Sampul Novel Jiwa Pengganti

Jiwa Pengganti

8.5 / 10.0
Dalam fantasy novel Jiwa Pengganti, Amelia bereinkarnasi menjadi putri antagonis Castarica setelah kecelakaan tragis. Kini ia harus bertahan hidup menghadapi suami berhati dingin dengan ambisi gelap. Simak kisah reinkarnasi penuh aksi ini dalam salah satu fiction fantasy novels terbaik.
Ringkasan Jiwa Pengganti
Hidup Amelia berakhir tragis di usia 27 tahun setelah kecelakaan fatal akibat patah hati. Namun, maut justru membawanya melintasi waktu dan bereinkarnasi ke dalam raga Castarica, seorang putri bangsawan yang dikenal kejam bak iblis. Amelia kini terjebak dalam kehidupan baru sebagai istri dari pria berhati dingin yang menyimpan ambisi rahasia. Mampukah ia bertahan hidup di tubuh antagonis ini sembari menghadapi suaminya yang penuh misteri dan rencana tersembunyi?
Baca Selengkapnya

Jiwa Pengganti Bab 1

Di bawah panasnya terik matahari yang membakar, masih banyak manusia berlalu-lalang ke sana kemari dengan kesibukan masing-masing. Tepat salah satu dari sekumpulan manusia itu, ada seorang perempuan muda berpakaian hitam putih dengan style rapi mengangkat satu tangannya di atas keningnya, menghalau cahaya matahari yang menerpa wajahnya, sembari melirik ke sana kemari mencari tempat untuk bernaung dari panasnya matahari. Ketika dia melihat halte bus, bergegas ia mendekat lalu berteduh di bawah sana bersama para manusia lainnya.

“Huh, hari ini panas sekali,”  keluh gadis itu setelah berhasil berteduh, sembari matanya melirik kiri dan kanan, memperhatikan orang-orang yang bernasib sama sepertinya, kepanasan.

Dia, Amelia, perempuan cantik lulusan jurusan manajemen dan akuntansi. Usianya sudah mencapai 27 tahun bulan ini, baginya masih muda, tapi bagi tantenya dia sudah cukup tua dan sudah sepantasnya menikah.

Menikah?

Amelia tidak pernah memikirkan masalah yang satu itu meski keluarga dan temannya terus mendesaknya untuk segera menikah. Bukannya Amelia tidak mau, hanya saja, dia masih belum siap untuk satu hal yang sakral itu, karena menurutnya menikah itu bukan soal mau atau tidaknya, cinta atau tidak, sudah waktunya atau belum, tapi soal kesiapan diri masing-masing, dan Amelia belum siap untuk hal itu. Baginya, menikah itu butuh persiapan yang matang jika ingin hubungan rumah tangga terus berlanjut hingga hari tua. Amelia tidak ingin hubungan rumah tangganya nanti berakhir seperti kisah rumah tangga ke dua orang tuanya. Ibunya selingkuh dan menikah lagi dengan pria lain sebab tidak tahan hidup miskin, sedangkan ayahnya menjadi pejudi dan pemabuk lantaran stres ditinggal oleh wanita yang ia cintai.

Karena faktor itulah Amelia belum siap menikah. Antara masih belum siap dan trauma.

Berbicara tentang menikah, Amelia juga memiliki pria yang dia sukai, jadi salah satu faktor lain dia masih belum ingin menikah, ya, karena dia memiliki pria idamannya sendiri. Mana tahu harapan Amelia bisa bersama pria idamannya itu terkabul esok, lusa, atau waktu lainnya. Untuk itu, Amelia akan menunggu sedikit lama lagi sampai pria idamannya itu menyatakan perasaannya kepada Amelia.

Entah kapan waktu itu akan datang?

Ting!

Amelia menunduk, menatap layar ponselnya yang baru saja berbunyi, ada notifikasi pesan masuk di sana. Segera Amelia membuka dan melihat pesan chat dari Aron, direktur perusahaan tempat Amelia bekerja, sekaligus pria yang Amelia idam-idamkan itu.

Sambil tersenyum senang, Amelia membuka pesan chat. Namun, senyum Amelia tak bertahan lama. Perlahan, tapi pasti senyum ceria itu menyusut dan berganti dengan raut wajah tertegun.

“Tidak, ini pasti salah.” Amelia menggeleng pelan sambil keluar dari beranda chat, lalu mematikan layar ponselnya. Beberapa detik Amelia memandang ke depan dengan tatapan kosong, otaknya masih mencerna apa yang baru saja dia baca. Karena tak bisa tenang, Amelia mengecek lagi pesan chat dari Aron, dan sekali lagi Amelia tertegun sambil menahan nafasnya.

“Tidak mungkin. Kenapa bisa begini?” Amelia mematikan lagi layar ponselnya dan mengulangi reaksi yang sama, memandang ke depan dengan tatapan kosong.

Amelia hanya tak percaya dengan apa yang dia lihat dan baca barusan, sebuah pesan foto yang membuat semua kepercayaan dirinya runtuh. Aron mengirimkan satu foto kartu undang berwarna merah yang bertuliskan ‘Pertunangan Aron Adyen dan Celsia Rika’, yang mana satu foto itu pertanda satu kehancuran besar bagi perasaan Amelia. Pria yang Amelia sukai, justru mengirim surat undangan pertunangan kepadanya.  Kepada sosok wanita yang mencintainya secara diam-diam.

Jadi selama ini cinta Amelia bertepuk sebelah tangan? Semua harapan dan sikap baik yang diberikan Aron padanya hanya lah sebuah kebohongan? Ah, atau hanya rasa kepedulian antara atasan kepada bawahan? Jadi apakah Amelia terlalu terbawa perasaan selama ini?

Kasihan sekali.

“Hiks ....”

Tanpa diundang dan tak bisa ditahan, tangis Amelia keluar. Bulir air matanya terus berceceran membasahi pipinya yang merah. Entah kenapa Amelia merasa seperti dikhianati atau mungkin lebih tepatnya dipermainkan, selama ini Amelia menganggap kedekatannya dengan Aron bukan sekadar atasan kepada bawahan saja, tetapi lebih, lebih dari apa yang kalian bayangkan, setelah apa yang terjadi di antara mereka berdua beberapa hari yang lalu.

“Hiks ... huaa, apa-apaan ini? Jadi selama ini aku terlalu menganggapnya serius, sementara dia menyukai perempuan lain. Pantas Aron sering bertanya tentang Celsia padaku, ternyata, ternyata ... hiks, huaa ... au ah, gelap!” Amelia mengusap air matanya, cemberut, tanpa peduli orang di sekitarnya tengah menatapnya dengan pandangan aneh. Mengira kalau Amelia sudah gila atau kerasukan setan numpang lewat lantaran tiba-tiba menangis dan menggerutu tidak jelas.

“Dasar tukang PHP!” umpat Amelia keras, masih tidak peduli dengan sekitarnya, atau mungkin Amelia-nya saja yang belum sadar sudah menjadi tontonan banyak orang.

“Huaa ... tante! Keponakanmu patah hati!”

Dan tiba-tiba saja Amelia berlari meninggalkan halte bus, menyeberangi jalan tanpa memeriksa apakah jalanan cukup aman dilewati atau tidak.

Kemudian adegan klise ala sinetron pun terjadi.

Tin! Tin! Tin!

Sebuah mobil hitam dari arah kanan melaju sangat kencang. Karena yakin tidak akan sempat menghentikan kecepatan mobilnya, ia pun membunyikan klaksonnya berkali-kali, memberi tanda pada Amelia agar segera menepi. Tentu hal itu membuat Amelia tersadar, tapi entah apa yang ada di pikirannya itu, dia dengan bodohnya berdiam diri di tengah jalan sembari menatap mobil hitam yang semakin mendekatinya.

‘Apa ini akhir bagiku?’

Tin! Tin! Tiiinn!

Bunyi klakson mobil itu semakin kencang dan semakin memekikkan di telinga para pendengarnya. Orang-orang di sekitar ikut berteriak memanggil Amelia.

‘Bodoh! Apa yang aku lakukan?!’

Pada bunyi kali ini Amelia sadar, dia harus segera menepi. Secepat mungkin Amelia melangkahkan kakinya menghindari mobil hitam itu, tapi naas dia tidak sempat menghindarinya. Dia terlalu lama berdiam dan hasilnya Amelia terserempet.

Hanya terserempet.

Tapi tampaknya malaikat kematian memang sudah ditakdirkan datang menjemput nyawanya. Tepat setelah Amelia terserempet, satu mobil lain muncul dari sisi kiri, menabraknya dengan keras, bahkan bunyi tubrukan antara ke duanya terdengar jelas. Amelia terpental, melayang di udara lalu jatuh di pinggir jalan hingga kepalanya terantuk di pinggiran trotoar.

Bruk!

“Kecelakaan! Cepat telepon ambulans!”

“Berikan pertolongan padanya!”

“Astaga, mengerikan sekali, tadi dia melayang bagaikan burung, lalu jatuh dengan keras di jalan seperti batu. Lihat kepalanya mulai berlumuran darah.”

“Dia bodoh atau apa? Kenapa tiba-tiba berlari ke tengah jalan lalu terdiam seperti orang bodoh. Lihatlah akibat ulahnya dia mengalami kecelakaan.”

Kebisingan dari orang-orang di sekitar, bisa Amelia dengar dengan jelas. Ingin rasa Amelia berbicara, tapi mulutnya terasa sangat berat untuk terbuka. Amelia pasrah, membiarkan dirinya terkulai lemas dengan kesadaran yang perlahan memudar.

‘Ternyata memang akhir, tapi aku tidak ikhlas. Apakah tidak ada kebahagiaan untukku? Usia lima tahun aku sudah ditinggal ke dua orang tuaku, mereka bercerai, dan tak lagi memedulikanku, sekarang apa? Bahkan untuk mendapat cinta dari pria yang kusuka pun tidak bisa. Semiris inikah hidupku?’ Samar-samar Amelia tersenyum kecut, mentertawakan kehidupannya yang amat menyedihkan. Dari ia kecil hingga sekarang pun tak pernah bisa mendapat cinta dari orang-orang yang ia cintai. Cintanya selalu saja bertepuk sebelah tangan.

‘Ah, atau memang lebih baik aku mati dari pada harus berada di dunia jahat ini.’

‘Tapi ... aku harap Tuhan mau memberiku satu kali lagi kesempatan, di mana aku bisa mengenal cinta dari ke dua orang tuaku dan pria yang aku cintai.'

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jiwa Pengganti

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel DIKEJAR CINTA CEO PREMAN
8.8
Hubungan Khanza Azzahra dan Erlangga Yudistira kandas akibat penolakan ayah Zahra. Sosok Erlangga yang dianggap preman urakan dinilai tidak memiliki masa depan. Demi membuktikan ketulusannya, Erlangga pun kembali ke identitas aslinya dan bertransformasi menjadi CEO berwibawa. Namun, rintangan baru muncul saat Zahra justru dijodohkan dengan pria bernama Andi. Mampukah Erlangga meyakinkan ayah Zahra dan memperjuangkan kembali cinta mereka yang terpisah?
Sampul Novel ISTRI KONTRAK SANG CEO
8.0
Masa berlaku pernikahan kontrak antara Rehan dan Merry hampir usai, namun benih cinta justru mulai tumbuh di hati sang CEO. Meski Rehan enggan jujur, Merry tetap bersikeras mengakhiri ikatan perjodohan orang tua mereka. Di tengah ketegangan itu, seorang model cantik hadir menggoda Rehan saat isu perceraian merebak luas. Merry berusaha ikhlas melepaskan segalanya, sementara Rehan terjebak dilema antara mengungkap perasaan atau membiarkan Merry pergi selamanya.
Sampul Novel Maaf, Merebut Suamimu
9.2
Gilsha merasa hidupnya sangat tidak adil saat melihat kebahagiaan orang lain. Rasa putus asa mendorongnya untuk merebut kembali apa yang ia yakini sebagai miliknya. Target utamanya adalah Noah, pria yang kini sudah membangun rumah tangga bahagia bersama wanita lain. Gilsha bertekad menghancurkan hubungan itu demi obsesinya. Namun, apakah tindakan nekat ini benar-benar akan membawanya pada kebahagiaan sejati yang selama ini ia impikan?
Sampul Novel Menjadi Ibu Untuk Anak Pelakor
7.9
Niat awal hanya ingin menuruti keinginan cucu laki-lakinya yang berusia empat tahun untuk bermain game di komputer. Namun, sebuah klik tidak sengaja justru membuka rekaman video yang sangat mengejutkan. Di layar, terlihat adegan intim yang panas. Setelah bergegas menutup mata sang cucu, wanita ini menyadari kenyataan pahit. Pria di video itu adalah suaminya sendiri, yang selama ini mengaku impoten, sedang bermesraan dengan cinta pertamanya.
Sampul Novel Suamiku Pengangguran Akut
8.7
Farida terjebak dalam pernikahan rumit bersama Adam, pria manja yang enggan bekerja. Sejak awal, hubungan mereka ditentang oleh Nadia, sang ibu mertua yang selalu menyudutkan Farida. Meski terus dihina sebagai beban, Farida terpaksa meminta bantuan pangan ke rumah Nadia demi bertahan hidup. Di bawah tekanan mertua yang dominan dan suami yang tidak bertanggung jawab, sanggupkah Farida mempertahankan rumah tangganya yang penuh penderitaan dan konflik ini?
Sampul Novel Usir Mantan Suami, Dia Dapat 6 Adik!
8.5
Akibat dipaksa menjadi penawar afrodisiak Simon, sang dokter keluarga melahirkan anak kembar namun berakhir tewas dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri di ruang bawah tanah. Simon membencinya karena dianggap memanfaatkan keadaan hingga merusak hubungannya dengan sang kekasih pujaan. Ketika terbangun kembali di hari insiden racun itu terjadi, ia memutuskan mengubah takdir. Kali ini, ia membiarkan wanita idaman Simon yang menyelamatkannya, sementara ia memilih pergi ke ruang belajar.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan