Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terbelenggu Cinta Saudara Tiri

Terbelenggu Cinta Saudara Tiri

Mencintai bukanlah dosa, tetapi bagi Key dan Ravano, perasaan mereka adalah awal dari prahara. Sebagai saudara tiri, mereka menjalin hubungan rahasia di balik punggung orang tua hingga terjebak dalam konflik yang pelik. Saat Key mencoba untuk mundur dan melepaskan ikatan tersebut, Ravano justru semakin terobsesi dan mendekapnya dengan erat. Hubungan mereka pun berubah menjadi lingkaran toxic yang menyesakkan dan sulit untuk diakhiri.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hanya terdengar suara detakan jam di tengah malam yang begitu sunyi. Jarum jam masih menunjukkan angka satu dini hari, di mana sebagian besar orang-orang sedang lelap-lelapnya di dalam dunia mimpi.

Hal itu tak terkecuali dengan salah satu pemilik kamar di sebuah kediaman. Ia tampak masih tertidur lelap dengan selimut tebal yang membungkus tubuhnya, melindungi pori-pori kulitnya dari udara malam yang semakin dingin walau jendela kamar dan juga pintu balkon sudah ditutup rapat.

Kedua matanya perlahan mengerjap pelan saat merasa ada sesuatu yang membuat tempat tidurnya bergerak. Sebelum ia benar-benar membuka mata, sebuah tangan terasa melingkari perutnya.

Key seketika membuka matanya lebar saat ia mendapati seorang pria yang entah sejak kapan sudah tertidur bersamanya di sana. Dadanya terasa bergemuruh, bersamaan dengan hembusan napas yang menerpa permukaan wajahnya dengan lembut.

"Ra-Rav .... " Gadis itu mendadak gugup, sementara pria di depannya malah semakin mengeratkan tangannya di pinggang milik Key, menarik tubuh gadis itu agar semakin menempel dengannya. Tak peduli bagaimana reaksi Key saat ini yang mati-matian menahan napasnya karena terlalu gugup. Ravano selalu bergerak tiba-tiba, seperti biasanya.

"Tidur, Key," lirih Ravano dengan suara yang serak. Bahkan kedua matanya tak terbuka sama sekali, tapi pria itu seolah menyadari kalau dirinya memang sedang ditatap oleh seseorang.

"Sejak kapan lo di sini, Rav? Kalo sampe ketahuan mama sama papa." Key merengek, setengah berbisik seraya berusaha melepaskan diri dari kungkungan Ravano tapi yang selanjutnya terjadi semakin membuatnya kehilangan akal sehat.

Ravano secara tiba-tiba membuka kedua matanya dan pria itu semakin mendekatkan wajahnya pada Key. "Gue bilang tidur, Key," tegasnya dengan kedua mata yang menatap dalam ke arah mata milik gadis di depannya.

"Tapi, lo—"

Ravano tak membiarkan Key melanjutkan kalimatnya dan pria itu mengecup pelan bibir yang terus menyita perhatiannya.

"Mama sama papa kan lagi tidur. Jadi, semuanya aman. Irina juga lagi tidur kok." Ravano menunjukkan seulas senyuman tipis dan semakin mendekap Key erat, tanpa tahu kalau gadis itu sedang berusaha mengatur degup jantungnya yang semakin menjadi-jadi.

"Dingin, Key." Setelah menaikkan selimut, Ravano berangsur bergerak ke ceruk leher Key dan membiarkan wajahnya di sana seraya menikmati bau feromon khas milik gadis itu.

Key menelan ludahnya berkali-kali. Walau sudah sering begini, tapi sikap Ravano tetap saja selalu membuatnya sukses tak bisa berpikir dengan jernih. Pada akhirnya, Key menyerah dan ia memilih balas mendekap Ravano.

Berkali-kali ia berpikir kalau semua yang mereka berdua lakukan itu adalah salah, tapi ia juga tak bisa mengalah begitu saja hingga kembali jatuh ke dalam perangkap yang sama, apalagi Ravano yang berkata padanya secara terang-terangan kalau ia tak akan menyerah apapun yang terjadi dan tak peduli keadaannya seperti apa.

Di siang hari, mereka bersikap biasa layaknya saudara terutama saat di sekolah dan juga di rumah tepatnya ketika orang tua mereka ada. Namun akan berbeda jika semua orang sudah tertidur, berpetualang di dalam mimpi.

*

Seorang gadis menengadahkan kepalanya menatap tulisan besar yang terpampang jelas di depan kedua matanya. Mengabaikan rambutnya yang mulai basah karena jutaan rintik hujan.

SMA PELITA

"Mau sampe kapan lo natap tulisan di gerbang?" Seseorang berujar.

Sesuatu menghalangi pandangan gadis itu. Dia menoleh.

"Lo murid baru?" Seorang siswa laki-laki yang tubuhnya lebih tinggi darinya itu berucap lagi. Dengan kedua tangannya yang masih memegang sesuatu, menutupi kepala gadis itu dari hujan, mengabaikan dirinya sendiri.

"Kenapa lo natap gue begitu? Ini bukan pertemuan pertama lo sama gue, 'kan?" Lelaki itu berujar kembali dengan salah satu

Gadis itu masih terdiam menatapnya.

Namanya Leandre Keanna Eirene. Sering dipanggil Key oleh teman-temannya.

"Key!"

Selang beberapa detik kemudian gadis itu mengerjapkan matanya. "Eh? S-sori."

"Ini masih pagi dan lo udah bertingkah aneh. Mikirin apa, hm?"

Gadis yang dipanggilnya Key itu membuang pandangan. Dia segera melangkahkan kedua kakinya, diikuti oleh lelaki itu.

"Jaket lo basah," ucap Key menoleh ke atas kepalanya. "Seragam lo juga."

"Iya, dan itu gara-gara lo." Lelaki itu menurunkan jaketnya begitu mereka berdua sampai di sebuah koridor.

"Gue gak nyuruh lo ngelepas jaket lo, 'kan?" Key menatapnya.

"Dan ngebiarin lo berdiri seharian di depan gerbang sambil hujan-hujanan? Itu yang lo mau? Gue gak mungkin ngelakuin itu, Keanna." Diusapnya pelan puncak kepala Key, membuat gadis itu secara refleks menghindar.

Key membuang napasnya kasar. Kemudian dia mempercepat langkahnya, masih dengan lelaki itu yang mengikutinya di belakang.

"Lo gak nyadar tadi Pak Udin liatin lo? Keliatan tuh. Warna biru, 'kan?" Lelaki itu membuang pandangan, lalu tertawa pelan dengan kedua mata yang masih memandangi penampilan gadis yang berjalan di depannya.

Key melotot. Dia langsung menyilangkan kedua tangannya dan berbalik. "Ravano!"

"Inget, ya. Semua ini gak gratis. Lo harus tanggung jawab karena gara-gara lo, seragam gue jadi ikutan basah." Ravano melingkarkan salah satu tangannya di pinggang ramping Key, bahkan mengusapnya pelan. Hal itu membuat gadis itu melotot karena tindakan Ravano yang terbilang nekat. Ia khawatir jika ada guru atau murid lain yang melihat.

"Rav, ini di sekolah!" Key berusaha memperingatkan. Ia melepaskan tangan Ravano dengan paksa hingga benar-benar terlepas dari tubuhnya. Namun sebelum membiarkan Key pergi, Ravano justru menarik tangan Key hingga gadis itu tertarik ke belakang dan kesempatan itu Ravano gunakan untuk mengecup salah satu permukaan pipi Key.

"Ra-Ravano!!" protes Key dengan wajah yang sudah memerah hingga ke telinga.

Gadis itu buru-buru mengejar Ravano yang sudah lebih dulu berlari menjauhinya. Sementara lelaki itu menoleh padanya dari kejauhan. Dia tersenyum. Ravano Delvin Arion namanya.

Ravano mengedipkan salah satu matanya dari kejauhan, bahkan memberikannya sebuah kiss bye.

"Gue ke kelas duluan!" ucap Ravano sedikit berteriak. Dia juga melambaikan tangan, membuat beberapa siswa yang ada di koridor menoleh ke arahnya.

Key menghentikan pergerakan kakinya. Napasnya sedikit tersengal. Hampir saja, mereka pasti sudah disidang di dalam ruangan BK jika sampai ketahuan. Key semakin tak habis pikir dengan kelakuan Ravano yang semakin hari semakin menjadi. Pernikahan orang tua mereka benar-benar membuat hubungan mereka semakin tak sehat dan itu justru semakin membuatnya terjebak.

Tapi di sisi lain, Key juga merasa senang karena ia bisa bertemu dengan Ravano setiap waktu tanpa harus repot-repot menelepon dan bertukar pesan dengannya. Dan beberapa detik kemudian bibir milik gadis itu membentuk seulas senyuman tipis.

Namun senyuman itu tak bertahan lama karena perlahan menghilang selang beberapa detik setelahnya.

"Ini semua salah, Rav," lirih Key. Ia mengepalkan kedua tangannya. Dengan gontai gadis itu berjalan menaiki satu per satu anak tangga menuju kelasnya. Ia membuang napasnya kasar.

Padahal sebelum semua ini terjadi, ia dan Ravano adalah sepasang anak muda biasa yang saling jatuh cinta. Namun saat tahu kalau ternyata orang tua mereka diam-diam dekat dan bahkan memutuskan untuk menikah, sifat Ravano semakin berubah dan terus menerus membuat Key terjebak di dalam hubungan terlarang tanpa orang tua mereka ketahui.

—bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir dari Penantianku
9.8
Menjalani hubungan bertahun-tahun membuat seseorang yakin telah menemukan pasangan hidup yang ideal. Namun, realita pernikahan jauh lebih rumit saat dua kepribadian asing harus menyatu dalam satu atap. Ujian demi ujian mulai menggoyahkan fondasi rumah tangga mereka hingga konflik tak lagi terbendung. Meski telah lama bersama, perbedaan yang tajam memicu kegagalan fatal yang membuat perpisahan menjadi satu-satunya jalan keluar yang tak terelakkan.
Sampul Novel Aku Menikahi Paman dari Tunanganku
8.4
Setelah menyadari bahwa Samuel Gusmawan hanya mencintai adiknya selama dua puluh tahun pernikahan mereka di kehidupan lalu, sang protagonis mengambil langkah ekstrem saat diberi pilihan pernikahan politik. Alih-alih memilih Samuel lagi, ia menyerahkan foto Jeffrey Gusmawan, paman Samuel sekaligus pemimpin tertinggi keluarga mereka. Keputusan mengejutkan ini membalikkan keadaan. Namun, saat cincin pernikahan diserahkan kepada Jeffrey di hari sakral tersebut, Samuel justru kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel Balas Dendam Istri yang Teraniaya
9.5
Pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi neraka akibat tuduhan sepihak. Tokoh utama wanita dalam novel modern misteri Balas Dendam Istri yang Teraniaya ini terus-menerus menerima hinaan kejam dari ibu mertuanya yang meyakini bahwa dirinya mandul. Namun, kekejaman itu tidak berhenti pada kata-kata saja. Di balik punggungnya, sang ibu mertua secara diam-diam memengaruhi suaminya untuk mengkhianati pernikahan mereka, berselingkuh, hingga memiliki anak dengan wanita lain.
Sampul Novel Di Atas Ranjang Om Rudy
8.4
Pasca kematian suaminya, Liany diusir oleh mertua hingga hampir menjadi gelandangan. Beruntung, Myla membawanya tinggal bersama keluarganya. Di sana, Rudy Hermawan merasa kesepian karena Katrin, istrinya, terlalu sibuk bekerja. Namun, hidup Liany kian pelik saat Satria muncul saat ia melahirkan. Pria misterius itu ternyata punya hubungan gelap dengan Katrin dan berniat menghalangi Liany agar tidak merusak rumah tangga kerabatnya tersebut.
Sampul Novel Di Jual Suamiku
7.9
Apa yang akan Anda lakukan saat mahligai rumah tangga yang selama ini menjadi impian indah justru berubah menjadi kenyataan yang sangat rumit? Kisah ini mengikuti perjalanan emosional seorang wanita yang harus menghadapi lika-liku kehidupan pernikahan yang tak terduga. Alih-alih menemukan kebahagiaan sejati, ia justru terjebak dalam situasi pelik yang menguji kesabaran serta kesetiaannya sebagai seorang istri dalam menghadapi badai konflik.
Sampul Novel Find Me In Your Memory
8.6
Sessil dan Andrew sempat menjalin hubungan singkat yang penuh gairah di sebuah resort, sebelum Andrew menghilang tanpa jejak. Setahun kemudian, Andrew muncul kembali sebagai tunangan kakak sepupu Sessil dan bersikap seolah tidak mengenalnya. Namun, sebuah tragedi kematian mengubah segalanya. Andrew justru memilih Sessil untuk menjadi istrinya secara mendadak. Mampukah Sessil menjalani pernikahan paksa ini dengan pria yang pernah meninggalkannya begitu saja?