Sampul Novel Akhir dari Penantianku

Akhir dari Penantianku

9.8 / 10.0
Menjalani hubungan bertahun-tahun membuat seseorang yakin telah menemukan pasangan hidup yang ideal. Namun, realita pernikahan jauh lebih rumit saat dua kepribadian asing harus menyatu dalam satu atap. Ujian demi ujian mulai menggoyahkan fondasi rumah tangga mereka hingga konflik tak lagi terbendung. Meski telah lama bersama, perbedaan yang tajam memicu kegagalan fatal yang membuat perpisahan menjadi satu-satunya jalan keluar yang tak terelakkan.

Akhir dari Penantianku Bab 1

Rika langsung pura-pura memasang wajah kecewa agar gadis itu mau menuruti kemauannya.

"Atau kamu mau di suapin sama calon suami kamu aja ya!" Goda Rika saat melihat putranya itu sudah tiba di dapur bersama suaminya.

Lantas Ana pun langsung menolehkan wajahnya ke arah samping, di lihatnya majikannya itu sudah rapi dengan pakaian kantornya, bahkan semerbak wangi parfumnya sampai menyeruak ke indera penciumannya.

Ana sempat terpana saat melihat penampilan pria itu, berbeda sekali dengan penampilannya yang masih terlihat kusut saat ini karena belum mandi.

"Aris, Ana gak mau makan kalau mama yang nyuapin, jadi kamu aja ya!" Ujar Rika

seraya mengerlingkan matanya sebelah ke arah anaknya itu.

"Ah gak kok buk, Ana mau, Ana mau!" SahutAna cepat saat mendengar ucapan wanita paruh baya itu.

Bagi Ana lebih berbahaya lagi kalau sampai harus menyusahkan majikannya itu.

"Hahaaaaa.."

Mereka sekeluarga pun langsung tertawa saat mendengar ucapan Ana.

"Apa Ana ada berbuat kesalahan?" Tanya

Ana malu-malu karena mereka tiba-tiba tertawa saat mendengar ucapannya.

"Gak kok sayang" Sahut Rika seraya mengacak-ngacak rambut gadis itu karena gemas.

Setelah itu semuanya pun hening kembali untuk memakan sarapan paginya

"Gimana lukanya udah enakan?" Tanya Aris prihatin saat sarapannya sudah habis.

"Udah mendingan pak."

"Syukurlah.!" "Udah sayang kamu mandi aja dulu! siap-siap ke sekolah, urusan di meja makan biar ibuk Tegur Rika saat melihat gadis itu mulai berberes-beres di meja makan.

"Tapi buk."'Wajah Ana tampak tak enak karena ibu majikannya itu lagi-lagi membiarkannya bersantai.

"Gak papa An, apa yang mama bilang benar, mendingan kamu siap-siap sekarang!" Sela Aris.

"Baiklah' Sahut Ana akhirnya, lalu beranjak ke kamarnya.

"'Aris kamu berangkat kerja aja gih sekarang, Ana berangkat sekolah sama mama aja!" Tegur Rika saat melihat putranya itu masih duduk di ruang tamu.

"Tapi ma.

"Udah gak ada tapi-tapian, ingat pesan mama tadi malam, Wisnu itu kinerja nya bagus, kamu harus mempertimbangkan lagi agar merekrutnya kembali ke perusahaan!

"Untuk sekarang Aris belum bisa ma, Wisnu sudah terlanjur membuat Aris marah karena berani ikut campur dalam urusan pribadi Aris!"

"Ya kalau kau masih belum siap tak apa, tapi kau harus memikirkan kembali keputusanmu mengusirnya dari perusahaan, Wisnu itu kerjanya sangat bagus, kalau kau bertindak sedikit lebih lambat saja, mama yakin Wisnu akan di rekrut oleh perusahaan lain." Ujar Rika memperingatkan.

"Ya nanti Aris akan memikirkannya kembali,"Sahut Aris lalu pamit kepada kedua orang tuanya untuk berangkat ke kantor.

****

Teng...teng

Bell istirahat berbunyi.

Lantas anak-anak yang mengikuti ujian pun langsung berebutan keluar kelas untuk mengisi perut mereka.

"Lho An itu bukannya ibu-ibu yang kemarin bayarin baju kamu di Mall ya?"

Tanya Sheri saat melihat perempuan paruh baya yang menenteng tas di tangannya tengah berjalan ke arah mereka itu.

"Ya benar' Sahut Ana.

Tak lama setelah itu orang yang mereka bicarakan pun sudah tiba di hadapan mereka.

"Sayang pasti sekarang sudah laparkan? ayo kita ke kantin sekolah!" Ajak Rika.

"lbu saya Sheri temannya Ana,"

Ujar Sheri memperkenalkan diri kembali, takutnya wanita paruh baya itu sudah melupakannya.

"Ouuh kamu temannya Ana yang pas waktu kita ketemu di Mall tempo hari ya?"

"lya buk," Sahut Sheri seraya tersenyum. " Ya udah sayang, ayo ke kantin!

sekalian kamu ibu traktirin juga!"

Ajak Rika lalu memapah Ana untuk ke kantin sekolah.

"Ah gak usah buk, Ana bisa berjalan sendiri!" Tolak Ana.

Ana benar-benar tak enak, padahal ini hanya luka di kaki, ibu majikannya itu sampai rela ikut ke sekolah demi menjaganya. Dan lagi-lagi sampai harus repot memapahnya.

"Udah gak papa sayang."

Sahut Rika. Seraya tetap memapah gadis itu.

Ana pun terpaksa hanya menurut, sementara Sheri hanya memasang wajah penuh tanda tanya saat melihat wanita paruh baya itu begitu perhatian pada Ana.

Di Kantin.

"Perhatian, perhatian!"

Ujar Rika memberi instruksi untuk menarik semua perhatian anak-anak yang berada di kantin itu.

Lantas semuanya pun langsung menoleh ke arah suara.

"Oke anak-anak, ibu di sini hanya ingin memberitahu kalian, perkenalkan nama ibu Rika, dan ini Ana, calon menantunya ibu, pasti udah pada kenalkan sama calon menantu ibu yang cantik ini?"

"lya, udah kenal buk' Sahut anak-anak itu.

Mereka juga kaget, rupanya gosip yang yang beredar tentang akan menikahnya teman satu sekolahnya itu bukanlah bualan belaka.

Sementara Ana hanya menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya karena malu saat mendengar ucapan ibu majikannya itu.

"Gila Na, jadi ibu itu mamanya majikan gue?"

Tanya Sheri seraya memasang expresi elho, yang elho ceritain kemarin sama terkejut saat mendengar penuturan wanita paruh baya itu.

Ana hanya mengangguk menanggapi ucapan sahabatnya itu.

"Wah kalau gini ceritanya Na, makin tambah parah ni masalah elho bahkan ibunya majikan elho aja sampe ngakuin ke anak-anak yang ada di sini segala kalau elho itu calon menantunya."

"Ya *tuhan, kalau buk Rika sampai tahu hubungan kami yang sebenarnya bagaimana ini*?"

Ana benar-benar frustasi, saat memikirkan itu.

Bahkan Rika terlalu baik untuk di sakiti kalau dia sampai tahu kebenarannya.

"Gue juga gak tahu, Sher, kayaknya pas pulang sekolah nanti gue harus bicara sama pak Aris."

"Iya Na, itu keputusan yang tepat, kalau sampai kalian gak nikah-nikahkan pasti keluarga majikan elho malu banget ya kan,

secara udah diumumin segala lagi?"

"He'eh."

"Horee! makan gratis!"

Teriak anak-anak kegirangan saat mendengar penuturan wanita paruh baya itu. Lantas seketika itu pula langsung menghentikan obrolan keduanya.

"Oke kalian makanlah sepuasnya, ambil saja apa yang kalian mau, anggap saja ini adalah hadiah dari

Ana selaku teman sekolah kalian untuk merayakan pesta pernikahannya setelah kelulusan nanti."

"Selamat ya Ana,'Ujar mereka seraya menyalami Ana secara bergantian. Ana terpaksa melayani mereka dan pura-pura tersenyum agar tak mengecewakan ibu majikannya itu.

"Gila Do tu ibuk-ibuk lebay banget, saking senangnya anak bujang lapuknya itu udah mau nikah pake traktir anak-anak satu sekolah lagi."

"Gak kok, gak lebay, andai aja dia yang jadi mamanya gue, malah gue senang banget"Sahut Aldo.

Aldo benar-benar kecewa memiliki seorang ibu yang kelakuannya bertolak belakang dengan ibu musuh bebuyutannya itu.

Andai mamanya sebaik Rika, pasti Aldo akan tetap berjuang untuk mendapatkan cinta gadis itu.

"Untuk apa kita kemari buk?"

Tanya Ana penasaran saat melihat wanita paruh baya itu membawanya ke sebuah butik ternama di kota itu.

"Tentu saja membeli baju untukmu sayang" Sahut Rika seraya tersenyum.

"Ta..tapi buk, Ana tak punya uang untuk membeli baju."

"Hahaha kamu ini bicara apa sih sayang? karena ibu yang mengajakmu kesini, tentu saja ibu yang traktir kamu."

"Tapi buk."

Ana tak nyaman harus menyusahkan wanita paruh baya itu, lagi pula hubungan dia dan majikannya hanyalah sekedar sandiwara.

Ana berharap dapat mengakhiri sandiwara ini secepatnya, sebelum

Rika semakin jauh memperlakukannya sebagai calon menantunya.

"Tak apa sayang, ayolah!"

Paksa Rika lagi lalu menggamit lengan gadis itu membawanya masuk ke dalam butik.

"'Selamat datang nyonya!"

Sapa pelayan yang ada di depan toko itu, karena mereka memang sudah kenal dan tahu akan status wanita paruh baya itu.

Sementara Rika dan Ana hanya menanggapi mereka dengan senyuman.

"Apa ada yang bisa kami bantu nyonya?"

Sapa pelayan lainnya saat sudah berada di hadapan kedua pengunjungnya itu.

"Ya, tolong kau ambilkan semua baju keluaran terbaru di toko ini, untuk calon menantuku ini,"

Sahut Rika seraya tersenyum bangga memamerkan wanita cantik di sampingnya itu.

Uh lagi-lagi Ana hanya tersenyum kikuk saat mendengar ucapan ibu majikannya itu.

"Baik Nya,"

Sahut pelayan itu lalu berjalan ke belakang.

"Ya tuhan kau dengar kata buk Erika tadi?" Tanya pelayan itu pada temannya.

"Ya tentu saja."

"Aku pernah mendengar kabar, kalau buk Erika mempunyai seorang putra yang sangat tampan dan juga jenius, tapi sayangnya sampai sekarang putranya belum pernah menampakan batang hidungnya di televisi.

"Ya aku juga sangat penasaran dengan putranya, dan gadis itu beruntung sekali bisa menjadi calon menantu dari keluarga Mahendra, bahkan aku sempat menyaksikan berita di sosial media, berkat kejeniusan putranya itu, beberapa hari ini nama perusahaannya tengah melambung di Indonesia, berkat produk yang perusahaan mereka ciptakan tahun ini."

"Wah benar-benar hebat."

Puji mereka. Setelah mendapatkan semua baju yang di pesan pengunjungnya itu, pelayan itu

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Akhir dari Penantianku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Fatma menghadapi cobaan berat saat divonis menderita kanker rahim stadium lanjut yang memupus harapannya memiliki anak. Demi kebahagiaan Satria, ia rela meminta suaminya menikah lagi. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Satria selama ini tidak pernah mencintainya. Meski Satria sempat menolak karena enggan menyakiti hatinya, Fatma tetap memohon dengan penuh air mata agar permintaan terakhirnya dipenuhi sebagai bentuk pengorbanan cinta yang tulus.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Samuel Adinata dikenal sebagai CEO Royal Adinata sekaligus sosok suami dan ayah idaman bagi Elena dan Eliott. Namun, di balik citra sempurna itu, tersimpan misteri besar mengenai ketulusan sikapnya. Samuel ternyata menyimpan rahasia gelap yang perlahan mulai terkuak. Bukan sekadar pengkhianatan biasa, Elena akhirnya menyadari bahwa pernikahan mereka hanyalah taktik licik. Ia murka saat tahu dirinya hanya dimanfaatkan demi kepentingan tersembunyi sang suami.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan