Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Nona Arogan

Terjerat Cinta Nona Arogan

Theresa Daniella, CEO sukses berusia 24 tahun, terobsesi mengejar seorang barista yang lebih muda dua tahun darinya. Meski memiliki segalanya, pesona Echa gagal meluluhkan hati pria itu hingga ia harus menelan penolakan pahit. Demi ambisinya, Echa menawarkan kesepakatan finansial untuk pengobatan ibu sang barista sebagai imbalan pernikahan. Pria itu setuju, namun dengan syarat dingin: pernikahan mereka hanya sebatas kontrak formal di atas kertas saja.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tiba-tiba saja Denan kembali datang menghampiriku yang masih mencaci maki Ayana. Bahkan tatapan heran pengunjung lain tak kupedulikan.

“Theresa! Cukup!" tekan Denan dengan nada dingin yang membuatku terdiam detik itu. "Pulang sekarang! Aku menghormati kamu sebagai pelanggan di cafe ini. Tapi aku juga nggak akan diam aja kalau kamu buat keributan di sini,”lanjutnya masih menatapku tajam.

“Tap—”

“Jangan mancing emosiku, Theresa. Apa kamu sengaja biar aku dipecat?”

Masih dengan napas memburu, aku menelan salivaku kasar tak menyangka jika Denan akan memandang diriku seburuk itu. Sungguh, aku tidak bermaksud membuatnya kehilangan pekerjaan.

“Maaf,” cicitku. Demi Tuhan, aku jarang sekali mengucapkan kata maaf sekalipun aku salah. Tetapi entah kenapa jika dengan Denan, kata maaf dari mulutku bisa semurah itu.

“Aku pamit.”

Setelah mengatakan itu, kusentuh sebelah pipi Denan dan mengecupnya pelan. Aku tau Denan pasti kesal, tapi itu bukan pertama kali baginya. Berbeda dengan Ayana yang kaget setengah mati. Walaupun aku kecewa Denan mengusirku, tapi dalam diriku tertawa melihat ekspresi Ayana sekarang.

***

Aku mencengkram erat setir mobilku, kesal dengan perlakuan Denan. Rasanya ingin segera berendam dengan aroma terapi favoritku untuk menenangkan pikiranku. Persetan dengan Denan dan Ayana yang akan kembali bermesraan, Untuk hari ini aku akan mengalah. Namun, baru saja keluar dari mobil, Papa dan Mama sudah menyambutku dengan tatapan mereka yang datar.

"Selesai meeting jam 11 malam?" sindir Papaku, Wira.

Kuembuskan napas kasar. Setiap hari Papa dan Mama selalu mengawasi diriku. Padahal aku bukan lagi remaja, umurku sudah 24 tahun.

"Sampai kapan kamu sibuk kerja dan terus saja keluyuran, Cha? Umur kamu udah masuk 24 tahun." Itu suara Mamaku, Wening namanya.

Aku memutar bola mataku malas, lalu melangkahkan kaki mendekati kedua orang tuaku. "Echa pulang malam begini bukan cuma cari cuan, tapi juga cari jodoh, Pap, Mam."

Papa mengernyitkan keningnya tidak paham. "Cari jodoh di mana malam-malam begini? Di club?"

Aku pun mengambil duduk di samping Papa. Seperti anak kecil yang bermanja pada sang ayah, itulah yang kulakukan. Menggeliat pada dada bidang Papa dan menghirup aroma tubuhnya yang khas. Kulirik lewat ekor mataku, Mama hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah putri semata wayangnya ini.

Beginilah aku, walaupun sifat dan sikapku jutek, judes, cuek, dan arogan, tapi ketika sudah bersama kedua orang tuaku, khususnya Papa, akan berubah 180° menjadi gadis manja.

"Coba ceritakan kepada Papa, apa maksud dari perkataanmu tadi, hm?" tanya Papa seraya mengusap pelan surai sedikit kecoklatan milikku.

Kutegakkan tubuhku, lalu memandang secara bergantian ke arah mereka yang sepertinya sedang menanti jawaban dari bibirku.

"Huftt. Echa itu cari jodoh bukan di club, tapi di cafe," ucapku seraya tersenyum malu membayangkan wajah tampan Denan. "Bahkan sebentar lagi kita akan menikah," lanjutku penuh percaya diri, walaupun di dalam hatiku ada banyak sekali keraguan.

Kalian tahu bagaimana reaksi Mama dan Papa? Mulut mereka terbuka seperti tidak percaya dengan ucapanku.

HAHAHAHA

Tawa Papa menghiasi seisi ruangan, disusul oleh tawa Mama. Sebal. Padahal aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku. Memang yang mereka tahu, aku tidak dekat dengan siapapun, bahkan untuk berdekatan dengan pria saja enggan.

"Saking capeknya kamu sampai halu gitu?" sindir Mama masih disertai tawanya.

"Aku nggak halu!" bantahku cepat.

"Sejak kapan kamu senang main ke cafe?" timpal Papa.

"Ya sejak Echa ketemu sama si ganteng," jawabku sambil tersipu malu.

Entah karena melihat rona merah di pipiku atau apa, tiba-tiba saja tawa Papa mereda dan langsung menatap serius ke arahku. "Kamu nggak ngarang, Cha?" tanyanya.

Aku mengangguk cepat, "Aku udah bilang Pap, aku udah ada calon suami. Jadi, Papa sama Mama nggak perlu repot-repot jodohin Echa sama orang nggak jelas itu.”

Ya, sebenarnya tujuan lain aku mengejar Denan adalah agar orang tuaku tidak kekeh untuk menjodohkanku dengan teman semasa SMA-ku dulu. Sebenarnya pria yang akan dijodohkan denganku itu tampan dan mapan, tetapi ingatanku tidak akan lupa jika semasa sekolah dulu, pria itu adalah playboy cap kadal. Bahkan jumlah mantannya tidak bisa dihitung dengan jari. Demi Tuhan, aku tidak bisa hidup bersama pria yang tidak pernah puas hanya dengan satu wanita.

Kevin Prabaswara. Bisa dibilang lelaki itu berasal dari keluarga yang terpandang bahkan keturunan darah biru. Ayahnya adalah seorang pebisnis sukses. Ya kalian pasti bisa menebak sendiri kan apa alasan Papaku ingin melakukan perjodohan ini? Yap, pernikahan bisnis. Baru membayangkan wajah Kevin yang selalu mengedipkan matanya saat bertemu denganku saja membuat bulu kudukku berdiri.

Papa mengubah posisi tubuhnya agar lebih jelas menatap wajahku, matanya seperti sedang mencari kebohongan di mataku.

"Kamu nggak niat bohongin Papa sama Mama kan?" tuduh Papa. Bukan tanpa alasan, karena dulu aku pernah membawa seorang pria yang umurnya bisa dibilang cukup dewasa ke rumah. Namun, karena keteledoranku akhirnya rencana itu berantakan.

Ya bagaimana lagi, aku terpaksa karena saat itu Denan belum juga menerima ajakanku untuk menikah, sedangkan Papa terus saja mendesakku. Jelas saja desakan itu membuatku uring-uringan, hingga munculah ide gila itu.

"Enggak!" bantahku. Walaupun sebenarnya aku pun tahu bahwa Denan pasti akan menolak lagi.

"Mama nggak yakin," sahut Mama. "Ini pasti akal-akalan kamu kan?"

"Ya, Papa setuju dengan Mamamu. Pasti ini akal-akalan kamu lagi Echa. Lagian apa susahnya menerima Kevin."

Apa tadi? Apa susahnya menerima Kevin? Jelas susah! Aku tidak yakin jika menikah dengan pria itu, rumah tangga kami akan harmonis.

"NOO!" teriakku. Hingga mereka sontak menutup kedua telinga.

"Aku tetap nggak akan mau dijodohin sama si playboy! Papa Mama emang mau kalo nanti pernikahan anak semata wayang kalian cuma bertahan seumur jagung?!”

"Hush! Ngomong apa sih kamu? Dijalanin aja juga belum, udah mikir cerai aja," ujar Papa seraya memijat pelan pelipisnya. "Dilihat dari background keluarganya, Kevin itu pasti anak baik-baik, Cha. Papa yakin kamu bakal bahagia sama dia.”

Bahagia?

Tukang selingkuh dan tukang mempermainkan perasaan wanita itu tabiat, susah diubah. Aku yakin jika Kevin belum berubah. Bukan persoalan itu saja yang membuatku enggan menikah dengan Kevin, tetapi dulu Kevin pernah hampir melecehkan teman sekelasku. Memang dasar kadal jantan!

Aku memberengut kesal dan melemparkan tatapan sinis kepada kedua orang tuaku. "Echa punya pilihan sendiri, satu hal yang harus Papa dan Mama tahu, kalo si Kevin itu nggak sebaik yang kalian pikir.”

Papa mengembuskan napas lelah menghadapi sifat keras kepalaku, "Sekarang kamu maunya gimana?”

"Echa udang bilang, kalo udah ada calon.”

"Ya sudah. Kalo memang kamu udah punya calon, hari Minggu besok bawa ke hadapan Papa dan Mama."

Deg.

Mampus!

Gimana ini?

"Hah?" Aku mematung sekarang.

"Bagaimana siap?" tanya Papa dengan nada menantang.

'Aduh, gimana kalo Denan nolak? Gue nggak mau dijodohin,' batinku bergidik ngeri.

"Gimana sayang? Kamu bisa 'kan memenuhi permintaan Papa kamu?" timpal Mama yang sedari tadi hanya diam. Astaga, kenapa Mama juga sekarang ada dipihak Papa?

"K-kok cepet banget sih Pap? Lagian baru jalin hubungan beberapa bulan, masa udah aku bawa ke rumah aja sih?"

"Lebih cepat lebih baik, Echa."

"Kasih waktu 1 bulan," negoku.

Papa dan Mama mengernyitkan kening bersamaan.

"Itu terlalu lama," ucap Papa. "Dua minggu. Itu waktu yang Papa kasih untuk membawa calon suami kamu ke rumah. Jika lebih dari itu kamu harus menikah sama Kevin," final Papaku.

Jika kalian bertanya dari mana sifat keras kepalaku berasal? Sudah pasti dari Papaku. Jika Papa sudah mengambil keputusan, rasanya sulit sekali untuk diubah. Kecuali Mama yang membujuknya. Tapi sekarang untuk meminta bantuan ke Mama juga sudah tidak mungkin, karena Mama juga ikut mendesakku.

Huftt.

Ah, sial! Keadaan selalu saja memojokkanku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki
9.1
Diceraikan saat hamil dan diusir oleh ibu mertua serta putri angkatnya, Sita Hartanto mengira hidupnya hancur. Namun, kebenaran terungkap bahwa Sita adalah putri kandung Keluarga Syailendra yang hilang. Enam kakak laki-lakinya yang berkuasa dan kaya raya siap melindunginya dari segala penindasan. Saat sang mantan suami memohon untuk rujuk kembali, ia harus menghadapi restu dari para kakak Sita yang protektif dalam novel romantis miliarder yang penuh intrik ini.
Sampul Novel Gadis Kecil Milik Tuan Nicholas
9.6
Nicholas Lauther terkejut saat baru menjabat CEO Nexon Games, karena Billi dan Emma menjodohkannya dengan Amora Georgina. Amora, gadis 19 tahun dari keluarga sederhana, baru saja pindah ke kota untuk mengelola restoran steak milik Mark dan Anna. Meski kepribadian mereka bertolak belakang, Nicholas dan Amora terpaksa bersandiwara demi orang tua mereka. Sambil berpura-pura patuh, keduanya diam-diam menyusun rencana matang untuk membatalkan ikatan perjodohan tersebut.
Sampul Novel Mendadak Dinikahi CEO
9.7
Niat Chayana mendatangi pesta pernikahan Ray, CEO di kantornya, hanyalah untuk membuktikan perselingkuhan Damian. Namun, hatinya hancur saat melihat kekasihnya bermesraan dengan wanita hamil. Di tengah kekacauan itu, Ray justru menarik paksa Chayana ke altar untuk menikahinya. Kehidupan Chayana berubah total dalam sekejap setelah ijab kabul selesai. Kini ia terikat dengan suami yang tak pernah ia duga, tanpa menyadari sisi gila yang tersembunyi di balik sosok Ray.
Sampul Novel Menikah dengan CEO Dingin
9.7
Jasmine Mariana harus menghadapi tantangan besar saat menikahi Kevin Prakarsa, CEO dingin yang tampak tidak bergairah. Pernikahan ini terpaksa ia jalani demi melunasi utang ayahnya. Namun, status sebagai istri Kevin justru membawanya ke dalam pusaran masalah baru, mulai dari gangguan mantan istri hingga berbagai peristiwa tak terduga lainnya. Bagi Jasmine, pernikahan ini barulah awal dari perjuangan berat. Mampukah ia bertahan dalam ikatan tanpa kehangatan tersebut?
Sampul Novel Obsesi Sang Pewaris
8.3
Pasca lulus sekolah, Ambar Tri Handayani hanya ingin fokus kuliah dan bekerja. Namun, ancaman keselamatan memaksanya menikahi Diraja Sakala Sudibyo, pengusaha gila kerja di Sudibyo Corporation. Diraja sendiri terpaksa menerima perjodohan ini demi mempertahankan posisinya setelah diancam oleh sang ayah. Meski awalnya hanya sebuah kontrak dingin demi ambisi masing-masing, takdir mulai mengacaukan rencana hidup yang telah mereka susun dengan rapi.
Sampul Novel Penjara Cinta Sang Taipan
9.7
Bening hanya mendambakan kasih sayang orang tua, namun kenyataan pahit justru datang dari ibu kandungnya. Hidupnya hancur saat ia dijual ke tangan germo, hingga terjebak pernikahan kontrak dengan Jaasir Arga Ramiro, sang pewaris tunggal kaya raya. Pernikahan paksa ini mengubah segalanya, terutama saat rahasia besar sang ibu mulai terungkap. Akankah Bening mampu bertahan dalam jeratan takdir dan mengungkap kebenaran yang selama ini sengaja disembunyikan darinya?