Sampul Novel Dua Pria, Satu Permaisuri

Dua Pria, Satu Permaisuri

9.6 / 10.0
Meskipun kehilangan penglihatan sejak kecil, Wulan tumbuh menjadi terapis pijat ternama berkat bimbingan ibu asuhnya. Namun, kehidupannya berubah saat seorang pelanggan penting datang ke tempatnya. Pria tersebut menuntut pelayanan yang sangat berbeda dari biasanya. Tanpa ragu, ia menarik pakaian Wulan dan menuangkan minyak pijat ke atas dada sang terapis, memaksa perempuan tunanetra tersebut untuk melayaninya dengan cara yang tidak biasa.

Dua Pria, Satu Permaisuri Bab 1

Aku sudah tidak bisa melihat sejak masih kecil. Tapi ibu asuhku mengajariku menjadi seorang terapis pijat paling tersohor.

Hari itu, ada seorang pelanggan penting yang datang ke tempatku.

"Aku bukan orang sembarangan, tentu saja aku mau mencoba sesuatu yang beda dari yang lain."

Detik berikutnya, dia langsung menarik bajuku, dan menuangkan minyak pijat di dadaku.

"Wulan sayang, pijat aku begini saja ...."

Aku sudah tidak bisa melihat sejak masih kecil. Tapi ibu asuhku mengajariku menjadi seorang terapis pijat paling tersohor.

Hari itu, ada seorang pelanggan penting yang datang ke tempatku.

"Aku bukan orang sembarangan, tentu saja aku mau mencoba sesuatu yang beda dari yang lain."

Detik berikutnya, dia langsung menarik bajuku, dan menuangkan minyak pijat di dadaku.

"Wulan sayang, pijat aku begini saja ...."

....

Aku adalah terapis pijat termuda di Panti Pijat Intani.

Karena buta sejak kecil, ibuku membuangku saat usiaku masih lima tahun. Kemudian, Ibu Hera menemukanku di antara para gelandangan dan pengemis.

Dia iba melihatku, dan memberiku nama Wulan Harris. Dia juga mewariskan teknik pijatnya yang unik padaku.

Di dalam ruangan yang dipenuhi kabut uap, aku berlutut di samping dipan dan membuka botol di keranjang.

Minyak pijat yang bening membasahi jari hingga lengan bawahku.

Hanya ada lampu kecil di ruangan ini. Cahaya kuning redup dari lampu tersebut menyinari kulitku, membuatnya tampak lembut seperti madu.

Aku menuangkan minyak pijat ke telapak tanganku, lalu menggosoknya hingga hangat. Setelah itu baru menempelkan kedua tanganku ke tubuh pelanggan.

"Hm, posisinya pas ...."

"Turun sedikit lagi ...."

Tubuh pelangganku telanjang bulat, hanya bagian paling privat saja yang ditutupi dengan kain tipis.

Jari-jariku bergerak di atas lapisan lemaknya, lalu perlahan memijat ke bawah.

"Wulan, tangan kecilmu lembut sekali. Tanganmu sangat jago dalam menyenangkan orang."

Dia tampak sangat menikmati pijatanku, wajahnya memerah sambil terengah-engah.

Sebagai seseorang yang sudah berpengalaman, aku hanya memijat area penting dalam gerakan melingkar dan tidak sampai melewati batas.

Tapi pelangganku tetap menghela napas puas karena kenyamanan yang dia rasakan.

Sesi pijat pun selesai.

Tanganku sangat pegal sampai nyaris tidak punya tenaga untuk mengangkatnya. Tapi untung saja pelangganku sangat puas, bahkan memberiku banyak uang sebagai tip.

Setelah dia pergi, aku pun membereskan peralatanku. Tapi kemudian terdengar suara jeritan dari lantai atas.

Ibu Hera berlari turun dengan wajah panik.

Teman-temanku juga ikut bergerombol, mereka menutup mulut dengan saputangan sambil berbisik-bisik.

"Ada apa di lantai atas? Kenapa Bu Hera panik begitu?"

"Itu, katanya ada pelanggan penting di atas. Orangnya sangat pilih-pilih, bahkan Bu Hera nggak sanggup mengatasinya."

"Hm, aku jadi penasaran siapa sebenarnya pelanggan penting itu ...."

Aku mengerjapkan mata beberapa kali sambil mendengarkan pembicaraan mereka dengan bingung.

Ibu Hera adalah terapis paling ahli di antara kami semua. Kalau dia saja tidak bisa memuaskan pelanggan itu, sebaiknya pelanggan itu pindah ke panti pijat lain saja.

Entah apakah Ibu Hera akan kena semprot pelanggan itu atau tidak ....

Saat aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri, Ibu Hera tiba-tiba bergegas menghampiriku, "Wulan, aku benar-benar nggak tahu harus bagaimana lagi. Cuma kamu yang bisa menenangkan pelanggan merepotkan itu. Tolong gantikan aku, cepat naik ke atas dan menemuinya ...."

Aku sebenarnya sudah lelah, tapi tentu tidak akan menolak permintaan Ibu Hera. Apalagi, setelah semua kebaikannya yang sudah membantuku selama ini.

Aku mengangguk pelan, tapi tangan Ibu Hera yang memegang pundakku terasa makin berat.

"Wulan ... hati-hati."

Aku membalasnya dengan sebuah senyuman, lalu berjalan mengikuti Kak Saras naik ke atas.

Pelanggan penting itu ada di kamar paling besar dan prestisius di lantai atas.

Pintu kamarnya tidak tertutup sepenuhnya, ada sedikit celah.

Kak Saras menghentikanku sejenak, lalu mendekat dan mengintip ke dalam melalui celah tersebut.

"Wulan, pelanggan merepotkan ini ternyata punya tubuh yang bagus."

"Otot-ototnya kekar sekali! Nggak terbayang rasanya kalau bisa menyentuhnya ...."

"Hei, bahkan selimut dari kita hampir nggak bisa menutupi kehebatannya."

Aku tentu saja tahu apa yang dimaksud dengan "kehebatan" itu, dan wajahku otomatis memerah.

"Kak Saras, jangan asal bicara. Sebaiknya kita masuk saja."

Kak Saras tertawa pelan, lalu membukakan pintu untukku.

Tapi takdir memang sulit diprediksi. Begitu aku baru saja melangkah masuk, kakiku malah tersandung kusen pintu.

Tamat sudah!

Aku menjerit dalam hati, tapi tiba-tiba tubuhku terjatuh dalam pelukan tubuh yang kekar.

Semuanya terasa gelap, otot perut pria itu terasa seperti batu giok yang halus. Napasku sekarang jadi tersengal-sengal.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dua Pria, Satu Permaisuri

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.1
Sepulang berwisata dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular misterius yang diyakini bisa memberikan kemudaan abadi. Syaratnya mengerikan: patung itu harus diberi sesembahan darah menstruasi gadis perawan. Ibu memaksaku memberikan darah serta memotong rambutku untuk dililitkan pada kepala ular tersebut. Namun, dia tidak tahu bahwa aku sudah tidak perawan sejak kuliah. Dua bulan berlalu, petaka pun tiba saat kulit ibu mulai ditumbuhi sisik biru dan dia mulai berganti kulit layaknya ular.
Sampul Novel Sentuhan Ayah Tiri
8.2
Kehidupan seorang gadis berubah drastis saat Hunter Oragle memergokinya tengah mengintip kemesraan intim pria itu bersama sang ibu. Bukannya marah, ayah tirinya justru memberikan tawaran provokatif untuk mengajarinya secara langsung. Hubungan yang seharusnya murni kini terjebak dalam pusaran gairah terlarang yang berbahaya. Segalanya menjadi kian rumit dan penuh tekanan ketika fakta-fakta masa lalu mulai terungkap ke permukaan, mengancam batas moral mereka.
Sampul Novel Terjerat Cinta Duda Dingin
8.9
Kinara Larissa Putri telah mencintai satu pria sejak remaja hingga usianya kini hampir tiga puluh tahun. Kesabaran Kinara berbuah manis saat ia akhirnya menikah dengan Arka, duda tampan yang ia dambakan. Namun, Arka ternyata sosok kaku dan egois yang menikahinya hanya demi sang anak, bukan cinta. Di tengah dinginnya sikap suami, muncul pria lain yang tulus mencintai Kinara. Sanggupkah Kinara bertahan dalam rumah tangga penuh paksaan ini saat godaan baru datang menyapa?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan