Sampul Novel Menikah Akibat Salah Culik

Menikah Akibat Salah Culik

7.8 / 10.0
Dalam Menikah Akibat Salah Culik, nasib Kirana berubah tragis saat diculik billionaire Rasta Emilio karena salah sasaran. Terjebak hutang dan dendam, driver ojol ini harus menghadapi konsekuensi tak terduga. Baca web novel genre romance novel ini untuk mengikuti kisah perjuangan dan rahasianya.
Ringkasan Menikah Akibat Salah Culik
Kirana, pengemudi ojek daring, terdesak biaya operasi ayahnya hingga diculik oleh miliarder Rasta Emilio yang salah sasaran. Rasta mengira Kirana adalah musuhnya, Chloe, hingga melakukan tindakan keji yang berujung luka fisik. Meski salah paham terungkap, penderitaan Kirana berlanjut saat ia difitnah di rumah bordil tempatnya bekerja demi melunasi utang. Rasta kembali hadir menyelamatkannya, namun justru terjebak nafsu hingga Kirana hamil dan menyimpan dendam mendalam.
Baca Selengkapnya

Menikah Akibat Salah Culik Bab 1

Kirana driver ojol yang cantik menghentikan motornya di depan rumah, setelah itu dibiarkan dua penumpangnya turun dari motor tersebut. Dia telah mengantar penumpangnya dengan selamat hingga ke tujuan.

Gadis ini menekuni jasa kendaraan online hampir dua tahun, semua demi menopang hidupnya dan Malin sang ayah yang menderita radang otak sejak lima tahun silam akibat mempertahankan toko sembako milik Babah Suk tempat ayahnya bekerja selama ini.

Dia pun memutuskan berhenti kuliah, menjual rumah mereka di Payakumbuh, lantas ke Jakarta untuk membawa sang ayah berobat di rumah sakit khusus menangani masalah syaraf otak.

Uang hasil menjual rumah untuk mengontrak rumah sangat sederhana di gang sempit di kawasan Condet, membangun usaha kecil di rumah dengan berjualan nasi uduk. Hasil dari berjualan dikumpulkan untuk membeli motor second, lantas melamar menjadi driver ojol di Jakjol Company.

Dia melakukan semua ini tiada mengeluh karena menyadari perjuangan sang ayah sangat besar selama ini untuk mereka berdua. Dulu sang ayah adalah Sutradara dan pengusaha sukses. Namun kena tipu rekannya sendiri sehingga seluruh harta habis. Linda sang ibu tidak tahan, lantas kabur dengan membawa saudari kembarnya yang bernama Karina. Sejak itu dia hanya tinggal bersama sang ayah.

“Terima kasih, bu.” Terdengar suaranya mengucapkan terima kasih setelah menerima pembayaran dari sang penumpang, dihitung sejenak uang yang diterimanya, lantas segera merogoh tas slempangnya bermaksud hendak mengambil uang kembalian.

“Tidak usah dikembalikan, Mbak Rana.” Si penumpang yang adalah ibu paruh baya menghentikan apa yang Kirana lakukan, “Itu ekstra untuk mbak Rana.”imbuhnya saat sang gadis memandangnya dengan heran.

“Tapi bu, ekstranya banyak sekali.” Kirana memperlihatkan sehelai uang 100 ribu yang diberikan si ibu tersebut.

“Tidak mengapa, mbak.” Kekeh sang ibu, “Diterima ya mbak, meski sedikit.” Imbuhnya tulus.

Ibu ini salah satu yang berlangganan ojol ke Kirana, sesekali suka melebihkan uang pembayaran karena menyukai kepribadian gadis itu yang sederhana dan pantang menyerah dalam kehidupan yang keras di Jakarta.

Di JakJol Company, bisa meminta driver yang ingin mengantarkan penumpang ke tempat tujuan. Kirana salah satu driver favorit penumpang, karena kepribadian si gadis yang baik tersebut.

Lantas cucu si ibu memberikan satu kantung plastik berisi sekotak makanan ke Kirana.

“Tante Rana.” Ditegur si gadis, “Ini untuk kakek Malin dari Ikke ya.” Ujarnya.

Si ibu dan cucunya sering mengobrol sama Kirana, sehingga tahu gadis ini tinggal sama sang ayah saja yang butuh berobat rutin ke rumah sakit. Ketulusan si gadis menopang kehidupan si ayah menyentuh, sehingga bukan saja suka melebihkan uang pembayaran, suka memberi makanan atau pakaian.

“Ya Tuhanku,” ucap Kirana terharu, “Ikke ama nenek jadi repot terus ini.” Ujarnya tidak enak hati.

“Haiyah mbak Rana ngga usah segan.” Kekeh si ibu tulus, “Diterima ya mbak, karena tadi Ikke khusus minta saya belikan ayam kremes untuk pak Malin dan mbak.” Imbuhnya memberitahu kalau si cucu memang minta dibelikan makanan tersebut untuk Malin dan Kirana.

“Iya bu.” Kirana terpaksa menerima, “Terima kasih, bu.” Dia mengucapkan terima kasih, “Terima kasih Ikke.” Diucap juga terima kasih ke Ikke sambil mengusap sayang kepala bocah berusia 5 tahun ini.

Setelah itu sang gadis pamit karena harus segera ke rumah sakit tempat Malin dirawat saat ini. Dia sedikit memacu lebih cepat laju motornya di jalan raya Ibukota ini. Tidak terasa dia pun sampai di rumah sakit, bergegas memarkir motornya di parkiran basement, lantas segera masuk ke gedung rumah sakit menuju lantai 5 ruang rawat inap ICU.

Malin dirawat di sana sudah tiga hari karena jatuh pingsan di kamar mandi akibat merasa sakit luar biasa di kepalanya.

“Siang, suster Ani.” Disapa ramah suster Ani yang mendapat giliran menjaga ICU saat ini.

“Siang mbak Rana.” Sahut si suster ramah, “Mbak ditunggu dokter Kansil sedari pagi loh.”

Kirana terdiam mendengar ini, karena saat Malin diputuskan dirawat di ICU, dokter Kansil yang selama ini menangani penyakit sang ayah sudah mengatakan si ayah segera melakukan operasi, karena ada yang tidak beres di syaraf akibat jatuh di kamar mandi. Dia belum memutuskan setuju sebab masih belum tahu berapa jumlah biaya operasi.

Suster Ani melihat ini menjadi iba karena tahu sang gadis mengalami kesulitan keuangan, lantas hingga saat ini belum juga mendapatkan kartu berobat gratis dari pemerintah, entah apa alasan dari pengurus rukum warga sampai si gadis tidak direkomendasikan untuk mendapat kartu tersebut.

“Saya temui ayah dulu, sus.” Terdengar suara Kirana memutuskan menunda menemui dokter Kansil, “Terima kasih sudah menyampaikan pesan dokter Kansil ke saya.” Dia juga mengucapkan terima kasih ke suster Ani, lantas mengambil sehelai seragam pengunjung ICU dari lemari di depan desk suster jaga.

Dikenakan segera, lantas bergegas masuk ke dalam ruang dalam ICU, di dekati Malin yang terbaring lemah di mana terpasang alat elektroda di beberapa bagian kening dan kepala, serta di dada. Di hidung sang ayah terpasang selang nasal untuk membantu pernapasannya.

“Ayah.” Dia pasang senyum cerah menyapa ayahandanya yang tersenyum melihat kedatangannya. “Maafin Rana ya, tidak bisa selalu disisi ayah.” Ujarnya sambil duduk di kursi pengunjung menghadap sang ayah, tentengannya di taruh ke meja.

“Tidak mengapa, Rana.” Sahut si ayah dengan suara pelan, “Ayah malah merasa bersalah ke kamu. Karena kejadian itu, ayah menjadi seperti ini sampai sekarang. Membuatmu terbeban berat.”

“Ayah, Rana ikhlas melakukan semua ini, karena selama ini ayah pun ikhlas membesarkan Rana.” Si gadis meraih tangan kanan ayahnya ini, digenggam lembut, “Ayah yang penting tetap semangat untuk pulih, jadi Rana bersemangat pula bekerja untuk kita berdua.”

Si ayah tersenyum haru mendengar ini,

“Terima kasih, Rana.”

Kirana hendak memberi jawaban, tapi terdengar suara deheman seorang pria dari arah belakangnya.

“Ehm!”

Si gadis menghela napas pelan tahu siapa pria tersebut yang adalah dokter Kansil. Dia menduga suster Ani menghubungi dokter tersebut yang ruangannya berada di sebelah ruang ICU ini, memberitahu kedatangannya. Sebenarnya tidak masalah karena hubungan dia dengan sang dokter sangat baik.

Yang menjadi masalah dia mengalami kesulitan keuangan. Hasil kerjanya sebagai driver ojol hanya mencukupi biaya hidup sehari-hari dan obat rutin ayahnya. Bahkan seringkali untuk mencicil pinjaman yang dipinjam untuk berobat sang ayah.

“Rana.” Terdengar suara si dokter ganteng menegur Kirana. Dokter ini masih lajang, ada tersentuh hati ke si gadis, tapi menyadari sang gadis tidak menaruh hati ke dia. “Bisa kita bicara sebentar di ruangan saya?”

Kirana pelan kembali menghela napas, lantas bicara ke Malin.

“Ayah, Rana tinggal sebentar ya.” Dia berpamitan ke sang ayah.

Ayahandanya menganggukan kepala, sudah tahu mengapa dokter Kansil menemuinya. Pasti mengenai kondisi pria ini yang harus segera melakukan operasi.

+++

Kirana terhenyak saat membaca beberapa dokumen persyaratan untuk ayahnya bisa di operasi. Setelah bicara dengan dokter Kansil, dia segera ke administrasi rumah sakit untuk mengetahui persyaratan pasien melakukan operasi yang sudah tentu tercantum pula rincian biaya operasi dan lainnya.

“Mbak Rana.” Terdengar suara Ningrum petugas administrasi yang melayani si gadis.

“Emm,” Kirana terglegap, “Mbak, apa bisa semua biaya ini dicicil?” ditanya apakah seluruh biaya tersebut bisa dibayar dengan mengangsur.

“Jika di angsur, maka mbak membayar DP dulu sebesar 5 juta.” Sahut Ningrum dengan suara ramah di mana memandang iba sang gadis. “Lantas baru di angsur sebanyak 3x.”

“3x, mbak?!” Kirana terperanjat mendengar ini,”Apa mengangsurnya bulanan?”

“Tidak mbak, perminggu saja.”

Sang gadis kembali terhenyak mendengar ini. Uang sebesar 5 juta mungkin bisa dia usahakan. Tapi untuk mengangsur 10 juta selama 3 minggu berturut-turut, dari mana dia mengusahakannya?

“Baik mbak, saya paham.” Terdengar suara gadis itu disertai helaan napasnya, lantas beranjak pergi meninggalkan loket administrasi.

Sebenarnya dokter Kansil sudah menawarkan akan membiayai seutuhnya operasi tersebut, tapi sayangnya si dokter meminta Kirana berkenan menikah dengannya. Si gadis tidak mau karena punya harga diri tinggi. Dia tidak mau menikah hanya untuk memenuhi persyaratan pemberian bantuan.

Kirana segera mengambil motornya ke parkiran sambil terus memikirkan kemana harus meminjam uang sebesar 35 juta tersebut. Akhirnya dia memutuskan menemui Suman direktur Jakjol Company. Berharap bisa kembali mendapat pinjaman untuk biaya operasi dan berobat Malin.

+++

Di dalam ruangan direktur Jakjol Company, tampak Kirana terlihat nelangsa karena Suman menolak pengajuan pinjamannya.

“Maaf Rana,” desau Suman memandang si gadis, “Kali ini saya tidak bisa membantumu karena pinjamanmu yang terdahulu belum kamu kembalikan sebesar 20 juta.” Ujarnya mengemukan mengapa menolak pengajuan pinjaman sang gadis.

Kirana pelan menghela napas menyadari kesalahannya yang belum mengembalikan pinjaman tersebut ke Jakjol Company akibat kebutuhan berobat Malin bertambah tinggi.

Suman kemudian mengeluarkan sebuah map berisi dokumen, diletakan ke meja tepat menghadap si gadis,

“Rana.” Terdengar lagi suaranya, “Mohon maaf mulai hari ini saya memberhentikan kamu dari Jakjol Company.”

Kirana terhenyak kaget mendengar ini, menatap Suman tidak percaya.

“Sebenarnya kerja kamu bagus,” masih terdengar suara sang direktur, “Tapi akhir-akhir ini setoran dari kamu berkurang, mungkin karena kamu lebih banyak mengurus ayahmu, sehingga tidak mengambil orderan dari kantor ini.”

Si gadis menghela napas pelan menyadari di Jakjol Company memang semua driver diberikan kewajiban harus menyetor sekian rupiah setiap hari dari fee yang diberikan penumpang. Dalam sehari pun driver diwajibkan minimal mengambil order pesanan sebanyak 20 orang.

Dia akibat mengurus Malin yang sebelumnya juga dirawat di ICU karena patah tulang pinggang akibat terjatuh pingsan gegara serangan sakit di kepala menjadi tidak memenuhi aturan tersebut.

Suman menghela napas pelan, lantas mengeluarkan satu amplop berwarna coklat, diberikan ke Kirana,

“Ini sedikit pesangon dari perusahaan untuk kamu.” Ujarnya memberitahu apa yang terdapat di dalam amplop tersebut.

Kirana menerima ini dengan wajah pilu karena sumber penghasilannya ditutup dengan diberhentikan dari perusahaan. Bagaimana bisa dia mendapatkan sumber penghasilan dengan cepat? Bagaimana pula dia mengatasi masalah pembiayaan berobat Malin?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Menikah Akibat Salah Culik

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gara-Gara Cinta Satu Malam
8.0
Dikhianati sang kekasih membuat Ellena Cameron nekat menyerahkan kesuciannya pada pria asing demi membalas dendam pada takdir. Namun, saat ia ingin melupakan malam itu, pria tersebut justru muncul kembali dan menjungkirbalikkan dunianya. William Asahavey Hamilton, konglomerat yang jenuh dipaksa menikah oleh kakeknya, terpikat oleh keberanian Ellena yang dianggapnya unik. Meski terbiasa dikelilingi wanita, eksistensi gadis mungil itu kini menjadi pusat perhatiannya.
Sampul Novel Hati Suamiku Milik Sepupuku
8.5
Kirana telah mengerahkan segala upaya demi memenangkan cinta Revan dalam pernikahan perjodohan mereka. Namun, harapannya hancur saat mengetahui bahwa suaminya mencintai wanita lain, yaitu sepupunya sendiri, Sekar. Pengkhianatan menyakitkan ini terungkap secara langsung, membuat rumah tangga mereka yang dingin kian runtuh. Di tengah luka yang mendalam, sosok Bara Mahendra dari masa lalu kembali hadir, membawa warna baru saat Kirana berada di titik terendah.
Sampul Novel KASIH UNTUK FAITH
8.2
Faith Hoewar, pebisnis dingin yang membenci wanita, terpaksa menikahi dokter Kasih Alayah demi memenuhi wasiat Oma Meri yang sedang sakit. Meski awalnya menolak, Kasih pun tak kuasa menghindar karena hutang budi keluarganya pada sang Oma. Tanpa landasan cinta, pernikahan ini penuh rintangan emosional. Mampukah ketulusan Kasih mencairkan hati beku Faith yang penuh kebencian, ataukah perceraian menjadi satu-satunya jalan keluar bagi mereka berdua?
Sampul Novel Luna Jatuh Cinta pada Alpha Lain Setelah Pasangannya Mengkhianatinya
9.2
Di pesta ulang tahun Alpha Marc Dale, ia membawa Lucy Burton, mantan pasangan sejatinya yang dulu ia siksa. Namun, saat hari jadi kami, saya justru memergoki Marc sedang memeluk dan menandai Lucy di kamar. Marc berdalih itu adalah hukuman, namun Lucy justru mengejek saya dengan memamerkan cincin pernikahan yang identik dengan milik saya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa serigala saya dalam kepedihan yang luar biasa saat melihat mereka berselingkuh.
Sampul Novel Suamiku Sayang Suamiku Malang
9.7
Terpaksa oleh keadaan, Tamara yang berwatak garang harus merelakan kebebasannya demi menikahi Alif. Tanpa rasa cinta, ia menjalani hari-hari pernikahan dengan berat hati dan kepasrahan penuh. Di tengah dinginnya sikap Tamara, Alif berjuang keras demi meluluhkan hati sang istri agar mau menerimanya sebagai pasangan hidup. Mampukah pernikahan tanpa landasan perasaan ini bertahan, ataukah kegigihan Alif sanggup mengubah kebencian Tamara menjadi cinta sejati?
Sampul Novel Wasiat Keluarga Valdevar
8.2
Wasiat Magnus Valdevar mewajibkan ketiga cucunya menikah berurutan sesuai usia. Rafael, sang pewaris sulung yang gila kerja, menolak terikat pernikahan meski hampir berusia tiga puluh. Khawatir nasib mereka terhambat, Caspian dan Lucian menjodohkan kakak mereka dengan Elara Vienne. Wanita berani ini tidak silau oleh harta Valdevar, kontras dengan sifat dingin Rafael. Akankah Elara menaklukkan Rafael, atau justru terjebak dalam ambisi keluarga besar ini demi kelanjutan takdir mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan