Sampul Novel Kehangatan selimut cinta

Kehangatan selimut cinta

8.7 / 10.0
Dalam romance novel Kehangatan selimut cinta, Sophia terjebak dalam situasi tak terduga saat seseorang menghentikan langkahnya secara paksa. Ikuti pergolakan hasrat dan konflik modern novel ini saat Sophia harus menghadapi konfrontasi fisik yang menguji batas keberaniannya dalam online novel ini.
Ringkasan Kehangatan selimut cinta
Sophia adalah wanita dengan daya tarik fisik yang unik dan gairah asmara yang meluap-luap. Suatu ketika, saat ia hendak melangkah keluar kamar, sebuah tangan tiba-tiba mencengkeram bahunya dengan kasar. Tubuh Sophia terdorong hingga menempel pada dinding di samping pintu. Ia nyaris berteriak karena terkejut, namun mulutnya segera dibungkam secara paksa. Ketegangan pun memuncak dalam pertemuan yang tidak terduga dan penuh desakan tersebut.
Baca Selengkapnya

Kehangatan selimut cinta Bab 1

"Tumben jam segini udah pada pulang?"

Melihat dua jagoannya sudah berada di dalam rumah.

"Aku lapar Bu jadi pengen cepet-cepet pulang" Jawab Rizki Anak pertama yang sudah duduk di bangku kuliah semester tiga.

"Kalo aku gak ada kegiatan basket mah di sekolah. Besok baru ada kegiatan ekskulnya."

Jawab Azka apa adanya.

Azka dan Reno sedang kompak bermain video game bola kesukaannya.

Padahal mereka sebenarnya sudah sangat jarang bermain bersama.

Wanita bertubuh subur heran mendapati para putranya sudah pulang ke rumah jam segini. Biasanya mereka suka keluyuran kemana saja tidak langsung pulang.

Semenjak kedatangan pengasuh baru si adik bungsu, para lelaki dirumah mulai bertindak diluar kebiasaan.

Hampir setiap hari pulang tepat waktu.

Termasuk pak Bambang, bapak beristri satu memiliki tiga putra jadi jarang telat pulang dan jarang lembur di kantor.

"Assalamualaikum"

Menoleh ke pintu nampak sang suami bertubuh gempal baru datang.

"Waalaikumsalam" Jawab hampir serempak.

"Ini juga papah gak lembur? biasanya lembur hampir tiap hari."

"Oalah Buk, wong gak ada kerjaan lagi mau opo toh?"

''Hah alasan!"

Anak kecil berlari-lari menuju bapaknya yang baru pulang kerja.

"Ehh jagoan bapak, sini nak sini!" Pak Bambang memangku anak kecil yang datang ke arahnya.

Di buntuti seorang wanita bertubuh ramping berdada montok.

Lekuk tubuh persis gitar spanyol.

Waktu seakan berhenti sejenak, pandangan para lelaki fokus ke piring di dekat dada si pengasuh.

Mengejar si anak kecil di pangkuan bapaknya.

Menyodorkan sendok berisi makanan,

"Ayo sayang buka mulutnya! Aaaa?"

Malah pak Bambang memejam lalu membuka mulut menunggu makanan masuk. Tapi Sopie mendaratkan pesawat makanan ke mulut mungil putra bungsu.

"Hihi" Tawanya geli melihat tingkah majikan.

Pak Bambang baru tersadar seakan ia terbawa suasana, di hadapkan gadis cantik dengan bodynya yang menakjubkan hendak menyuapi makanan sambil tersenyum teramat manis.

"Eh ma- maaf!"

Kedua putra menertawakan tingkah sang bapak. Sedangkan Bu Tinah wajahnya terlihat merah padam.

Cemburu buta pada sang pemimpin rumah tangga.

"Bapak! ayo masuk!" Mendekati sang suami merebut si putra bungsu lalu menyerahkan kepada si pengasuh.

"Nih! Mandikan anakku!" Suruh nyonya Tinah.

Sopie kerepotan saat menerima si bungsu, sebelah tangan masih memegang piring satunya memegang badan anak kecil.

Tubuh kehilangan keseimbangan saat si bungsu bergerak-gerak di pangkuan sebelah tangan.

Spontan menyelipkan piring di himpit dada dan tubuh si anak kecil.

Alhasil tubuh Sopie terkena tumpahan nasi, juga mengenai tubuh si putra bungsu.

"Hah gitu aja gak becus!" Umpat Bu Tinah sembari menarik sang suami ke kamarnya.

Dua putra langsung berdiri menolong si perempuan cantik dadanya membusung terkena remahan nasi.

"Yaa ampun Mbak Sophie, Sini biar aku bantu."

Mengambil sang adik dari gendongan.

Sopie membersihkan remah-remah yang menempel di baju.

Membuat bagian tercetak terkena kuah bercampur nasi.

Kedua kakak beradik melongo tak berkedip, melihat pemandangan indah menyembul tercetak di balik baju putih.

Azka membawakan tisu untuk membantu membersihkan, tisu berada di depan tubuh. Sopie membulatkan mata kurang nyaman dengan perlakuan Azka hendak ikut membersihkan.

Gegas merebut tisu dari tangan sebelum menyentuhnya.

"Biar aku saja tuan" Menunduk wajahnya memerah.

"Eh kamu mau ngapain Ka?" Tanya kakaknya, kurang beruntung hanya mendapatkan si bungsu. Sedangkan Azka hendak mendapatkan momen indah jika bisa ikut membersihkan noda-noda yang menempel.

Azka terpaku padahal sudah diminta Sophie menyerahkan tisu, matanya tak bisa berpaling pada remah-remah dan kuah. Hingga Shopie merebut dari tangannya.

"Ma- Maaf tuan tak usah repot-repot, aku bisa sendiri."

Sophie mengerjakan sendiri mengelap noda-noda di pakaian menggunakan tisu. Kedua mata si lelaki masih asyik melihat aksinya saat menyeka noda yang menempel.

Setelah nodanya bersih nampak kedua anak majikan menelan saliva.

Merebut pelan anak di gendongan Rizki.

"Ehh mau dibawa kemana adikku?" Tanya Rizki pria tegap berparas putih.

"Mau memandikannya tuan muda."

Memeluk si bungsu

"Ohh, aku juga ingin!" Celetuk Azka.

Sophie menohok mendengar putra kedua majikan ingin dimandikan olehnya pula.

Dengan tenang Sophie menjawab.

"Tuan muda kan sudah besar, masa harus aku yang memandikan?"

"Maksudku ikut memandikan adik kecilku"

"Ups maaf, aku pikir . ya sudah kalau mau liat aku memandikan adik kalian?" Memiringkan kepala heran mendengar perkataan anak kedua majikan.

"Hey Azka! Dasar curang! Aku ikut" Teriak Rizki melihat sang adik pergi bersama di perempuan yang seolah menjadi primadona baru di rumah.

"Haha! Urus aja tuh si Cika! Aku mau memandikan adik kecilku tercinta!" Seru Azka meninggalkan sang kakak yang hanya bisa diam

Sambil berjalan ke kamar mandi menggendong si bungsu mereka terus ngobrol.

"Tuan muda Rizki sudah punya pacar ya?"

"Kak Rizki udah bertunangan kak enam bulan yang lalu."

"Oh begitu, pantas saja di orang tampan seperti dia pasti sudah punya pasangan."

"Baru tunangan" Jawab Azka cepat.

"Tuan Azka sendiri? sudah punya pacar?"

"Pacar? aduh gimana ya? ada yang lagi daket sih. tapi. Oh ya kalo mbak Sophie gimana?"

"Aku? Aku janda tuan anak satu. Terpaksa kerja dirumah anda untuk menghidupi anak dan keluarga di kampung."

"Ohh pantesan."

"Pantesan kenapa tuan?"

"Mbak manggilnya mas atau adek juga gak apa-apa, asal jangan tuan aja ya. aku kurang nyaman kalau di panggil tuan."

"Ma- maaf tu- eh Mas, Mas Azka"

Mereka sama-sama tersenyum, terlihat senyuman indah menawan dengan lesung Pipit di kedua pipi si janda anak satu. Senyuman yang akan terus terukir di hati sanubari si remaja yang mulai beranjak dewasa.

Mereka pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan si bungsu.

Tubuh si bungsu nampak basah kuyup, saat dimandikan oleh gadis cantik pembawa perubahan suasana dirumah.

Memakaikan sabun mandi penuh busa di tangan.

Tangan mungil basah tak sengaja menyentuh bagian depan Sophie.

Bagian depan sang wanita kembali tercetak, menampilkan suatu pemandangan yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Sophie memperhatikan si bungsu menyirami badannya yang kecil di tahan oleh mas Azka.

Sedangkan Azka terpukau dengan bekas sentuhan adiknya yang membasahi bagian depan.

"Huhh, enak banget sih dek jadi kamu. dimandiin wanita cantik, kadang di peluk juga" Lamunannya menerawang jauh entah kemana, menghayal dirinya dapat membenamkan wajah tepat di bagian depan si wanita cantik.

"Mas! Mas!" Panggil Sophie agak kencang.

"Eh, iya mbak."

"Hayo ngelamunin apa? di panggil kok telat banget jawabnya."

"Ah, anu aku cuma heran saja. Kok bisa-bisanya sih wanita secantik kamu jadi seorang janda?"

Sophie termenung sejenak di tanya seperti itu.

"Suamiku meninggal saat kecelakaan yang merenggut nyawanya mas"

"Ya ampun! Maaf ya Mbak, aku gak maksud."

Azka merasa gak enak hati setelah lancang bertanya seperti itu.

Sophie hanya tersenyum basi mendengar kata maaf dari anak majikan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kehangatan selimut cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya
9.6
Hampir setahun Alika bertahan dalam pernikahan yang menyakitkan, hingga akhirnya ia membulatkan tekad untuk menyerah. Dengan suara lantang, ia meminta perpisahan yang selama ini dipendamnya, membuat Daffa Ardhana terdiam membeku. Keheningan panjang menyelimuti mereka, mempertanyakan apakah Daffa akan melepaskan Alika dari belenggu ini atau justru berjuang mempertahankan rumah tangga mereka di saat hati sang istri sudah terlanjur lelah menanggung semuanya.
Sampul Novel Fajar Baru
9.1
Sophie Wilson mendedikasikan hidupnya demi Daniel Carter. Namun di ranjang kematiannya, kejutan pahit menanti. Alih-alih cinta, Daniel justru mengungkap penyesalan mendalam selama menjadi suaminya. Ia merindukan kehidupan sederhana bersama Lily Harvey, wanita yang dulu menyembunyikannya di desa nelayan. Meski Daniel sempat memilih kembali ke kemewahan bersama Sophie, di detik terakhir ia mengakui bahwa janji setianya hanyalah beban yang sangat melelahkan.
Sampul Novel Kembalinya Pewaris yang Ditinggalkan
8.2
Tiga tahun pengabdian Chelsea berakhir pahit saat sang kekasih mencampakkannya di altar demi wanita lain. Namun, status gadis desa itu hanyalah kedok. Chelsea bangkit sebagai pewaris tunggal konglomerat terkaya dan menguasai kekayaan triliunan. Di tengah gempuran musuh yang iri akan kesuksesannya, ia justru menemukan sekutu tak terduga. Nicholas, pria yang dikenal dingin dan kejam, kini berdiri di sisinya untuk mendukung setiap langkah balas dendamnya.
Sampul Novel Pernikahan Berlandaskan Penipuan
9.2
Lima tahun membina rumah tangga, kebenaran pahit terungkap di sebuah lelang. Aku memergoki suamiku bersama sepupuku yang dikira telah tiada, lengkap dengan anak mereka. Ternyata, pernikahan ini hanyalah tipu daya suami dan nenekku demi melindungi sang pembunuh. Aku cuma dijadikan tameng belaka. Saat mereka hendak membiusku, aku memilih melepaskan seluruh harta, menggugat cerai, lalu menghilang selamanya dari kehidupan penuh kepalsuan tersebut.
Sampul Novel Pewaris yang Ingin Mereka Singkirkan
9.1
Dulu pewaris manja, Maya dijebak masuk penjara oleh putri kandung keluarga dan tunangannya sendiri. Setelah empat tahun, ia bebas dan menikahi Karel, pria yang dianggap sampah masyarakat. Namun, dunia terkejut saat Maya mengungkap identitas rahasianya sebagai ahli perhiasan hingga peretas jenius. Saat keluarganya memohon ampun, Karel menunjukkan jati dirinya sebagai pengusaha legendaris yang sangat memuja Maya. Kini, pembalasan dendam dimulai.
Sampul Novel Shalawat Cinta
9.5
Alisa berhasil menghindari perjodohan demi menikahi pria pilihannya. Namun, mahligai rumah tangganya hancur akibat obsesi adik ipar yang mencintai suaminya sendiri. Tragedi ini membuat Alisa kehilangan satu kakinya saat melahirkan. Di tengah penderitaan, hadir sosok Dewa yang setia menemani masa sulitnya. Ini adalah kisah tentang pengorbanan dan perjuangan menyakitkan saat cinta pergi, serta upaya merajut kembali sisa kasih sayang yang masih ada.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan