Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Nona Arogan

Terjerat Cinta Nona Arogan

Theresa Daniella, CEO sukses berusia 24 tahun, terobsesi mengejar seorang barista yang lebih muda dua tahun darinya. Meski memiliki segalanya, pesona Echa gagal meluluhkan hati pria itu hingga ia harus menelan penolakan pahit. Demi ambisinya, Echa menawarkan kesepakatan finansial untuk pengobatan ibu sang barista sebagai imbalan pernikahan. Pria itu setuju, namun dengan syarat dingin: pernikahan mereka hanya sebatas kontrak formal di atas kertas saja.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suara riuh dari pengunjung yang berlalu lalang tidak mengalihkan pandanganku dari lelaki yang selalu membuatku jatuh cinta setiap harinya.

"Denan! Tolong bawakan aku segelas americano lagi," seruku dengan suara yang sedikit kunaikkan.

Aku Theresa Daniella. Beginilah kegiatanku setiap hari selepas pulang bekerja, mengunjungi coffee shop dimana tempat lelaki yang menjadi dambaan hatiku bekerja.

"Silahkan," ucap Denan sembari menyodorkan segelas americano pesananku. "Kamu nggak lupa ‘kan, ini udah gelas ke-3 yang kamu pesan?" lanjutnya yang kujawab dengan gelengan, seraya menyeruput pelan americano yang sudah kupesan.

Terdengar embusan napas lelah dari Denan, tentu saja aku tak mempedulikannya.

"Pulang Sa, ini sudah malam. Nggak baik perempuan pulang malam-malam."

Tuh, kalian bisa menilai ‘kan? Denan adalah tipe lelaki yang cuek tapi perhatian, hingga aku merasa dia juga menyukaiku. Tetapi, ah sudahlah! Emm wait, aku tak suka saat dia memanggilku dengan sebutan 'Sa'.

"Nggak! Aku masih ingin di sini. Lagian aku juga nggak ganggu pekerjaan kamu. Dan apa tadi, kamu manggil aku Sa? Nama aku Echa! Kita udah dekat, semua orang terdekatku harus memanggilku Echa!” titahku dengan tegas tanpa mempedulikan pandangan pengunjung cafe yang lain.

"Itu menurut kamu. Menurutku, aku hanya pelayan dan kamu pembeli. Kamu nggak lupa kan, kalo aku udah punya kekasih? Lelaki yang sudah memiliki kekasih, tidak baik jika berteman dekat dengan perempuan lain.”

Ya, Denan bukanlah lelaki single. Dia memiliki seorang kekasih bernama Ayana. Perempuan itu tentu saja berbeda jauh dibandingkan dengan diriku. Kekasih Denan masih berusia 19 tahun dan masih duduk di bangku perkuliahan semester awal.

"Ini sudah malam, Theresa," ucap Denan penuh penekanan. "Ayana nanti akan mengunjungiku, nggak enak kalo dia lihat kamu di sini.”

Aku tersenyum miring. Lagi-lagi Denan selalu mementingkan perasaan kekasih ingusannya itu. Hei! Aku yakin Denan tidak buta untuk melihat kelebihanku. Bahkan seujung kuku pun, kekasihnya itu tidak pantas dibandingkan dengan aku!

"Memang kenapa? Biar saja dia tau kalau aku lebih pantas untuk ada di sini dan menunggumu selesai bekerja.”

Terlihat bahwa Denan mengusap wajahnya kasar setelah mendengar pernyataan yang keluar dari mulutku.

"Terserah kamu aja. Aku harus kembali bekerja," ucapnya lalu meninggalkanku sendiri.

Aku mendengus kasar lalu kembali mendudukkan diriku. Sejujurnya aku mulai mengantuk. Kulirik arloji yang bertengger di tangan kiriku.

22.05

Sudah hampir 3 jam aku berada di sini. Tak apa, demi menunggu sang pujaan hati. Terkadang aku heran dengan diriku, jika ada hal yang kubenci di dunia ini jawabannya adalah 'menunggu'. Tapi entah kenapa, menunggu Denan adalah hal tercandu yang pernah kulakukan. Jarum jam terus berjalan, mataku semakin memberat bahkan untuk mengangkat kepala saja tidak kuat. Kutaruh kepalaku di atas lipatan kedua tanganku, lalu mulai memejamkan mata. Belum ada 10 menit, mataku kembali terbuka lebar. Aku mendongakkan kepalaku ke depan sana.

"Sialan!" desisku. Rasa kantuk menguap begitu saja entah ke mana setelah melihat kejadian menyebalkan yang membuat hatiku terbakar.

Di hadapanku sekarang, Denan dan Ayana mulai melempar senyum. Tentu saja senyum yang mengisyaratkan cinta. Entah sejak kapan gadis ingusan itu datang, perasaan aku baru saja memejamkan mata dan sekarang gadis ingusan itu sudah berada di sana dan menggoda calon suamiku?

Iya calon suami.

Karena aku benar-benar yakin akan menikah dengan Denan. Walaupun pria itu terus menolakku. Tapi bukan Theresa namanya jika langsung menyerah begitu saja.

Kurapikan rambutku yang berantakan, tak lupa merapikan blouse navy-ku yang mulai lusuh. Lalu kulangkahkan kakiku menuju ke arah mereka yang masih asik bercengkrama dibatasi oleh kaca di dekat kasir.

Ekhem.

Seketika Denan dan Ayana menghentikan obrolannya. Senyum di bibir mereka hilang, terlebih Ayana yang langsung mendongakkan kepalanya. Tentu saja gadis ingusan itu tahu bahwa aku mengincar kekasihnya itu. Bahkan aku pernah meminta Ayana untuk meninggalkan Denan dengan uang kompensasi 50 juta. Tapi memang gadis ingusan itu munafik, berlagak tidak butuh uang dan lebih memilih mempertahankan hubungannya dengan Denan.

"Ingin menambah pesanan? Atau ingin berpamitan pulang?" tanya Denan dengan nada yang datar. Cih! Saat bersama Ayana akan menggunakan nada lemah lembut nan alus. Tapi ketika berbicara kepadaku seperti kanebo kering.

"Kenapa dia datang ke sini?" tanyaku tak suka seraya menunjuk Ayana dengan jari telunjuk lentikku.

"Wajar jika seorang perempuan merindukan kekasihnya.”

Hello! Aku bertanya kepada Denan, kenapa malah gadis ingusan itu yang menjawab?

Apa tadi katanya kekasih? Iuh! Denan bahkan lebih cocok jadi kakak lo! Ingin rasanya aku mengeluarkan kata-kata sarkas untuknya, tapi tenang aku ingin terlihat anggun di depan calon suamiku.

Aku terkadang heran, kenapa si Ayana ini selalu terlihat kalem dan lembut di hadapan Denan? Padahal gadis ingusan ini benar-benar menyebalkan. Bahkan tak hanya sekali dia memandangku dengan pandangan sinis penuh kebencian.

"Untuk apa menemui calon suamiku?" tanyaku dengan nada menantang penuh rasa percaya diri.

"Jangan ngawur!"

Ya, itu suara Denan. Lelaki itu sudah memandangku dengan tatapan tajam. Biar saja, toh aku juga tidak peduli.

"Kita akan menikah," ucapku santai tentu saja Ayana langsung memandangku tak suka. Langsung saja kukeluarkan smirk-ku.

"Nggak!" bantah Denan cepat. "Tolong jangan membuat masalah, Sa. Banyak pelanggan di sini."

"Kak Theresa lebih baik pulang daripada buat ribut di sini."

Tanganku mengepal saat Ayana berani mengusirku. Aku pun melempar tatapan sengit ke arah Denan, "Kalo kamu tau pelanggan banyak, kenapa harus bermesraan sama gadis ingusan ini?!" sarkasku. Pandanganku lalu teralih ke arah Ayana yang sekarang masih tetap memandangku dengan pandangannya yang sok lembut itu.

"Buat lo! Harusnya lo yang pergi dari sini. Ganggu calon suami gue kerja aja!”

Baru saja Ayana akan menjawab, Denan langsung menyahut ucapanku.

"Terserah! Lebih baik kamu pulang. Aku harus melanjutkan pekerjaanku lagi."

Setelahnya lelaki itu pergi ke belakang entah untuk apa.

"Apa lo lihat-lihat?!" sarkasku pada Ayana, gadis itu langsung buru-buru menunduk.

Inilah aku, tipikal wanita yang galak, judes, jutek, lengkap sudah. Tetapi akan berbeda saat sudah berhadapan dengan Denan. Tentu saja agar lelaki itu tertarik dan luluh kepadaku. Walaupun sudah hampir satu tahun lebih belum ada perubahan sih HAHAHA

"Gue ingetin, nggak usah belaga sok polos di depan Denan!"

Ayana langsung kembali mendongak, "Apa maksud Kak Theresa?" tanyanya dengan nada sok polos. Ingin rasanya aku mencabik-cabik mulutnya.

"Cih! Gue tau lo tu bukan gadis polos! Tujuan lo biar apa? Biar Denan luluh gitu sama lo?"

Nah kan, akhirnya si Ayana ini ngeluarin smirk-nya. "Sayangnya, Kak Denan memang memilih aku.”

Jleb.

"Kau…!" Aku menggeram sebal.

Sialan!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki
9.1
Diceraikan saat hamil dan diusir oleh ibu mertua serta putri angkatnya, Sita Hartanto mengira hidupnya hancur. Namun, kebenaran terungkap bahwa Sita adalah putri kandung Keluarga Syailendra yang hilang. Enam kakak laki-lakinya yang berkuasa dan kaya raya siap melindunginya dari segala penindasan. Saat sang mantan suami memohon untuk rujuk kembali, ia harus menghadapi restu dari para kakak Sita yang protektif dalam novel romantis miliarder yang penuh intrik ini.
Sampul Novel Gadis Kecil Milik Tuan Nicholas
9.6
Nicholas Lauther terkejut saat baru menjabat CEO Nexon Games, karena Billi dan Emma menjodohkannya dengan Amora Georgina. Amora, gadis 19 tahun dari keluarga sederhana, baru saja pindah ke kota untuk mengelola restoran steak milik Mark dan Anna. Meski kepribadian mereka bertolak belakang, Nicholas dan Amora terpaksa bersandiwara demi orang tua mereka. Sambil berpura-pura patuh, keduanya diam-diam menyusun rencana matang untuk membatalkan ikatan perjodohan tersebut.
Sampul Novel Mendadak Dinikahi CEO
9.7
Niat Chayana mendatangi pesta pernikahan Ray, CEO di kantornya, hanyalah untuk membuktikan perselingkuhan Damian. Namun, hatinya hancur saat melihat kekasihnya bermesraan dengan wanita hamil. Di tengah kekacauan itu, Ray justru menarik paksa Chayana ke altar untuk menikahinya. Kehidupan Chayana berubah total dalam sekejap setelah ijab kabul selesai. Kini ia terikat dengan suami yang tak pernah ia duga, tanpa menyadari sisi gila yang tersembunyi di balik sosok Ray.
Sampul Novel Menikah dengan CEO Dingin
9.7
Jasmine Mariana harus menghadapi tantangan besar saat menikahi Kevin Prakarsa, CEO dingin yang tampak tidak bergairah. Pernikahan ini terpaksa ia jalani demi melunasi utang ayahnya. Namun, status sebagai istri Kevin justru membawanya ke dalam pusaran masalah baru, mulai dari gangguan mantan istri hingga berbagai peristiwa tak terduga lainnya. Bagi Jasmine, pernikahan ini barulah awal dari perjuangan berat. Mampukah ia bertahan dalam ikatan tanpa kehangatan tersebut?
Sampul Novel Obsesi Sang Pewaris
8.3
Pasca lulus sekolah, Ambar Tri Handayani hanya ingin fokus kuliah dan bekerja. Namun, ancaman keselamatan memaksanya menikahi Diraja Sakala Sudibyo, pengusaha gila kerja di Sudibyo Corporation. Diraja sendiri terpaksa menerima perjodohan ini demi mempertahankan posisinya setelah diancam oleh sang ayah. Meski awalnya hanya sebuah kontrak dingin demi ambisi masing-masing, takdir mulai mengacaukan rencana hidup yang telah mereka susun dengan rapi.
Sampul Novel Penjara Cinta Sang Taipan
9.7
Bening hanya mendambakan kasih sayang orang tua, namun kenyataan pahit justru datang dari ibu kandungnya. Hidupnya hancur saat ia dijual ke tangan germo, hingga terjebak pernikahan kontrak dengan Jaasir Arga Ramiro, sang pewaris tunggal kaya raya. Pernikahan paksa ini mengubah segalanya, terutama saat rahasia besar sang ibu mulai terungkap. Akankah Bening mampu bertahan dalam jeratan takdir dan mengungkap kebenaran yang selama ini sengaja disembunyikan darinya?