Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tanpa Penyesalan di Musim Cinta yang Gugur

Tanpa Penyesalan di Musim Cinta yang Gugur

Enam tahun membina rumah tangga dengan Fabian, sang istri harus menghadapi kenyataan pahit tentang kehadiran wanita simpanan yang tampak rapuh namun manipulatif. Saat simpanan tersebut mulai berani memicu konflik langsung dengan sang istri sah, Fabian menjatuhkan hukuman keras demi menjaga kendali. Namun, sebuah pesan provokatif berisi foto intim yang dikirimkan keesokan harinya mengungkap dinamika hubungan gelap mereka yang penuh kepura-puraan, menguji batas kesabaran dan harga diri yang tersisa.
Bab
Bagikan

Bab 1

Selama menikah dengan Fabian selama enam tahun, dia punya simpanan.

Simpanannya itu sangat cantik dan mudah menciut ketakutan jika dibentak sedikit saja.

Karena itulah Fabian tidak pernah kehilangan kesabaran menghadapinya.

Namun, simpanan itu tidak patuh dan sengaja mencari masalah denganku. Fabian pun marah besar dan menghukumnya habis-habisan.

Keesokan harinya, wanita itu mengirimi aku foto lehernya yang dipenuhi bekas gigitan merah-merah.

[Kak, Pak Fabian galak banget, aku jadi takut.]

Selama menikah dengan Fabian selama enam tahun, dia punya simpanan.

Simpanannya itu sangat cantik dan mudah menciut ketakutan jika dibentak sedikit saja.

Karena itulah Fabian tidak pernah kehilangan kesabaran menghadapinya.

Namun, simpanan itu tidak patuh dan sengaja mencari masalah denganku. Fabian pun marah besar dan menghukumnya habis-habisan.

Keesokan harinya, wanita itu mengirimi aku foto lehernya yang dipenuhi bekas gigitan merah-merah.

[Kak, Pak Fabian galak banget, aku jadi takut.]

Aku memandangi bekas merah-merah di sekujur leher dalam foto itu dan terdiam.

Kemarin, seorang wanita bernama Melissa datang menemuiku dan mengaku sebagai pacar Fabian. Dia berharap aku berhenti jadi penghalang di antara mereka.

Saat itu, reaksi pertamaku adalah kebingungan, baru setelah itu aku sadar bahwa Fabian telah berselingkuh.

Wanita itu bicara dengan dagu sedikit terangkat dan mata berbinar-binar, seperti anak yang selalu dimanja tanpa batas.

Aku masih belum sepenuhnya sadar dari kebingunganku ketika dia menyiramkan secangkir kopi hangat ke wajahku.

"Heh, dengar nggak? Ceraikan Fabian. Aku mau menikah sama dia."

Cairan coklat itu menodai gaun putihku yang masih baru. Wajahku basah kuyup, membuatku tampak sangat berantakan.

Meski begitu, wanita itu masih belum puas. Dia menyentuh perutnya dengan bangga, mengabaikan lirikan aneh dari semua orang di sekitarnya.

"Aku hamil dan nggak mau anakku lahir tanpa status. Kalau bukan karena ini, aku juga nggak mau hubungi kamu."

"Aku tahu kamu dan Fabian teman dekat sejak kecil dan sudah menikah enam tahun. Tapi kalian sudah terlalu lama bersama. Fabian cuma punya rasa sayang sebagai keluarga sama kamu, bukan cinta."

"Kalau kamu tahu diri dan mau pergi sendiri, aku bisa minta dia kasih kompensasi yang banyak. Kalau kamu nggak tahu diri, aku cuma bisa minta dia mengusirmu."

Fabian? Mengusirku?

Seketika, aku tertawa.

Wanita itu menuding wajahku. “Sudah gila, ya? Apanya yang lucu?”

Aku memandangi raut wajahnya. Dia sangat polos seperti boneka, tapi dia tidak punya otak.

Aku menertawakannya. "Dek, Fabian tahu nggak yang kamu lakukan sekarang?"

Wajah wanita itu memerah karena marah, tapi dia masih menuding dan mengumpat.

Aku mengalihkan pandangan dan menatap Fabian yang melangkah mendekati kami di belakangnya.

Wajah Fabian kelam. Dia menarik tangan wanita itu dan menampar wajahnya dengan keras.

Wajah wanita itu langsung memerah dan bengkak. Ada setitik darah keluar dari sudut bibirnya.

Dia menatap Fabian dengan mata berkaca-kaca, penuh rasa tak percaya dan memelas.

"Pak Fabian, kamu ... kamu menamparku?"

Air mata berlinang di wajah cantiknya, tapi Fabian tetap tidak bereaksi. Hanya menyuruhnya pergi dengan tatapan dingin.

Wanita itu tampak kesal dan memalingkan mukanya yang terus dipegangi.

Setelah kepergiannya, Fabian mengambil tisu dengan raut sedih. Dia berlutut dan menyeka bekas kopi dari wajahku dengan lembut.

"Sayang, jangan dengarkan dia. Dia bohong. Aku nggak ada hubungan apa-apa sama dia."

Aku menunduk dan menatap matanya lekat-lekat. Warna matanya gelap tak berdasar, tanpa tanda-tanda rasa bersalah.

Mataku terasa memanas, aku membelai wajahnya.

"Fabian, jujur padaku, siapa dia?"

Bibir Fabian sedikit bergetar, dan sudut-sudut matanya basah.

Dia menolak bicara, jadi aku terus bertanya sampai mukaku memerah dan napasku terengah-engah.

Dia kebingungan dan mulai panik.

"Maaf, Clara. Maafkan aku. Pukul saja aku. Marahi aku, hukum aku sesukamu. Jangan menangis, kamu nggak boleh menangis."

Dia juga ingat aku tidak boleh sampai menangis.

Aku menertawakan diriku sendiri, jantungku terasa nyeri.

Fabian ketakutan dan menerobos lampu merah sepanjang jalan menuju rumah sakit.

Dia berteriak memanggil-manggil dokter tanpa peduli penampilannya. Aku menatap kepanikan dalam matanya dan tiba-tiba teringat masa lalu.

Saat aku berusia lima tahun, aku diculik.

Penculik itu menodongkan pisau ke leherku dan meminta tebusan kepada ayahku. Aku sangat ketakutan hingga menangis sekeras-kerasnya sampai tidak bisa bernapas. Setelah diselamatkan, aku jadi bisu selama beberapa waktu.

Selama itu pula, Fabian datang bermain denganku setiap hari. Dia menemaniku dengan penuh perhatian dan menceritakan kisah-kisah lucu kepadaku. Aku mengabaikannya, tapi dia tidak peduli.

Suatu hari, dia bertengkar dengan teman sekelasnya. Lawannya adalah anak yang gemuk, menekan Fabian sampai dia hampir mati lemas.

Aku begitu ketakutan dan memanggil guru.

Setelah itu, aku perlahan bisa bicara kembali.

Fabian bahkan lebih bahagia daripada aku. Dia memancing emosi anak gemuk itu setiap hari hanya agar aku bicara lebih banyak lagi.

Aku baru tahu beberapa tahun kemudian bahwa mereka berkelahi karena anak gemuk itu mengataiku bisu. Fabian tidak membiarkan siapa pun menyakitiku, meski hanya hal kecil seperti mengataiku bisu.

Aku akhirnya bisa bicara normal lagi, tapi aku masih tidak boleh menangis. Jika menangis, aku bisa sesak napas dan kemungkinan terburuknya adalah kematian.

Fabian pun menjadi lebih berhati-hati. Dia berjanji akan selalu membuatku tertawa dan tidak akan pernah membiarkanku menangis.

Tapi, aku sekarang dilarikan ke ruang gawat darurat karena dia.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Billionaire
7.9
Demi membiayai pengobatan sang adik, Krystal terpaksa meminta bantuan finansial kepada Kaivan Bastian Mahendra. Namun, dukungan dana dari sang miliarder tidaklah cuma-cuma. Krystal harus membayar mahal dengan kesediaannya menjadi istri kedua pria tersebut. Terjebak dalam pernikahan yang rumit dan penuh tekanan, mampukah Krystal bertahan menjalani kehidupan barunya? Sebuah kisah tentang pengorbanan dan cinta yang terbelenggu oleh sebuah syarat berat.
Sampul Novel CEO Iblis Azhar
9.3
Citra terjebak dalam dilema antara kebencian mendalam atas perlakuan kejam Azhar dan ketakutan kehilangan pria itu saat benih cinta mulai tumbuh. Di sisi lain, Azhar yang awalnya hanya ingin memperbudak Citra demi memuaskan nafsunya, justru mulai dikuasai naluri untuk melindungi. Hubungan penuh luka ini berubah menjadi ikatan yang rumit, membuktikan bahwa mereka adalah perasaan yang tepat namun hadir di saat yang tidak seharusnya bagi satu sama lain.
Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Elia dikenal publik sebagai pria sopan yang tertutup, namun aslinya dia sosok kejam yang menjerat Ashley dalam gairah. Hubungan rahasia mereka membuat Ashley aman dari gangguan siapapun. Keadaan berubah saat Ashley mual di depan umum. Elia yang biasanya dingin justru berlutut dan membelai perutnya dengan lembut. Sang CEO pun meminta Ashley untuk meresmikan hubungan mereka di depan semua orang, serta berjanji akan memberikan segalanya demi dirinya.
Sampul Novel Cinta Berujung Duka atau Suka
8.8
Saat putri mereka terbaring lemah akibat demam tinggi, Jeffry Aryadi justru sibuk menghadiri rapat sekolah untuk anak dari cinta sejatinya. Panggilan telepon sang istri malah dijawab oleh wanita tersebut yang menangis meminta maaf, memicu kemarahan Jeffry yang membela diri dengan dalih menolong janda dan yatim. Di tengah dinginnya ruang rumah sakit, sang istri akhirnya mengambil keputusan besar. Sambil menemani putrinya yang disuntik, ia menawarkan awal baru bagi mereka untuk hidup berdua saja.
Sampul Novel Cinta Lokasi Pembantu Dan Majikan
8.6
Demi menyambung hidup, seorang wanita memutuskan mengambil pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di kediaman keluarga kaya. Kinerjanya yang dinilai sangat baik membuat sang majikan merasa puas dan memercayainya. Namun, batasan antara pekerja dan majikan mendadak runtuh dalam semalam. Sesaat setelah ia selesai menidurkan anak majikannya, sepasang tangan besar tiba-tiba merengkuh pinggangnya dari belakang, memulai babak baru yang tak terduga dalam hidupnya.
Sampul Novel CINTA TUAN CEO
8.6
Linggar, selebgram dan beauty vlogger ternama, bertemu kembali dengan mantan kekasihnya, Darka, di Bali. Meski sempat balikan, kehadiran Radit, pengusaha restoran sekaligus sahabat kakaknya, mengalihkan perhatian Linggar. Konflik memuncak saat Linggar tahu Darka dekat dengan Sena, sementara Darka pun memergoki kedekatan Linggar dengan pria lain. Video putusnya mereka viral hingga masuk TV, memaksa Linggar dan Darka benar-benar mengakhiri hubungan mereka selamanya.