Sampul Novel TALAK SETELAH AKAD

TALAK SETELAH AKAD

9.1 / 10.0
Dalam novel TALAK SETELAH AKAD, Kinarsih harus menghadapi kenyataan pahit menjadi janda di malam pernikahannya. Romance novel ini mengikuti perjuangannya melawan trauma masa lalu dan dendam pada Badai, sementara seorang playboy bernama Rian berusaha masuk ke hidupnya yang penuh noda.
Ringkasan TALAK SETELAH AKAD
Impian Kinarsih untuk hidup bahagia selamanya hancur seketika saat Badai menjatuhkan talak tepat di malam akad nikah mereka. Status janda ini menjadi noda mendalam yang memicu dendam hingga doa pahitnya mendatangkan karma bagi sang mantan suami. Di tengah luka itu, muncul Rian, seorang playboy yang berusaha meluluhkan hati keras Kinarsih. Akankah kedamaian ditemukan, atau justru takdir membawa Kinarsih kembali rujuk dengan Badai dalam balutan penyesalan?
Baca Selengkapnya

TALAK SETELAH AKAD Bab 1

"Paman ...."

Wak Yanto memberikan perhatian kepada suara yang sedang memanggilnya.

"Saya talak satu, Kinarsih Aninda," suara Badai pelan tapi pasti.

Terdengar oleh semua pasang telinga di sana. Semua terhenyak, tak ada yang bicara. Hening dan hampir menghilangkan kewarasanku. Apa yang barusan kudengar? Sepertinya telingaku sedang rusak.

"Anak setaaan!!!!!!" teriak Wak Yanto menghambur menyerang Badai.

Ia menendang brutal pada Badai yang sedang duduk. Tidak lebih dari dua jam yang lalu, laki-laki itu mengesahkanku sebagai istrinya. Sangat lancar sekali lidahnya menyucapkan kalimat syahadat lalu di iringi kalimat akad. Lalu sekarang dia mengucapkan kalimat talak. Apa dia sudah kehilangan akal sehatnya?

Semua orang di sana dengan cepat menarik tubuh Wak Yanto agar menjauh dari Badai. Tubuh tuanya terhuyung jatuh. Kopiah tanda kemuliaannya jatuh begitu saja, terinjak oleh kerumunan yang mencegahnya berbuat lebih. Wak Yanto mengamuk tak terkendali.

"Lepas! Lepaskan! Jangan halangi aku untuk membunuh manusia iblis ini! Tak punya hati nurani, biadab!!!"

Wak Yanto berusaha melepaskan diri dari orang-orang yang memeganginya.

"Waaak!!!" teriakku menghampirinya.

Bahkan aku sampai terjatuh karena menginjak mukenahku sendiri. Aku langsung memeluknya dan mengusap dadanya yang terasa panas. Mungkin deritaku tak sebanding dengan rasa malu Wak Yanto. Aku ditalak setelah hitungan jam setelah disahkan. Andai telingaku ini pekak saja, itu lebih baik daripada mendengar ucapan kejam yang keluar dari mulut laki-laki yang seharusnya kupanggil suami.

"Minggir Arsih! Anak dajjal ini semakin menginjak-injak kehormatan keluarga ini. Dengan tulus kuserahkan keponakanku padamu, tanpa memberatkanmu sedikit pun tapi kalian anggap sampah!!!" teriak Wak Yanto menatap sekelilingnya.

Kemarahannya sungguh membuat siapa pun merinding. Tampak semua yang ada di sana hanya diam menyaksikan Wak Yanto terus mengumpat dan mengamuk. Wak Erni hanya meruncingkan matanya sinis menatap kami. Tak ada sedikit pun ia merasakan penderitaan suaminya apalagi kepedihanku.

"Maaf ya Yan, di sini Badai sudah memenuhi permintaanmu 'kan, menikahi Kinarsih," ketus ibunya Badai tanpa beban. Bahkan sekarang wajahnya terlihat lebih santai daripada saat aku akan dinikahi. Sungguh hitamnya hati manusia. 

"Lalu dengan seenaknya dia menceraikan keponakanku setelah akad dalam hitungan jam?! Kalian keterluan! Tak punya perasaan!"

Wak Yanto melempar Badai dengan air gelas mineral yang tersusun rapi di depannya. Melempari berkali-kali hingga air gelas mineral itu hampir habis. Beberapa pecah dan menyemburkan air hingga Badai basah kuyup.

"Kami tidak pernah menyangka juga Badai akan menceraikan Kinarsih. Itu sudah murni keputusannya. Kita 'kan tidak bisa memaksa anak kami mencintai Kinarsih," sambut ayah badai yang berkumis tebal itu.

"Kinarsih sedang meng---. Astagfirullah ya Allah ... astagfirullah ...."

Wak Yanto tersendat lalu terus berdzikir, mengelus dadanya. Sesekali ia memegangi perutnya. Pasti ia sangat merasa kepedihan yang mendalam.  Aku hanya bisa terus menangis di sampingnya.

Badai yang sedari tadi meringis kesakitan berusaha bangkit.

"Maafkan saya, Paman. Saya tidak bisa memaksa hati saya. Yang penting saya sudah menikahinya seperti keinginan Paman," ujar Badai takut berani, berlindung di balik punggung ayahnya. 

"Anjing! Tapi tidak begini caranya setan! Kamu semakin menginjak harga diri keluargaku dan kehormatan putriku!"

Seolah tak peduli, Badai menatapku. Aku menunjukkan air mataku padanya, mengharapkan hatinya iba padaku. Aku masih berharap dia meminta maaf, meski tidak padaku tapi pada pamannya. 

"Maafkan aku Kinarsih, aku tidak bisa terus mencintaimu," ucapnya parau.

"Tidak, Badai! Jangan ceraikan aku! Bagaimana dengan ...."

Aku tercekat, tak mampu meneruskan ucapanku. Hanya air mataku yang terus jatuh tanpa jeda hingga membuatku tersendat-sendat.

"Kita sampai di sini saja. Jangan cari aku lagi. Kamu bukan siapa-siapa bagiku," ujar Badai tanpa beban. Sekarang ia sedang melangkah keluar tanpa sekali pun sudi menoleh.

Aku langsung lemas. Tak ada tenagaku meski hanya sekedar menarik nafas. Ini hantaman yang sangat kuar biasa memporak-porandakkan hatiku. Melihat ayah dari janinku menjauh yang diikuti kedua orang tua dan saudaranya, jantungku seperti menyusut. Mereka sama sekali tidak menatapku apalagi menenangkanku. Aku mengerti sekarang, betapa busuknya keluarga itu.

Wak Yanto dibawa masuk ke dalam kamarnya. Ia dipapah oleh sahabat-sahabatnya yang ikut menyaksikan pernikahan yang mungkin hanya aku yang mengalaminya sepanjang sejarah hidup mereka. Dinikahi lalu diceraikan di waktu yang sama. Sungguh kemalangan apa lagi yang tidak aku rasakan?

"Masuklah ke kamarmu, Kinarsih. Kamu janda sekarang, jaga sikapmu," sinis istri pamanku meninggalkanku. Suaranya berlalu begitu saja. Aku bangkit dan berlari akan menyusul masuk ke dalam kamar Wak Yanto. Namun, perempuan kriting itu menepisku dengan sangat kasar.

"Wak, tolong. Arsih mau melihat keadaan Wak Yanto. Bantu Wak! Biarkan Arsih melihat kondisinya. Biasanya kalau dipijit telapak kakinya, Wak Yanto lebih baik."

"Heh! Sudah kau bawa kehinaan di keluarga ini, masih berani kamu sok peduli dengan keluarga ini! Kamu tahu, kamu itu pelaku yang telah sangat kejam mencoreng kehormatan keluarga ini Arsih! Minggir kamu! Bisa mati suamiku melihatmu sekarang!"

Tak peduli kepala dan bahuku terbentur dinding, aku benar-benar berusaha masuk namun dengan sangat tidak berperasaan, Wak Erni menjambakku lalu mendorongku dengan keras. Ya Allah, sudahlah sakit di hati ini tak berperi, ditambah pula dengan siksaan fisik dari wanita yang seharusnya bisa memberikan kasih sayang, setidaknya rasa kasihan.

"Pergi kamu, perempuan pembawa sial!"

Pintu itu berhasil ditutup dan tinggallah aku yang masih mematung, seolah malam ini seperti mimpi terburuk. Bagaimana bisa laki-laki yang kuyakin menjadi pelabuhan terakhirku memperlakukanku sekejam ini? Ini sangat kejam. Lebih baik dia tidak menikahiku daripada diangkat seperti ratu, dijanjikan harapan lalu dibuang tercampakkan seperti ini. 

"Badai ... mengapa kamu setega ini?" lirihku sendirian dalam gelapnya kamarku.

Aku merasa lebih nyaman tanpa penerangan. Amat pekat seperti kehidupanku yang tak bertuah. Yatim saat usia tujuh tahun dan hidup dalam kemiskinan bersama sosok ibu selama sepuluh tahun. Genap tujuh belas tahun, aku kehilangan ibuku untuk selamanya. Di usia yang dinantikan para remaja karena begitu manis namun bagiku adalah awal dari lengkapnya kesengsaraan hidupku. Lalu sejak menjadi yatim piatu, aku harus tinggal bersama uwakku, kakak laki-laki dari ayahku.

Hidup rupanya makin tidak bertuah karena di sini, aku tidak diterima oleh istri dan anaknya. Aku seperti menjadi alas kaki, benar-benar tidak dihargai. Menjadi pembantu rasanya lebih bernilai karena mereka tidak hanya memanfaatkan tenagaku, tapi juga mengoyak-ngoyak rasa percaya diriku sebagai manusia yang merdeka.

"Ibu ... Bapak ...!!!"

Aku terus memanggil kedua orang tuaku. Tangisku tak terhenti. Aku meraung, meratap dan memukul diriku sendiri. Beberapa kali kutemukan diriku tersadar seolah bangun dari tidurku. Lalu aku kembali mengingat aroma parfum yang kusukai, terakhir pergi meninggalkan kepingan hatiku yang remuk redam tak bersisa lagi. Aku terus menangis hingga aku tidak mengingat apa-apa lagi.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi TALAK SETELAH AKAD

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel BALASAN SETIMPAL UNTUK PENGKHIANATAN SUAMIKU
8.0
Kehadiran orang ketiga dalam sebuah rumah tangga sering kali muncul dari arah yang tidak pernah diduga sebelumnya. Bahkan, sosok yang selama ini dipercaya untuk bekerja dan membantu urusan domestik di kediaman pribadi pun bisa menjadi ancaman nyata bagi keutuhan pernikahan. Kisah ini mengungkap pengkhianatan menyakitkan yang dilakukan oleh suami bersama orang terdekat di rumah sendiri, memicu sebuah pembalasan yang setimpal atas segala luka tersebut.
Sampul Novel Edoraded Distance
9.0
Kevin dan Sekar terikat dalam pernikahan formal yang terasa hampa tanpa keintiman nyata. Meski hubungan mereka sebatas status di atas kertas, Kevin yang telah lama mencintai Sekar tak menyerah. Di tengah kehadiran keluarga Son dan Atmaja, Kevin berjuang keras meruntuhkan tembok pemisah di antara mereka. Ia bertekad meyakinkan Sekar bahwa ikatan ini adalah gerbang menuju kebahagiaan sejati, bukan sekadar kontrak belaka yang dingin tanpa perasaan.
Sampul Novel Istriku Disiksa Sampai Gila
9.4
Kepulanganku yang tak terduga dari Taiwan ke kampung halaman justru disambut oleh kenyataan pahit yang menghancurkan jiwa. Aku menemukan istri tercintaku telah kehilangan kewarasannya, sementara buah hati kami dikabarkan sudah tiada. Di balik duka ini, muncul kecurigaan mendalam terhadap kebenaran yang ada. Benarkah semua kesaksian dari pihak keluargaku bisa dipercaya? Aku harus mengungkap misteri kelam di balik tragedi yang menimpa keluargaku.
Sampul Novel Pengabaian Luna terhadap Alpha
8.5
Alpha Nikolas Morrison menderita keracunan merkuri yang fatal. Sebagai kekasihnya, aku memutuskan hubungan kami dengan menghancurkan cincin pernikahan sakral dan menyerahkan surat pemutusan ikatan. Meski sang pemimpin terhormat itu berlutut memohon di kakiku sambil menawarkan segala hartanya agar aku menetap, aku tetap bergeming. Aku justru menyeretnya ke hadapan patung Dewi Bulan dan mengancam akan mencabut berkah dewi jika dia menolak melepaskan ikatan kami selamanya.
Sampul Novel Selamat Jalan Kekasihku
9.8
Sembilan tahun Kylee Brooks mengabdi pada Kenney Walsh yang dingin, meski pria itu kerap menolaknya. Suatu hari, Kylee tak sengaja mendengar pengakuan mengejutkan dari balik pintu kamar. Kenney, yang selama ini berpura-pura lumpuh demi menjauhinya, menyatakan cinta mendalam kepada Ruth, kakak iparnya sendiri. Segala pengorbanan Kylee hancur saat menyadari kursi roda itu hanyalah sandiwara Kenney untuk menjaga kesetiaan pada wanita pilihannya.
Sampul Novel SI PEMBUNUH TANPA MELIHAT
9.8
Ditinggalkan ibu dan dibesarkan oleh mantan mafia membuat hidup pria buta ini penuh kekerasan dan hampa kasih sayang. Bertahun-tahun ia terjebak dalam dunia kriminal yang kelam hingga pertemuannya dengan Gaylen mulai mengubah segalanya. Akankah sosok pembunuh ini akhirnya menemukan kebahagiaan sejati bersamanya? Di balik pertemuan itu, tersimpan rahasia besar yang menghubungkan masa lalu mereka dalam intrik mafia yang berbahaya dan penuh emosi.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan