Sampul Novel MUTIARA LEMBAH HITAM

MUTIARA LEMBAH HITAM

8.5 / 10.0
Dalam MUTIARA LEMBAH HITAM, Nesa berjuang mengubah nasib dari trauma masa lalu menjadi pengacara sukses. Namun, romance novel ini berubah menjadi mystery story saat rahasia gelap keluarga terungkap, mengancam hubungannya dengan Raga melalui pengakuan mengejutkan yang menghancurkan masa depan mereka.
Ringkasan MUTIARA LEMBAH HITAM
Nesa tumbuh menjadi sosok dingin akibat masa kecil kelam sebagai anak wanita penghibur yang terbuang. Meski trauma, ia sukses menjadi pengacara dan menemukan cinta pada diri Raga. Namun, saat pernikahan impian di depan mata, rahasia kelam masa lalu terungkap. Pertemuan keluarga justru memicu penolakan keras; Ibu Nesa mengklaim mereka adalah saudara kandung. Kini, harapan mereka hancur saat kenyataan pahit dan misteri gelap mulai tersingkap ke permukaan.
Baca Selengkapnya

MUTIARA LEMBAH HITAM Bab 1

“Kalian tidak boleh menikah. Kalian adik kakak!”

Susan memutuskan memberitahu fakta mengerikan itu. Ia tak boleh menyimpan rahasia itu lebih lama. Dengan perasaan campur aduk dan wajah tegang, ia menatap putrinya dengan gelisah. Susan tahu ucapannya sangat menyakiti, tapi ia tak punya pilihan.

Nesa dan Raga tak boleh menikah. Ia tak boleh memberi mereka restu. Tak akan pernah.

Jika tak segera dicegah, langit dan bumi akan murka. Alam mengutuk dirinya. Setan akan berpesta pora menyaksikan dua anak manusia sedarah melakukan hubungan terlarang.

Itu tidak boleh terjadi!

Semua salahnya. Ini hukuman akibat dosa masa lalunya. Jika saja ia bisa memutar waktu dan boleh memilih takdir sendiri, ia ingin menjalani hidup normal seperti orang kebanyakan.

Namun takdir yang memilihnya. Takdir yang terus menyisakan kepedihan dan luka yang seolah tak kunjung usai.

Bahkan setelah meninggalkan lembah hitam, dosa itu terus mengikuti. Tak cukup menghukum dirinya, kini sang putri ikut menanggung akibatnya.

Susan menyeka keringat yang jatuh di pelipisnya.

“Hubungan kalian aib. Kamu harus putus dengan Raga. Tak peduli sebesar apa cintamu pada dia, sudahi semua!”

Nesa menatap Susan dengan mata tak berkedip. Mulutnya bergetar, tak percaya apa yang baru saja ia dengar. Ibu pasti bercanda. Ia anak tunggal. Ia tidak memiliki saudara. Ia berusia dua puluh tujuh tahun, dan tak pernah mengenal Raga sebelumnya. Ia bertemu laki-laki itu enam bulan lalu. Mereka saling jatuh cinta dan tengah merencanakan pernikahan.

“Ibu becanda kan?” Ia mendekat dan meraih tangan Susan. Berharap semua cuma guyonan.

Susan tampak gelisah. Ia berkali-kali menyeka keringat. Padahal mereka berada di ruang berpendingin di kamar Nesa yang nyaman.

“Maaf Nes. Kamu tidak boleh menikah dengan Raga.”

Nesa berharap Susan salah. Ya. Ibu pasti salah. Tak mungkin Raga kakaknya.

“Bagaimana mungkin, Bu? Tolong jangan begini. Raga satu-satunya laki-laki yang pernah aku cintai. Jangan becanda, Bu. Lagipula sebelumnya Ibu tidak pernah mempermasalahkan. Kenapa tiba-tiba bicara begini? Apa maksud Ibu?” Nesa menatap Susan dengan nanar. “Ibu sudah ketemu kedua orang tua Raga. Mereka juga sudah merestui. Kenapa sekarang Ibu bicara sesuatu yang tidak masuk akal?”

Susan menatap putrinya. Ada rasa iba. Namun ia harus tegas. Pernikahan mereka tetap harus dicegah.

“Raga kakak kamu!”

“Kakak? Kakak dari mana? Kenapa tiba-tiba ia jadi kakakku? Lelucon apa ini, Bu? Ibu harus menjelaskan semuanya!”

“Aku tidak harus menjelaskan apa pun pada kamu. Pokoknya batalkan pernikahan kalian!”

Wajah Nesa membara. “Aku pikir Ibu benar ingin aku bahagia. Tapi ternyata aku salah. Ibu tidak pernah berubah. Sejak kecil aku diperlakukan semena-mena. Aku dibuang, dicampakkan dan dibiarkan menderita, sementara Ibu bersenang-senang. Kini Ibu masih belum puas juga. Masih ingin menghalangi kebahagiaanku satu-satunya. Apa sebenarnya maumu, Bu?” Napas Nesa tersengal-sengal menahan amarah yang menggelegak di dalam dada. “Aku tidak pernah mengusik kehidupan dan masa lalu Ibu, tapi kenapa Ibu melakukan ini padaku?”

Nesa meremas telapak tangannya yang basah oleh keringat. Meskipun sangat ingin menahan diri, namun kemarahan itu meledak juga. Kemarahan yang telah ia pendam sejak sekian lama.

“Aku tidak pernah melawan Ibu, tidak pernah menyusahkan Ibu. Tapi aku juga tidak terima Ibu semena-mena begini. Sudah cukup penderitaanku, Bu. Jangan Ibu tambah lagi dengan sikap egois yang sangat menyakiti hati.”

Seketika kamar itu berubah menjadi sempit dan sesak. Hembusan pendingin ruangan pada suhu delapan belas derajat tak mampu membuat hati anak beranak yang sedang panas itu menjadi dingin.

Keduanya saling tatap dengan wajah memerah.

“Setidaknya tolong jelaskan mengapa ibu bilang Raga kakakku?”

“Tidak ada yang perlu aku jelaskan. Pokoknya dia kakak kamu. Kamu tidak boleh menikah dengan dia!”

“Terus Ibu berharap aku percaya begitu saja? Memutuskan hubungan dengan laki-laki yang aku cintai hanya karena Ibu bilang kami bersaudara? Tanpa tahu faktanya? Bodohkah aku di mata Ibu?”

Nesa semakin geram dengan keegoisan Susan.

“Aku tidak bilang kamu bodoh. Aku tahu kamu pintar. Cerdas. Makanya kamu jadi pengacara. Tapi dalam hal ini kamu tidak berhak mencintai Raga!”

“Aku tidak percaya. Aku tidak punya kakak. Aku bahkan tidak punya ayah.”

Mendengar kata-kata terakhir, Susan mendadak berdiri dan hendak berjalan keluar. Ia tak mau melanjutkan pembicaraan yang semakin memanas.

Nesa mendahului berdiri di depan pintu, menghadang Susan agar tidak keluar kamar.

“Jelaskan, Bu!”

“Tidak! Yang jelas kamu harus memutuskan hubungan dengan Raga. Secepatnya!”

Susan menepis tubuh Nesa dan berlalu meninggalkan ruangan.

Pertemuan tiga hari lalu tak pernah ia bayangkan akan berakhir rumit. Ayah calon suami Nesa ternyata Pram. Laki-laki yang pernah sangat ia cintai. Hatinya sakit setiap kali ingat laki-laki itu. Di dunianya yang gelap, Pram pernah membawa setitik cahaya terang dan segenggam harapan. Namun pada akhirnya, ia harus sadar diri. Pram terlalu jauh dari jangkauan. Dunia mereka sangat berbeda.

Orang-orang seperti dirinya, harus rela menerima sepahit apapun kenyataan yang menimpa. Wanita sepertinya tak lebih dari sekedar pelepas dahaga di saat haus melanda. Bak seonggok sampah, setelah tak berguna, dicampakkan begitu saja. Rasa sakit itu bahkan masih terasa hingga kini.

Susan sudah mengubur masa lalunya. Namun rencana pernikahan Nesa dan Raga membuat ia kembali bertemu Pram. Bagai disambar petir, ia terpana menatap ayah calon menantunya, calon besannya.

“Takdir memang senang bermain-main dengan nasibku dan nasib anak gadisku,” batinnya nelangsa.

Sementara itu, Nesa yang shock dengan pernyataan Susan, bergelung di tempat tidur. Hatinya sakit. Jiwanya terluka. Semua terlalu berat untuk ia terima. Kata-kata Susan bagai godam yang menghantam tepat di ulu hatinya. Seketika ia merasa limbung. Ia mencengkram seprei tempat tidur dengan kuat.

Tubuhnya terasa ringan, namun kepalanya sangat berat.

Nesa tahu masa lalu ibunya tidak bersih. Susan pernah bergelimang dosa di dunia yang teramat kotor dan menjijikkan. Namun mengatakan Raga kakaknya sungguh tak masuk akal. Laki-laki itu satu-satunya pria yang pernah singgah di hatinya. Ia bahkan nyaris memilih hidup melajang karena tak mampu merasakan getar cinta kepada setiap laki-laki yang coba mendekatinya.

Masa kecil yang menyakitkan telah menorehkan trauma yang teramat mencekam dalam hidup Nesa. Ia tumbuh dalam keluarga tidak normal. Ia tak pernah mengenal ayah. Ia hanya tahu begitu banyak om-om teman ibu yang datang ke rumah. Mereka bergantian datang dan keluar masuk kamar Susan. Terkadang hanya beberapa jam, namun tak sedikit yang tinggal hingga keesokan harinya.

Nesa bahkan pernah mengalami saat-saat sangat menakutkan ketika om-om itu merangsek ke kamarnya saat mabuk. Ia harus berjuang keras membela diri saat teman Susan mendobrak pintu kamarnya yang tertutup rapat. Tubuhnya selalu merinding jika ingat semua yang pernah dialaminya di masa lalu. Semua itu masih terbayang dengan jelas, dan membuat kepalanya terasa kian berat.

Sekarang, saat ia mulai melupakan masa-masa gelap itu, dan mencoba membuka hati untuk seorang pria, tiba-tiba ibu mengatakan mereka adik kakak.

“Drama apa yang sedang kau mainkan, Bu?” lirihnya.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi MUTIARA LEMBAH HITAM

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dinikahi Ceo Angkuh
9.0
Nadia harus mengubur impiannya menjadi pramugari setelah sang ayah, yang terobsesi pada uang, memaksanya menikah. Ia kini terikat dengan Allard, pemuda kaya yang sangat angkuh dan dingin. Hidup Nadia berubah menjadi penuh tekanan karena Allard selalu mengekang kebebasannya dan menuntut kepatuhan mutlak. Di tengah ketidaknyamanan dan sikap sombong suaminya, mampukah Nadia bertahan dalam pernikahan ini, ataukah ia akan memilih untuk pergi demi kebahagiaannya?
Sampul Novel Miss Lazy
9.3
Aluna Meysha Jovita adalah gadis ceroboh dan pemalas yang penuh kekurangan. Beruntung, ia memiliki Athala Petro Radeyo, sahabat pintar yang selalu setia menjadi sandaran segala keluh kesahnya. Namun, dinamika persahabatan mereka diuji saat Luna mulai merasakan benih cinta pertama yang asing bagi dirinya. Sialnya, perasaan itu tertuju pada Athala. Kini, hubungan mereka berada di ambang perubahan besar yang mengancam status persahabatan demi sebuah rasa rumit.
Sampul Novel Pelanggan Tetap Panti Pijat
8.5
Memiliki kegemaran rahasia untuk menyaksikan keintiman pasangan lain membuat wanita ini terjebak dalam dilema asmara. Kekasihnya sendiri adalah sosok pria polos yang tidak mampu mengimbangi gairah biologisnya yang membara. Demi menuntaskan hasrat yang tak terpenuhi, ia akhirnya memutuskan untuk mengajak pasangannya mengunjungi sebuah panti pijat refleksi kaki yang baru saja beroperasi. Di tempat tersembunyi inilah, ia berencana menyaksikan segala hal yang selama ini ia dambakan secara langsung.
Sampul Novel Pernikahan Dadakan dengan CEO
8.8
Dalam Pernikahan Dadakan dengan CEO, konflik rumah tangga memuncak akibat masalah finansial. Sang suami menuntut agar semua pengeluaran, termasuk biaya hidup, cicilan KPR, dan cicilan mobil, dibagi secara patungan. Situasi semakin tegang karena kehadiran sang adik yang menumpang tinggal. Kontribusi bulanan sebesar empat juta rupiah dinilai tidak cukup dan dianggap setara dengan menumpang gratis, memicu tuntutan agar ia membayar setengah dari biaya hidup mereka.
Sampul Novel Pernikahan Mereka Hanyalah Mimpi
9.1
Dulu Dawn Norris yakin akan menikahi cinta masa mudanya. Namun saat menginjak usia dua puluh lima, Blaine justru menghinanya sebagai penjual ikan yang berbau amis. Penderitaan Dawn memuncak ketika pria itu menguras darah ibu angkatnya demi pacar barunya, lalu membuang abu jenazah sang ibu tanpa perasaan. Pengkhianatan keji ini mematikan seluruh harapan Dawn. Tiga tahun kemudian, takdir membawanya ke pelukan musuh bebuyutan Blaine untuk memulai sisa hidupnya.
Sampul Novel Terpaksa Menjadi Selingkuhan
7.9
Gina Gunawan, seorang agen properti muda, terjebak dalam situasi sulit saat bosnya memaksa dirinya menggoda Erik Erlangga demi target penjualan. Erik adalah pria beristri berusia empat puluh tahun yang merasa kesepian di tengah kemapanannya. Terhimpit kebutuhan ekonomi yang mendesak, Gina terpaksa menjalin hubungan terlarang dengan kliennya tersebut. Akankah Gina berhasil menaklukkan hati Erik dalam drama penuh gairah ini? Sebuah kisah romansa dewasa yang penuh konflik.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan