
Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta
Bab 3
pukul tiga dini hari Wili baru memasuki kamarnya,dia melihat Intan yang tengah tertidur meringkuk di bawah selimut.
Wili merasa bersalah kepada wanita yang sudah menyandang status sebagai istrinya itu,dia masih belum bisa melupakan angel.
dan tadi pagi dia mendapat kabar dari orang suruhannya yang sengaja ia suruh untuk mengawasi angel mengatakan bahwa wanita itu sudah kembali ke Indonesia dan sekarang tengah mengurus rumah sakit milik ayahnya.
tanganya terulur mengelus kepala Intan yang tengah tertidur,Intan yang merasa ada tangan yang tengah mengelusnya sontak ia terbangun dan mendapati suaminya tengah tersenyum menatapnya.
"mas sudah selesai?" tanya Intan dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"maaf sudah membangunkanmu,kembali tidur." bukan jawaban yang di dapat melainkan perintah,tak mau berdebat intan memeluk Wili dan kembali tidur,karena dia masih sangat mengantuk.
Wili mengelus punggung intan dengan lembut,sesekali ia mengecup singkat kening intan tak lama setelah itu ia mendengar dengkuran halus dari mulut Intan.
"maafkan aku,tetapi aku berjanji akan mencoba mencintai mu dan melupakannya." gumamnya dan tak lama ia ikut terbuai ke alam mimpi.
sebenarnya Wili tidak benar-benat bekerja itu hanya akal-akalan nya saja,ia berada di sebuah kamar yang isinya dengan kenangan yang menyangkut dengan Angelina,bahkan ada beberapa bingkai foto berukuran besar,fotonya dengan Angelin saat berlibur ke Bali. dan vila yang intan tempati saat ini adalah vila yang pernah di tempati Angeline dan Wili dulu. awalnya Wili memberikan vila ini untuk Angelin terapi wanita itu menolak. dan hingga akhirnya mereka sepakat jika mereka berlibur ke Bali maka mereka akan menginap disini.
dan entah kenapa Wili malah membawa Intan kesini,ia sendiri juga bingung. dia berpikir mungkin dengan ia membawa intan ke sini maka kenangannya bersama Angelin akan menghilang dengan kehadiran Intan di dalam hatinya.
pagi hari Wili sudah membuka matanya,ia melihat intan yang masih tertidur lelap di dalam dekapannya. perlahan ia menjauhkan dirinya dari intan,dan mengecupnya sekilas lalu berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
ia sudah berjanji dengan dirinya sendiri ia akan berusaha keras melupakan Angelin dan menerima Intan sebagai istrinya. bukankah ini pilihannya dia yang menginginkan Intan mau menikah denganya,jadi Intan sudah menjadi tanggung jawabnya dan ia akan mencintai intan dengan tulus. ia yakin pasti cintanya kepada Angeline akan menghilang dengan hadirnya intan di kehidupannya
Wili keluar dari kamar mandi dan melihat Intan yang masih setia memejamkan matanya. Wili memilih mengganti bajunya terlebih dahu lalu setelah itu ia akan membangungkan istrinya itu
"sayang bangun,ayo kita berangkat sekarang bukankah kau memintaku untuk mebawamu jalan-jalan hari ini?" ucap Wili sambil mengelus lembut pipi Intan.
Intan menggeliat saat merasakan tangan dingin membelai pipinya,ia membuka matanya melihat senyuman manis dari wajah tampan suaminya itu.
"aku masih ngantuk mas,sebentar lagi ya..." gumam intan dengan kembali memejamkan matanya.
"tidak sayang,kita harus berangkat sekarang agar tidak kemalaman sampai disana." ucap Wili berusaha membangunkan Intan.
Intan mendudukan tubuhnya tetapi matanya masih setia terpejam, Wili yang merasa gemas melihat tingkah Istrinya langsung mencium wajah istrinya secara bertubi-tubi.
"ha ha ha...mas geli ih,iya iya aku bangun." ucap intan menghentikan Wili yang menciumi wajahnya dan membuatnya kegelian.
"mas kita mau kemana sih?" tanya intan saat sudah berada didalam mobil,bahkan mereka hanya berdua yang biasanya Wili akan membawa satu pengawal tetapi kali ini ia tidak membawa.
"nanti kamu pasti akan tahu sayang." jawab Wili.
Intan diam dan menurut kemana Wili akan membawanya pergi. didalam mobil Intan selalu bercerita tentang apa yang tengah terjadi dan Wili seperti biasa menjadi pendengar. terkadang muncul cerita konyol yang membuat Wili tertawa.
karena sangking asiknya mengobrol akhirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju.
"mas ini rumah siapa?kok sepi gak punya tetangga?" tanya Intan heran
memang rumah yang mereka tuju berada di tengah hutan dan tak ada rumah lain selain rumah ini.
"sebentar mas buka gerbang dulu ya."
intan diam masih menatap heran gerik Wili, dan Samapi wi masuk kembali ke dalam mobil dan memasukkan mobil ke dalam rumah tersebut.
intan di buat terpana dengan pemandangan yang begitu indah taman yang penuh bunga dan air mancur di bawahnya ada kolam ikan yang tengah berenang kesana kemari.
"ini rumah siapa mas?" tanya intan.
"ini rumah kita dek,mas sengaja membangun rumah disini jauh dari pemukiman dan suasananya sangat tenang mas menyukainya,apa kau suka?" tanya Wili.
"suka mas..." intan tersenyum bahagia.
"tapi apa kita akan menetap disini?" tanyanya lagi.
"tentu saja tidak sayang,kita akan kesini saat kita akan berlibur kebali atau ketika membutuhkan ketenangan. jika aku sedang sibuk,dan kau ingin datang kesini maka kau bisa menyuruh felix untuk mangantarmu kesini." Wili menjelaskan sambil membawa intan berjalan masuk ke rumah.
intan menghentikan langkahnya,lalu menatap sang suami bingung.
"Felix?siapa?" tanya intan.
"Felix orang yang akan mas suruh untuk menjagamu nanti."
"aku tak butuh penjaga mas,aku bisa sendiri." ucap intan menolak.
"tidak mas akan merasa tenang jika kau ada yang menjaga,kau tahu sendiri mas banyak musuh dek,banyak yang menginginkan mas hancur maka mau tidak mau kamu harus ada pengawal." ucap Wili tak mau di bantah.
Intan pasrah dan mau tak mau dia harus mau karena dia juga tak ingin membuat Wili mengkhawatirkannya.
intan terpaku melihat desain rumah yang sangat sederhana namun elegan. rumah ini berlantai satu dan hanya ada dua kamar. walaupun rumah ini jarang di tempati tetapi rumah ini terlihat bersih dan nyaman.
"setiap pagi akan ada orang yang akan membersihkan tempat ini." jelas Wili seakan tahu apa yang ada di pikiran istrinya itu
intan hanya manggut manggut mendengar penjelasan dari Wili. Intan ingin memasuki kamar yang yang berada tepat di sebelah ruang tubuh tetapi dengan cepat Wili mencegahnya
"tidak sayang kamar kita ada di sebelah sana." ucap Wili sambil menunjuk sebuah kamar yang ada di pojokan.
"ini kamar siapa mas?kenapa aku tidak boleh masuk?" tanya intan mulai penasaran pasalnya Wili terlihat tegang saat intan ingin membuka kamar ini.
"ini ruang kerjaku sayang." jelas Wili.
"tapi..."
belum sempat intan menyelesaikan ucapannya Wili menggendong tubuh mungil milik istrinya dan membawanya ke kamar mereka.
"sudahlah sayang jangan banyak bertanya,lebih baik kita bikin baby agar semakin lengkap kebahagiaan kita,mas sudah tidak sabar ingin segera memiliki anak yang akan melengkapi kebahagiaan kita nanti." ucap Wili yang langsung membuat pipi Intan merah merona.
Anda Mungkin Juga Suka


![Sampul Novel Call Girl [21+]](https://v.melolo.com/b1265344voduse1318177724/ffe4449b5001834806830391065/vgrIANGZosEA.webp!15491.webp)


