Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Hasrat Cinta Atasanku

Terjerat Hasrat Cinta Atasanku

Dalam sebuah dinamika romansa modern yang penuh gairah, hubungan antara atasan dan bawahan ini menghadapi rintangan yang luar biasa besar. Ibarat Tembok China yang berdiri sangat kokoh dan tak tertandingi, ada penghalang masif yang memisahkan hasrat mereka. Meskipun ketertarikan satu sama lain sangat kuat, kekuatan dinding tersebut sulit untuk diruntuhkan. Kisah ini mengikuti perjuangan cinta yang harus berhadapan dengan batasan yang sangat sulit ditembus.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sintia yang tengah duduk di kursi meja kerja pak Yandi hanya bisa terdiam mendengar hinaan yang terlontar dari mulut laki-laki paruh baya itu.

"Silahkan duduk pak," sahut pak Yandi yang mempersilahkan Arseno.

Arseno pun enggan untuk duduk, " Tidak pak, tolong ke ruang saya secepatnya ada hal yang ingin aku sampaikan." ujar Arseno sambil melangkah keluar ruangan pak Yandi sambil matanya melirik Sintia yang tengah duduk.

Arseno pun pergi dari ruangan pak Yandi,

Pak Yandi pun meneruskan pembicaraan dengan sintia yang sempat terhenti karena kedatangan Arseno.

"Ya selamat ya kamu diterima kerja di sini, kamu akan di training selama 3 bulan dulu, nanti kalau kerjamu bagus kamu akan diperpanjang."ujar pak Yandi.

Pak Yandi yang sedari tadi berbicara tentang masalah pekerjaan, kali ini dia bertanya perihal atasannya yang tiba-tiba menghinanya.

Sinta yang mendengar pertanyaan pak Yandi, dia mendengus kesal. "Dia itu pak yang mau menabrak ku di jalan, dan dia juga yang menabrak ku di lobby."Jabar Sintia dengan nada kesal.

"Kamu tahu siapa dia?" tanya pak Yandi kepada Sintia.

Sintia pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak pak, emang siapa dia?" tanya Sintia kembali.

"Dia itu adalah anak dari pemilik perusahan ini, dia itu pewaris tunggal di perusahaan pangan terbesar di negeri ini." jawab pak Yandi yang menjelaskan siapa Arseno itu.

Sintia tak menyangka jika orang yang ditemuinya adalah pemegang tahta tertinggi di perusahan tempatnya akan kerja.

"Mati aku." gumamnya dalam hati.

Pak Yandi menjelaskan akan sifat atasannya yang bernama Arseno itu. "Kamu harus siap dengan tekanan yang akan diberikan kepadamu."ujar pak Yandi.

Belum mulai bekerja Sintia sudah merasakan hawa-hawa tekanan yang akan diberikan kepadanya mengingat atasanya kelihatan tidak suka kepada dirinya.

Sinta pun hanya menghembuskan nafas panjangnya, "Jika aku harus mundur itu tidaklah mudah untuk mendapatkan kembalikan sebuah pekerjaan apalagi pekerjaan yang bergengsi seperti ini. Jika aku maju aku takut jika aku tertekan bekerja di sini." gumamnya kembali menimbang-nimbang resiko yang didapatkannya.

Sintia pun akhirnya memutuskan untuk segera pulang, dia sudah siap menerima resiko kedepannya jika dia bekerja di perusahan Arseno.

"Terimakasih ya pak atas waktunya." ucap Sintia kepada pak Yandi.

Pak Yandi membalas ucapan Sintia dengan tersenyum dan anggukan kepalanya.

Sintia pun keluar dengan tersenyum bahagia dia ingin

segera cepat pulang ke rumah untuk memberitahu keluarganya jika dirinya diterima kerja di suatu perusahaan pangan terbesar di negeri ini.

Sintia pun akhirnya keluar dari gedung perusahan yang tinggi dengan taman kecil yang berhias air mancur di depan lobbynya.

Di samping itu, Sintia yang keluar kantor tersebut berjalan dengan riang gembira Sintia tidak menyangka kalau dia keterima kerja di sebuah perusahan yang besar nan terkenal.

Sintia berjalan kaki dari perusahan tersebut menuju rumahnya dengan jarak sekitar 3 kilometer. Namun dia merasa tidak lelah sebaliknya dia merasa sangat gembira.

Sintia sudah tidak sabar untuk sampai rumah, Sintia ingin segera cepat-cepat memberi kabar gembira ini kepada ibunya.

"Pasti ibu sangat bangga kepada ku," gumam Sintia dengan membayangkan raut wajah bahagia ibunya.

Sintia berjalan kaki meskipun jarak yang ditempuh tidaklah dekat, namun bagaimana lagi Sintia tidak memiliki uang untuk menaiki ojek ataupun taksi jadi dia harus berjalan kaki menyusuri jalanan kota yang panas dan ramai.

Sintia terus melangkahkan kakinya menuju sebuah komplek perumahan subsidi, saat dia berjalan hatinya sangat bahagia, dia sudah tidak sabar menyampaikan berita ini kepada ibunya yang ada di rumah.

Sesampailah rumah yang bergaya minimalis dengan cat yang berwarna putih, Sintia melangkahkan kakinya masuk rumah tersebut.

Lalu Sintia menemui ibunya bernama Asri di dapur dan bersalaman mengecup tangannya.

Namun bu Asri langsung menarik tangannya dari genggaman Sintia.

"Duduk kamu!" ujar bu Asri yang tengah duduk di kursi.

Lalu Sintia menuruti perintah ibunya tersebut dengan sedikit bingung.

Sintia duduk di kursi dengan wajah tersenyum ceria.

"Kamu mulai besok gak usah tinggal di sini," ujar bu Asri sedikit ketus.

Sintia yang semula duduk tenang dengan wajah tersenyum seketika langsung kaget seperti disambar petir. Sintia sungguh tak menyangka kenapa ibunya tega tiba-tiba mengusirnya dari rumah.

"Kenapa ibu mengusirku?" tanya Sintia

Ibu Asri tak menjawabnya, namun bu Asri langsung berdiri dan melangkahkan kakinya masuk kamar Sintia dan keluar mengambil tas Sintia lalu melemparnya di hadapannya.

Sintia langsung berdiri dari duduknya menghampiri bu Asri yang tengah berdiri mematung sambil mendekapkan tangannya di dada.

"Bu, ku mohon jangan usir aku dari sini, aku janji aku akan cari kerja buat ibu." Rengek Sintia yang memelas memohon kepada bu Asri.

"Pergi kamu dari sini, sudah muak aku dengan mu!" teriak bu Asri sambil mendorong Sintia.

Sintia hanya bisa menangis memohon kepada bu Asri.

Selama ini Sintia besar dan ikut bu Asri semenjak umur 15 tahun, Sintia ikut ayahnya, dan ayahnya menikahi bu Asri jadi dia besar dalam asuhan bu Asri.

Ayah Sintia menikah lagi dikarenakan ibu Sintia meninggal karena sakit.

Selama hidup dengan bu Asri, Sintia menjadi pribadi yang mandiri, dia selalu membantu pekerjaan rumah bu Asri.

Sintia adalah anak yang patuh, sedangkan ayah Sintia pergi merantau untuk mencari nafkah.

Selama ini Sintia berusaha untuk tidak membuat kesalahan kepada bu Asri, namun jika dia membuat kesalahan bu Asri akan marah dan memukulnya.

Itulah yang menyebabkan Sintia menjadi perempuan yang kuat dan tegar berusaha untuk tidak berbuat kesalahan.

Selama kuliah, Sintia selalu di beri beasiswa dikarenakan dia anak yang berprestasi.

Selama kuliah dia selalu membuat kue untuk di jual ke teman-temannya sebagai pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya. Jadi ibu Asri tak pernah mengeluarkan uang sepeserpun untuk Sintia kuliah.

Sintia hanya menghembuskan nafas panjangnya, dia sadar diri bahwa rumah yang dia tinggali adalah rumah keluarga bu Asri bukan rumah ayahnya, jadi bu Asri bisa mengusirnya kapan saja.

"Ibu tolong jawab pertanyaan ku, apa salahku sehingga ibu mengusirku?" jawab Sintia dengan berdiri dan memungut tasnya sambil menangis.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku
8.9
Sepuluh tahun mengabdi dalam bayang-bayang, pengorbanan istri Daffa Prawirodirdjo hancur saat melihat suaminya pamer kebahagiaan dengan Leni, cinta lamanya. Puncaknya, Daffa tega menelantarkan Bintang yang terluka di hari ulang tahunnya demi membela putri Leni. Muak dengan pengkhianatan itu, sang istri membawa Bintang pergi dan memulai hidup baru sebagai seniman sukses. Saat Daffa kembali memohon ampun tiga tahun kemudian, pintu maaf telah tertutup selamanya.
Sampul Novel Balapan Terakhir Sebelum Dijodohkan
8.6
Raina, pembalap liar legendaris Jakarta berjaket kulit hitam, baru saja membuktikan ketangguhannya dengan mengalahkan Melia di lintasan balap. Namun, kejayaan di jalanan seketika sirna saat ayahnya memberi ultimatum keras melalui telepon. Ia dipaksa pulang untuk menjalani perjodohan dengan putra sahabat keluarganya. Di tengah kemelut batin dan air mata, Raina menolak menjadi boneka kendali orang tuanya demi mempertahankan kebebasan hidup yang ia cintai.
Sampul Novel Jatuh Padamu
8.2
Andreas Pramoedya menjadi sosok yang makin dingin dan tertutup sejak kematian tragis istrinya, Namira. Peristiwa memilukan itu memperkuat keyakinannya bahwa ia memang ditakdirkan untuk ditinggalkan. Namun, pertahanannya goyah saat Serena Amerta hadir dan menyusup ke hatinya. Meski gairah panas membara setiap kali mereka bersentuhan, Andreas bersikeras menutup diri. Ia takut kembali terkecoh oleh perasaan yang berujung pada luka abadi yang perlahan akan membunuhnya.
Sampul Novel Kau Bukan Sahabatku-Kau Perusak Rumah Tanggaku
9.5
Putri Wijaya mengira empat tahun pernikahannya dengan Dimas Satria, seorang CEO sukses, adalah kebahagiaan yang sempurna. Namun, dunia wanita cerdas dan lembut ini runtuh seketika saat sebuah video membongkar pengkhianatan suaminya. Dimas ternyata telah menikah lagi secara diam-diam dengan Rina, sahabat yang sudah dianggap Putri seperti adik sendiri. Di tengah hancurnya kepercayaan, Putri harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang terdekatnya adalah perusak rumah tangganya.
Sampul Novel Moonlight and Mr. CEO
8.2
Nicholas Liu adalah CEO furnitur sukses di Hong Kong yang masih melajang hingga muncul rumor miring tentang orientasinya. Hidupnya yang tenang terusik saat ia terpaksa merawat kucing putih milik sahabatnya, Hanna. Karena enggan, Nic membiarkan hewan itu di teras. Namun, di bawah cahaya bulan purnama yang menyilaukan, kucing itu lenyap secara misterius. Sebagai gantinya, muncul seorang gadis cantik tanpa busana yang mengubah takdir Nic selamanya.
Sampul Novel Possessive Senior
9.6
Kehidupan Alena Mikael Greyson yang tenang berubah drastis setelah ia memasuki bangku kuliah dan bertemu Daren Cleo Romanov. Daren adalah senior tampan yang kaya namun sangat arogan dengan gaya hidup bebas. Ketertarikan Daren muncul secara instan saat ia melihat mata hitam pekat milik Alena. Obsesi yang mendalam pun mulai tumbuh dalam diri Daren, membuatnya bersikap posesif dan mengklaim Alena sebagai miliknya, hingga dunia Alena tak lagi sama.