Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar

Benih Sang Kakak Ipar

9.7 / 10.0
Dalam Benih Sang Kakak Ipar, Aura terjebak di kediaman Adrian Mahendra, billionaire yang terobsesi padanya. Di tengah loyalitas pada suaminya, Aura harus menghadapi manipulasi gelap sang kakak ipar. Simak kisah romance novel ini di web novel pilihan Anda sekarang.
Ringkasan Benih Sang Kakak Ipar
Pernikahan Aura dengan Gavin membawanya masuk ke lingkaran obsesi keluarga Mahendra. Atas desakan ekonomi, Gavin mengajak Aura tinggal di rumah sang kakak, Adrian Mahendra, seorang pengusaha dingin yang berkuasa. Tanpa diduga, Adrian menyimpan hasrat gelap terhadap istri adiknya tersebut. Dengan karisma dan kekuasaannya, Adrian memanipulasi keadaan hingga Aura terjepit antara kesetiaan pada suami dan godaan sang kakak ipar yang terus menjeratnya.
Baca Selengkapnya

Benih Sang Kakak Ipar Bab 1

Hujan menderu di luar kaca jendela mobil, menyamarkan pemandangan Jakarta yang mulai lampu-lampunya mulai menyala. Aura menggenggam erat tali tas tangannya di pangkuan. Perasaannya tidak keruan. Di sampingnya, Gavin menyetir dengan senyum lebar yang tak kunjung hilang sejak mereka meninggalkan kontrakan kecil mereka tadi siang.

"Kamu bakal suka rumahnya, Ra. Aku janji. Mas Adrian itu orangnya memang kelihatan kaku, tapi dia baik banget. Dia nggak mau kita kesusahan di awal pernikahan kayak gini," suara Gavin terdengar begitu ringan, seolah beban hidup mereka baru saja diangkat ke langit.

Aura hanya tersenyum tipis, jenis senyum yang dipaksakan agar suaminya tidak bertanya macam-macam. "Tapi, Vin... apa nggak sebaiknya kita mandiri dulu? Aku nggak enak kalau harus numpang di rumah kakak kamu. Apalagi kita baru nikah dua bulan."

Gavin tertawa kecil, tangan kirinya meraih jemari Aura dan mengecupnya singkat. "Ini bukan numpang, Sayang. Mas Adrian sendiri yang minta. Lagian, rumah sebesar itu cuma diisi dia sama pelayan, apa nggak sepi? Dia itu kakak kandungku, satu-satunya keluarga yang aku punya setelah Papa meninggal. Dia cuma mau jagain kita."

Jagain kita. Kata-kata itu terdengar seperti janji manis di telinga Gavin, tapi entah kenapa terasa seperti peringatan di telinga Aura. Aura teringat pertemuan singkatnya dengan Adrian Mahendra di hari pernikahan mereka. Pria itu berdiri tegak dengan setelan jas mahal yang tampak sangat pas di tubuh tegapnya. Matanya tajam, hitam pekat, dan saat mereka bersalaman, Adrian tidak melepaskan genggamannya sedikit lebih lama dari yang seharusnya. Tatapannya waktu itu bukan tatapan seorang kakak ipar yang menyambut anggota keluarga baru, melainkan tatapan seorang predator yang baru saja menemukan mangsa yang menarik.

Mobil mewah Gavin-yang sebenarnya juga hadiah dari Adrian-berhenti di depan gerbang besi raksasa yang terbuka otomatis. Sebuah rumah mewah bergaya modern minimalis berdiri angkuh di hadapan mereka. Dinding-dinding kaca setinggi plafon memperlihatkan pencahayaan kuning hangat di dalamnya, tapi bagi Aura, rumah itu tampak seperti sangkar emas yang dingin.

Begitu mereka turun, beberapa pelayan berseragam rapi langsung menyambut, mengambil alih koper-koper mereka dengan cekatan. Di tengah lobi yang luas dengan lantai marmer yang mengkilap, sosok itu sudah menunggu.

Adrian Mahendra berdiri dengan tangan terbenam di saku celana kainnya. Ia hanya mengenakan kemeja hitam dengan lengan yang digulung hingga siku, menonjolkan urat-urat di tangannya yang kuat.

"Selamat datang di rumah," suara Adrian berat dan berwibawa, menggema di ruangan yang luas itu.

Gavin langsung menghampiri kakaknya dan memeluknya singkat. "Mas! Makasih banyak ya, maaf kalau kita ngerepotin."

"Nggak pernah repot buat adik sendiri, Vin," jawab Adrian, tapi matanya tidak menatap Gavin. Matanya tertuju lurus pada Aura yang masih berdiri mematung di dekat pintu. "Aura, kenapa masih di sana? Sini."

Aura melangkah mendekat, merasa kakinya sedikit lemas. "Halo, Mas Adrian. Terima kasih sudah mengizinkan kami tinggal di sini."

Adrian maju selangkah, memperpendek jarak di antara mereka hingga Aura bisa mencium aroma parfum maskulin yang tajam dan mahal-campuran antara kayu cendana dan tembakau. Adrian mengulurkan tangan, menyentuh bahu Aura pelan, lalu turun ke lengannya. Sentuhannya terasa panas di kulit Aura yang dingin.

"Mulai sekarang, ini rumah kamu juga. Apapun yang kamu butuhin, bilang sama saya. Jangan sungkan," ucap Adrian dengan nada yang rendah, hampir seperti bisikan yang hanya ditujukan untuknya.

Malam itu, setelah makan malam yang terasa kaku bagi Aura namun sangat akrab bagi kedua kakak beradik itu, Gavin langsung tertidur pulas karena kelelahan pindahan. Namun Aura tidak bisa memejamkan mata. Ia merasa asing dengan tempat tidur yang terlalu empuk dan bantal bulu angsa yang terlalu mewah.

Aura memutuskan untuk turun ke dapur, berharap segelas air putih bisa menenangkan sarafnya yang tegang. Ia berjalan berjinjit, tidak ingin membangunkan siapapun. Rumah itu terasa sangat sunyi, hanya ada suara detak jam dinding yang megah.

Saat ia sampai di area dapur bersih, ia terlonjak kaget. Seseorang sedang duduk di sana, di balik meja bar yang gelap, hanya diterangi oleh lampu kecil di sudut ruangan.

Itu Adrian. Ia sedang menyesap sesuatu dari gelas kristal.

"Nggak bisa tidur?" tanya Adrian tanpa menoleh, seolah dia sudah tahu Aura akan datang.

"Iya, Mas. Masih... adaptasi," jawab Aura gugup. Ia berjalan menuju dispenser, mengisi gelasnya dengan air. Saat ia hendak berbalik untuk kembali ke atas, langkahnya terhenti karena Adrian sudah berdiri tepat di belakangnya.

Aura hampir saja menabrak dada bidang pria itu. Bau alkohol samar tercium dari napas Adrian.

"Gavin orangnya gampang tidur. Dia nggak sadar kalau istrinya lagi gelisah, ya?" Adrian menunduk, wajahnya begitu dekat hingga Aura bisa merasakan deru napasnya di keningnya.

"Gavin cuma capek, Mas," bela Aura, suaranya sedikit bergetar. Ia mencoba melangkah ke samping, tapi Adrian meletakkan kedua tangannya di pinggiran meja bar, mengunci tubuh Aura di antaranya.

Aura mendongak, matanya bertemu dengan mata Adrian yang gelap dan intens. Tidak ada keramahan di sana. Yang ada hanyalah ambisi yang telanjang.

"Kamu terlalu cantik untuk diabaikan, Aura. Gavin mungkin nggak tahu cara memperlakukan permata, tapi saya tahu."

Jantung Aura berdegup kencang, antara takut dan sebuah perasaan asing yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Tangan Adrian terangkat, jemarinya yang kasar membelai pipi Aura dengan sangat lembut, sebelum turun ke lehernya.

"Mas... jangan. Aku istri adik kamu," bisik Aura, suaranya nyaris hilang.

Adrian terkekeh pelan, suara yang terdengar berbahaya di tengah kegelapan malam. "Justru karena kamu istri adik saya, kamu jadi tanggung jawab saya sekarang. Segalanya tentang kamu... adalah urusan saya."

Adrian melepaskan kunciannya dan kembali mengambil gelasnya, seolah interaksi barusan tidak pernah terjadi. "Tidur lah. Besok hari yang panjang. Dan satu lagi, Aura... jangan pernah berpikir untuk mengadu pada Gavin. Dia nggak akan percaya kakaknya yang 'baik' ini punya pikiran kotor tentang istrinya."

Aura lari kembali ke kamar dengan napas tersengal. Ia masuk ke bawah selimut, memeluk Gavin yang masih terlelap. Namun, bayangan tatapan Adrian dan sentuhan tangannya di leher Aura seolah menempel permanen. Aura sadar, kepindahan ini bukan awal dari hidup baru yang bahagia, melainkan awal dari permainan kucing dan tikus yang sangat berbahaya. Di rumah ini, Adrian adalah rajanya, dan Aura baru saja menyerahkan diri masuk ke dalam kandangnya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Benih Sang Kakak Ipar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Ayah yang Salah Untuk Anakku
9.2
Tragedi mematikan menimpa seorang bocah dalam novel modern Ayah yang Salah Untuk Anakku. Akibat tidak sengaja menjatuhkan air panas pada kekasih ayahnya, sang anak dihukum dengan dipotong setengah telapak tangannya. Akibat rasa sakit hebat, ia terjatuh ke danau hingga tenggelam. Panggilan darurat sang ibu diabaikan suaminya dengan dingin. Keterlambatan ini membuat nyawa sang anak melayang, menyisakan ketidakpercayaan dan penyesalan pada diri sang ayah saat melihat jasadnya.
Sampul Novel Diperbudak Nafsu
9.5
Kisah romansa modern khusus dewasa ini menyoroti perjalanan hidup Fahrizal yang penuh gairah. Narasi dimulai saat tokoh utama masih berusia tiga belas tahun, di mana ia sudah mulai memperlihatkan bakat serta keunggulan yang tidak biasa dalam urusan ranjang. Dipenuhi dengan berbagai adegan panas yang eksplisit, pembaca akan dibawa mengikuti perkembangan hasrat Fahrizal yang mendalam seiring berjalannya waktu dalam alur cerita yang berani ini.
Sampul Novel Dua Sahabat yang Bercerai
8.7
Mely dan sahabatnya, Winda, memutuskan untuk menikah dengan dua bersaudara dari Keluarga Wicaksono yang kaya raya. Namun, di hari pernikahan mereka, Riko Wicaksono yang merupakan seorang dokter justru pergi meninggalkan Mely demi membantu mantan kekasihnya mencari anjing yang hilang. Kepergian Riko memicu serangan jantung fatal pada nenek Mely hingga meninggal dunia. Diliputi rasa duka dan kekecewaan mendalam atas sikap dingin suami mereka, kedua sahabat ini sepakat untuk mengajukan gugatan cerai, meninggalkan penyesalan mendalam bagi dua bersaudara Wicaksono.
Sampul Novel Istriku selingkuh
9.5
Bagaimanakah perasaan dan tindakan yang harus aku ambil saat menghadapi kenyataan pahit bahwa istri yang sangat kucintai telah mengkhianati janji suci pernikahan kami? Kepercayaan yang telah lama kubangun kini hancur berkeping-keping setelah mengetahui dia berselingkuh di belakangku. Di tengah badai emosi dan rasa sakit yang mendalam, aku dipaksa untuk menentukan langkah selanjutnya bagi masa depan hubungan kami yang kini berada di ujung tanduk.
Sampul Novel Rahim Lima Ratus Juta
9.7
Demi imbalan ratusan juta, seorang wanita setuju menjadi ibu pengganti bagi pria kaya. Namun, peringatan keras menyertainya: ia dilarang mencintai janin di rahimnya agar perpisahan nanti tidak terasa berat. Begitu bayi lahir, sang ayah akan segera membawanya pergi tanpa memberi kesempatan untuk melihat wajah sang anak. Pernikahan kontrak ini dirancang agar mereka menghilang sepenuhnya dari hidupnya seolah-olah pertemuan itu tak pernah terjadi.
Sampul Novel Transmigrasi 2 Jiwa dalam 1 Raga
9.1
Berlian Alea, gadis santai penuh bakat, terbangun di raga Athena Charlotte Lunch setelah kecelakaan maut. Athena adalah sosok misterius yang menyimpan rahasia besar dari saudara kembarannya, Atheon. Merasa hancur akibat pengkhianatan dan cinta yang pahit, Athena memilih menyerah pada hidupnya. Namun, takdir berkata lain saat jiwa Alea mengambil alih. Mampukah Alea menuntaskan beban masa lalu Athena dan memberikan keadilan yang selama ini didambakan sang pemilik tubuh?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan