
Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta
Bab 2
Intan membuka matanya saat dirinya merasa lapar,ia melihat jam di atas nakas sudah menunjukkan pukul sembilan malam. dia mendudukan dirinya mencari keberadaan sang suami.
"mungkin mas Wili sedang berada di luar lebih baik aku ke kamar mandi dulu,baru setelah itu aku mencarinya." gumam Intan yang langsung beranjak menuju ke kamar mandi.
"loh ini dimana?kok kayak rumah?" gumam Intan saat keluar kamar dan mengamati sekeliling bangunan luas dan beberapa barang mewah terpajang diruangan itu. Intan mengira Wili akan menyewa sebuah hotel tetapi ini bukan hotel melainkan rumah,Intan berjalan menuju tangga dan menuruni satu-persatu anak tangga untuk mencari keberadaan Wili.
"selamat malam nyonya,apa anda butuh sesuatu."sapa wanita paruh baya
"eh...amm...aku sedang mencari mas Wili,anda siapa ya?" tanya intan pada wanita itu.
"saya Laxmi nyonya,penjaga vila ini. dan tuan Wili sedang berada di ruang kerjanya saya akan memanggil tuan,silahkan anda menunggu di sini." ucap laci sambil menuju sofa yang berada di depan tv.
semenjak kepergian Tiara yang entah dimana laxmi langsung di pecat Dewa karena di Liputi amarah,dan Wili melihat wajah sedih Laxmi langsung menawarkan pekerjaan menjaga vila miliknya yang berada di Bali. Laxmi yang memang masih membutuhkan pekerjaan dengan senang hati menerima tawaran dari Wili.
tanpa banyak kata Intan mendudukkan dirinya,menyalakan tv,sambil menunggu Wili.
saat sedang asik menikmati acara tv tiba-tiba ada lengan kekar tengah memeluknya dari belakang membuat Intan terlonjak kaget.
"ini aku sayang,maaf sudah membuatmu menunggu,apa kau perlu sesuatu?" tanya Wili lembut.
"aku lapar mas,bisakah kita makan malam sekarang?" tanya intan manja.
"tentu saja,Laxmi sudah menyiapkan makan malam untuk kita." Wili mengangkat tubuh mungil Intan dan membawanya ke meja makan.
mereka makan dalam keheningan menikmati makanan yang sudah tersaji. Wili tersenyum melihat Intan yang makan dengan lahap,pipinya yang mengembung dan bergerak-gerak terlihat lebih lucu.
Wili mengambil tisu untuk mengusap sisa makanan yang menempel di bibir Intan,sontak membuat Intan bersemu
"pelan-pelan sayang makanya,tidak ada yang mau mengambilnya." ucap Wili
Intan hanya nyengir,jujur entah mengapa Intan begitu sangat lapar malam ini,mungkin karena perjalanan yang cukup membuatnya kelelahan hingga berakhir kelaparan.
"besok mas akan membawamu ke sebuah tempat,dan mas yakin kamu akan menyukainya." ucap Wili setelah menyelesaikan makanya.
"kemana mas?" tanya Intan penasaran.
"kalau aku memberitahumu bukan kejutan namanya." ucap Wili.
Intan mengrucutkan bibirnya,karena di buat penasaran dengan kejutan yang disiapkan oleh Wili untuknya besok.
deret...deret....ponsel intan bergetar tanda ada panggilan masuk,saat melihat siapa yang menelponnya dengan semangat intan mengangkatnya.
Wili kembali ke ruang kerjanya,karena ada hal yang harus ia selesaikan. Intan sempat kesal karena acara bulan madu mereka Wili masih tak bisa lepas dari pekejaanya itu,Dewa memang suka sekali membuat Wili bekerja keras di saat hari dimana mereka bersenang-senang Dewa memberi pekejaan yang tak ada habisnya.
Wili mencoba memberi pengertian terhadap istrinya,hingga akhirnya mau tak mau Intan mengerti tentang pekerjaan Wili.
"hallo Ra,kamu apa kabar?dan kenapa kamu tidak pamit saat berangkat ke Paris?harusnya kamu bilang ke aku karena sudah membatalkan rencana awal kita." Intan mengomel tidak ada hentinya,ia juga sangat kesal kepada sahabatnya ini membatalkan rencana mereka tanpa memberitahukan kepadanya.
"hei...tenanglah jangan marah sepeti itu,maaf karena sudah membatalkan rencana kita,tapi kamu tahu entah kenapa aku ingin sekali pergi ke tempat ini makanya aku meminta Dewa kesini." ucap Tiara menjelaskan.
"hah...sudahlah,tapi have fun ya disana." ucap Intan lesu.
"hei...kamu kenapa?apa ada yang mengganggumu?" tanya Tiara mendengar suara lesu sahabatnya itu.
"apa kau tahu?"
"tidak..."
"his...dengarkan dulu," ucap Intan kesal.
"he he he ..sudahlah jangan terus marah,pengantin baru tidak baik jika marah-marah terus." ucap Tiara menggoda.
"huft ...aku sedang kesal,harusnya sekarang aku berduaan dengan mas Wili,tetapi dia harus tetap bekerja di saat kami pergi bulan madu. dan untuk suamimu harusnya dia memberi keringanan kepada mas Wili bukan malah memberinya segudang pekerjaan Tiara." Intan memprotes.
Tiara mengrenyitkan kening heran,lalu dia menatap ke arah suaminya yang sedang sibuk dengan laptopnya.
"Tiara apa kau masih disana?" panggil intan membuyarkan lamunanku Tiara.
"ah... iya,nanti aku akan bilang ke mas Dewa untuk tidak memberi kak Wili pekerjaan." ucap Tiara akhirnya.
lalu mereka mengobrol cukup lama,dan akhirnya mereka mengakhiri panggilan mereka.
Tiara berdiri berjalan menghampiri Dewa yang sedang sibuk dengan laptopnya,dia berdiri sambil bersedekah,menatap suaminya lekat.
Dewa yang merasa ditatap,langsung mendongak menatap istrinya yang tengah berdiri dan menatapnya dengan penuh tanya.
merasa ada yang ingin di bicarakan oleh istrinya Dewa langsung menutup laptopnya,dan menarik istrinya agar duduk di atas pangkuannya. dia memeluk dan mencium kening istrinya
"ada apa?apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Dewa sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Tiara.
"mas...apa benar kamu masih memberikan pekerjaan kepada kak Wili?bukankah mas sudah memberinya cuti selama satu bulan untuknya menghabiskan waktu untuk berbulan madu?" tanya Tiara penasaran.
Dewa langsung mengurai pelukanya,dan menatap sang istri dalam.
"apa maksudmu sayang?aku sudah memberinya waktu cuti mana mungkin aku memberikannya pekerjaan yang seharusnya dia libur bekerja dan satu lagi kami sudah sepakat untuk membagi perusahaan menjadi dua bagian karena memang lima puluh persen milik Wili dan kami sepakat untuk membaginya ketika kami sudah menikah. dan sekarang aku sudah tidak punya hak untuk menyuruhnya jadi intinya kami sudah menangani perusahaan kami masing-masing." ucap Dewa menjelaskan
"tapi kata Intan kamu memberinya tambahan pekrjaan,dan sekarang kak Wili sedang mengerjakan tugas yang kamu berikan."
"hah...pasti dia sedang mengingat wanita itu." gumam Dewa yang masih di dengar oleh Tiara.
"wanita?maksudmu,wanita yang mana maksudmu mas?apa kak Wili mempunyai wanita lain?" tanya Tiara beruntun.
Dewa menghela nafas kasar,mau tidak mau dia harus menceritakan semuanya kepada sang istri.
"jadi,villa yang mereka tempati sekarang adalah milik kak Wili,dan villa itu banyak kenangan tentang Angelina?" tanya Tiara dengan nada kesal.
"iya...mungkin karena itu sekarang Wili sedang mengingat wanita itu. aku kira Wili sudah melupakannya karena dia sudah menikah dan bahkan sudah mencintai Intan,tapi kenapa dia bersikap seperti itu?" ucap Dewa sedikit kecewa dengan Wili.
"jadi maksudmu kak Wili masih belum melupakan wanita itu?tapi kenapa dia malah menikahi Intan?apa dia tidak berpikir jika Intan tahu pasti intan merasa kecewa dan sakit hati?" kesal Tiara.
"sudahlah sayang,jangan terlalu ikut campur urusan mereka,mereka sudah Dewasa pasti tahu apa yang terbaik untuk mereka,kita doakan saja agar Wili bisa cepat melupakan wanita itu." ucap Dewa menenangkan istrinya dan mengingatkan agar istrinya tidak terlalu ikut campur urusan rumah tangga Wili dan intan.
"iya aku harap sepeti itu mas,tapi jika kak Wili menyia-nyiakan Intan jangan harap dia akan bisa mendapatkan maaf dariku dan aku akan menjuhkan Intan dari kak Wili jika sampai kak Wili menyakiti Intan terlalu dalam." Janji Tiara,ia tak rela jika sahabatnya di sakiti oleh orang lain meskipun itu Wili yang sudah ia anggap sebagai kakanya sendiri.
Anda Mungkin Juga Suka


![Sampul Novel Call Girl [21+]](https://v.melolo.com/b1265344voduse1318177724/ffe4449b5001834806830391065/vgrIANGZosEA.webp!15491.webp)


