Sampul Novel Tentang Cinta Rihanna

Tentang Cinta Rihanna

8.9 / 10.0
Dalam Tentang Cinta Rihanna, Rihanna terjebak pernikahan paksa tanpa kasih sayang. Sebagai romance novel modern, kisah ini menyoroti upayanya menuntut martabat di tengah pengabaian suami. Baca novel online ini untuk mengikuti perjuangan Rihanna mendapatkan hak dan kehormatannya sebagai istri.
Ringkasan Tentang Cinta Rihanna
Rihanna terjebak dalam pernikahan hampa bersama pria yang mencintai wanita lain. Suaminya memberikan nafkah batin dengan penuh paksaan dan kekasaran, seolah menganggapnya pengemis yang rendah. Meski sadar pernikahan ini terjadi karena keterpaksaan, Rihanna tetap merasakan kepedihan mendalam atas perlakuan dingin sang suami. Ia hanya mendambakan martabatnya sebagai perempuan dihormati, meski cinta belum mampu ia miliki sepenuhnya di rumah tangga mereka.
Baca Selengkapnya

Tentang Cinta Rihanna Bab 1

"Kalau begitu, ayo kita lakukan sekarang!" Suara Mas Ammar terdengar seperti gemuruh petir yang tertahan di langit mendung. Wajahnya menegang, rahangnya mengeras, dan matanya menyala oleh bara yang tak kunjung padam.

Tangannya mencengkeram pergelangan tanganku, dingin dan kaku. Dia menarikku dengan paksa, menyeretku mendekati ranjang seolah aku tak lebih dari barang tak bernyawa. Bahunya menekan bahuku, kuat dan mengancam. Dalam sekejap, tubuhku terdorong ke belakang, kehilangan keseimbangan, lalu terhempas di atas tempat tidur dengan tubuh gemetar.

Aku tergugu, tak mampu bergerak. Seakan dunia berhenti berdetak. Nafasku sesak. Ketakutan menyergap seperti kabut yang pekat. Saat dia naik ke atas ranjang, hatiku mencelos. Tubuhku kaku. Satu-satunya hal yang mampu kulakukan hanyalah memejamkan mata-berharap semua ini hanyalah mimpi buruk yang segera berakhir.

"Bukankah ini yang kamu inginkan?" gumamnya, dengan suara yang lebih dingin dari angin malam. Jemarinya mencengkeram daguku, memaksa wajahku menengadah.

"Buka matamu dan tatap aku!" bentaknya. Aku bergetar. Kedua pipiku ditekan keras, hingga rasa nyeri menjalar ke rahang. Aku mencoba menggeleng, namun usahaku sia-sia.

"Sakit, Mas..." ucapku lirih. Namun suaraku tenggelam dalam kemarahan yang menutup telinganya. Seakan rasa sakitku adalah sesuatu yang pantas ia abaikan. Justru tekanan di wajahku semakin dalam, membuatku nyaris tak mampu bicara.

"Apakah kamu pikir aku akan memperlakukanmu dengan lembut? Dengan cinta? Jangan bermimpi!"

Dengan kasar, dia melepas cengkeramannya dari pipiku, membuat kepalaku terhuyung. Aku menahan perih dengan isakan tertahan. Air mata tak mampu kucegah. Mengalir seperti sungai di musim badai. Hati ini seperti ditampar berulang kali oleh kenyataan yang tak bisa kutolak: aku istri yang tak dianggap.

Setiap perkataannya adalah luka. Setiap tatapannya adalah cambuk bagi harga diriku sebagai perempuan. Sungguh, dia memperlakukanku seolah aku adalah beban, bukan pasangan hidup. Seolah aku hanyalah alat yang bisa dia gunakan untuk melampiaskan kekesalannya terhadap takdir.

Ketika dia akhirnya menjauh dariku, bukan kelegaan yang kurasa. Justru rasa hampa yang lebih menusuk. Aku mengusap pipi yang memerah karena tekanan. Tubuhku masih bergetar, dan hatiku jauh lebih remuk daripada ragaku. Tak ada yang bisa kulakukan selain menangis dalam diam, menanggung semua rasa sakit yang tak dapat kulukiskan.

"Jangan pernah meminta lagi kecuali aku yang menginginkan," ucapnya, dengan suara dingin yang mengiris lebih tajam dari belati.

Aku terdiam. Apa maksudnya? Apakah aku hanya pelengkap syarat semata dalam hidupnya? Tidakkah dia sadar, bahwa hubungan suami istri seharusnya dilandasi kasih dan ridha, bukan paksaan dan kebencian?

Ini bukan hanya tentang tubuh. Tapi tentang hati. Tentang luka yang dia ukir dalam-dalam di dalam batinku. Dia mengira semua akan selesai begitu saja, bahwa aku tak akan menyimpan apa-apa. Tapi nyatanya, setiap kata dan perbuatannya telah membekas. Mengendap di relung jiwa.

Sejak malam pertama kami, kamar ini sunyi. Bukan sunyi yang menenangkan. Tapi sunyi yang menyayat. Mas Ammar selalu datang larut malam, setelah semua energinya terkuras oleh berbagai alasan. Dia tidur di sofa, membelakangiku. Tidak pernah menyentuhku, apalagi menyapaku.

Di hadapan Abah dan Ummi, dia memerankan suami sempurna. Mencium keningku di pagi hari. Menggenggam tanganku dengan penuh kasih. Bahkan memuji masakanku di hadapan mereka. Tapi ketika pintu kamar tertutup dan hanya kami berdua, wajahnya berubah. Semua keramahan itu lenyap. Yang tersisa hanyalah kebisuan dan penolakan.

Apakah salah jika aku berharap dicintai oleh suamiku sendiri? Apakah aku terlalu naif menginginkan rumah tangga yang hangat dan penuh kasih?

Aku sudah mencoba segalanya. Belajar memasak makanan kesukaannya. Mencoba tampil cantik meski hati tak menentu. Menyapanya dengan lembut. Tapi dia tetap dingin, tetap menjauh. Seakan setiap usahaku hanyalah sia-sia.

Aku tahu, hatinya masih tertambat pada perempuan lain. Tapi tak bisakah dia sedikit saja membuka ruang untukku? Untuk cintaku? Atau setidaknya menghormati keberadaanku sebagai perempuan?

Setiap malam, aku bertanya pada Tuhan... untuk apa pernikahan ini jika hanya mendatangkan luka? Apakah rumah tangga ini hanyalah panggung sandiwara demi menyenangkan hati orang tua?

Masih jelas dalam ingatanku malam pertama itu. Saat aku menunggu dalam balutan harap dan degup bahagia. Tapi harapan itu diruntuhkan dengan satu kalimat yang menyayat:

"Pernikahan kita hanya sebatas di atas kertas. Jadi, jangan pernah berharap aku menganggapmu sebagai istri yang sesungguhnya."

Aku masih ingat suara hujan di luar jendela. Dentingnya bersahutan dengan degup jantungku yang meredup. Aku memeluk diriku sendiri di tengah malam yang dingin, meringkuk seperti anak kecil yang kehilangan rumah.

Sejak saat itu, aku tahu... cintaku akan terus diuji. Tapi aku tidak pernah menyangka, ujian itu akan sekejam ini.

Bukan hanya hatiku yang dia hancurkan. Tapi juga harapanku. Harga diriku. Dan kemanusiaanku.

Kini, yang tersisa hanyalah pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban.

Jika dia tak mencintaiku, mengapa dia menikahiku?

Jika dia tak menganggapku istri, mengapa dia memperlakukan tubuhku seperti miliknya?

Dan jika pernikahan ini hanya pura-pura, tidakkah dia sadar bahwa yang dia sakiti bukan hanya tubuhku... tapi seluruh jiwaku?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tentang Cinta Rihanna

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat
9.7
Kembali ke keluarga konglomerat sebagai putri kandung mempertemukan aku dengan Julian Jetarsa. Pembelaannya sekali saja membuatku mengejarnya selama lima tahun hingga kami bertunangan. Namun, Julian selalu merendahkan sikapku yang dianggap tidak anggun. Saat kakek yang membesarkanku sekarat dan aku butuh bantuannya, Julian sengaja mengabaikanku demi memberi pelajaran. Kematian kakek membuatku tersadar. Kini, aku telah belajar menjadi sosok yang dia inginkan, sekaligus berhenti mencintainya.
Sampul Novel Cinta Terlarang Di Rumah Kakak Ku
8.2
Lima tahun di Milan, desainer Kinan akhirnya kembali ke Jakarta untuk mengunjungi kakaknya, Airin. Namun, suasana hangat di rumah itu terusik saat ia bertemu Liam, suami kakaknya yang maskulin. Sebuah insiden membuat Liam menangkap Kinan dan berakhir dengan ciuman tak terduga yang membakar gairah. Kini, Kinan terjebak dalam dilema antara godaan terlarang dan loyalitas pada keluarga. Akankah perasaan berbahaya ini menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Merebut Hati Suamiku
8.4
Kayshilla Chandra dan Aaraf Ibrahim terjebak dalam pernikahan hasil perjodohan orang tua di lingkungan pesantren. Meski sudah sah, Aaraf mengaku belum bisa mencintai istrinya karena hatinya masih tertambat pada perempuan lain. Kayshilla pun harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ia harus bersaing dengan masa lalu suaminya. Mampukah kesabaran Kayshilla meluluhkan hati Aaraf yang dingin dan memenangkan cinta sejatinya di tengah ujian rumah tangga ini?
Sampul Novel Permainan Kakak Tercinta
8.6
Saat berkunjung ke rumah kakaknya, sang protagonis tidak pernah menduga bahwa undangan menginap tersebut adalah awal dari mimpi buruk yang nyata. Kejanggalan dimulai ketika ia mendapati senyuman ganjil dari suami kakaknya. Alih-alih mendapatkan perlindungan, ia justru dikunci di dalam kamar bersama pria misterius itu oleh kakaknya sendiri. Terjebak dalam situasi mencekam, ia akhirnya menyadari bahwa dirinya hanyalah bidak dalam rencana mengerikan yang telah dirancang rapi oleh kakak kandungnya.
Sampul Novel Rahasia Aneh Para Suami
8.1
Kehidupan pernikahanku dengan pria mapan yang lembut semula terasa sempurna. Namun, di balik kasih sayangnya, tersimpan rahasia yang mengusik batin. Setelah malam-malam penuh gairah mendadak sirna, aku terjebak dilema antara kesetiaan dan hasrat yang tak terpenuhi. Saat mulai mencari pelarian, aku justru menemukan misteri gelap yang lebih dalam dari sekadar fisik. Kini aku harus memilih: bertahan dalam cinta yang hampa atau menempuh jalan penuh pengkhianatan.
Sampul Novel Terjebak Pesona Anak Teman Mama
8.1
Nadia Anindita adalah siswi pemberontak namun imut yang sering terlibat konflik dengan Raka Bratama, ketua OSIS yang kaku dan populer. Meski saling membenci dan sering beradu argumen, takdir justru mengikat mereka dalam perjodohan konyol yang diatur oleh keluarga. Di balik perseteruan itu, keduanya menyimpan masa lalu keluarga yang rumit. Akankah pernikahan paksa ini menumbuhkan benih cinta, atau justru berakhir pada perceraian karena ego mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan