Sampul Novel Terbelenggu Cinta Saudara Tiri

Terbelenggu Cinta Saudara Tiri

9.6 / 10.0
Dalam novel modern Terbelenggu Cinta Saudara Tiri, Key dan Ravano terjebak hubungan terlarang di belakang orang tua mereka. Saat Key mencoba lepas, obsesi Ravano justru kian menjeratnya dalam konflik rumit. Baca romance novel ini untuk mengikuti kisah cinta penuh risiko mereka.
Ringkasan Terbelenggu Cinta Saudara Tiri
Mencintai bukanlah dosa, tetapi bagi Key dan Ravano, perasaan mereka adalah awal dari prahara. Sebagai saudara tiri, mereka menjalin hubungan rahasia di balik punggung orang tua hingga terjebak dalam konflik yang pelik. Saat Key mencoba untuk mundur dan melepaskan ikatan tersebut, Ravano justru semakin terobsesi dan mendekapnya dengan erat. Hubungan mereka pun berubah menjadi lingkaran toxic yang menyesakkan dan sulit untuk diakhiri.
Baca Selengkapnya

Terbelenggu Cinta Saudara Tiri Bab 1

Hanya terdengar suara detakan jam di tengah malam yang begitu sunyi. Jarum jam masih menunjukkan angka satu dini hari, di mana sebagian besar orang-orang sedang lelap-lelapnya di dalam dunia mimpi.

Hal itu tak terkecuali dengan salah satu pemilik kamar di sebuah kediaman. Ia tampak masih tertidur lelap dengan selimut tebal yang membungkus tubuhnya, melindungi pori-pori kulitnya dari udara malam yang semakin dingin walau jendela kamar dan juga pintu balkon sudah ditutup rapat.

Kedua matanya perlahan mengerjap pelan saat merasa ada sesuatu yang membuat tempat tidurnya bergerak. Sebelum ia benar-benar membuka mata, sebuah tangan terasa melingkari perutnya.

Key seketika membuka matanya lebar saat ia mendapati seorang pria yang entah sejak kapan sudah tertidur bersamanya di sana. Dadanya terasa bergemuruh, bersamaan dengan hembusan napas yang menerpa permukaan wajahnya dengan lembut.

"Ra-Rav .... " Gadis itu mendadak gugup, sementara pria di depannya malah semakin mengeratkan tangannya di pinggang milik Key, menarik tubuh gadis itu agar semakin menempel dengannya. Tak peduli bagaimana reaksi Key saat ini yang mati-matian menahan napasnya karena terlalu gugup. Ravano selalu bergerak tiba-tiba, seperti biasanya.

"Tidur, Key," lirih Ravano dengan suara yang serak. Bahkan kedua matanya tak terbuka sama sekali, tapi pria itu seolah menyadari kalau dirinya memang sedang ditatap oleh seseorang.

"Sejak kapan lo di sini, Rav? Kalo sampe ketahuan mama sama papa." Key merengek, setengah berbisik seraya berusaha melepaskan diri dari kungkungan Ravano tapi yang selanjutnya terjadi semakin membuatnya kehilangan akal sehat.

Ravano secara tiba-tiba membuka kedua matanya dan pria itu semakin mendekatkan wajahnya pada Key. "Gue bilang tidur, Key," tegasnya dengan kedua mata yang menatap dalam ke arah mata milik gadis di depannya.

"Tapi, lo—"

Ravano tak membiarkan Key melanjutkan kalimatnya dan pria itu mengecup pelan bibir yang terus menyita perhatiannya.

"Mama sama papa kan lagi tidur. Jadi, semuanya aman. Irina juga lagi tidur kok." Ravano menunjukkan seulas senyuman tipis dan semakin mendekap Key erat, tanpa tahu kalau gadis itu sedang berusaha mengatur degup jantungnya yang semakin menjadi-jadi.

"Dingin, Key." Setelah menaikkan selimut, Ravano berangsur bergerak ke ceruk leher Key dan membiarkan wajahnya di sana seraya menikmati bau feromon khas milik gadis itu.

Key menelan ludahnya berkali-kali. Walau sudah sering begini, tapi sikap Ravano tetap saja selalu membuatnya sukses tak bisa berpikir dengan jernih. Pada akhirnya, Key menyerah dan ia memilih balas mendekap Ravano.

Berkali-kali ia berpikir kalau semua yang mereka berdua lakukan itu adalah salah, tapi ia juga tak bisa mengalah begitu saja hingga kembali jatuh ke dalam perangkap yang sama, apalagi Ravano yang berkata padanya secara terang-terangan kalau ia tak akan menyerah apapun yang terjadi dan tak peduli keadaannya seperti apa.

Di siang hari, mereka bersikap biasa layaknya saudara terutama saat di sekolah dan juga di rumah tepatnya ketika orang tua mereka ada. Namun akan berbeda jika semua orang sudah tertidur, berpetualang di dalam mimpi.

*

Seorang gadis menengadahkan kepalanya menatap tulisan besar yang terpampang jelas di depan kedua matanya. Mengabaikan rambutnya yang mulai basah karena jutaan rintik hujan.

SMA PELITA

"Mau sampe kapan lo natap tulisan di gerbang?" Seseorang berujar.

Sesuatu menghalangi pandangan gadis itu. Dia menoleh.

"Lo murid baru?" Seorang siswa laki-laki yang tubuhnya lebih tinggi darinya itu berucap lagi. Dengan kedua tangannya yang masih memegang sesuatu, menutupi kepala gadis itu dari hujan, mengabaikan dirinya sendiri.

"Kenapa lo natap gue begitu? Ini bukan pertemuan pertama lo sama gue, 'kan?" Lelaki itu berujar kembali dengan salah satu

Gadis itu masih terdiam menatapnya.

Namanya Leandre Keanna Eirene. Sering dipanggil Key oleh teman-temannya.

"Key!"

Selang beberapa detik kemudian gadis itu mengerjapkan matanya. "Eh? S-sori."

"Ini masih pagi dan lo udah bertingkah aneh. Mikirin apa, hm?"

Gadis yang dipanggilnya Key itu membuang pandangan. Dia segera melangkahkan kedua kakinya, diikuti oleh lelaki itu.

"Jaket lo basah," ucap Key menoleh ke atas kepalanya. "Seragam lo juga."

"Iya, dan itu gara-gara lo." Lelaki itu menurunkan jaketnya begitu mereka berdua sampai di sebuah koridor.

"Gue gak nyuruh lo ngelepas jaket lo, 'kan?" Key menatapnya.

"Dan ngebiarin lo berdiri seharian di depan gerbang sambil hujan-hujanan? Itu yang lo mau? Gue gak mungkin ngelakuin itu, Keanna." Diusapnya pelan puncak kepala Key, membuat gadis itu secara refleks menghindar.

Key membuang napasnya kasar. Kemudian dia mempercepat langkahnya, masih dengan lelaki itu yang mengikutinya di belakang.

"Lo gak nyadar tadi Pak Udin liatin lo? Keliatan tuh. Warna biru, 'kan?" Lelaki itu membuang pandangan, lalu tertawa pelan dengan kedua mata yang masih memandangi penampilan gadis yang berjalan di depannya.

Key melotot. Dia langsung menyilangkan kedua tangannya dan berbalik. "Ravano!"

"Inget, ya. Semua ini gak gratis. Lo harus tanggung jawab karena gara-gara lo, seragam gue jadi ikutan basah." Ravano melingkarkan salah satu tangannya di pinggang ramping Key, bahkan mengusapnya pelan. Hal itu membuat gadis itu melotot karena tindakan Ravano yang terbilang nekat. Ia khawatir jika ada guru atau murid lain yang melihat.

"Rav, ini di sekolah!" Key berusaha memperingatkan. Ia melepaskan tangan Ravano dengan paksa hingga benar-benar terlepas dari tubuhnya. Namun sebelum membiarkan Key pergi, Ravano justru menarik tangan Key hingga gadis itu tertarik ke belakang dan kesempatan itu Ravano gunakan untuk mengecup salah satu permukaan pipi Key.

"Ra-Ravano!!" protes Key dengan wajah yang sudah memerah hingga ke telinga.

Gadis itu buru-buru mengejar Ravano yang sudah lebih dulu berlari menjauhinya. Sementara lelaki itu menoleh padanya dari kejauhan. Dia tersenyum. Ravano Delvin Arion namanya.

Ravano mengedipkan salah satu matanya dari kejauhan, bahkan memberikannya sebuah kiss bye.

"Gue ke kelas duluan!" ucap Ravano sedikit berteriak. Dia juga melambaikan tangan, membuat beberapa siswa yang ada di koridor menoleh ke arahnya.

Key menghentikan pergerakan kakinya. Napasnya sedikit tersengal. Hampir saja, mereka pasti sudah disidang di dalam ruangan BK jika sampai ketahuan. Key semakin tak habis pikir dengan kelakuan Ravano yang semakin hari semakin menjadi. Pernikahan orang tua mereka benar-benar membuat hubungan mereka semakin tak sehat dan itu justru semakin membuatnya terjebak.

Tapi di sisi lain, Key juga merasa senang karena ia bisa bertemu dengan Ravano setiap waktu tanpa harus repot-repot menelepon dan bertukar pesan dengannya. Dan beberapa detik kemudian bibir milik gadis itu membentuk seulas senyuman tipis.

Namun senyuman itu tak bertahan lama karena perlahan menghilang selang beberapa detik setelahnya.

"Ini semua salah, Rav," lirih Key. Ia mengepalkan kedua tangannya. Dengan gontai gadis itu berjalan menaiki satu per satu anak tangga menuju kelasnya. Ia membuang napasnya kasar.

Padahal sebelum semua ini terjadi, ia dan Ravano adalah sepasang anak muda biasa yang saling jatuh cinta. Namun saat tahu kalau ternyata orang tua mereka diam-diam dekat dan bahkan memutuskan untuk menikah, sifat Ravano semakin berubah dan terus menerus membuat Key terjebak di dalam hubungan terlarang tanpa orang tua mereka ketahui.

—bersambung

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terbelenggu Cinta Saudara Tiri

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku
8.9
Upaya Laras melarikan diri dari rumah berubah menjadi mimpi buruk saat ia dan ketiga buah hatinya diculik oleh seorang sopir travel. Di dalam penyekapan yang penuh siksaan, Laras harus menelan pil pahit kehilangan salah satu anaknya. Tragedi ini memicu dendam membara dalam dirinya. Ia bertekad mengungkap dalang serta motif keji di balik penderitaan mereka. Mampukah Laras menyelamatkan anak-anaknya yang tersisa dan lolos dari jeratan maut yang mengancam nyawa?
Sampul Novel HASRAT NAKAL ISTERI KECIL
9.5
Naura tumbuh besar di bawah asuhan Gilbert Louise Tom, asisten ayahnya yang telah ia panggil Daddy sejak balita. Seiring berjalannya waktu, sosok duda tampan berusia empat puluh tahun dengan perawakan kekar itu justru terlihat semakin memikat di mata Naura. Kedekatan yang terjalin sejak kecil kini berubah menjadi ketertarikan yang mendalam. Naura pun mulai merasa sulit untuk melepaskan diri dari pesona laki-laki matang yang sangat menggoda tersebut.
Sampul Novel Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya
8.0
Pasca dikhianati dan dijebak dalam cinta satu malam, Alisa kembali ke kotanya membawa anak kembar. Ia bekerja di bawah Marvin, CEO brilian yang ternyata menjalani kehidupan ganda sebagai Primus untuk menyembunyikan jati dirinya. Takdir menjadi rumit saat Alisa menyadari Primus adalah pria dari masa lalunya. Kini ia terjepit di antara dua identitas pria yang sama. Akankah rahasia Marvin terbongkar? Bagaimana reaksi sang CEO saat tahu ia sudah memiliki dua anak?
Sampul Novel MR. AKSA
9.1
Menikah muda demi bakti kepada orang tua terpaksa kujalani meski harus bersanding dengan pria asing. Namun, duniaku runtuh saat mendengar rahasia besar bahwa calon suamiku ternyata tidak menyukai wanita. Bagaimana mungkin orang tuaku tega menjodohkanku dengan pria seperti itu? Kini aku terjebak dalam dilema besar, meratapi nasib dan berharap bisa melarikan diri. Aku butuh pertolongan untuk lepas dari jeratan pernikahan dengan pria yang tak normal ini.
Sampul Novel Pengantin Pelarian, Menemukan Cinta
9.8
Di hari pernikahan, keluarga dan tunanganku, Marco, memperlakukanku bak boneka rapuh. Namun, aku tak sengaja mendengar rencana jahat mereka untuk membiusku demi mengubah pesta nikahku menjadi ulang tahun keponakan. Merasa dikhianati dan dihapus dari hidup sendiri, aku memutuskan kabur dengan kaki telanjang. Berbekal kartu nama Julian Suryo pemberian nenek, aku mencari solusi tak biasa demi melarikan diri dari konspirasi busuk mereka selamanya.
Sampul Novel TULANG RUSUK
8.5
Ikuti perjalanan lima pria mapan yang tengah berjuang dalam misi pencarian pasangan hidup sejati mereka. Di tengah kemapanan yang telah diraih, mereka harus menghadapi berbagai lika-liku emosional demi menemukan sosok tulang rusuk yang selama ini dinantikan. Akankah setiap langkah dan usaha yang mereka tempuh akan berujung pada akhir bahagia yang mulus, atau justru rintangan tak terduga akan datang menguji kesungguhan cinta mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan