dengan bantuan Bimo. Lalu Kia bangkit, memilih duduk di tepian ranjang. Dalam posisi memunggungi Bimo Kia berujar, "Mas tolong bukain!" Bimo bisa mendengar kalimat itu ke luar dari bibir Kia dengan nada frustasi.

"Tentu saja Kia sayang," jawab Bimo singkat lalu menggeser tubuhnya demi mendekati tubuh Kia. Seketika senyuman kemenangan terlukis di bibirnya.

Dengan lembut dan penuh hati-hati Bimo mulai menarik ke bawah resleting itu dengan tatapan memuja ke arah punggung mulus yang saat ini terekspos nyata di depannya. Pemandangan yang seharusnya biasa bagi laki-laki playboy seperti Bimo, mengingat dirinya yang sering bersama perempuan yang dikencaninya. Bahkan Bimo beberapa kali melihat tubuh para kekasihnya tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh mereka. Tapi bersama Kia Bimo merasa berbeda. Ada rasa tak biasa setiap kali berdekatan dengan gadis itu. Bahkan hanya dengan memandang wajah Kia saja jantung Bimo berdetak tak karuan. Bimo hendak menyentuh punggung putih mulus itu tapi dalam waktu yang bersamaan Kia bangkit dengan memegang gaun bagian depannya. Kia menoleh menatap Bimo lalu berkata-kata, "terima kasih Mas."

Bimo mengedikkan kedua bahu lalu turun dari ranjang melalui arah berlawanan. Hati Bimo berdesir. Desiran yang mengantarkan dirinya pada rasa hangat yang menjalar dari ujung kaki hingga ujung kepala. Mengguyur tubuhnya dengan air dingin adalah alternatif terbaik saat ini. Bimo tahu ia tidak akan mendapatkan malam pengantinnya untuk waktu yang tak terprediksi.

Seperti mendapatkan angin segar Kia membebaskan napasnya yang tadi sempat tercekat di kerongkongan. Tentu saja Kia belum siap jika harus berganti pakaian di depan Bimo meskipun status mereka sekarang adalah suami istri. Kia memperhatikan Bimo yang mulai turun dari ranjang, membuka lemari untuk mengambil handuk yang telah disediakan hotel hingga laki-laki itu menghilang di balik pintu kamar mandi. Gegas Kia menurunkan gaun pengantinnya lalu mengambil koper miliknya. Membuka dan memilih piyama untuk ia kenakan malam ini dengan cepat. Tak akan ada lingerie seksi ataupun malam pertama seperti malam pengantin pada umumnya. Mereka hanya akan tidur tanpa aktivitas apapun.

Bimo ke luar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan kain putih yang melilit di pinggangnya. Kia terpaku dengan bibir terbuka saat melihat bagaimana dada sixpack dengan bulu-bulu tipis itu terpampang dengan jelas di depan matanya. Untuk pertama kalinya Kia melihat laki-laki bertelanjang dada selain keluarganya.

"Mas Bimo kok nggak pakai baju sih. Porno tau!" protes Kia seraya mengalihkan pandangan ke arah lain dengan pipi merona. Gegas Kia meraih ponselnya lalu berpura-pura sibuk untuk menyembunyikan wajahnya yang terasa memanas.

"Emang kenapa? Wajar kan klo aku nggak pakai baju di depan istri sendiri. Mau coba lihat yang lain?" goda Bimo dengan tergelak. Laki-laki itu melangkah sembari menyugar rambutnya yang masih basah dengan seringai aneh. Bimo juga mengubah sebutan mereka menjadi aku dan kamu agar terdengar lebih santai dan terkesan akrab.

"Nggak nggak. Kia nggak mau!" Pekik Kia sambil meraih bantal untuk menutupi wajahnya.

Bimo semakin gencar menggoda Kia. Lantas Bimo duduk di tepian ranjang seraya mengambil paksa bantal dari wajah Kia. Bantal terlepas dan Kia segera menutup mata dengan kedua tangannya. Perlahan Bimo mendekatkan wajahnya. Meniup wajah Kia yang tampak memerah bahkan Bimo bisa melihat dengan jelas warna merah itu menjalar dari wajah hingga ke leher putih milik Kia.

"Nggak nggak Kia sayang. Nanti juga klo kamu udah tahu rasanya pasti akan minta lihat terus. Dielus atau lebih juga boleh. Aku siap kapan pun kamu mau," ucap Bimo dengan tergelak.

"Dasar omes!" Pekik Kia lalu berguling untuk menghindari Bimo tanpa sedikit pun melepaskan kedua tangannya dari wajah.

Bimo menghentikan kejahilannya. Beranjak dari atas ranjang kemudian mengambil tas miliknya. Melepaskan handuk dan menyisakan bokser di tubuhnya. Lalu mengeluarkan sarung dan kaos untuk ia kenakan salat. Kia yang merasakan keheningan mulai membuka kedua tangannya secara perlahan. Lalu berbalik badan mencari seseorang yang tadi menggodanya. Kini yang Kia temui bukan lagi sosok laki-laki dengan kilat jenaka di kedua netranya tapi sesosok laki-laki religius seperti ayah dan abangnya.

Kembali Kia menimbang penilaiannya terhadap Bimo. Laki-laki dengan kriteria jauh dari laki-laki idamannya itulah yang kini menghalalkan dirinya. Mungkinkah laki-laki pilihan ayah dan abangnya salah?.

"Kamu belum salat isya' kan?" ujar Bimo yang seketika berhasil menyentak lamunan Kia. Tanpa sedikit pun ingin menanggapi pertanyaan Bimo, Kia segera beranjak menuju kamar mandi dengan debaran jantung tak biasa. Mulai malam ini dirinya harus membiasakan diri menerima kehadiran Bimo dalam hidupnya. Entah suka atau pun tidak.

Dalam benaknya Kia terus berpikir,"Duh gimana ya caranya kabur dari malam pertama?"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terjerat Pesona Dokter Tampan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Berakhir Menjadi Tawanan
9.5
Hidup di ibu kota memaksa Liana bekerja keras demi menghidupi adik-adiknya. Dari berpindah kontrakan hingga menjadi pacar kontrak, semua ia lakoni demi uang. Namun, rencana hidupnya berantakan saat bertemu Arsen, pemilik kos barunya. Pria misterius ini tidak hanya mengusik ketenangan Liana, tetapi juga menyeretnya ke dalam situasi pelik yang tak terbayangkan. Kini, kehadiran Arsen menjadi badai besar yang bisa menghancurkan atau justru menyelamatkan masa depan Liana.
Sampul Novel Dijodohin With Gus
8.8
Anindya Alisya Syahreza dikenal sebagai siswi nakal yang hobi membuat onar di sekolahnya. Dari merundung adik kelas hingga sering bolos bersama Lita dan Gilang, ulahnya selalu memicu amarah guru. Namun, kehidupan bebas Anindya terancam berakhir saat orang tuanya memutuskan untuk mengirimnya ke pondok pesantren milik rekan ayahnya. Tak disangka, di sana ia justru terjebak dalam persaingan cinta antara dua Gus bersaudara yang berusaha memenangkan hatinya.
Sampul Novel FINDING MOM
9.1
Demi menemukan ibu kandungnya, seorang gadis nekat merantau ke luar negeri sebagai buruh migran. Di sana, ia bertemu beberapa pria yang jatuh hati padanya, namun tak disangka salah satu dari mereka adalah kekasih sang ibu. Sementara itu, ibunya telah lama melupakan keluarga demi hidup bebas. Takdir mempertemukan mereka tepat saat sang gadis dilamar oleh pria masa lalu ibunya. Konflik batin pun memuncak dalam pencarian jati diri dan cinta ini.
Sampul Novel My Perfec Husband
9.6
Avril dihadapkan pada situasi yang tidak terduga saat seorang pria memberikan penawaran mutlak yang mustahil untuk dihindari. Pria itu hanya memberinya dua pilihan sulit: menjadi miliknya sepenuhnya atau bersedia menjadi istrinya. Nada bicara yang dingin dan penuh otoritas membuat Avril terdesak dalam kebimbangan. Apakah dia akan menyerah pada paksaan ini karena memang tak punya pilihan, atau justru karena hatinya menginginkan tawaran tersebut?
Sampul Novel Perubahan Hidup Seorang Penari
8.7
Seraphina, mahasiswi di New York, terdesak beban biaya kuliah hingga harus mengambil keputusan nekat. Ia menjadi penari pribadi bagi Kael Westbrook, miliarder kejam yang misterius. Pertemuan ini menyeretnya ke dunia asing penuh intrik dan ketegangan emosional. Di tengah godaan dan kendali Kael yang dingin, Seraphina terperangkap dalam permainan kekuasaan yang rumit. Kini ia bimbang, apakah bisa meloloskan diri atau justru akan tenggelam selamanya di kehidupan gelap Kael.
Sampul Novel Sepuluh Tahun Terperangkap Di Pernikahan Yang Salah
9.8
Pada hari peringatan pernikahan ke-10, Franky mempermalukan istrinya dengan membawa pacar barunya yang ke-100. Dia merebut kalung simbol cinta mereka dan memberikannya kepada gadis itu. Bahkan, Franky memaksa sang istri melepas gaun pengantin modifikasinya di depan para tamu demi memuaskan keinginan pacar barunya. Setelah sepuluh tahun bertahan dalam penderitaan dan penghinaan publik, sang istri akhirnya tersenyum tulus untuk pertama kalinya dan langsung meminta cerai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan