Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua

Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua

Kehidupan damai seorang figur publik tanpa sensasi mendadak kacau saat ia bertemu Thalita, bocah yang ingin membelinya. Sejak itu, sang ayah yang merupakan duda kaya raya bernama Aksa Malvino Alexander mulai mengejarnya. Status Aksa yang bukan orang biasa memicu gosip viral yang merusak reputasi sang artis. Meski Aksa sangat narsis dan pemaksa dalam melamar, ia tetap teguh menolak pria tersebut meski dituduh bodoh karena menyia-nyiakan kesempatan.
Bab
Bagikan

Bab 3

*Happy Reading*

"Jadi Bapak yang sudah membatalkan kontrak secara sepihak, bahkan menuntut saya dengan denda besar?"

Seperti dugaan, ternyata kekacauan hari ini, ulah si papa yang seenaknya menuduh aku menyalahi kontrak yang sudah dibuat. Hanya karena ucapanku tempo hari pada Tita yang mengaku akan menikah segera.

Memang sih, dalam kontrak itu, aku diharuskan masih singel, dan dilarang menikah sebelum kontrak berakhir. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang menyalahi aturan. Hanya saja, kebohonganku tempo hari yang membuat si papa seenaknya membatalkan kontrak, dan ... memang sepertinya pria ini sedang kurang kerjaan.

"Saya hanya melakukan apa yang sudah seharunya saya lakukan pada artis nakal seperti kamu," jawabnya acuh, seraya menatap aku intens dari balik meja di ruangan Mbak Laras yang akhirnya kami pinjam untuk diskusi berdua saja.

Akan tetapi, kalian dengar sendiri bagaimana jawabannya barusan, kan? Dia memang sepertinya ingin cari gara-gara denganku saja. Padahal kan, waktu itu aku hanya berbohong pada Tita. Agar tidak ditawar, dan di bawa pulang untuk dijadikan mama barunya.

Siapa sangka? Aku sudah berbohong pada orang yang salah, karena ternyata si papa ini orang yang cukup berpengaruh di dunia entertainment yang sedang aku geluti.

Aksha Malvino Putra Alexander.

Owner dari sebuah perusahaan, yang menaungi beberapa agensi, juga perusahaan lain yang bergerak di dunia hiburan.

'Aku kayak cari mati, ya?'

Tetapi, wajar sih, jika aku sampai tidak mengenali pria hebat seperti dia, pada perjumpaan pertama kami. Itu semua karena Pak Aksa ini biasa berkerja di balik layar, jarang muncul di media dan ... sedikit misterius, katanya.

Ya ... pokoknya, setipe dengan Ammar, suami Si Nurbaeti. Bedanya, dari orok Ammar itu sudah sering show off ke media. Sementara keluarga Pak Aksha terkesan tertutup dan tidak suka tampil di publik. Jadi untuk namanya, mungkin aku sering mendengar, tapi untuk wajahnya, tidak.

Jadi, ini bukan sepenuhnya salah aku. Siapa suruh waktu itu gak ngajakin kenalan?

"Tapi, saya bukan artis nakal, Pak!" bantahku keras.

"Tapi kamu berbohong pada Tita," sahutnya cepat.

Benar dugaanku. Itu adalah biang utamanya. Hanya karena kebohonganku tempo hari, dia bikin aku hampir stress hari ini.

Aneh. Dia usia berapa, coba? Kenapa tidak bisa membedakan ucapan candaan dan keseriusan? Kenapa pula harus mencampur aduk kan masalah pribadi dan kerjaan?

Tidak profesional!

"Saya gak bermaksud berbohong, Bapak."

"Lalu?"

"Saya hanya ... ya ... tidak tahu cara menolak keinginan anak Bapak itu."

"Kenapa kamu harus menolak?"

Eh? Kok?

"Kenapa pula saya harus terima?" Akhirnya aku bertanya balik, karena bingung harus menanggapi apa pertanyaan Pak Akhsa yang terakhir.

Aku gak mungkin jawab karena dia sudah berbuntut dua, dan aku gak mau nasibku sama kayak si Intan, kan? Nanti dia sakit hati, bagaimana?

Duda itu bukan aib. Tapi juga tidak bisa dibanggakan. Jadinya, aku bingung jika harus menghadapi seorang duda.

"Karena saya tampan dan punya masa depan bagus. Saya bisa mewujudkan mimpi kamu jadi bintang, bahkan jadi super bintang pun, saya sanggup. Yakin kamu tidak tertarik?"

Aku pun seketika speechless.

Ya ampun, aku gak nyangka seorang bisnisman kenamaan seperti Pak Aksa ini, ternyata punya kepercayaan diri yang mengkhawatirkan.

Memang sih, apa yang disebutkannya tadi gak ada yang salah. Tapi tetap saja, aku gak nyangka dia sesombong itu. Lagipula, aku bukan tipe orang yang suka ambil jalan pintas.

Moto hidupku adalah, kalau ada yang sulit kenapa harus ambil yang mudah? Gak ada tantangannya kalau mudah, ya kan? Jadi mending ambil yang susah aja biar kelihatan kerja. Bener, gak?

"Munafik jika saya bilang tidak tertarik. Sebagai manusia yang punya ambisi, saya pun punya cita-cita seperti yang anda tawarkan. Hanya saja, jika taruhannya adalah pernikahan dan masa depan sampai tua. Saya lebih baik mundur," tolakku dengan tegas.

"Kenapa?" tuntutnya.

"Karena pernikahan bukan hal sepele. Bagi saya, Pernikahan adalah hal luar biasa yang harus saya pikirkan secara serius. Karena saya hanya ingin menikah dengan orang yang tepat, dan waktu yang tepat." Aku mencoba menjawab sebijak mungkin.

"Dan menurut kamu, saya bukan orang yang tepat?" cecarnya lagi.

"Saya tidak bilang begitu," bantahku cepat.

"Lalu?" Dia masih mengejar.

"Saya tidak tahu. Karena saya kan, belum mengenal Bapak dengan baik."

"Kalau begitu kenali saya lebih baik lagi."

"Maksudnya?" Aku bertanya dengan bingung.

"Ayo kita pacaran."

Hah?!

Satu detik

Dua detik

Tiga detik, dan ....

"Haaahh ...." Aku pun akhirnya mendesah panjang setelahnya.

Capek aku ngadepin yang kayak gini. Mentang-mentang punya duit, punya nama besar, dan punya jabatan. Seenaknya aja kalau ambil keputusan.

'Dia kira pacaran itu gampang?' Aku membatin dengan kesal seraya mencebik diam-diam.

Tidak, Sebenarnya emang gampang, sih? Cuma butuh satu orang cewek dan cowok. Lalu kata, "mau gak jadi pacarku?" Dan ... tara ... jadilah pasangan.

Namun masalahnya adalah, aku udah capek pacaran. Karena membuka hati dan kembali menyesuaikan dengan orang baru itu melelahkan.

Iya, kalau pacarannya langgeng. Lalu bisa sampai ke pelaminan. Nah, kalau tidak cocok? Putus lagi, nyari orang baru lagi, buka hati lagi, penyesuaian lagi, Aahhh ... buang tenaga.

Capek tahu kayak gitu, tuh. Buang-buang waktu saja. Menurutku lebih baik sendirian saja. Menunggu jodoh tepat sambil memperkaya diri, agar bisa shoping tanpa melihat bandrol.

"Saya gak mau!" Aku kembali menolak dengan tegas.

"Kenapa lagi?" Pak Aksa mulai terlihat kesal dengan jawabanku.

"Karena di usia saya yang sekarang bukan waktunya lagi buat pacaran." Aku masih berbohong.

"Ya kalau begitu ayo kita menikah!" jawabnya dengan santai.

Astaga! Nih duda kenapa gigih sekali seperti si Bella, ya? Punya hubungan apa mereka sebenarnya? Sifat memaksanya sama!

"Bapak, ih. Pacaran aja saya gak mau, ini ditawarin menikah. Saya gak mau, Bapak!"

"Ya, tapi kenapa? Saya kurang apalagi sampai kamu terus menolak?"

Kurang single!

Maunya aku menyahut seperti itu. Biar dia sadar diri sekalian. Beruntung aku masih punya hati, dan otak waras hingga tidak mau semakin cari ribut dengan orang ini. Soalnya, aku masih butuh cuan dari dunia entertaiment yang dia kuasai, agar bisa shoping tanpa lihat bandrol harga.

"Gak ada yang kurang kok sama Bapak. Bapak itu udah perpect 100%. Justru di sini masalahnya adalah saya! Saya yang belum mau punya hubungan apa pun, dengan pria manapun." Aku masih berbohong.

"Termasuk sama saya?" Wajah pria itu benar-benar tak terima dengan keputusanku.

Anda justru yang paling khusus!

"Iya! Termasuk Bapak, dan pria manapun!" Aku pun akhirnya memberi ketegasan pada Pak Aksa agar dia tahu, jika aku serius dalam hal ini.

Pak Aksa pun terdiam sejenak, seraya mengetuk-ngetuk jarinya pada dagu sambil menatap aku lekat.

"Saya heran, kok ada wanita bodoh seperti kamu?"

Heh? Maksudnya?

"Padahal ada berlian di depan mata. Bukannya diambil dan disimpan, malah di tolak. Waras kamu?"

What the hell!

Kepercayaan diri pria ini benar-benar mengkhawatirkan. Sangat mengundang sekali untuk dijitak, atau dilempari sendal bakiak sekalian.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO
8.8
Terjebak tantangan teman saat mabuk, Prakas menghabiskan malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi utang ibunya. Setelah mengusir Miona, Prakas terkejut mendapati gadis itu adalah putri Pak Imam, sosok OB yang ia anggap ayah sendiri. Berniat menebus kesalahan, Prakas melunasi utang keluarga Miona dan memintanya berhenti dari dunia hitam. Namun, Miona yang terluka justru menolak belas kasihan itu dan bertekad membayar balik semuanya.
Sampul Novel Gadis Terbuang vs Raja Bisnis
8.7
Olivia menyusuri jalanan dengan lelah, menggenggam map lamaran kerja sambil berharap ada lowongan bagi dirinya. Saat ia bertanya pada satpam, perhatian teralih oleh kedatangan Alexander Drake, pengusaha berwibawa yang turun dari mobil mewahnya. Pertemuan singkat itu menciptakan ketegangan saat mata mereka beradu. Meski Olivia merasa rendah diri dan Alexander bersikap dingin, ketertarikan mulai muncul. Tanpa disadari, momen di gerbang kantor itu akan mengubah hidup Olivia selamanya.
Sampul Novel Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani
8.7
Bertha melakukan kesalahan fatal dengan meminta kiriman video dewasa kepada CEO-nya di tengah malam. Alih-alih mendapatkan apa yang ia inginkan, sang bos justru menawarkan demonstrasi nyata secara langsung. Usai menghabiskan malam penuh gairah yang tak terduga, Bertha pasrah akan nasib kariernya. Namun, kejutan besar datang saat Justin justru melamarnya untuk menikah. Di tengah kebingungan, Bertha pun mempertanyakan apakah bosnya itu sedang bercanda.
Sampul Novel Istri Rahasia CEO
9.5
Abia tak pernah menyangka nasibnya akan berubah drastis setelah merusak mobil mewah milik bosnya yang dingin. Arya, sang CEO duda beranak satu, memberikan tuntutan berat: Abia harus membayar ganti rugi selangit atau bersedia menikah dengannya. Terjepit masalah finansial, Abia terpaksa menerima tawaran gila tersebut. Kini, ia harus menghadapi tantangan besar tinggal seatap dengan pria galak yang selama ini ia hindari di kantor demi melunasi utangnya.
Sampul Novel Malaikat Cinta: Jadilah Mamaku yang Baru
7.8
Lima tahun pernikahan Daryl hanya menyisakan luka hingga suaminya tega menyerahkannya pada pria lain. Di tengah kehancuran, muncul bocah laki-laki berumur lima tahun yang mengembalikan keceriaannya. Ketegangan memuncak saat hasil tes DNA mengungkap fakta mengejutkan bahwa anak itu adalah darah dagingnya bersama Zack, sang CEO dingin, dari kenangan malam masa lalu. Kini Daryl harus menghadapi takdir baru yang mengubah seluruh jalan hidupnya yang kelam.
Sampul Novel Pemuas Ranjang Tuan Majikan
8.4
Slater Jagger memberikan sebuah perintah yang sangat tidak biasa kepada asisten rumah tangganya. Selain mengurus segala keperluan domestik, sang majikan menuntut pelayanan di ranjang dan konsumsi ASI secara rutin darinya. Sebagai imbalan atas kesediaan memenuhi fantasi dan kebutuhan pribadinya tersebut, Slater menawarkan kebebasan penuh bagi sang wanita untuk menentukan sendiri nilai gaji yang ia inginkan tanpa ada batasan nominal sedikit pun.