Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Cinta, CEO Arogan

Terjebak Cinta, CEO Arogan

Nasib malang menimpa Zee saat ia mencoba kabur dari pria hidung belang pilihan pamannya. Ia justru terjebak cinta satu malam dengan Nevan Aditama, CEO dingin yang mengiranya sebagai mata-mata musuh. Nevan memerintahkan pengejaran Zee hingga ia terpaksa melarikan diri. Tak disangka, takdir mempertemukan mereka kembali saat Zee bekerja sebagai asisten pribadi Nevan. Kini, Zee harus bersandiwara demi menutupi identitasnya di hadapan sang miliarder yang kejam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Zee berjalan terseok-seok menyusuri koridor hotel. Ia berusaha melangkah secepat mungkin. Namun, kepalanya semakin terasa berat, tubuh Zee terasa terbakar dan kakinya sangat berat untuk digerakkan. Sayangnya, Zee tak boleh menyerah walau sedetik saja. Harga diri dan martabatnya sebagai perempuan sedang dalam taruhan. Sesekali ia menoleh ke belakang. 

"Hei, berhenti! Dasar wanita jalang! Aku sudah membayarmu mahal!" teriak seorang lelaki yang sedang mengejarnya. Dengan wajah ketakutan Zee berusaha melawan kondisi tubuhnya yang semakin aneh agar tidak tertangkap lelaki itu. Ia melanjutkan usahanya untuk bergerak dengan cepat. Sayangnya, badannya tak berpihak kepadanya sekarang. Ia merasa kian lemas, tapi bergelora.

Zee memutuskan untuk berbelok dan berharap Tuhan akan segera memberikan pertolongan. Mata Zee pun menatap penuh harap pada sebuah troli makanan lengkap dengan hidangan serta kain putih yang menjuntai menutupinya. Sementara tak jauh dari benda itu terlihat seorang pelayan sedang menerima panggilan. Tanpa pikir panjang Zee segera masuk ke dalam troli itu. 

"Baik, Pak. Semua pesanan anda sudah siap saya antarkan," ujar lelaki itu pada seseorang di seberang sana.

"Bagus. Cepat kesini dan jangan bikin Bos saya menunggu!"

"Siap, Pak. Saya datang segera." Tut. Sambungan terputus. Lelaki berpakaian khas pelayan hotel itu segera memasukkan ponselnya sebelum mendorong troli makanan  kembali. Baru saja berbelok tiba-tiba ia berpapasan dengan seorang pria paruh baya.

"Maaf, Pak!" ujar si pelayan saat mereka tak sengaja bertabrakan. Lelaki itu terlihat tak fokus pada si pelayan. Ia terus saja celingukan ke kiri dan kanan seakan sedang mencari seseorang. Hingga akhirnya pandangan lelaki itu beralih pada troli yang ada di depannya. Tangan lelaki itu pun terjulur ke arah troli. "Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya si pelayan yang membuat gerakan si lelaki terhenti.

"Oh, tidak. Tidak. Silahkan!" balas lelaki gempal itu lalu memberi jalan pada pelayan itu. 

"Terima kasih, Pak. Selamat malam."

"Selamat malam," sahut lelaki itu tanpa melepas pandangannya pada troli tadi yang didorong menjauh. 

****

"Pesanan anda hampir tiba, Pak," kata seorang lelaki berjas hitam pada seorang lelaki lain yang baru saja keluar dari kamar mandi. Tubuh atletis lelaki kedua yang hanya mengenakan lilitan handuk di pinggang dan masih menyisakan titik-titik air, membuatnya terlihat semakin seksi. Sambil mengusap rambut basahnya dengan handuk si lelaki kedua duduk di pinggir kasur ukuran king size di tengah room.

"Loe udah pastikan pesanan gue nggak salah seperti kemarin?" balasnya dengan nada ragu.

"Iya, Pak. Kali ini saya sudah mencobanya sendiri," jawab lelaki berjas itu. Sebagai asisten ia sudah sangat hafal perangai Tuan Muda Nevandra Aditama itu. Dia yang lahir dan besar dari kalangan miliarder. Sudah terbiasa hidup dengan standar yang melebihi orang-orang biasa. Bahkan, hanya sekedar untuk makan saja ia harus memastikan bahan dan bumbu yang digunakan menggunakan takaran tertentu. Sesuai dengan kebutuhan gizi yang dipertimbangkan oleh Dokter keluarga Aditama.

"Oke. Kalau begitu setelah makanan itu masuk loe boleh pergi," timpal Nevan datar. Sembari menggerakkan jarinya di layar iPadnya. 

"Ehms…. Bagaimana dengan pengajuan resign saya, Pak?" Nevan mengalihkan perhatiannya saat mendengar pertanyaan lirih dari orang kepercayaannya itu.

"Loe masih mikirin hal itu?"

"Saya… saya sudah dua tahun lebih melayani anda selama dua puluh empat jam, Pak. Jadi, izinkan saya untuk merajut masa depan saya sendiri," timpalnya tegas.

"Baiklah, Irwan. Tunggu gue mendapatkan pengganti loe yang cocok. Setelah itu loe boleh resign." Kalimat dingin itu disambut dengan senyum bahagia Irwan.

"Terima kasih, Pak. Terima kasih." Irwan tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia sudah lama menantikan jawaban itu. Sebab, ia tak bisa menikahi kekasihnya jika ia harus terus bekerja dengan si bayi besar ini. Sekarang tabungannya sudah lebih dari cukup untuk menikah serta membuka bisnis baru dengan sang calon istri.

Ting. Tong. Ting. Tong.

Bel pintu memecah perhatian keduanya.

"Tunggu sebentar, Pak!" kata Irwan riang. Ia bergegas menuju pintu.

"Selamat malam, Pak! Ini hidangan yang sudah anda pesan," ujar si pelayan saat pintu ruangan itu dibuka Irwan.

"Iya. Terima kasih. Ini tip untukmu. Biar saya yang membawanya masuk." Irwan menyerahkan selembar uang seratus ribuan. Lalu mengambil alih troli itu.

"Baik, Pak. Terima kasih." Si pelayan pun segera pergi. Irwan hanya tersenyum sekilas sambil melihatnya berlalu. Kemudian ia segera mendorong troli itu masuk ke kamar Bosnya.

'Ish. Kenapa troli ini terasa lebih berat dari biasanya,' pikir Irwan.

Selain makanan, Nevan juga sangat anti bertemu orang asing. Keluarganya yang merupakan orang terkaya di Indonesia. Selalu membatasi pergaulan Nevan untuk menjaga kehormatan keluarga serta keselamatan Nevan sendiri. Untuk itu, selain orang-orang terdekat Nevan. Mereka harus mengatur jadwal serta melewati berbagai ujian untuk bisa bertemu sang ahli waris perusahaan Adiguna Perkasa Group itu.

"Ini makanan anda, Pak!"

"Biarkan saja disana! Pekerjaan gue hampir selesai." Nevan membalas tanpa mengalihkan perhatiannya sedikitpun.

"Baik, Pak! Kalau begitu saya permisi dulu. Jika anda butuh apa-apa segera telepon saya," pesan Irwan yang tak digubris oleh Nevan.

Setelah kepergian Irwan ruangan itu kembali hening. Tak terdengar suara apapun lagi. Kecuali suara papan ketik layar iPad Nevan yang sangat halus.

Grek! Grek!

Pandangan mata Nevan langsung teralihkan. Ketika mendengar suara asing di sekitarnya. Ia berusaha mencari suara apa itu. Tetapi, tak ada yang aneh di sana. Nevan berpikir hanya berhalusinasi. Sehingga ia memutuskan untuk kembali fokus pada percakapannya dengan seorang rekan bisnisnya di luar negeri.

Grek! Grek! Grekkk!!!

Kali ini Nevan tak salah dengar lagi. Sebab, suaranya semakin terdengar jelas. Netra coklat mudanya pun menangkap getaran dari troli yang ada di depan sana. Ia mengerutkan kening dengan mata yang semakin dipertajam ke arah benda mati itu. Dengan hati berdebar kencang karena mulai merasa ketakutan. Ia perlahan mendekat. Tangannya terjulur untuk meraih kain penutup troli itu. Hingga saat kain itu dibuka….

"Haaa!!" Nevan berteriak histeris seraya terjungkal ke belakang. Tatkala melihat sosok wanita cantik dengan pakaian seksi ada di dalamnya.

"Hai, tampan!" ujar wanita yang tampak sudah kehilangan kesadarannya itu.

"Si… siapa loe?" tanya Nevan terbata. Namun, bukannya menjawab gadis itu malah fokus menatap tubuh Nevan yang belum berpakaian. Ia berjalan mendekat tanpa mengalihkan pandangannya. "Ap… apa yang–" Kalimat Nevan tercekal oleh bibir ranum gadis itu yang sudah menguasainya.

****

Pagi itu secercah cahaya menembus netra Zee yang masih tertutup rapat. Ia pun menguap lebar sambil bangkit dari tidurnya. Akan tetapi, mendadak gerakan Zee tertahan oleh sesuatu yang melingkar di pinggangnya. Gadis itu reflek menoleh. Alangkah terkejutnya ia melihat sosok lelaki tampan berhidung mancung dengan rahang tegas masih pulas dalam tidurnya.

"OMG. Apa yang sudah gue lakuin semalam?" tanya pada dirinya sendiri. Ia berusaha mengumpulkan ingatannya kembali. Hingga terbesit di pikirannya tentang kejadian yang sudah ia lakukan semalam. Mulai dari ia dicekoki obat perangsang oleh pamannya sebelum menjual gadis itu pada seorang pria hidung belang. Sampai pergulatan penuh gairah dengan lelaki tampan di hadapannya. "Oh Tuhan apa yang sudah gue lakukan semalam? Nggak. Nggak. Gue harus segera pergi dari sini sebelum dia bangun." 

Pelan-pelan Zee menyingkirkan tangan kekar lelaki itu di pinggangnya. Lalu ia turun dari tempat tidur itu tanpa menimbulkan suara. Sebelum pergi tak lupa Zee menggunakan pakaiannya lagi. 

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayarlah Kesalahan Ayahmu Dengan Hidupmu
8.0
Alona terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan Ferdinand Craig, seorang konglomerat yang dipenuhi amarah. Ferdinand menikahinya demi membalas dendam atas kematian ayahnya. Tragedi itu bermula saat ayah Alona, seorang dokter, melakukan kesalahan fatal dalam operasi kanker darah ayah Ferdinand. Kini, Alona harus menanggung dosa orang tuanya di bawah bayang-bayang kebencian sang suami. Akankah Alona mampu bertahan menghadapi kekejaman Ferdinand dalam rumah tangga mereka?
Sampul Novel Cinta Bisa Tumbuh Lagi
7.8
Tepat sebelum pernikahan, penglihatan wanita ini pulih setelah sebelumnya buta demi menyelamatkan Doni. Namun, kebahagiaan itu sirna saat ia menyaksikan tunangannya bermesraan dengan adik sepupunya sendiri di ruang tamu. Sadar telah dikhianati selama setengah tahun terakhir, ia menyembunyikan fakta bahwa matanya telah sembuh. Dengan tekad bulat, ia menghubungi ibunya untuk membatalkan pernikahan dengan Doni dan memilih menikahi pria vegetatif dari Keluarga Barata yang kaya raya.
Sampul Novel HASRAT TERLARANG GIGOLO
8.1
Demi menghidupi tiga adik dan ibu yang sakit jiwa, Bagaskara nekad menjadi pria sewaan di usia 20 tahun. Pemuda ini terjebak dalam tawaran fantastis Arta Syakila, wanita kaya berumur 27 tahun yang bersedia membayar 500 juta hanya untuk satu malam. Meski Arta memiliki segalanya, alasan di balik keputusannya menyewa gigolo tetap misterius. Akankah Bagas bisa kembali hidup tenang, atau justru terjerat selamanya dalam rahasia kelam kehidupan sang miliarder?
Sampul Novel Menikah Akibat Salah Culik
7.8
Kirana, pengemudi ojek daring, terdesak biaya operasi ayahnya hingga diculik oleh miliarder Rasta Emilio yang salah sasaran. Rasta mengira Kirana adalah musuhnya, Chloe, hingga melakukan tindakan keji yang berujung luka fisik. Meski salah paham terungkap, penderitaan Kirana berlanjut saat ia difitnah di rumah bordil tempatnya bekerja demi melunasi utang. Rasta kembali hadir menyelamatkannya, namun justru terjebak nafsu hingga Kirana hamil dan menyimpan dendam mendalam.
Sampul Novel Pembalasan Carly Hamilton
8.5
Carly Hamilton, seorang mantan penjaga bar yang hidup dalam kemiskinan, terjebak dalam pernikahan paksa dengan wanita dari keluarga konglomerat. Setiap hari, ia harus menelan hinaan dan cacian menyakitkan dari orang-orang di sekitarnya. Berbagai ujian berat terus menghantam hidupnya hingga sebuah titik balik besar terjadi. Saat keberuntungan berpihak padanya, Carly bangkit untuk membalas dendam dan membuat mereka yang merendahkannya berlutut memohon ampun.
Sampul Novel Pengorbanan Dibalas Pengkhianatan
8.9
Sepuluh tahun setelah mengorbankan penglihatannya demi menyelamatkan Marcus, wanita ini harus menghadapi kenyataan pahit. Marcus membawa wanita simpanannya tinggal di vila yang sama. Setiap malam, sang suami bersandiwara menemaninya tidur sebelum beralih ke pelukan selingkuhannya. Bahkan, anak kandungnya sendiri diam-diam memanggil wanita lain itu dengan sebutan "Mama". Namun, mereka tidak menyadari bahwa kebutaannya telah sembuh, dan kini ia tengah menyusun rencana matang untuk pergi selamanya.